
Brynn dan Kadin berpindah tempat ke sisi lain yang merupakan padang rumput agar mereka bisa bertarung dengan leluasa.
"Sebenarnya apa kemampuan mu? Aku sudah menyelidiki identitas mu namun masih belum bisa tahu apa kemampuan mu." Kadin menyipitkan matanya.
"Kemampuan ku? Aku akan memberitahu mu saat aku akan membunuh mu nanti." Balas Brynn.
"..." Kadin langsung berlari ke arah Brynn.
"Tumbuh." Brynn mengangkat tangan kanan nya lalu tiba-tiba rumput di depan nya tumbuh menjadi sebuah pohon besar.
"Apakah kemampuan nya berkaitan dengan tumbuhan? Tapi tidak mungkin kemampuan itu bisa membuat distorsi ruang dan teleportasi." Batin Kadin.
Kadin memukul pohon di depan nya dengan keras sampai hancur. Kemudian ia tidak peduli akan hal lain dan terus berlari.
"Ikat." Brynn membuat rumput-rumput menjadi panjang dan mengikat kaki Kadin.
"Sial!" Kadin menyalurkan mana di kedua kaki nya untuk membebaskan diri.
Saat sudah membebaskan diri, ia akan berlari lagi sebelum tiba-tiba ia melihat kalau banyak sekali kayu tajam datang ke arah nya.
Kadin menyilangkan kedua tangan nya di depan untuk menangkis kayu-kayu tajam tersebut, namun, Kadin tetap saja menerima luka.
"Ugh!" Kadin merasakan sakit di kedua tangan nya karena tertusuk kayu tajam.
Kadin membuang kayu tajam yang menancap di tubuh nya lalu ia berlari lagi ke arah Brynn dan kali ini ia berlari sangat cepat.
Brynn bereaksi dengan cepat namun ia terlambat untuk menghindari nya. Ia terkena pukulan di perut nya yang menyebabkan dirinya mundur beberapa langkah.
"Barusan itu pukulan yang sangat kuat dan kamu hanya mundur beberapa langkah? Sepertinya kamu sangatlah kuat." Kadin menyipitkan matanya.
"Kalau aku tidak kuat maka aku tidak akan menjadi Presiden Universitas. Ikat." Brynn membuat rumput-rumput menjadi panjang dan mengikat kaki Kadin lagi.
"Trik yang sama tidak akan bekerja dua kali!" Kadin melakukan hal yang sama seperti tadi. Namun, ia tidak melihat Brynn di depan nya.
Biasanya musuh akan menyerang belakang jika sudah menghilang, jadi Kadin segera menoleh ke belakang namun tetap saja ia tidak melihat Brynn.
"Ugh!" Kadin tiba-tiba terjatuh.
"Mengapa? Aku tidak melihat serangan nya." Pikir Kadin.
"Serang." Suara Brynn terdengar.
"Ugh!!" Kadin merasakan kalau tubuh nya seperti sedang dipukuli oleh beberapa orang.
__ADS_1
"Sialan! Ini sakit sekali!" Teriak Kadin.
"Namun! Rasa sakit seperti ini tidak akan menghentikan ku!" Kadin bangkit dan malahan dia seperti bertambah kuat.
Saat berdiri, ia melihat Brynn di depan nya. Kemudian ia segera berlari ke arah Brynn dan memukul tubuh nya secara terus-menerus.
Brynn bukan petarung jarak dekat, jadi tidak akan diuntungkan jika bertarung jarak dekat, namun bukan berarti dia lemah.
Brynn memang tidak bisa menangkis pukulan Kadin dengan tubuh nya, namun ia bisa membelokkan arah pukulan Kadin.
"Beladiri?" Kadin mengerutkan kening nya.
"Tusuk." Suara Brynn terdengar disela-sela pukulan Kadin.
"Ugh!" Kadin menghentikan pukulan nya karena ia merasakan sakit di punggung nya.
Ternyata rumput-rumput di bawah nya menjadi panjang dan sangat tajam. Lalu punggung nya tertusuk oleh rumput-rumput itu.
Meskipun tidak menembus tubuh nya, tapi tetap saja tusukan rumput-rumput tajam itu sangatlah menyakitkan dan juga karena ada banyak.
"Sialan!! Sebenarnya bagaimana bisa kamu melakukan hal itu!?" Teriak Kadin.
"..." Brynn tidak menjawab.
...----------------...
Isolda tidak menjawab nya, namun ia segera melakukan apa yang Liza ucapkan. Isolda membuat banyak bola mana dan menyerang kumpulan monster serigala di bawah.
"Bagus, selanjutnya gunakan bilah angin untuk menyerang monster burung di depan sana." Liza memberi instruksi lagi.
Isolda menyalurkan mana di kedua sayapnya dan mengepakkan sayapnya sedikit lebih cepat, kemudian muncul bilah-bilah angin dari sayap nya.
Bilah-bilah angin tersebut Isolda lancarkan ke arah monster-monster burung yang berteriak dengan berisik di depan nya.
Serangan Isolda menjadi lebih efisien berkat instruksi yang diberikan oleh Liza. Liza juga memberikan instruksi kepada Isolda dengan sangat baik.
Liza juga meminta Isolda untuk fokus menyerang monster diudara karena tidak banyak orang yang bisa terbang di langit.
Isolda akan menggunakan bilah-bilah angin atau semburan api untuk membunuh monster-monster yang berada di udara.
Sesekali Isolda juga diberikan instruksi oleh Liza untuk menyerang monster yang berkelompok di bawah sana dengan bola-bola mana atau serangan lain yang bukan serangan area.
...----------------...
__ADS_1
"Jonas!" Teriak Enya.
Jonas segera melompat dan memukul monster gorila yang memiliki empat tangan di depan Enya dengan keras sampai mati.
Kemudian Jonas segera menggunakan Diamond Rhino nya untuk menangkis serangan gorila bertangan empat lainnya yang akan menyerang Enya.
"Spear Flame!" Enya menciptakan banyak tombak api untuk menyerang gorila bertangan empat.
Gorila bertangan empat tertusuk oleh beberapa tombak api Enya dan tubuh nya terbakar habis sampai hangus kemudian mati.
...----------------...
"Void Skill : Void Slash." Anna mengayunkan pedang nya secara horizontal dan mengeluarkan tebasan ruang untuk membunuh monster anjing hutan di depan nya.
Joe diberi tugas oleh John untuk memancing anjing-anjing hutan kemudian Anna dan John akan membunuh mereka semua.
Anna akan menyerang dengan kemampuan ruang nya sedangkan John akan menyerang dengan kemampuan racun nya.
Joe sesekali juga menyerang dengan cara menyemburkan api dari mulutnya, mengigit tubuh monster anjing hutan, atau dengan sapuan ekor.
...----------------...
"Jangan sembuhkan luka nya dulu! Ada pecahan pedang di dalam tubuhnya yang harus dikeluarkan!" Octiorb menyadari kalau ada pecahan pedang di dalam tubuh salah satu pasukan kota.
Kemudian dokter di sebelah Octiorb mengeluarkan pecahan pedang dari tubuh prajurit dan healer di sebelahnya yang akan menyembuhkan nya.
Octiorb tidak mengobati korban secara langsung, ia akan memberikan obat yang ia buat kepada perawat untuk diberikan kepada korban.
Octiorb juga memiliki tugas untuk memeriksa kondisi korban yang datang karena ia memeriksa nya dengan cepat dan akurat sehingga orang-orang mempercayai nya.
...----------------...
Walikota Holbein memimpin pasukan nya untuk menyerang Anarchy Order sedangkan dirinya akan menyerang petinggi nya.
Orang-orang sukarelawan juga ada yang menyerang anggota Anarchy Order dan ada juga yang menyerang monster-monster.
...----------------...
Para mahasiswa juga bertarung dengan cara berkelompok agar bisa lebih mudah untuk membunuh anggota Anarchy Order atau monster.
Sedangan Guru dan Dekan akan menyerang petinggi nya satu lawan satu karena aka merepotkan jika kelompok lawan kelompok.
Karena petinggi Anarchy Order juga memiliki skill yang merepotkan sehingga pada guru dan dekan takut serangan nya akan mengenai para mahasiswa.
__ADS_1