Analysis Eye

Analysis Eye
Terkena Serangan Frederic yang Dahsyat


__ADS_3

Lein menggunakan teknik gerakan kaki nya untuk berlari ke arah Frederic. Saking cepatnya, Lein seperti berpindah tempat, bukan berlari.


Lein mengangkat kedua katana nya ke atas dan mengayunkan nya secara vertikal ke bawah ke arah Frederic.


Frederic mengangkat pedang nya untuk menangkis serangan Lein. Namun kekuatan Lein sangatlah besar karena sihir peningkatan tubuh tadi.


Karena jika menahan serangan Lein lebih lama akan merugikan nya, Frederic menggerakkan pedang nya untuk membelokkan arah serangan Lein.


Frederic juga menggerakkan tubuh nya ke kiri, jadi serangan Lein tidak mengenai tubuh nya dan meluncur ke bawah mengenai pasir.


"Ugh!" Lein merasakan sakit di pinggang kanan nya karena Frederic menendang nya.


Lein melemparkan katana kiri nya ke arah Frederic dengan kuat yang menyebabkan kecepatan lemparan katana nya menjadi sangat cepat .


"Trik yang tidak berguna." Frederic bisa melihat arah datang nya katana Lein.


Meskipun kecepatan nya sangat cepat namun arah lemparan nya hanya lurus saja jadi Frederic masih bisa melihat nya.


Frederic mengayunkan pedang nya untuk menangkis lemparan katana Lein. Namun betapa terkejutnya dia saat melihat Lein berada tepat di depan nya.


"Kamu terlalu fokus terhadap katana yang aku lempar!" Teriak Lein.


Saat melempar katana milik nya sebelumnya, Lein langsung berlari ke arah Frederic. Lein tidak menyangka bisa mendekati Frederic dengan mudah karena dia terlalu fokus terhadap katana nya.


Lein memukul wajah Frederic dengan tangan kirinya dengan keras sampai Frederic mundur beberapa langkah ke belakang.


Kemudian Lein menggunakan katana kanan nya untuk menusuk jantung Frederic namun berhasil dihindari di detik-detik terakhir.


Meskipun tidak berhasil mengenai jantung Frederic, katana Lein mengenai perut di bawah jantung dan menembus tubuh nya.


"Argh!" Frederic kesakitan dan batuk darah.


Saat Frederic akan melepaskan diri, Lein menggunakan sihir api di katana nya untuk membakar organ-organ di dalam tubuh Frederic.


"Arghh!!" Frederic berteriak kesakitan.


Frederic menahan rasa sakit nya, ia mengangkat pedang di tangan kanan nya dan mengayunkan nya ke arah kepala Lein.


"Sword Art : Heavenly White Sword!" Teriak Frederic.


"Ini gawat!" Lein berpikir kalau dirinya tidak bisa menghindari serangan itu.


Lein berusaha menghindar semaksimal mungkin, namun serangan nya tetap mengenai dirinya dan memotong lengan kanan nya.


"Sialan!! Mengapa harus lengan kanan lagi!!?" Lein mundur untuk menjaga jarak.

__ADS_1


Lein segera mengumpulkan mana di bahu kanan nya untuk mempercepat proses regenerasi lengan nya karena ia tidak akan bisa mengalahkan Frederic hanya dengan satu tangan.


"Menyedihkan." Ucap Frederic.


"Yah aku lebih baik daripada dirimu yang organ-organ nya terbakar." Lein mengejek Frederic.


"Aku sudah tidak memiliki waktu lagi, aku harus membantu mereka." Batin Frederic.


Mereka yang dimaksud Frederic mungkin adalah para anggota Anarchy Order yang sedang menyerang Universitas Dragon Heart.


"Aku akan menyelesaikan ini!" Teriak Frederic.


Frederic menggunakan Divine Power yang sangat banyak dan menyalurkan nya ke pedang nya yang membuat pedang nya bersinar.


Frederic mengangkat pedang nya ke atas dengan kedua tangan nya dan melakukan kuda-kuda bersiap untuk menyerang.


"Divine Power ya..." Lein sudah tahu kalau Frederic memiliki Divine Power yang sangat banyak.


"Aku juga akan menggunakan nya." Lein bisa melihat kalau Frederic akan menyelesaikan pertarungan ini dan ia tidak memiliki waktu untuk meregenerasi lengan kanan nya.


Lein mengumpulkan setengah Divine Power yang ia miliki di tenggorokan nya, kemudian ia membuka mulutnya lebar-lebar.


"Sword Art : Heavenly Divine Sword!" Frederic mengayunkan pedang nya secara vertikal yang menghasilkan gelombang pedang berwarna emas.


Serangan dari kedua belah pihak sama sama berwarna emas, kedua serangan itu bergerak dengan kecepatan tinggi.


Kedua serangan itu kemudian saling bertemu dan menghasilkan ledakan yang sangat besar sampai membuat pijakan bergetar.


Namun, Serangan Frederic sepertinya lebih kuat, gelombang pedang nya masih bertahan bahkan jika sudah melawan meriam Divine Power milik Lein.


Gelombang pedang yang mengandung Divine Power itu kemudian terus melaju ke arah Lein tanpa mengurangi kecepatan nya.


"Sialan!!" Lein sudah tahu kalau ia tidak bisa menghindari nya.


Gelombang mana meledak saat bersentuhan dengan Lein yang menghasilkan ledakan dahsyat kedua setelah ledakan sebelumnya.


Dua ledakan dahsyat menghasilan lubang yang sangat besar dan juga dalam lalu asap hitam pekat yang sangat tebal.


Frederic terengah-engah karena ia mengeluarkan banyak sekali Divine Power yang membuat tubuh nya menjadi kelelahan.


Alasan Frederic bisa menang adalah karena ia menggunakan Divine Power lebih banyak dibandingkan Lein.


"Althea.. Aku sudah membalaskan dendam mu." Frederic melihat ke arah langit.


Ia kemudian mengeluarkan sebuah gulungan perkamen dari inventory nya yang sepertinya adalah sebuah item teleportasi.

__ADS_1


"Ayo berpindah." Batin Frederic.


...----------------...


Pasukan kota dan para sukarelawan sudah tiba di Universitas Dragon Heart dan bergabung dalam pertempuran melawan Anarchy Order.


Banyak sekali korban yang berjatuhan di pihak Anarchy Order karena mereka semua menyerang tanpa adanya rencana.


Bahkan tidak ada pemimpin yang memberi instruksi kepada para anggota nya. Jadi, Anarchy Order kehilangan banyak sekali anggota.


Meskipun begitu, mereka tidak putus asa karena mereka bahkan tidak peduli dengan rekan-rekan mereka yang sudah mati.


Mereka semua hanya berpikir untuk menuruti perintah dari Kadin dan menyelesaikan nya agar bisa mendapatkan hadiah yang melimpah.


Dan karena masih ada banyak sekali monster yang datang, sepertinya Anarchy Order melakukan sesuatu terhadap monster-monster itu.


"Semuanya! Bertarung lah lebih semangat! Aku akan melipatgandakan hadiah nya!" Kadin muncul di atas langit dan berteriak.


Orang-orang dari Anarchy Order yang mendengar teriakan Kadin segera merasakan darah di dalam tubuh mereka mendidih.


Mereka semua menjadi lebih agresif dan sembrono dalam menyerang orang-orang dari pihak Universitas maupun pasukan kota.


"Siapa kamu?" Presiden Brynn muncul di depan Kadin.


"Aku? Yah, kalian ini memang tidak mengenal ku. Aku adalah Kadin! Pemimpin Anarchy Order!" Teriak Kadin.


Kadin adalah pria paruh baya yang berotot. Tubuh nya sama sekali tidak terlihat rapuh dan masih dalam kondisi yang baik-baik saja.


Kadin mengenakan baju tempur yang lengkap namun ia tidak membawa senjata apapun di tubuh nya.


"Kamu adalah petarung ya..." Presiden Brynn melihat ke arah Gauntlet yang dipakai oleh Kadin.


"Ya. Jangan melihat usiaku sekarang, aku ini petarung yang hebat!" Kadin menyeringai.


"Retak." Presiden Brynn mengarahkan tangan kanan nya ke arah Kadin dan mengatakan satu kata.


"Apa yang kamu- !!" Kadin tidak bisa menyelesaikan ucapan nya dan buru-buru menghindar.


Tiba-tiba, tempat Kadin barusan retak dan terjadi distorsi ruang.


"Apa-apaan tadi!" Kadin melebarkan matanya.


Ia tidak merasakan adanya tanda-tanda distorsi ruang tapi tiba-tiba saja muncul distorsi ruang di sebelah nya.


"Mari kita pindah tempat. Teleportasi." Presiden Brynn dan Kadin menghilang dari tempat mereka.

__ADS_1


__ADS_2