Analysis Eye

Analysis Eye
Buku Kuno Pemberian dari Dekan Hido


__ADS_3

Lein saat ini sedang berada di kediaman Walikota Collin bersama dengan Octiorb dan juga Abelia, mereka berbincang-bincang sebentar.


Untuk uang yang didapatkan dari penjualan barang-barang jarahan Lein mendapatkan hasil yang lumayan banyak, tidak, mungkin memang banyak.


Lein mendapatkan sekitar 15 juta FEZ dari penjualan barang-barang nya yang membuat Lein melompat kegirangan.


Lein juga berhasil mendapatkan satu kemasan teh yang ingin ia beli secara gratis sebagai bonus karena Lein telah menjual barang-barang yang berharga.


...----------------...


"Kalau begitu Nyonya Abelia, urusan kami disini sudah selesai bukan?" Tanya Lein kepada Abelia.


"Ya, Kalian bisa kembali." Angguk Abelia.


"Baiklah. Oct, apakah kamu masih ada perlu di Kota Laville?" Tanya Lein.


"Hm, kurasa tidak. Aku sudah membeli banyak makanan dan minuman." Jawab Octiorb.


"Seperti biasa kamu seorang pemburu kuliner ya... Baiklah, ayo kita kembali sekarang saja." Ucap Lein.


"Tentu, ayo." Angguk Octiorb.


"Kalian akan pergi sekarang? Akan aku kirim kalian, ke Kota atau ke Universitas nya?" Tanya Abelia.


"Tolong langsung ke Universitas Dragon Heart, Nyonya." Jawab Lein.


"Ya." Angguk Abelia.


Abelia kemudian menggunakan kemampuan ruang nya untuk membuat sebuah portal. Lein dan Octiorb pamit kepada Abelia.


Kemudian mereka bertiga memasuki portal dan mereka tiba di depan gedung pembelajaran Universitas Dragon Heart.


*Ding


"Dekan Hido?" Lein menerima pesan dari Dekan Hido yang bertanya kapan Lein kembali.


Dekan Hido : Lein, kapan kamu kembali kesini?


Lein : Kebetulan sekali aku baru sampai Dekan.


Dekan Hido : Jika tidak sibuk, pergilah ke kantor ku.


Lein : Tentu, aku akan segera kesana.


"Oct, kamu kembalilah ke rumah. Aku dipanggil oleh Dekan Hido untuk pergi ke kantor nya." Ucap Lein kepada Octiorb yang sedang makan camilan.


"Ugh, kamu ini ya, baru datang langsung makan" Lein menggeleng-gelengkan kepala nya.


"Oh baiklah, aku akan berada di taman. Aku akan bersantai disana, sampai jumpa!" Octiorb kemudian berlari menuju taman.


Lein juga tidak terburu-buru menuju kantor. Lein berjalan-jalan sambil menikmati pemandangan di sekitar nya.

__ADS_1


...----------------...


"Anda memanggil ku Dekan?" Ucap Lein saat ia sudah berada di dalam kantor Dekan Hido.


"Ah, ya." Dekan Hido berdiri.


Dekan Hido kemudian mengeluarkan buku dari inventory nya dan melemparkannya ke arah Lein.


"Ambil ini." Ucap Dekan Hido.


"Apa ini?" Lein menangkap buku itu dan memeriksa nya.


"Seharusnya kamu bisa tahu dari mana buku itu." Ucap Dekan Hido.


"Ini...Buku Kuno!!" Lein melebarkan matanya karena terkejut dengan buku yang diberikan oleh Dekan Hido.


"Ya, benar." Angguk Dekan Hido.


"Ini.. Untukku?" Tanya Lein.


"Tentu saja. Karena aku tidak pernah memberikan sesuatu kepadamu, ini adalah pemberian pertama ku sebagai guru." Jawab Dekan Hido.


"Terimakasih Dekan!" Lein gembira dengan pemberian Dekan Hido.


"Didalam buku itu terselip kertas yang sudah aku tulis terjemahan beberapa halaman nya."


"Maaf ya, aku tidak bisa menerjemahkan semua tulisan kuno itu karena kurangnya pengetahuan ku." Ucap Dekan Hido.


"Tidak apa-apa Dekan, justru ini akan membuat ku bekerja keras untuk menerjemahkan nya." Lein menggelengkan kepala nya.


"Terimakasih dekan! Apakah ada sesuatu yang diperlukan lagi?" Tanya Lein.


"Tidak ada, kamu bisa pergi. Aku tahu kamu sangat bersemangat." Dekan Hido tersenyum.


"Terimakasih Dekan!" Lein kemudian undur diri.


Lein segera berlari bahkan menggunakan teknik gerakan kaki nya menuju ke arah taman agar sampai dengan cepat.


...----------------...


"Oct!" Teriak Lein memanggil Octiorb yang sedang bersantai dan menggoda beberapa kucing yang ada.


"Ah, sial!" Umpat Octiorb karena kucing-kucing itu pergi saat mendengar teriakkan Lein yang sangat keras.


"Ada apa!? Kamu membuat kucing-kucing itu pergi!" Tanya Octiorb dengan nada kesal.


"Lihat ini!" Lein tidak menghiraukan kekesalan Octiorb dan menunjukkan buku kuno pemberian Dekan Hido.


"Apa ini..." Octiorb mengambil buku kuno itu dan melihat nya secara detail.


"Ini kan...!!?" Octiorb juga melebarkan matanya sama seperti Lein sebelumnya.

__ADS_1


"Buku Kuno ini sangat cocok untuk mu Oct!" Ucap Lein gembira.


"Dari mana kamu mendapatkan buku ini!?" Tanya Octiorb dengan gembira juga.


"Ini pemberian dari Dekan Hido." Jawab Lein.


"..." Mereka berdua saling memandang.


"Hahaha!!" Kemudian entah mengapa mereka berdua tiba-tiba tertawa.


Bahkan murid yang berada di taman memandang mereka berdua dengan mata aneh karena tiba-tiba tertawa seperti orang gila.


"Ayo kembali!" Ucap Octiorb.


"Ya!" Jawab Lein.


Lein kemudian memegang lengan Octiorb dan menggunakan teknik gerakan kaki nya menuju ke arah rumah nya.


...----------------...


Mereka berdua saat ini sedang berada di ruang latihan bawah tanah rumah Lein.


Octiorb segera mengeluarkan artefak kuali nya dan Lein juga mengeluarkan banyak sekali tumbuhan dan bahan lain nya.


Mereka berdua kemudian membaca buku kuno itu bersama dan mereka juga berdiskusi membahas tentang isi buku kuno itu.


Mereka sangat bersemangat karena isi dari buku kuno itu membahas mengenai pengetahuan dan cara membuat berbagai ramuan.


Resep ramuan dari zaman kuno tentu saja sangat berharga apalagi Dekan Hido memberikan satu buku penuh yang berisi ratusan halaman.


Ramuan di zaman kuno sangat berharga karena pembuatan nya menggunakan tumbuhan dan bahan lain nya yang semuanya asli.


Tidak seperti ramuan zaman sekarang yang pembuatan nya menggunakan tumbuhan dan campuran beberapa bahan buatan manusia.


Jadi efek dari ramuan zaman sekarang yang lemah tidak bisa dibandingkan dengan zaman kuno yang sangat efektif.


"Cih, karena ini resep kuno maka bahan-bahan nya juga kebanyakan dari tumbuhan spesies kuno juga." Octiorb mendecakkan lidah nya.


"Benar, kita terlalu bersemangat karena ini adalah resep kuno sampai tidak memperhatikan bahwa pembuatan nya juga menggunakan tumbuhan spesies kuno juga." Angguk Lein.


"Bagaimana? Mau mencoba satu resep dengan menggunakan tumbuhan yang ada?" Tanya Octiorb.


"Kurasa itu ide yang buruk. Jika kita sembarangan mengganti bahan-bahan nya, aku tidak tahu apa yang akan terjadi." Lein menolak usulan Octiorb.


"Benar juga. Karena ini resep kuno, maka efek jika gagal akan besar juga." Angguk Octiorb setuju dengan ucapan Lein.


"Hah... Yasudah, mau bagaimana lagi." Lein mengangkat bahu nya dengan pasrah.


Lein kemudian menyimpan kembali semua tumbuhan dan bahan lain nya ke dalam inventory nya. Octiorb juga menyimpan kembali artefak kuali.


Karena tidak bisa membuat salah satu resep nya karena kekurangan bahan, mereka memutuskan untuk membaca buku kuno itu.

__ADS_1


Mereka berdua bekerja sama untuk menerjemahkan tulisan kuno itu. Lein juga berusaha dengan menggunakan Analysis Eye.


Octiorb juga menggunakan pengetahuan nya dan mencari di internet atau dari sumber lain untuk menerjemahkan tulisan kuno.


__ADS_2