
Dua minggu sudah berlalu sejak insiden di kompetisi bertarung. Universitas Dragon Heart kembali ke keadaan damai.
Sekarang, di rumah Lein. Lein sedang kedatangan seorang tamu, dan tamu itu adalah Linda Lauren dan Enya Lauren.
"Sudah kuduga kalian mempunyai hubungan." Lein duduk dengan posisi santai.
"Kamu tidak berubah ya." Linda berkata saat ia melihat sikap Lein yang santai.
"Manusia tidak berubah semudah itu." Lein menghela napas.
"Jadi? Mengapa kalian datang?" Lein bertanya kepada mereka berdua.
"Aku tidak ada urusan nya, aku hanya ingin melihat mu." Linda mengangkat bahu nya.
"Hah? Lalu..." Lein menoleh ke arah Enya.
"Aku disini untuk membahas mengena sesuatu yang ada di dalam diriku ini." Enya mengangguk.
"Ah itu, aku sampai lupa." Lein lupa dengan itu.
"Baiklah, kalian bahas urusan kalian." Linda beranjak dari sofa dan berjalan pergi.
"Kamu tidak penasaran?" Lein bertanya.
"Tentu saja penasaran, namun aku ini seorang guru. Masih banyak urusan yang harus aku selesaikan." Linda melambaikan tangan nya lalu pergi.
"Baiklah, apakah kamu ingin tahu 'sesuatu' itu?" Lein bertanya kepada Enya.
"Ya, aku ingin." Enya mengangguk
"Aku tidak bisa membantu mu." Lein mengangkat kedua tangan nya.
"Eh!? Mengapa!?" Enya berdiri karena ia tidak menyangka bahwa Lein tidak bisa membantu nya.
"Jangan salah paham..." Lein menenangkan Enya.
"Hanya kamu yang bisa melakukan itu. Sudah kubilang bukan? 'sesuatu' itu memiliki kesadaran, jadi cobalah berkomunikasi." Ucap Lein menjelaskan.
"Dan dia juga sudah menunggu mu untuk berkomunikasi dengan nya, karena dia tidak bisa memulai komunikasi dengan mu." Tambah Lein.
"Ah, baiklah akan ku coba." Enya mengangguk.
Enya pindah ke lantai dan ia duduk bersila. Kemudian ia mencoba berkomunikasi dengan 'sesuatu' dengan pikiran nya.
Enya terus fokus dan setelah beberapa waktu, ia mendapatkan balasan. Enya senang dan terus mencoba berkomunikasi dengan nya.
Lalu tiba-tiba Enya membuka matanya dan keluarlah api dari seluruh tubuhnya. Api itu sangat panas, namun tidak membakar pakaian Enya apalagi kulit nya.
"Analisa api itu." Lein yang mengamati Enya mencoba menganalisa api yang keluar.
[ analisa berlangsung ]
[ Api dari ??
__ADS_1
Api yang sangat panas namun dikendalikan oleh sang pemilik api agar tidak membakar target ]
"Masih tersembunyi." Lein juga sudah menduga nya.
"Dragon Dance : Water Suit." Lein menyelimuti tubuh nya dengan air karena suhu api yang Enya keluarkan sangat panas.
Sekitar 10 menit kemudian, api itu membentuk sebuah entitas. Dan lama kelamaan api di tubuh Enya menghilang dan muncul lah wujud dari 'sesuatu' itu.
'Sesuatu' itu berwujud seorang wanita yang ukuran nya sama seperti manusia dengan kulit merah dan berambut api yang panjang.
"Senang bertemu dengan mu, kontraktor." Wanita itu memegang tangan Enya.
"Kamu... Roh?" Enya bertanya.
"Benar, aku adalah roh api, Fiama." Fiama memperkenalkan dirinya.
"Dan api yang aku gunakan adalah api mu?" Enya bertanya lagi.
"Benar, Kontraktor." Fiama mengangguk
"Ah, panggil dengan nama ku saja, jangan kontraktor." Ucap Enya.
"Baiklah, Enya. Seperti itu?" Fiama memiringkan kepalanya.
"Benar, seperti itu." Enya mengangguk.
"Roh api tingkat atas yang hampir mendekati dewa." Lein tiba-tiba berbicara.
Lein sudah mengantisipasinya, ia mengangkat tangan kanan nya dan mengikat Fiama dengan gravitasi agar Fiama tidak bisa bergerak.
"Lepaskan aku!" Fiama berteriak dan berusaha lepas dari ikatan gravitasi.
"Itu tidak sopan untuk menyerang seseorang yang baru dilihat." Ucap Lein tidak menganggap serius Fiama.
"Apa!?" Fiama marah dan mengeluarkan api nya secara berlebihan.
"Hah..." Lein mengangkat tangan kiri nya.
"Cukup! Hentikan!" Enya berteriak.
Fiama langsung menarik kembali api nya dan tidak bersuara. Lein hanya diam namun tidak melepaskan Fiama.
"Fiama, tolong tenang. Dia adalah Lein, Temanku yang membantu ku berkomunikasi dengan mu." Enya memperkenalkan Lein kepada Fiama.
"Ah! Maafkan aku!" Fiama menyadari kesalahannya.
"Yah, tidak apa-apa." Lein kemudian melepaskan Fiama.
"Tapi... bagaimana kamu tahu aku roh tingkat atas?" Fiama penasaran.
"Karena aku juga memiliki roh tingkat atas." Jawab Lein dengan nada santai nya.
__ADS_1
"!!" Enya dan Fiama sama sama terkejut.
"Kamu punya roh tingkat atas!?" Keduanya bertanya secara bersamaan.
"Benar, tapi tidak akan aku tunjukkan." Ucap Lein.
...----------------...
Setelah itu mereka bertiga berbincang-bincang mengenai Fiama yang katanya telah dikontrak oleh Enya.
Enya tidak tahu bahwa ia telah mengontrak roh api tingkat atas. Enya hanya menyadari bahwa api yang ia gunakan berasa berbeda.
Fiama menjelaskan bahwa Enya mengontrak nya saat Enya masih duduk di bangku SMA. Saat itu Enya sedang dalam perjalanan pulang dan melewati taman.
Enya tertarik dengan bunga mawar yang berbeda dari bunga mawar lain. Bunga itu berwarna sama yaitu merah, namun menyala dan memiliki suhu panas.
Enya yang tertarik kemudian menggali akar bunga mawar itu dan membawanya ke rumah lalu menaruh nya di dalam pot.
Enya selalu menyirami mawar itu meskipun ia tidak tahu mengapa mawar nya menyala dan memiliki suhu panas.
Lalu saat Enya berumur 18 tahun dan membangkitkan kemampuan nya, ia membangkitkan kemampuan rank A : Merasakan Emosi.
Kemampuan yang membuat pengguna sensitif dengan segala emosi entah itu dari manusia, ras lain, hewan, atau bahkan tumbuhan.
Lalu Enya menjadi tertutup karena ia tidak terbiasa dengan emosi manusia di sekitarnya karena emosi remaja adalah emosi paling berantakan.
Enya yang selalu berada di rumah kemudian sadar bahwa ia merasakan emosi yang kuat berasal dari mawar yang ia bawa.
Enya mencoba berkomunikasi dengan mawar itu karena ia memiliki firasat bahwa mawar itu bisa berkomunikasi.
Namun yang terjadi adalah cahaya yang menyilaukan terpancar dari mawar itu dan memasuki kedalam tubuh Enya.
Enya tidak tahu apa yang sedang terjadi, namun ia merasa bahwa tubuh nya menjadi hangat lalu lama kelamaan menjadi panas.
Enya berteriak dan ia tiba-tiba mengeluarkan api dari kedua tangan nya dan kemudian ia kehilangan kesadaran.
Lalu saat ia bangun, ia bangun di kamar asing. Ternyata ia berada di rumah Linda, Linda lah yang menyelamatkan Enya saat pingsan.
Kemudian setelah Enya menceritakan bahwa ia memiliki elemen api, Linda merekomendasikan Enya ke dalam universitas dragon heart.
...----------------...
"Jadi, mawar itu adalah kamu yang saat itu sedang 'tertidur' ?" Tanya Lein kepada Fiama.
"Benar, aku tertidur karena aku menggunakan kekuatan ku secara berlebihan." Jawab Fiama.
"Untuk apa?" Lein bertanya lagi.
"Haha, itu alasan yang memalukan. Sebenarnya aku sangat tertarik dengan wilayah manusia, jadi aku datang ke sini dengan semua kekuatan ku." Fiama menggaruk-garuk bagian belakang kepala nya.
"Ah, jadi begitu." Lein dan Enya mengangguk paham.
"Kalau begitu syukurlah Enya, kamu menjadi kontraktor roh tingkat atas." Lein memberi selamat kepada Enya.
__ADS_1
"Terimakasih Lein." Enya tersenyum manis.