
"Kemana kita selanjutnya? Apakah kamu ada ide Oct?" Lein bertanya kepada Octiorb.
Mereka berdua saat ini sedang ada di sebuah restoran di kota yang sama yaitu kota terdekat dari Desa Nadir.
Mereka ini punya banyak uang, namun mereka tetap saja menyukai makanan yang murah namun bisa membuat orang kenyang.
Rasa memang yang harus diutamakan, namun karena Lein sudah terbiasa dengan makanan dengan harga terjangkau, ia jarang sekali membeli makanan mahal.
Octiorb adalah seorang pecinta kuliner yang rakus, jadi makanan mahal yang memiliki porsi sedikit tidak terlalu cocok untuk nya.
Kecuali kalau ada suatu acara mereka mereka akan membeli makanan mahal, namun jika hari biasa mereka juga akan membeli makanan yang terjangkau juga.
"Hm, bagaimana ya. Karena kita selalu berkunjung ke kota yang terkenal... pasti disana sudah ada orang-orang yang kuat."
"Bagaimana kalau ke kota asal mu saja bocah? Kamu sudah lama tidak berkunjung ke sana bukan?" Octiorb memberitahu pendapat nya.
"Kota Elm maksudmu? Benar juga.. Baiklah, kita akan menuju ke Kota Elm tiga hari lagi. Apakah tidak apa-apa?" Tanya Lein.
"Tentu saja tidak apa-apa, kita juga memerlukan istirahat." Octiorb mengangguk dan setuju akan berangkat tiga hari kemudian.
Pesanan mereka datang, mereka segera berhenti membahas mengenai Anarchy Order karena itu akan mengganggu nafsu makan.
Lein memesan makanan umum yaitu nasi goreng dengan daging ayam, mie kuah dengan tiga telur, dan minuman nya adalah es teh manis.
Sedangkan Octiorb, ia memesan nasi ayam asam manis, nasi ayam tepung, sate ayam, dan minuman nya adalah es jeruk yang sedikit manis.
Semua harga makanan yang dipesan oleh mereka berdua jika ditotal seharga hampir 2.000 FEZ. Harga yang terbilang murah untuk makanan yang membuat orang kenyang.
Mungkin karena ini juga merupakan kota kecil, jadi harga-harga disini lebih murah dibandingkan dengan kota besar apalagi ibukota.
"Makanan nya termasuk murah ya.." Ucap Octiorb sambil mengigit ayam tepung.
"Benar, namun kalau di Kota Dragon Tide, ini bisa dua kali lipat nya." Angguk Lein sambil meminum kuah mie.
"Ah, aku juga membenci itu. Padahal bahan mereka biasa saja, rasa nya juga biasa saja, tetapi harga yang ditawarkan mahal." Octiorb menghela napas panjang.
"Ya, aku juga lebih memilih disini. Dua hidangan yang memiliki harga berbeda namun rasa yang sama, tentu saja orang akan memilih yang lebih murah."
__ADS_1
"Tapi yah, meskipun kita berdua mengatakan seperti itu, kita berdua juga tahu mengapa harga makanan di Ibukota itu mahal-mahal." Ucap Lein.
"Ya, karena bahan-bahan yang mereka gunakan itu dibeli dari luar kota. Isi ibukota hanyalah gedung-gedung tinggi dan luas."
"Di Ibukota tidak ada lahan untuk mengolah suatu bahan, paling-paling hanyalah pabrik yang mengolah bahan mentah menjadi bahan setengah jadi."
"Ole karena itu, harga mahal bukan karena rasa tetapi karena pengiriman nya." Octiorb tahu mengapa harga di ibukota mahal-mahal.
Mereka berdua kemudian makan sambil berbincang-bincang mengenai hal apapun kecuali mengenai Anarchy Order.
Setelah selesai makan, mereka keluar dari restoran karena mereka sudah membayar makanan mereka di awal saat memesan.
Setelah itu mereka berkeliling sambil mencari hotel atau penginapan. Karena mereka akan pergi ke Kota Elm tiga hari kemudian.
"Hm, bagaimana? Penginapan atau hotel?" Lein menanyakan pendapat Octiorb.
"Bagaimana jika penginapan? Sesekali penginapan karena kita selalu menginap di hotel." Octiorb berpendapat.
"Boleh juga. Penginapan mewah atau-" Lein belum selesai berbicara.
"Penginapan warga! Aku sudah lama ingin merasakan bagaimana penginapan milik orang lokal." Ucap Octiorb.
Mereka berdua bertanya kepada orang lewat mengenai apakah ada penginapan lokal di sini dan ternyata memang ada.
Orang itu meminta kertas dan pena dari Lein, Lein memberi nya dan kemudian orang itu menuliskan alamat dan nomor telepon pemilik penginapan.
"Terimakasih." Lein dan Octiorb berterimakasih kepada orang itu.
"Lokasi nya berada di pinggir kota, mungkin karena memang milik orang lokal ya." Lein melihat alamat penginapan di kertas.
"Tunggu apa lagi, ayo kita kesana!" Teriak Octiorb.
Mereka berdua memanggil taksi dan memberitahu alamat penginapan kepada supir taksi. Supir taksi itu ternyata adalah sahabat SMA dari pemilik penginapan.
Lalu setelah sampai di lokasi, saat Lein hendak membayar biaya taksi, supir taksi tersebut menolaknya karena tujuan mereka adalah penginapan milik sahabat nya.
Lein tidak bisa memaksa nya, ia tertawa kecil dan berterima kasih dengan tulus kepada supir taksi.
__ADS_1
"Jarang sekali melihat hubungan persahabatan sampai tua." Ucap Octiorb saat melihat taksi pergi.
"Benar, itu berarti mereka berteman dengan tulus yang pada akhirnya menjadi sahabat." Angguk Lein.
Mereka melihat bangunan penginapan di depan mereka. Bangunan itu memiliki dua lantai dimana lantai dua ada banyak sekali pintu.
Bangunan nya mirip seperti apartemen kecil jadi pintu kamar nya terpisah, bukan seperti penginapan lain yang pintu kamar nya berada di dalam bangunan.
"Halo, kami ingin memesan satu kamar. Apakah masih ada kamar kosong disini?" Lein bertanya kepada wanita yang berada di meja resepsionis.
"Oh halo dua anak muda! Masih ada kamar yang kosong, berapa hari kalian akan menginap?" Tanya wanita itu.
"Tiga hari dua malam." Lein mengeluarkan kartu identitas nya.
"Baik, tiga hari dua malam. Totalnya 12.000 FEZ tuan, dan kalian akan mendapatkan sarapan gratis, silakan pergi ke ruang sebelah dari jam 7 sampai jam 10 pagi."
"Kami membuat menu sarapan lokal yang rasanya pasti enak! Jadi jangan khawatir!" Wanita itu menunjuk ke ruang sebelah.
"Terimakasih, kebetulan kami juga menyukai kuliner." Lein tertawa kecil.
"Oh bagus! Aku jamin kalian pasti menyukai nya!" Ucap wanita itu.
Wanita itu mengambil kartu identitas Lein dan mengonfirmasi nya, setelah itu Lein membayar dengan kartu bank.
Wanita itu mengembalikan kartu identitas Lein dan memberikan kunci kamar yang memiliki gantungan kunci berupa papan bertuliskan nomor kamar.
Nomor kamar yang tercantum adalah nomor 205, itu berarti letak kamar yang Lein pesan ada di lantai dua kamar ke 5 dari tangga.
Setelah berterimakasih, Lein dan Octiorb segera naik ke lantai dua dan masuk ke kamar mereka.
Kamar nya berisikan lantai karpet yang empuk, meja dan kursi lantai, pemanas ruangan, kipas angin, dan mesin filter udara, lalu ada kamar mandi di sebelah pintu.
"Menggunakan kasur lipat ya, sama seperti penginapan di Kota Laville." Ucap Lein.
"Tapi ini yang aku suka! Apalagi pemandangan di sekitar tidak terlalu buruk." Octiorb melihat ke luar jendela.
Area sekitar penginapan adalah rumah-rumah warga namun di setiap beberapa meter ditumbuhi pohon-pohon yang hijau yang membuat suasana sejuk dan asri.
__ADS_1
"Benar, ayo kua istirahat." Lein mengambil kasur lipat dan langsung tidur.
Octiorb bermain ponsel sebentar lalu menyusul Lein tidur.