
Malam harinya setelah semua urusan nya selesai, Lein pulang ke rumah nya dan malam malam bersama dengan Jonas dan Octiorb.
"Anarchy Order sudah tidak ada, aku jadi bosan..." Octiorb bersandar di sofa sambil mengganti-ganti saluran televisi.
"Latihan saja bersamaku." Jonas malah memamerkan otot nya.
"..." Octiorb tidak menghiraukan Jonas yang menjadi gila latihan.
"Hey kalian. Aku berencana untuk berlibur ke Negara Tundra di Dungeon Tundra Desert. Apakah kalian ikut? Ini masih rencana." Lein teringat kalau tadi siang ia membahas itu dengan Alder.
"Eh, boleh juga. Lagipula aku juga sedang tidak memiliki kegiatan apapun." Octiorb setuju tanpa pikir panjang.
"Aku juga! Aku belum pernah pergi ke sana." Jonas juga memutuskan untuk ikut.
"Haha, karena kamu terlalu sibuk dengan misi yang kamu ambil ya." Lein tertawa kecil.
"Benar bos, dan juga aku perlu latihan banyak!" Ucap Jonas dengan semangat.
"...Apapun itu. Aku akan mengajak yang lain untuk ikut juga. Kita akan berlibur dengan banyak orang!" Lein mulai menghubungi yang lain nya satu per satu.
"Oh halo!" Lein mendapat telepon dari Brynn.
"Liburan? Bukankah kita masih memiliki banyak urusan? Bagaimana bisa kita pergi berlibur? Kita harus menyelesaikan urusan kita!" Brynn berbicara banyak hal.
"Tenang-tenang, aku sudah menyelesaikan apa yang perlu kita lakukan. Sisanya hanyalah urusan kecil yang bisa ditangani oleh pekerja lain." Lein menenangkan Brynn.
"Benarkah? Kamu tidak bohong kan?" Brynn bertanya dengan nada curiga.
"Tentu saja tidak. Jika aku berbohong, aku yang akan rugi." Lein berkata dengan nada yakin.
"Benar juga. Baiklah, kami berdua ikut." Brynn kemudian menutup telepon.
"Bos, Enya dan Guru Linda ikut dengan kita." Ucap Jonas.
"Hm? bagus." Lein mengangguk.
"Anna dan John positif, hanya Dekan Hido yang negatif. Sepertinya dia memiliki banyak urusan. Dia juga berkata kalau dirinya yang sudah tua tidak pantas berkumpul dengan para anak muda." Ucap Lein setelah membaca pesan dari Dekan Hido.
"Ngomong-ngomong itu benar, hanya Dekan Hido yang merupakan orang tua. Untuk Presiden Brynn, usia nya tidak diketahui dan Liza adalah Elf jadi tidak bisa dikatakan kalau dia tua." Jonas menyentuh dagunya.
"Ya, kamu benar. Karena semuanya sudah menjawab, maka ayo tentukan kapan kita akan pergi berlibur." Mereka bertiga kemudian berdiskusi.
Setelah mempertimbangkan banyak hal, mereka akhirnya selesai berdiskusi. Mereka akan pergi berlibur satu minggu lagi karena saat itu semua orang tidak memiliki urusan.
__ADS_1
Dan dalam satu minggu ini, semua orang diharapakan untk menyelesaikan urusan nya masing-masing sampai tuntas dan tidak ada yang terlewatkan.
Mereka semua menjawab dengan yakin kalau mereka akan menyelesaikan urusan mereka sampai benar-benar tidak ada yang perlu dilakukan lagi.
...----------------...
Satu hari sebelum liburan, Lein saat ini sedang berada di rumah milik Brynn membantu mereka berdua berkemas-kemas.
"Masukan saja ke dalam inventory. Lagipula kita tidak pergi jauh-jauh." Ucap Lein yang kelelahan.
"Baiklah-baiklah, kamu sepenuh orang tua saja yang berbicara terus-menerus." Liza mendengus.
"..." Lein tidak mau membalas ucapan Liza karena ia tahu mereka berdua akan ribut jika ia membalas nya.
Hubungan Lein dengan mereka berdua juga bertambah dekat. Jika sebelumnya ada batas diantara hubungan mereka, sekarang, batas itu sudah hilang.
Liza juga lebih banyak bicara dibandingkan dengan sebelumnya karena ia sudah menginformasi hubungan nya dengan Lein.
Brynn juga mulai terbuka terhadap Lein dibandingkan dengan sebelumnya yang hanya berbicara seperti guru dan murid.
"Selesai!" Liza menepuk-nepuk tangan nya.
"Akhirnya selesai." Brynn bersandar di sofa dan meminum minuman dingin yang ada di meja.
"Tidak bisa, jadi ini dia bersamaku." Brynn menyipitkan matanya.
"Eh~ Bukankah kamu itu kemarin! Hari ini adalah giliran ku!" Liza memprotes.
"Kemarin kamu mengganggu kami! Jadi itu tidak bisa dihitung!" Brynn juga tidak mau kalah.
"Sial, ini adalah sisi negatif jika memiliki dua pasangan." Batin Lein yang merasakan kepalanya pusing karena mereka berdua ribut.
Lein bangkit lalu berjalan menuju pintu dan keluar dari rumah. Ia bahkan tidak menggunakan teknik apapun namun mereka berdua tidak menyadari kalau Lein sudah pergi.
"Lebih baik aku tidur saja." Lein pergi ke rumah nya sendiri.
Sesampainya disana ia melihat kalau Enya ada di dalam sedang berbincang-bincang dengan Jonas dengan canda tawa.
Sedangkan Octiorb berada di kamar milik nya dan sedang bermain permainan di komputer milik nya karena hanya ada satu komputer di rumah ini.
"Hm, sepertinya aku juga perlu membeli komputer baru." Pikir Lein.
"Ah, bos. Selamat datang kembali." Jonas melihat Lein masuk.
__ADS_1
"Lein!" Enya juga menyapa Lein.
"Ya, lanjutkan saja pembicaraan kalian." Lein mengangguk dengan malas kemudian ia pergi ke kamar nya.
"Oct, kecilkan suara mu. Aku akan tidur karena sudah terlalu lelah." Ucap Lein kepada Octiorb.
"Baiklah, aku akan bermain dengan santai." Octiorb mengangguk dan mengganti permainan yang lebih santai.
Lein melompat ke arah kasur dan langsung tertidur dengan lelap karena ia sudah kelelahan dengan urusan dungeon ditambah dengan Liza dan Brynn.
"Sepertinya dia sangat lelah. Yah, besok akan pergi berlibur jadi seharusnya dia bisa pilih." Octiorb bisa melihat kalau Lein sangat lelah.
Octiorb kemudian melanjutkan permainan nya dan sesuai dengan ucapan nya, ia bermain dengan santai dan pelan tanpa menimbulkan suara apapun yang mengganggu.
"Lebih baik aku membeli komputer sendiri. Lagipula aku juga sudah memiliki uang dari hasil mengobati pasien di rumah sakit kota." Pikir Octiorb.
...----------------...
"Bukankah Lein terlalu lelah?" Enya bisa melihat kantung mata Lein yang tebal.
"Yah, karena besok akan pergi berlibur jadi bos menyelesaikan semua urusan nya hari ini dengan cepat." Ucap Jonas yang tahu kalau Lein sedang kelelahan.
"Dia memang sudah berkembang banyak ya." Enya tersenyum kecil.
"Ya, bos sudah menjadi orang terkenal saat ini." Jonas juga tersenyum.
...----------------...
"Apakah sudah semuanya?" Anna bertanya kepada John yang sedang mengemasi pakaian.
"Ya, semua nya sudah ku kemas. Tapi coba kamu periksa lagi, siapa tahu ada yang ketinggalan." Ucap John.
"Baiklah." Anna mengangguk.
Mereka berdua saat ini tinggal bersama di rumah milik John karena mereka juga berpacaran dan akan aneh bila tidak tinggal serumah.
...----------------...
"Hm, liburan. Aku juga sudah jarang berbicara dengan Lein karena dia terlalu sibuk. Dengan liburan ini, aku akan mencoba untuk mendekati Lein." Batin Linda.
Linda sudah mengemasi semua barang-barang dan pakaian yang akan dibawa nya untuk pergi berliburan besok. Ia saat ini sedang berbaring dan memikirkan beberapa hal.
...----------------...
__ADS_1
Dan begitulah, semua orang sudah mengemasi barang-barang dan pakaian yang akan mereka bawa untuk pergi berlibur besok.