
"Pertarungan yang hebat." Lein turut senang dengan kemenangan Enya.
"Terimakasih, itu juga berkat mu." Enya berterima kasih.
"Baiklah, selanjutnya adalah aku." Lein berdiri.
"Eh benarkah?" Enya cukup terkejut.
"Ya, dan lawan ku adalah teman sekelas ku." Lein meniggalkan Kursi penonton.
...----------------...
Ruang Presiden.
"Hm? Apakah pertarungan ini dimanipulasi?" Presiden Brynn berpikir didalam hatinya.
Presiden Brynn berpikir seperti itu karena pertarungan kali ini adalah pertarungan antara Lein dan Kiva.
Jadi wajar saja presiden Brynn berpikir seperti itu karena ia juga tahu Kiva pasti menyimpan dendam kepada Lein.
...----------------...
Arena.
"Kita akan 'bertarung' lagi, Lein." Kiva menyeringai.
Seperti biasa, Lein memasukkan kedua tangan nya ke dalam saku celana nya. Ia bersikap tenang dan santai di pertarungan kali ini.
"Ya, kali ini aku akan mengalahkan mu." Lein tersenyum.
Kiva menyipitkan matanya karena ia tidak suka dengan jawaban Lein yang terasa percaya diri.
"Semoga saja." Kiva mengeluarkan senjata nya, yaitu sebuah tongkat sihir (staff) berwarna hitam yang mengeluarkan asap hitam.
"Hoam~" Lein menguap.
"Bersiap... Mulai!" Wasit memulai pertarungan.
Kiva mengangkat staff nya dan mengucapkan mantra sihir serangan.
"Black Magic : Blind." Kiva mengirimkan sihir yang membuat musuh buta ke arah Lein.
Lein bisa melihat serangan kiva, ia tetap diam saja tidak bergerak kemana-mana. Kiva yang melihat hal itu menganggap bahwa Lein sudah gila.
Saat sihir Kiva mendekati Lein, sihir itu seketika menghilang entah kemana tanpa meninggalkan jejak.
"Bagaimana bisa!?" Kiva membelalakkan matanya karena terkejut.
Sebenarnya apa yah Lein lakukan sangat mudah, ia hanya menggunakan kontrol mana dan mengganggu aliran mana di sihir Kiva.
Oleh karena itu aliran mana sihir Kiva menjadi kacau dan kemudian menghilang tanpa jejak.
"Black Magic : Summon Undead." Kiva memanggil beberapa Undead untuk menyerang Lein.
Lein menggunakan benang mana dan mengendalikan nya menggunakan pikiran nya untuk membunuh Undead yang dipanggil oleh Kiva.
"Trik macam apa yang kamu gunakan!?" Kiva marah dan kesal.
"Karena ini trik, mana mungkin ku beri tahu." Lein mengatakan nya dengan nada datar.
"Black Magic : Dark Fog." Kiva menyerang.
Kabut hitam keluar dari staff milik Kiva dan segera menyelimuti Lein. Kiva tertawa dan ia menambahkan beberapa magic lagi.
"Black Magic : Poison Fog."
"Black Magic : Dark Chain."
"Black Magic : Corruption."
...----------------...
"Apakah Lein bodoh? ia sama sekali tidak melawan balik." Ucap penonton A.
__ADS_1
"Entahlah, namun dilihat dari magic yang dikeluarkan oleh Kiva, nampaknya Lein akan kalah." Ucap penonton B.
"Hahaha, aku bertaruh bahwa Lein akan selamat dan memenangkan pertarungan." Penonton C tertawa.
...----------------...
"Ahh, ini membosankan." Lein menghela napas.
Lein tidak kenapa-napa saat terkena serangan dari Kiva, karena ia memiliki jantung naga yang melindungi nya.
Ia juga mengaktifkan dragon dance, oleh karena itu ia saat ini memiliki ketahanan terhadap debuff apapun.
"Mengapa kamu tidak terluka!!!" Kiva berteriak karena ia benar-benar marah kali ini
Bagaimana bisa Kiva tidak marah, serangan yang ia luncurkan semuanya tidak membuat Lein terluka atau bahkan tergores.
"Mengapa kamu bertanya? Sudah jelas jawaban nya." Lein berbicara dengan santai.
"Mengapa!!" Kiva berteriak.
"Karena.... Kamu lemah." Lein menyeringai jahat.
"Sialan..!!" Tanpa sepengetahuan semua orang, Kiva menelan pil yang gurunya berikan sebelumnya.
Lalu tiba-tiba energi gelap meluap dari tubuh Kiva . Energi gelap itu adalah energi yang dimiliki oleh iblis.
Bahkan jika manusia mempelajari sihir hitam, itu tidak aka mengubah mana nya menjadi gelap.
"Iblis?" Lein mengangkat alis nya.
...----------------...
Ruang Presiden.
"Presiden, apakah itu...." Walikota Holbein tidak perlu menyelesaikan ucapan nya.
"Ya, tidak salah lagi. Itu adalah kekuatan iblis." Presiden Brynn berkata dengan nada berat.
...----------------...
Arena.
"Yah apapun itu. Menggunakan kekuatan iblis adalah hal yang dilarang di wilayah manusia, jadi... aku bisa melawan nya dengan sesuka hati ku." Lein merenggangkan tubuh nya.
Tiba-tiba saja sebuah kubah terbentuk menyelimuti arena tempat Lein dan Kiva bertarung.
"Huh?" Lein melihat ke atas.
"Apakah ini perisai? Analisa." Lein menganalisa.
[ analisa berlangsung ]
[ tirai pelindung
rank : S
sebuah pelindung yang sulit dihancurkan entah itu dari dalam atau dari luar ]
"Hm, jadi ini ada kaitannya dengan mu ya." Lein melihat Kiva.
"Haha, tentu saja! Aku sudah menyiapkan ini semua untuk membunuh mu!" Kiva tertawa lepas.
...----------------...
"Tirai pelindung rank tinggi!" Walikota Holbein membelalakkan matanya karena terkejut.
"Jadi ini adalah tindakan yang terencana ya." Presiden Brynn sudah paham dengan situasi kali ini.
"Pengawas!" Presiden Brynn memanggil.
"Anda memanggil saya, Pres." Seorang pria masuk dan berlutut dengan satu kaki.
"Beritahu pada semua orang bahwa tirai pelindung ini diluncurkan untuk melindungi para penonton dari dampak pertarungan." Presiden Brynn mengambil keputusan.
__ADS_1
"Baik!" Pria itu mengangguk menerima perintah presiden.
"Siapa yang melakukan ini...." Presiden Brynn mengepalkan tinju nya.
...----------------...
Setelah para penonton diberitahu, mereka menjadi lebih tenang. Meskipun ada beberapa yang tidak memercayai nya, namun mereka juga tidak memikirkan nya.
Mereka juga tau jika terjadi sesuatu, presiden akan segera mengambil tindakan. Ditambah sekarang ada walikota dan orang-orang kuat lain nya.
...----------------...
Arena.
"Bukankah kamu sudah bertindak terlalu jauh?" Ucap Lein dengan nada tenang.
"Aku tidak peduli dengan itu selama aku membunuh mu!!!" Wajah Kiva menjadi mengerikan karena dikendalikan oleh amarah.
"Ah, sial." Lein mengumpat.
Lein akhirnya mengeluarkan kedua katana miliknya dan memegang nya dikedua tangan.
Lein maju ke arah Kiva dengan teknik gerakan kaki nya, ia dengan sangat cepat sampai di hadapan Kiva.
Kiva terkejut namun kemudian ia mengeluarkan skill sihir hitam untuk melawan Lein.
"Black Magic : Space Distortion." Kiva mengeluarkan sihir tingkat tinggi.
Ruang disekitar Kiva menjadi kacau dan terdistorsi karena sihir hitam kiva. Namun Lein tetap tidak terluka karena ia menggunakan gravitasi untuk menekan distorsi ruang.
"Dragon Dance : Gravity Control." Lein menggunakan dragon dance untuk mengendalikan gravitasi.
// sebelum nya adalah kontrol mana yg bisa mengendalikan mana di luar tubuh, namun karena kontrol mana sudah digabungkan dengan dragon dance maka selanjutnya akan disebut dragon dance saja //
Gravitasi yang kuat membuat celah diantara ruang yang terdistorsi disekitar Kiva.
Lein memanfaatkan celah tersebut untuk menyerang dengan cara menusuk melewati celah tersebut.
"Dragon Dance : Gravity Puncture." Ucap Lein.
Lein menusuk dengan menambahkan elemen gravitasi di katana nya untuk menambah kerusakan tusukan nya.
"Black Magic : Space Distortion." Kiva menyerang.
Kali ini distorsi ruang terjadi disekitar Lein. Lein menyipitkan matanya dan menggunakan skill pertahanan menggunakan gravitasi.
"Dragon Dance : Gravity Wall." Ucap Lein.
Lein menggunakan gravitasi sebagai tembok dan pelindung yang menyelimuti tubuh Lein untuk melindungi dari distorsi ruang.
"Kugh." Lein merasakan tekanan yang berat karena dampak distorsi ruang.
Lein menggunakan teknik gerakan kaki nya untuk berpindah tempat ke belakang Kiva. Lein bergerak dengan sangat cepat agar bisa melewati ruang yang terdistorsi.
"Hah...hah..." Napas Lein terengah-engah dan pakaiannya basah oleh keringat.
"Kamu... berapa banyak kekuatan iblis yang kamu masukan...." Lein bertanya.
"Kamu bertanya?" Ucap Kiva dengan nada sinis.
"...." Lein menganalisa kekuatan Kiva.
Kekuatan Kiva yang sekarang setara dengan seseorang dengan level 90 karena energi iblis yang melimpah di tubuh nya.
Tubuh Kiva akan rusak jika ia terus di mempertahankan yang sekarang. Namun Kiva tidak peduli hal itu selama bisa membunuh Lein.
"Presiden!!!!" Lein menggunakan mana nya saat berteriak.
Suara Lein bergema di seluruh tempat, presiden Brynn juga bisa mendengar suara Lein dari ruangan nya.
"Lein!? Ada apa!?" Presiden Brynn menjawab dan bertanya.
"Kiva telah melanggar aturan kompetisi dan juga aturan di wilayah manusia dengan menggunakan kekuatan iblis." Lein sedang memulihkan tubuh nya.
__ADS_1
"Izin kan aku....