Analysis Eye

Analysis Eye
Jonas Virion (2)


__ADS_3

Jonas kini tinggal di rumah Lein, karena agar mudah nantinya untuk memanggil Jonas jika memerlukan sesuatu.


Saat orang-orang yang kenal Lein melihat kondisi Lein, mereka terkejut dan bertanya bahaya apa yang Lein hadapi sampai kehilangan satu lengan.


Lein hanya tersenyum menjawab bahwa ada monster kuat yang ia lawan, dan ia ceroboh yang mengakibatkan kehilangan lengan kanan nya.


Meskipun orang-orang berpikir ada yang salah, namun mereka tetap mempercayai Lein dan tidak bertanya lebih lanjut.


Mereka hanya menyuruh Lein untuk beristirahat dan memulihkan diri. Lein hanya bisa pasrah dengan paksaan mereka.


Namun, Lein juga menemukan sesuatu yang mengejutkan. Lengan kanan nya.... tidak bisa dipulihkan dengan kemampuan Isolda.


Lein berpikir ada dua kemungkinan yang menyebabkan lengan nya tidak bisa dipulihkan.


Yang pertama adalah orang itu menggunakan serangan yang aneh yang bisa melawan kemampuan waktu.


Yang kedua adalah kemampuan Isolda belum cukup kuat untuk mengembalikan lengan Lein seperti semula.


Lein berpikir yang kemungkinan kedua, karena Lein lihat orang itu hanya menggunakan serangan biasa yang bahkan tidak menggunakan mana.


Dan memang benar bahwa kemampuan waktu Isolda belum cukup kuat untuk mengembalikan lengan Lein seperti semula.


Karena mengembalikan nya seperti semula berarti Isolda menggunakan kemampuan waktu nya untuk memutar ulang waktu agar lengan Lein pulih.


Alasan mengapa saat itu Isolda bisa memulihkan lengan Lein mungkin karena saat itu Isolda baru saja membangkitkan kemampuan waktu nya.


Namun Lein tidak terlalu memperdulikan nya, meskipun ia menyayangkan bahwa ia akan memakai satu pedang saja.


Tapi Lein juga berpikir ini menarik, ia membayangkan menjadi seorang pria bertangan satu yang membantai Anarchy Order.


Membayangkan nya saja membuat Lein menyeringai seperti orang gila.


...----------------...


Universitas Dragon Heart, Rumah milik Lein.


"Enya, aku butuh bantuan mu." Lein meminta bantuan wanita berambut merah didepan nya.


Enya saat ini sedang berkunjung ke rumah Lein untuk memeriksa kondisi Lein dan tiba-tiba saja Lein meminta bantuan nya.


"Bantuan? Aku bisa, namun bantuan apa yang kamu maksud?" Enya bertanya bantuan apa yang dimaksudkan oleh Lein.


"Jadi begini..." Lein menceritakan bahwa ia akan melawan Anarchy Order.


Lein tidak mengatakan bahwa ini ada hubungan nya dengan dewa dan dewi, karena informasi ini akan sangat sulit untuk dipercayai.

__ADS_1


Dan Lein juga tidak bisa memberitahu kesepakatan nya dengan dewa dan dewi kepada Enya.


"Anarchy Order!? Kamu yakin!?" Enya terkejut bahwa Lein akan melawan Organisasi Anarchy Order yang sangat terkenal itu.


"Aku yakin, dan kita hanya akan menghancurkan markas-markas kecil nya saja." Lein mengangguk tanda bahwa ia yakin.


"Hm, baiklah aku ikut, ini juga bisa menjadi pengalaman ku." Setelah berpikir sebentar, Enya memutuskan untuk membantu Lein.


"Benarkah!?" Lein senang karena Enya bersedia membantu nya.


"Benar, lagipula aku memang sudah resah dengan perbuatan Anarchy Order yang sangat mengganggu." Enya mengangguk.


"Bagus! Kalau begitu biar aku memperkenalkan mu dengan rekan ku yang baru." Lein berdiri dan memanggil Jonas yang sedang berlatih di ruang latihan bawah tanah.


Jonas memang selalu berlatih, ia berlatih pertahanan dengan Isolda yang juga berlatih serangan.


Mereka seperti memiliki hubungan simbiosis mutualisme, dimana kedua belah pihak saling menguntungkan.


Jadi Jonas akan menggunakan Diamond Rhino nya untuk bertahan dan Isolda akan menggunakan kekuatan nya untuk menyerang.


Setelah itu Jonas datang dan berkenalan dengan Enya, meskipun awalnya Enya terkejut dan sedikit takut dengan ukuran tubuh Jonas.


...----------------...


Lein, Jonas, dan Isolda sedang menonton televisi. Jonas sudah mengetahui keberadaan Isolda saat di Gereja Ariel Kota Osimir.


Dan Jonas juga tidak bertanya lebih lanjut mengenai Isolda, sikap itu lah yang membuat Lein merasa nyaman. Lein tidak suka pertanyaan yang tidak berguna.


"Tuan, bisakah aku bertanya sesuatu?" Jonas memanggil Lein dengan sebutan tuan.


"Tuan? Panggil aku dengan namaku, lagipula kita hanya berbeda 2 tahun." Lein melambaikan tangan nya menyuruh Jonas tidak memanggil nya tuan.


"Itu tidak bisa! Aku telah bersumpah setia kepadamu tuan." Jonas dengan tegas menolak memanggil Lein dengan nama.


"Kalau begitu panggil aku bos! Tuan terdengar terlalu formal." Lein tidak memperpanjang masalah panggilan.


"Baik bos." Jonas mengangguk menerima panggilan bos.


"Jadi? apa yang kamu ingin tanyakan?" Ucap Lein sambil memakan keripik di meja.


"Bos, apakah kamu tidak takut dengan Anarchy Order?" Jonas bertanya mengenai ketakutan.


"Takut? Untuk apa aku takut? apakah karena mereka organisasi jahat? Atau karena mereka lebih kuat?" Seperti biasa lein menanggapi nya dengan sikap santai.


"Aku hanya penasaran bos." Jonas menggaruk-garuk bagian belakang kepalanya.

__ADS_1


"Jonas, apakah kamu takut mati?" Tiba-tiba saja Lein bertanya pertanyaan yang serius.


"Aku tidak takut mati, namun aku takut aku mati sebelum aku bisa menepati janjiku kepada ibuku." Jonas menggenggam tangan nya.


"Benar seperti itu." Ucap Lein.


"Rasa takut adalah hal yang sangat sulit untuk dihadapi, namun ketika kamu bisa mengatasi rasa takutmu, hidupmu akan menjadi tidak terbatas." Lein berbicara dengan serius.


"Tapi apakah kamu tahu, dulu... aku sangat amat takut dengan kematian." Lein tersenyum mengingat kenangan nya.


"..." Jonas diam, menunggu Lein menyelesaikan ucapan nya.


"Namun aku berpikir, 'mengapa aku takut akan kematian?', 'apakah aku hidup karena takut mati?', 'apakah ada hal yang baik terjadi saat aku hidup?', seperti itulah."


"Sejak saat itu, aku tidak lagi takut akan kematian. Karena aku sendiri tidak memiliki hal yang berharga."


"Namun untuk sekarang, aku sama seperti mu. Aku takut saat aku mati, aku tidak bisa melindungi segala sesuatu yang berharga."


"Manusia pada dasarnya takut mati karena mereka sudah merasakan manis nya dunia, orang-orang yang ingin mengakhiri hidup nya karena mereka sudah merasakan pahitnya dunia."


"Dan ada orang yang tidak takut mati namun mereka tidak ingin mati..."


"Karena... mereka memiliki seseorang atau sesuatu yang ingin mereka lindungi dengan segenap kekuatan."


"Mereka yang sudah merasakan pahit nya dunia namun mereka tahan atau bahkan ada yang melawan..."


"Mereka yang ingin menemukan tujuan hidup..."


"Mereka yang ingin melampaui diri mereka sendiri...."


Lein tertidur saat ia mengatakan kalimat terakhir.


"Hah..." Jonas menghela napas.


"Sepertinya kamu memiliki banyak cerita, bos." Jonas kemudian menyelimuti Lein dan mematikan televisi.


Kemudian berjalan menuju kamar nya untuk beristirahat.


Isolda juga tertidur disebelah Lein, ia tidur dengan sangat nyaman bahkan membuat wajah bahagia.


Octiorb yang melihat Lein dan Isolda tidur dengan nyenyak hanya bisa tersenyum dan menggeleng-gelengkan kepalanya.


Meskipun pada akhirnya Octiorb juga bergabung dengan mereka berdua.


Kemudian ruangan menjadi tenang dan sunyi, diterangi oleh cahaya bulan yang indah.

__ADS_1


__ADS_2