Analysis Eye

Analysis Eye
Merekonstruksi Desa Nadir


__ADS_3

Setelah membunuh Thur, Lein dan Liza segera menyimpan semua barang-barang milik pada bandit, mereka juga pergi ke gudang penyimpanan mereka.


Di dalam bidang penyimpanan terdapat banyak sekali material yang lumayan berharga, ada juga beberapa emas dan perak, ada juga kartu bank tanpa nama.


Liza sekarang tertular penyakit Lein, yaitu penyakit gila jarahan. Sekarang Lein dan Liza sama sama menjadi gila saat mengambil jarahan.


Setelah itu mereka berdua keluar, kemudian Liza membakar Markas Bandit Blood Pig karena banyak sekali mayat didalam nya.


Jika tidak dibereskan maka bau darah nya akan mengundang banyak sekali hewan, atau bahkan monster didalam hutan.


Liza juga mengendalikan api nya agar tidak membakar pohon-pohon disekitar markas.


Kemudian setelah hangus terbakar, Lein segera mengubur puing-puing bangunan dan menumbuhkan pohon-pohon baru.


"Karena semua sudah selesai, ayo kita kembali ke Desa Nadir." Ucap Lein kepada Liza.


"Ayo!" Angguk Liza.


Liza segera menuliskan rune di udara dan di tanah yang mengelilingi mereka berdua sama seperti saat mengirim Daerol kembali.


"Sepertinya aku juga akan belajar bahasa rune." Batin Lein.


Karena penggunaan rune mempermudah segala kegiatan seperti yang sedang Liza lakukan sekarang.


Jika tidak menggunakan rune, maka Lein dan Liza akan kembali ke Desa Nadir dengan berjalan atau berlari.


Tanpa rune juga Daerol dan pasukan nya akan membutuhkan waktu lama untuk kembali, karena mereka sedang terluka.


Rune juga bisa ditulis di berbagai senjata dan item yang fungsinya beragam, menambah kerusakan, ketahanan, bahkan bisa menambah elemen pada senjata dan item.


Banyak orang yang mempelajari bahasa rune, namun orang yang bisa menguasai nya tidak banyak, atau bahkan langka.


"Bahasa rune memang serbaguna." Ucap Lein.


"Begitulah." Jawab Liza.


Setelah penulisan rune selesai, mereka menghilang dari sana dan muncul di gerbang Desa Nadir sama seperti Daerol dan pasukan nya.


"Sangat sepi, apakah Daerol sedang mengumpulkan para warga?" Liza melihat ke sekeliling.


"Mungkin saja, ayo kita masuk." Lein berjalan.


"Tunggu aku..." Liza mengikuti.


Setelah berjalan ke dalam desa, benar saja, Daerol dan semua orang sedang berdiskusi membahas mengenai sesuatu.


"Yo." Lein datang dan menyapa semua nya.


"Tuan Lein! Nona Liza!" Willie dan Mina segera menghampiri mereka berdua.


"Oh Willie, dan..." Lein melihat ke Mina.

__ADS_1


"Mina!" Jawab Mina.


"Mina ya,.." Angguk Lein.


"Apakah mereka berdua sudah pulih?" Yang Liza maksud adalah kedua anak yang sedang digendong oleh Willie dan Mina.


"Berkat bantuan Tuan dan Nona, tidak hanya kedua anak kami, namun aku dan istriku juga sudah pulih." Jawab Willie dengan senang.


"Baguslah kalau begitu..." Balas Liza.


"Lein! Liza!" Daerol juga menghampiri mereka berdua.


"Yo! Sepertinya kamu masih bisa bergerak dengan bebas ya." Ucap Lein.


"Aku ini kuat..!" Daerol melompat tanda bahwa ia baik-baik saja.


"Ngomong-ngomong, kamu sedang membahas apa dengan semua orang?" Tanya Lein penasaran.


"Ah, kami sedang membahas mengenai rencana rekonstruksi Desa Nadir." Jawab Daerol sambil melihat situasi Desa Nadir yang kacau.


"Kami akan bantu." Ucap Lein.


"Benarkah!? Itu akan sangat membantu. Bukan berarti aku mengeluh atau apa, tetapi kami kekurangan bahan dan material."


"Tidak mungkin membelinya lewat toko sistem, karena tidak ada yang menjual nya. Kemudian, seperti yang kamu lihat, tempat di sekitar desa sudah hangus." Balas Daerol.


"Fufufu. Santai, jika itu mengenai material, kami berdua sudah lebih dari cukup." Ucap Liza membusungkan dada nya.


"!!" Daerol dan semua orang terkejut dengan kemunculan pohon yang sangat banyak.


"Sebanyak ini!?" Daerol melebarkan matanya karena terkejut.


"Ya, aku hanya memiliki kayu sekarang." Angguk Lein.


"Kalau begitu kami akan mencari batu. Apakah ada sesuatu yang dibutuhkan lagi?" Tanya Lein.


"Tidak ada, cukup dengan kayu dan batu. Kami bisa membuat banyak rumah untuk para warga." Jawab Daerol.


"Baiklah. Liza, ayo pergi." Lein berlari ke arah hutan.


"Ya!" Liza mengikuti.


Alasan mengapa Lein tidak menyuruh Liza menulis rune teleportasi adalah karena ada SID yang mengawasi.


Lein tidak mau Liza yang menguasai bahasa rune menarik perhatian SID yang nantinya akan menimbulkan masalah karena orang-orang SID sangat merepotkan.


Lein juga tidak ingin menggunakan sihir untuk menciptakan material. Karena menciptakan pohon dan batu sangat mudah dengan sihir.


"Cih, Kalau tidak ada SID, pekerjaan ini akan lebih mudah." Ucap Lein.


"Benar, mereka memang merepotkan." Balas Liza.

__ADS_1


Mereka berdua memang pergi ke arah hutan, namun mereka tidak pergi ke hutan. Mereka hanya mencari tempat yang tersembunyi.


Karena Lein akan menggunakan sihir nya untuk menumbuhkan pohon dan membuat batu dari gabungan elemen.


Setelah menyimpan semua nya ke dalam inventory, mereka segera berlari kembali ke Desa Nadir.


"Kami datang." Lein dan Liza muncul tiba-tiba di samping Daerol.


"Wah! Kalian mengejutkan ku!" Teriak Daerol terkejut.


"Haha, maaf. Kami sudah mengambil material yang dibutuhkan." Ucap Lein.


"Benarkah? Mengapa sangat cepat?" Daerol tidak percaya.


"Karena kami hebat." Jawab Lein dengan nada polos.


"...Itu membuat ku semakin tidak percaya... Ah baiklah, keluarkan semua nya." Ucap Daerol.


"Ya!" Lein dan Liza kemudian mengeluarkan pohon lagi dan batu yang jumlahnya sangat banyak.


"Silakan digunakan dengan bebas." Ucap Lein.


"Wah!!" Para warga terkejut dengan banyaknya material.


"Banyak sekali!!" Daerol terkejut lagi.


"Karena kami hebat." Kali ini Liza yang berkata dengan nada polos.


"...." Daerol tidak tahu harus merespon apa.


Kemudian para warga bekerja sama untuk membuat pohon menjadi kayu dan batu besar menjadi batu kecil.


Warga pria melakukan pekerjaan kasar seperti menggali tanah, memasang fondasi, dan pekerjaan lain nya yang berhubungan dengan membuat rumah.


Warga wanita menggunakan bahan-bahan yang disediakan oleh Daerol untuk membuat makanan dan minuman untuk semua orang.


Kegiatan rekonstruksi Desa Nadir berlangsung selama seminggu penuh dimana semua warga bekerja keras tanpa mengeluh.


Karena mereka adalah orang desa yang sederhana dimana hubungan sosial antar individu nya sangat tinggi tidak seperti warga kota.


Oleh karena itu kegiatan gotong royong yang dilakukan oleh banyak orang membuat mereka bersemangat dan mengerjakan nya tanpa keluhan.


Untuk sawah dan ladang yang hangus, akan diselesaikan oleh pasukan Daerol. Para warga juga mengatakan agar Lein dan Liza untuk tidak membantu.


Karena pada warga tidak mau merepotkan Lein dan Liza lagi. Mereka berdua sudah membantu Desa Nadir sangat banyak.


Lein dan Liza hanya bisa tersenyum dan menggeleng-gelengkan kepala mereka melihat para warga yang baik hati.


Daerol juga bekerja keras untuk memimpin dan memberikan instruksi kepada para warga.


Sedangkan SID, mereka bertiga sudah kembali empat hari yang lalu dengan alasan bahwa kantor SID memanggil mereka.

__ADS_1


Lein tertawa terbahak-bahak saat melihat ekspresi Enver yang pahit karena mereka tidak berkontribusi apa-apa didalam misi ini.


__ADS_2