Analysis Eye

Analysis Eye
Lein Membantu Brynn Melawan Kadin


__ADS_3

"Mengapa kamu ada disini!? Dimana Frederic!?" Teriak Kadin dengan nada tidak percaya.


"Frederic? Ini." Lein melempar tubuh Frederic yang ia bawa ke arah Kadin.


Kadin melihat kalau ada tubuh seorang pria yang Lein lempar, saat tubuh itu jatuh ke tanah, ia melihat kalau itu ternyata adalah Frederic.


"Frederic!?" Kadin membelalakkan matanya melihat kondisi tubuh Frederic.


"Sudah kuduga, kamu berhasil mengalahkan nya." Brynn tersenyum di balik jubah nya.


"Tentu saja, meskipun aku sempat mati sekali." Lein tertawa kecil.


"Sepertinya kamu terluka parah, Pres." Lein bisa mengetahui nya kalau Brynn sedang terluka parah.


"Kemampuan ku bisa dengan mudah mengalahkan lawan yang kuat, namun itu tergantung lingkungan kami bertarung." Brynn menghela napas.


"Apa kemampuan mu? Kalau kamu tidak keberatan." Lein dari dulu sangat penasaran dengan kemampuan Brynn.


"Kemampuan ku adalah S rank whisper, membuat ku bisa mengendalikan elemen di sekitar sesuai apa yang aku mau." Brynn memberitahu kemampuan nya lewat transmisi suara.


"Ah, itulah mengapa kamu tidak bisa mengeluarkan semua kekuatan mu karena lingkungan sekitar hanya ada tanah dan tumbuhan yang tidak terlalu kuat dalam menyerang ya." Lein paham dengan penjelasan Brynn.


"Ya, begitulah. Aku mungkin bisa mengalahkan nya namun itu akan membutuhkan waktu yang lama." Angguk Brynn.


"Tenang saja, kamu tahu aku mempelajari kontrol mana, aku akan membuat elemen yang kamu inginkan. Jadi kamu bisa dengan bebas bertarung tanpa mengkhawatirkan apapun." Ucap Lein.


"!!" Brynn tersadar.


"Bagus, mundur. Biarkan aku yang mengalahkan nya." Brynn melepas jubah nya dan memperlihatkan wajah cantik nya.


"!! - Kamu adalah seorang wanita!?" Kadin terkejut dengan identitas Brynn.


"Ya, mengapa? Apakah kamu kesal karena kalah dari wanita?" Brynn mengejek Kadin.


"Woah, ini pertama kalinya aku melihat Presiden Brynn yang bersemangat." Lein terkejut karena Brynn biasanya bersikap datar.


"Lein, kemampuan Kadin sedikit merepotkan. Semakin banyak ia menerima luka, maka ia akan semakin kuat." Ucap Brynn.


"Ho? Memang, itu kemampuan yang merepotkan. Namun itu hanya jika 'semakin banyak', jadi serang dengan sedikit namun memiliki daya hancur yang besar." Lein menemukan celah dari kemampuan Kadin.


"Ya, aku juga sudah memikirkan hal itu. Aku akan menyerang nya dengan serangan yang minimal namun itu bisa membuat dirinya terluka parah." Angguk Brynn.

__ADS_1


"Api!" Brynn berlari ke depan.


Lein segera membuat bola api yang banyak dan mengendalikan nya agar berada di dekat Brynn tanpa melukainya.


"Tombak." Bisik Brynn.


Bola-bola api di sekitar dirinya mulai berubah bentuk menjadi tombak, kemudian ia melancarkan tombak itu ke arah Kadin.


"Sial! Dua lawan satu!?" Kadin berlari memutari area untuk menghindari tombak-tombak yang dilancarkan Brynn.


...----------------...


"Hm? Brynn dan Lein sedang melawan seseorang?" Liza melihat ke arah roh kecil di depannya.


Roh kecil yang tidak memiliki bentuk itu terbang berputar-putar, Liza bisa mengerti kalau roh kecil itu menjawab 'iya'.


"Tidak perlu ikut campur, salah satu dari mereka saja sudah sangat kuat, apalagi berdua. Tolong amati saja dan laporan kepadaku ya." Liza mengelus-elus roh kecil.


Roh kecil terbang berputar-putar lagi kemudian ia terbang menuju lokasi Brynn dan Lein bertarung melawan Kadin di sisi lain hutan.


"Isolda, Lein sudah kembali. Itu artinya dia sudah mengalahkan si Frederic itu!" Saat menyebutkan nama Frederic, Liza terdengar marah.


"Syukurlah, meskipun aku tahu kalau Lein bisa mengalahkan nya, tetap saja aku khawatir..." Ucap Isolda.


"Yaa!!!" Balas Liza yang juga bersemangat.


Isolda terbang menuju monster burung yang memiliki dua pasang sayap di depan nya kemudian ia membuka mulutnya lebar-lebar untuk menggigit monster itu.


Kemudian setelah membuang monster itu, ia menyemburkan api putih dari mulutnya membakar beberapa monster terbang di depan nya.


"Hah? Isolda, ada gorila besar yang melompat ke arah kita. Gunakan ekormu untuk menyerang nya." Liza heran bagaimana bisa gorila melompat sangat tinggi padahal mereka berdua berada di ketinggian yang sangat tinggi.


Isolda melihat ada titik hitam yang sedang menuju mereka berdua, ia segera menggerakkan ekor nya untuk menyerang dengan sapuan ekor.


"Tembak!!" Anggota Anarchy Order di bawah menembakkan anak panah sihir untuk menjatuhkan Isolda.


"Mereka Anarchy Order! Tidak perlu berbelas kasih!" Teriak Liza.


Anak panah sihir yang ditembakkan tidak bisa menembus kulit Isolda yang sangat keras, menggores nya saja bahkan tidak bisa.


Isolda yang tidak menyukai Anarchy Order membuka mulutnya lebar-lebar dan menembakkan meriam mana ke arah Anarchy Order di bawah.

__ADS_1


Ledakan dahsyat terjadi yang membunuh banyak sekali anggota Anarchy Order dan monster di sekitar mereka namun tidak ada rekan yang terkena serangan Isolda.


Karena yang Isolda serang adalah barisan belakang yang menyerang dari jarak jauh, jadi belum ada rekan yang sampai disana.


"Haha, bagus sekali Isolda! Mereka semua mati mengenaskan!" Liza tertawa terbahak-bahak.


"Liza, kendalikan emosi mu...." Ucap Isolda yang terdiam dengan kelakuan Liza.


"Jangan pedulikan hal itu! Nikmati saja pertempuran ini dan bantai semua!" Teriak Liza dengan semangat.


"Untuk pertempuran ini... Aku juga bersemangat!!" Isolda meraung keras.


Karena Isolda jarang bertarung secara besar-besaran, jadi saat ia ikut bertempur disini melawan banyak musuh, ia sangat gembira.


Meskipun kepribadian Isolda sedikit tertutup dan penakut, namun ia tetaplah seekor naga yang berada di puncak rantai makanan.


Jadi darah di dalam tubuhnya masih memiliki keinginan untuk bertarung dan menghabisi musuh-musuh nya dengan dominan.


...****************...


"Serangan naga memang tidak bisa diremehkan..."


"Gila, ini adalah pertama kalinya aku melihat naga bertarung di pihak manusia..!!"


"Diatas, kamu salah. Naga itu bertarung di pihak pemiliknya, yaitu Lein! Bukan di pihak manusia!"


"Benar! Jika Lein tidak ada atau mati, maka naga itu akan mengabaikan kita atau kasus terburuk akan menyerang kita!"


"Pasukan kota dan para sukarelawan juga bertarung dengan semangat karena mereka akhirnya bisa melawan Anarchy Order yang kita benci itu!"


...****************...


"Haha, karena Isolda menyerang langsung dengan serangan area, sepertinya Liza yang memberikan instruksi itu sedang kesal." Octiorb melihat ledakan besar dari area medis.


"Tuan, apakah anda mengenal naga itu?" Seorang perawat mungil bertanya dengan wajah polos.


"Yah, orang yang memiliki naga adalah teman ku, jadi bisa dibilang kalau naga itu juga teman ku." Jawab Octiorb dengan jujur.


"Woah! Anda sangat keren! Bolehkah saya meminta tanda tangan anda!?" Mata perawat mungil itu berbinar-binar.


"Haha, tentu saja boleh. Setelah pertempuran ini selesai, datanglah kepadaku." Octiorb tertawa.

__ADS_1


"Terimakasih tuan!" Perawat mungil itu gembira.


"Baiklah, kembali bekerja!" Octiorb dan perawat mungil itu kembali mengobati korban.


__ADS_2