Analysis Eye

Analysis Eye
Rencana Untuk Pergi Berlibur


__ADS_3

"Ah, aku lupa untuk meminta tolong Dewi Ariel untuk membebaskan jiwa-jiwa manusia yang terjebak di dalam lentera jiwa." Lein menepuk dahi nya.


"Ah sudahlah, aku masih bisa melakukan nya di gereja. Sekarang aku harus pergi ke toko bumbu terlebih dahulu." Batin Lein.


"Hm~ Hm~" Lein berjalan ke toko bumbu sambil menyenandungkan irama.


...----------------...


Tiga hari setelah pertarungan Lein melawan Athein. Ia saat ini sedang berbaring lemas di sofa sambil melihat televisi.


"Hey Oct, apakah kamu bosan?" Tanya Lein kepada Octiorb yang berbaring di lantai.


"Sangat bosan." Jawab Octiorb.


"Bagaimana kalau kita berlibur ke suatu tempat?" Lein memikirkan sebuah ide untuk berlibur.


"Berlibur!? Itu ide yang bagus!" Octiorb tiba-tiba berdiri dan berteriak.


"Tapi...Kemana..?" Octiorb memiringkan kepala nya.


"Kota Osimir, kota yang pernah kita kunjungi." Jawab Lein.


"Ah kota itu, mengapa kamu ingin kesana?" Octiorb ingat kota Osimir.


"Tidak ada alasan khusus. Aku ingin pergi melihat laut namun aku sudah berada di Kota White Seal sebelumnya. Jadi aku memutuskan untuk pergi ke Kota Osimir." Lein mengangkat bahu nya.


"Hm, hm, jadi begitu." Octiorb menganggukkan kepala nya.


"Baiklah aku ikut. Siapa saja yang akan kamu ajak?" Octiorb memutuskan untuk ikut berlibur.


"Hm, kita berdua, Liza, Jonas, Enya, Anna, John, jika mereka bertiga senggang, dan sebenarnya aku ingin mengajak Presiden Brynn." Jawab Lein sambil mencoba menghitung dengan jari.


"Presiden Brynn juga akan kamu ajak? Yah, itu tidak apa-apa bagiku, tapi apakah dia mau?" Tanya Octiorb yang ragu-ragu.


"Tentu saja dia mau, tetapi bukan berarti dia bisa ikut." Jawab Lein.


"Ah, benar juga. Siapa orang yang tidak mau berlibur ya..." Octiorb tersadar.


"Aku akan menghubungi mereka semua." Lein menghubungi mereka dengan sistem karena ponsel nya ada di kamar dan ia malas untuk beranjak dari sofa.


Setelah mengirimkan pesan, Lein melanjutkan untuk menonton televisi dan Octiorb juga duduk di lantai sambil memakan camilan.

__ADS_1


"Oh, aku tidak sadar kalau mereka sudah membalas nya." Setelah beberapa saat, mereka semua membalas pesan Lein.


"Sudah kuduga, Enya, Anna, dan John tidak bisa ikut karena masing-masing dari mereka saat ini sedang menjalani misi di tempat yang jauh."


"Jonas mengatakan bahwa ia tidak akan ikut karena ternyata ia sudah membuat janji dengan Enya untuk menjalani misi bersama."


"Liza...ugh.. Dia hanya mengirimkan emoji mengacungkan jempol tanda bahwa ia akan ikut juga. Hm? Tunggu, Presiden Brynn juga akan ikut berlibur!!" Teriak Lein tidak percaya.


"Apa!? Coba aku lihat!?" Octiorb berdiri tiba-tiba dan melihat pesan di sistem Lein.


Lein : Pres, aku berencana untuk berlibur ke Kota Osimir, apakah kamu akan ikut?


Brynn : Ya.


"Woah!! Benar!!" Octiorb juga tidak percaya.


Karena mereka tahu bahwa pekerjaan Presiden Brynn sangat banyak bahkan dokumen-dokumen masih menumpuk di meja kerja nya.


Namun mereka tidak menyangka bahwa Presiden Brynn akan ikut berlibur bersama. Mungkin karena Presiden Brynn memang sedang lelah dan butuh waktu santai.


"Karena sudah semua, kapan kita akan berangkat?" Tanya Octiorb.


"Hm, mungkin lusa. Besok terlalu cepat dan mereka pasti perlu mempersiapkan barang bawaan mereka." Jawab Lein.


"Ah ini, kalau menurut ku jangan karena kita akan berlibur dan kita perlu menikmati pemandangan saat perjalanan ke Kota Osimir. Bagaimana menurut mu?" Lein meminta pendapat Octiorb.


"Wah, aku juga memikirkan hal yang sama. Benar, kalau kita menggunakan portal, maka itu tidak bisa disebut berlibur." Octiorb menganggukkan kepala nya.


"Bagus, jadi sudah ditentukan untuk tidak menggunakan portal. Kalau begitu ayo kita bersiap-siap terlebih dahulu." Lein beranjak dari sofa dan berjalan ke kamar nya di lantai dua.


"Oh~ Aku juga!" Octiorb juga berjalan ke kamar nya.


...----------------...


Di rumah milik Presiden Brynn.


"Hm, Lein tidak memberitahu kita akan berlibur berapa lama. Tapi yah tidak apa-apa, kita akan pulang hanya jika ingin, hahaha." Liza tertawa.


Kamar Liza saat ini dalam kondisi yang sangat berantakan dimana banyak sekali pakaian berserakan entah itu di kasur, lantai, meja, bahkan di atas lemari.


Itu karena saat Liza menerima pesan ajakan Lein untuk berlibur ia segera menerima nya dan mengobrak-abrik lemari pakaian nya.

__ADS_1


Liza tidak tahu harus membawa pakaian apa saja untuk pergi berlibur ke Kota Osimir dan pakaian nya memang sangat banyak dan beragam.


"Hm, ah sudahlah. Aku akan membawa pakaian yang bagus dan menyimpan nya di dalam inventory ku. Lalu memasukan beberapa pakaian di koper." Liza mengangkat bahu nya.


Kemudian ia duduk di atas kasur dan menggunakan mana nya untuk mengendalikan pakaian-pakaian yang berserakan dan mengembalikan nya ke tempat semula.


"Memiliki kontrol mana memang sangat membantu..." Batin Liza.


...----------------...


Di Kantor Presiden.


"Liburan ya... Kira-kira sudah berapa lama aku tidak pergi berlibur?" Presiden Brynn duduk menyandarkan punggung nya di kursi.


Ia memejamkan mata untuk mengistirahatkan mata nya yang lelah karena satu hari ini ia hanya melihat tulisan-tulisan kecil di kertas dokumen.


"Kota Osimir, bagus juga. Jarang-jarang aku pergi berlibur, tidak, bahkan berjalan-jalan di kota juga aku tidak memiliki waktu." Batin Presiden Brynn.


Presiden Brynn beranjak dari kursi dan memandangi pemandangan universitas dari jendela kantor yang sangat besar.


Ia tersenyum kecil membayangkan saat ia masih menjadi mahasiswa di Universitas Dragon Heart dan mengingat bagaimana sulitnya ia untuk berteman dengan seseorang.


"Aku memang tidak memiliki teman karena dari dulu aku hanya fokus untuk belajar dan belajar. Tetapi, aku tidak menyesal karena aku bisa sampai ke posisi ini karena belajar dengan giat." Presiden Brynn mengepalkan tangan nya.


Presiden Brynn berbalik dan kembali duduk di kursi nya. Ia kemudian melanjutkan pekerjaan nya yaitu mengurusi dokumen-dokumen yang menumpuk.


"Aku harus menyelesaikan banyak dokumen karena aku akan pergi berlibur. Ayo! Kamu pasti bisa!" Presiden Brynn menyemangati dirinya sendiri.


Kemudian kecepatan mengurusi dokumen-dokumen itu menjadi lebih cepat dibandingkan dengan sebelumnya yang kaku.


Sepertinya Presiden Brynn juga tersulut api semangat karena ia akan pergi berlibur dan mengistirahatkan tubuh nya yang sudah kaku karena selalu duduk di kursi kantor.


...----------------...


Di rumah Lein.


"Sayang sekali ya Isolda, jika kamu bisa mengubah wujud mu menjadi humanoid maka kamu bisa ikut berlibur bersama kami."


"Meskipun sudah banyak orang yang tahu tentang keberadaan mu, tetapi pergi berlibur bersama seekor naga akan merepotkan orang lain."


"Jadi bersabarlah, kita akan pergi berlibur bersama suatu hari nanti." Ucap Lein kepada Isolda yang berada dalam wujud kalung.

__ADS_1


"Tidak apa-apa Lein. Aku juga tahu mengenai situasi nya." Balas Isolda.


"Haha, terimakasih." Lein tertawa kecil.


__ADS_2