
Setelah beberapa menit berlari, Lein akhirnya sampai di tujuan yang diarahkan oleh Analysis Eye.
Kemudian Lein menggunakan mana nya untuk mengobservasi lingkungan sekitar nya dan ia menemukan banyak monster.
Didalam kegelapan karena minim cahaya, banyak sekali cahaya berwarna merah yang muncul dalam kegelapan.
"Datang..." Lein mengeluarkan kedua katana nya.
"Wargh...!!" Seekor monster muncul dari balik kegelapan.
"Serigala? Analisa." Lein menganalisa serigala didepan nya.
[ analisa berlangsung ]
[ Horn Wolf
level : 70
Serigala bertanduk yang memiliki kecepatan seperti angin ]
"Monster tipe kecepatan lagi..."
"Dan seharusnya cahaya merah disekitar ku ini adalah mata dari serigala, karena serigala adalah monster yang hidup berkelompok."
"Level yang sama seperti Shadow Leopard. Pertarungan ini akan menjadi lebih menyenangkan!" Lein menyeringai.
...****************...
"Lagi-lagi monster tipe kecepatan, apakah keberuntungan nya buruk?"
"Mungkin ia beruntung melawan Shadow Leopard."
"Tidak, aku yakin ia bisa menang!"
"Sudah diam, mari kita lihat!"
...****************...
Dan benar saja apa yang Lein pikirkan terjadi, semua cahaya merah bergerak dan banyak Horn Wolf yang muncul.
"Sudah lama aku tidak melawan banyak monster sekaligus..." Lein bersemangat.
"Dragon Dance : Gravity Slash!" Lein menebas secara horizontal ke arah para Horn Wolf.
Para Horn Wolf tentu saja tahu serangan Lein berbahaya, dan mereka menghindari nya dengan sangat mudah karena kecepatan mereka.
"Dragon Dance : Gravity Pressure." Lein membuat area disekitar nya lebih berat karena sihir nya.
Itu bertujuan untuk mengurangi kecepatan Horn Wolf, karena tentu saja Lein tidak bisa melawan mereka seperti Shadow Leopard.
Karena Shadow Leopard sendirian dan Horn Wolf berkelompok membuat Lein tidak bisa menyerang dengan cara yang sama.
"Isolda, tolong ya..." Lein berkata dengan transmisi suara.
"Serahkan padamu." Jawab Isolda.
Isolda kemudian menggunakan skill Time Field nya untuk memperlambat para Horn Wolf dan mempercepat Lein.
"Bagus, Ayo kita mulai!"
Lein menginjak tanah dan segera berlari menuju salah satu Horn Wolf. Lein mengangkat kedua katana nya tinggi-tinggi dan menebas Horn Wolf itu.
Horn Wolf yang masih kebingungan karena mengapa pergerakan nya menjadi lambat tidak bisa menghindari serangan Lein.
Lein berhasil membunuh Horn Wolf itu dengan sekali serang. Lein lalu mengambil tubuh Horn Wolf dan melemparkannya ke arah Horn Wolf lain.
__ADS_1
Saat Horn Wolf menangkis lemparan Lein dan berpikir untuk menyerang, ia melihat bahwa tiba-tiba saja Lein sudah berada di depan nya.
"Kamu terkejut bukan!? Kekeke." Lein menyeringai sadis.
Lein menginjak kepala Horn Wolf dan melompat ringan kemudian lein memenggal kepala Horn Wolf dengan sangat mudah.
Saat Lein mendarat di tanah, Lein menendang kepala Horn Wolf yang sudah ia penggal ke arah Horn Wolf lain dan Lein mengulangi serangan yang sama.
"Wargh!!" Seekor Horn Wolf dengan tanduk paling besar mengaum.
Kemudian beberapa Horn Wolf berlari menuju Lein yang sedang menyerang salah satu Horn Wolf.
"Mereka bergerak bersamaan saat serigala itu mengaum. Yang berarti serigala dengan tanduk paling besar adalah pemimpin nya." Pikir Lein.
Saat beberapa Horn Wolf mendekat, Lein segera menggunakan mana untuk melompat tinggi dan mengangkat kedua katana nya tinggi-tinggi.
"Gaya ketiga : Tebasan Gelombang Tsunami!" Lein menyerang secara vertikal ke arah para Horn Wolf dibawah.
Gelombang mana yang sangat besar muncul dari kedua katana Lein dan turun ke bawah seperti tsunami yang menghantam daratan.
Horn Wolf yang melihat gelombang mana yang Lein keluarkan menjadi ketakutan dan berlari terbirit-birit namun mereka tidak bisa.
Para Horn Wolf yang berada di bawah terkena gelombang mana itu dan mereka semua langsung mati karena kecepatan mereka telah berkurang.
"Jika dalam keadaaan normal, mereka semua bisa dengan mudah menghindari serangan ku ini." Lein turun dan mendarat di tanah.
"Tekanan Gravitasi dan Time Field milik Isolda sangat berguna dalam pertempuran melawan kelompok Horn Wolf." Pikir Lein.
"Analisa pemimpin Horn Wolf." Lein menganalisa serigala yang memiliki tanduk paling besar.
[ analisa berlangsung ]
[ Pemimpin Horn Wolf
level : 80
"Jadi dia memiliki skill ya." Gumam Lein setelah ia melihat hasil analisa nya.
"Tinggal beberapa Horn Wolf yang tersisa, aku akan menyelesaikan mereka dengan cepat dan setelah itu membunuh pemimpin nya."
Lein menggunakan teknik gerakan kaki nya dan ia berpindah dari Horn Wolf yang terdekat ke Horn Wolf lainnya.
Dan Lein juga membunuh para Horn Wolf itu dengan satu atau dua serangan saat ia berpindah-pindah tempat.
"Wargh!" Pemimpin Horn Wolf sangat marah melihat rekan-rekan nya dibunuh oleh Lein.
Saat Pemimpin Horn Wolf berlari menuju Lein untuk menyelamatkan rekan terakhir nya, ia terlambat selangkah.
Lein sudah menusuk kepala Horn Wolf itu dan dengan kejam melemparkan tubuh Horn Wolf itu ke hadapan Pemimpin Horn Wolf.
"Wargh..!!!" Pemimpin Horn Wolf mengaum dengan sangat keras.
"Hm? Seperti nya ia berubah?" Ucap Lein melihat Pemimpin Horn Wolf yang sangat marah.
Kulit Pemimpin Horn Wolf yang tadinya berwarna abu-abu dan putih sekarang menambah warna baru yaitu warna merah darah.
"Analisa!" Lein menyadari ada yang salah dan segera menganalisa nya.
[ analisa berlangsung ]
[ Pemimpin Horn Wolf saat ini sedang memasuki mode marah. Kekuatan dan Kecepatan nya akan meningkat drastis untuk beberapa saat ]
"Analisa seberapa kuat Pemimpin Horn Wolf saat ia sedang memasuki mode marah." Lein menganalisa lagi.
[ analisa berlangsung ]
__ADS_1
[ Pemimpin Horn Wolf akan setara dengan monster berlevel 90 sampai level 100 ]
"Naik sepuluh sampai dua puluh level ya..." Ucap Lein.
Meskipun begitu, Lein sama sekali tidak panik. Dan dengan santainya Lein menunggu Pemimpin Horn Wolf untuk berubah menjadi mode marah.
...****************...
"Apa yang dilakukan orang itu!?"
"Meskipun dia sudah membunuh banyak Horn Wolf, bukankah dia terlalu ceroboh saat ini!?"
"Serang! Jangan berdiam diri saja!"
...****************...
Setelah beberapa detik, Pemimpin Horn Wolf berubah sepenuhnya menjadi warna merah darah, bahkan tanduknya juga semakin besar.
"Wargh..!!" Pemimpin Horn Wolf mengaum dan auman nya sampai menghancurkan pohon disekitarnya.
"Ini menarik!" Lein menyeringai.
Pemimpin Horn Wolf segera berlari menuju ke arah Lein, kecepatannya sangat cepat meskipun dibawah Tekanan Gravitasi dan Time Field.
Pemimpin Horn Wolf mengayunkan cakar nya dari atas ke bawah. Lein segera mengangkat kedua katanya nya untuk memblokir cakar Pemimpin Horn Wolf.
"Sangat kuat!" Pikir Lein.
Lein merasa bahwa ia tidak bisa menahan cakar Pemimpin Horn Wolf tanpa sihir lain, namun Lein memutuskan untuk tidak menggunakan sihir.
Alasan Lein tidak membantai Horn Wolf dengan sihir area adalah karena Lein tahu tubuhnya masih lemah dan jika terus seperti ini maka tubuhnya tidak akan bisa menahan mana yang melimpah.
"Aku tidak bisa menahannya lebih lama lagi!"
Lein sedikit menekuk lututnya dan menggerakkan tubuhnya ke arah kanan. Setelah itu Lein menggunakan kekuatan tangan nya untuk membelokan serangan Pemimpin Horn Wolf.
*boom!
Sebuah lubang terbentuk karena dampak cakar Pemimpin Horn Wolf.
Lein menggunakan teknik gerakan kaki nya untuk menuju ke atas tubuh Pemimpin Horn Wolf dan menusuk tengkuk leher nya.
"Cih, terlalu dangkal." Lein mendecakkan lidah nya.
Pemimpin Horn Wolf menggoyangkan tubuhnya dan Lein segera berpindah tempat ke kaki belakang Pemimpin Horn Wolf.
Lein segera menebas kaki belakang bagian kanan pemimpin Horn Wolf dengan sekuat tenaga sampai terpotong.
"Wargh!"
Pemimpin Horn Wolf segera berteriak kesakitan dan ia tersungkur karena kakinya terpotong.
Lein memanfaatkan kesempatan ini dengan berpindah menuju kepala Pemimpin Horn Wolf dan menusuk kedua matanya.
"Wargh..!!!" Pemimpin Horn Wolf mengaum dan berusaha untuk menyerang Lein.
Lein terkena serangan Pemimpin Horn Wolf namun ia tetap bergeming dan menusuk lebih dalam katana nya sampai menembus otak Pemimpin Horn Wolf.
Pemimpin Horn Wolf menggerakkan tubuh nya karena kesakitan dan perlahan-lahan gerakannya melambat dan berhenti tanda bahwa ia sudah mati.
"Hah..." Lein menghembuskan napas.
"Jika serigala ini menggunakan skill nya maka aku harus menggunakan sihir untuk mengalahkan nya.." Ucap Lein meliha tubuh Pemimpin Horn Wolf.
"Dan untung saja serangan barusan tidak mengenai area vital." Lein menyentuh perutnya yang tertusuk cakar.
__ADS_1
"Mari beristirahat sebentar..." Lein berjalan menuju pohon dan menyandarkan tubuhnya.