Analysis Eye

Analysis Eye
Poison Resistance


__ADS_3

Keesokan harinya saat selesai dari kelas teori.


Sekarang semua mahasiswa sudah banyak yang menemukan mentor dan juga ada beberapa yang diangkat menjadi murid.


Contoh saja Anna, yang sedang mencari mentor yang cocok namun tiba-tiba ia diundang oleh presiden Brynn menjadi murid nya.


John, juga diundang oleh ketua jurusan alchemy di universitas dragon heart, yaitu Dekan Raffa. Dekan Raffa ahli di bidang obat, oleh karena itu ia menjadi ketua jurusan alchemy.


Kiva, seperti nya ia menjadi murid Dekan Lou. Seorang ketua dari jurusan sihir hitam. Memang agak mencurigakan, namun Lein tidak memikirkan nya.


Dan Lein, yang menjadi murid Dekan Hido. Lein masih belum tahu pekerjaan Dekan Hido. Lein sempat bertanya namun Dekan Hido hanya menjawab 'mengajar'.


...----------------...


"Lein, ini yang kamu mau." John menyerahkan kotak kayu yang sepertinya berat.


"hm? Apa in-" Lein mengambil kotak itu dan ia terjatuh karena tidak tau bahwa kotak ini berat.


"Hahaha" John tertawa melihat Lein jatuh.


"Dasar kamu ini. Apa ini?" Lein menepuk debu di pakaian nya


"Racun, meskipun tidak mematikan." John menjawab dengan sedikit kurang percaya diri.


"Tidak apa-apa, justru ini yang aku butuhkan." Lein menyimpan kotak itu ke dalam inventory.


"Baiklah. Tapi ngomong-ngomong untuk apa racun itu?" John penasaran Lein menggunakan racun itu untuk apa


"Ah ini, untuk berlatih. Baiklah, sampai jumpa." Lein menjawab lalu pergi.


"Oh berlatih ... Tunggu! Berlatih!?" John membelalakkan matanya karena terkejut.


...----------------...


Lein sudah berada di ruang latihan bawah tanah. Kali ini dekan Hido tidak datang karena ia berkata akan ada beberapa pekerjaan.


Lein mengeluarkan kotak penuh botol racun, yang sepertinya ada sekitar 30 botol. Lein lalu duduk bersila dan menenangkan pikiran. Setelah itu Lein mengaktifkan dragon dance.


Lein membuka matanya dan mengambil satu botol racun, membuka tutup nya, dan meminum nya. Benar, Lein meminum racun.


"Apa yang kamu lakukan bocah!" Octiorb muncul dan berteriak.


"Ci!" Isolda juga muncul dan berkata 'itu berbahaya'


"Akan aku jelaskan nanti." Lein tidak memberikan jawaban.

__ADS_1


Rasa sakit menyebar ke seluruh tubuh. Memang benar racun ini tidak mematikan, namun Lein meminum nya yang sama saja itu bisa membunuh Lein.


Lein yang merasakan rasa sakit akibat racun segera mengontrol racun yang ada di dalam tubuh menggunakan mana dan teknik dragon dance.


Lein menggunakan mana dan memasukan racun-racun itu ke dalam daging, tulang, dan bahkan organ dalam nya.


Saat Lein memasukkan racun ke organ dalam, Lein merasakan sakit yang lebih parah dan bahkan ia memuntahkan seteguk darah.


"Hey Bocah!" Octiorb ingin menghentikan Lein namun tidak bisa.


Karena Octiorb melihat mata Lein yang penuh tekad meskipun mata nya bahkan hampir berwarna merah karena rasa sakit.


Lein berhasil bertahan dari rasa sakit itu. Namun selang beberapa menit, Lein meminum sebotol racun lagi. Lein mengulangi cara yang sama seperti tadi.


Menggunakan mana dragon dance untuk memasukkan racun ke dalam daging, tulang, bahkan organ dalam.


Lein terus mengulangi cara ini sampai ia tidak bisa bergerak lagi. Lein terengah-engah namun ia membuat wajah yang bahagia.


"...hey, apakah kamu masokis?" Octiorb jijik dengan wajah bahagia Lein


"Ci~" Isolda hanya mengatakan 'Kamu selamat".


"Haha, berapa banyak botol racun yang aku minum?" Lein bertanya.


"Sekitar 10 botol.' Octiorb menjawab.


"Katakan bocah, mengapa kamu melakukan hal itu." Octiorb sangat penasaran dengan tindakan lein.


"Ci~" Isolda juga penasaran.


Lein duduk dan mengatur napas nya sebentar.


"Karena aku ingin mendapatkan ketahanan racun. Juga, racun berguna untuk merangsang potensi tubuh." Lein memberikan jawaban nya.


"Tapi mengapa kamu ingin mendapatkan ketahanan racun?' Octiorb masih penasaran.


"Untuk menghancurkan keluarga Barqi sangat sulit, dan aku harus menggunakan segala cara." Lein menjawab


"..Tidak, pasti ada alasan lain." Octiorb menyipitkan matanya.


"Haha, memang ada. Sebenarnya aku belum mempercayai semua orang kecuali Liza. Aku takut John akan menjadi musuhku dan John adalah musuh yang merepotkan untuk dilawan." Lein menjelaskan alasan nya.


"Kalau itu alasan mu, aku paham." Octiorb tidak bertanya lebih lanjut.


"Ci~" Isolda menyemangati Lein.

__ADS_1


"Haha terimakasih." Lein mengelus kepala Isolda dan bermain-main.


"..." Octiorb hanya melihat mereka.


Tentu saja Octiorb tau mengapa Lein tidak mempercayai semua orang. Sudah jelas karena ia tumbuh di lingkungan yang tidak sehat.


Masih bisa mempertahankan sifat simpati dan empati saja sudah cukup bagus. Apalagi Lein adalah orang yang suka tersenyum.


Lein yang selalu sendirian menghadapi berbagai masalah hidupnya tidak akan mudah mempercayai seseorang.


Alasan mengapa Lein mempercayai Liza, itu mungkin karena masa lalu Liza, bantuan Liza, dan tentunya sifat Liza yang periang.


Anna memang yang pertama membantu Lein, namun Anna berasal dari keluarga besar yang jelas-jelas berpengaruh. Tapi Lein yang miskin tidak akan mudah mempercayai keluarga kaya.


Karena kebanyakan masalah berasal dari perbuatan keluarga kaya. Mereka menggunakan uang mereka demi keinginan dan keegoisan mereka.


Mereka tidak melihat siapa yang menjadi korban atau yang dirugikan. Mereka hanya melihat kesenangan dan keuntungan untuk diri mereka sendiri.


Itulah mengapa, sebagai orang kecil yang bahkan tidak memiliki keberadaan di masyarakat, Lein tidak suka dengan keluarga kaya yang melakukan hal semaunya mereka.


...----------------...


"Ayo mulai lagi!" Lein melakukan hal yang sama


Mengaktifkan dragon dance, meminum botol racun, memasukkan racun ke dalam bagian dalam tubuh dengan mana, dan diulang kembali.


Beberapa waktu sudah berlalu, keadaan disekitar Lein penuh dengan botol kaca yang kosong yang berserakan.


Lein yang tadinya menutup mata karena sedang bermeditasi akhirnya membuka mata nya.


"Aku.... memiliki ketahanan racun. Meskipun masih terlalu lemah." Lein berbicara sendiri dengan senyum tenang.


"Selamat bocah. Meskipun tindakan yang kamu lakukan sangat berbahaya." Octiorb memberikan Lein ucapan selamat.


"Ci~!" Isolda juga meniru Octiorb.


"Apakah cara ini kamu ketahui dari Analysis Eye?" Octiorb bertanya kepada Lein.


"Benar, aku menganalisa bagaimana potensi tubuhku meningkat. Dan muncullah cara yang tadi kamu lihat." Lein mengangguk dan menjelaskan.


"Kenapa kamu tidak bilang... Aku jadi sia-sia khawatir kepada mu." Octiorb kesal dan menghilang.


"Hahaha..." Lein tertawa keras.


"Isolda, ayo makan." Lein lalu menuju ke kamar mandi untuk mandi terlebih dahulu.

__ADS_1


Lein lalu membuat hidangan sederhana dan memberikan mayat monster kepada Isolda. Tidak lupa, Lein juga memberikan mana dragon dance untuk Isolda.


Karena memang Isolda sangat menyukai mana dragon dance. Analysis Eye juga menganalisa bahwa jika Isolda terus menerus menyerap mana dragon dance, maka Isolda akan menjadi lebih kuat dibandingkan Dengan naga muda lain nya.


__ADS_2