
Setelah menunjukkan tiket kepada petugas dan dikonfirmasi, mereka diizinkan untuk masuk ke lounge bandara.
"Liza, selama berkelana, sudah berapa kali kamu naik pesawat?" Tanya Lein yang sedikit penasaran.
"Satu, eh dua, ini yang kedua kalinya." Jawab Liza setelah mengingat-ingat sebentar.
"Eh, benarkah?" Lein sedikit terkejut karena ia berpikir Liza sudah sering menaiki pesawat.
"Yah tentu saja. Aku berkelana, jadi aku harus mengunjungi setiap tempat yang ada mulai dari yang terdekat terlebih dahulu."
"Jadi, ketika aku berkelana, aku menggunakan mobil atau kereta. Jika menggunakan pesawat untuk jarak dekat bukannya itu boros?" Jelas Liza.
"Ah, benar juga. Apa yang kamu katakan masuk akal." Lein menganggukkan kepala nya.
"Oi bocah, disana ada kolam. Apakah kita boleh berenang disana?" Octiorb menunjuk ke arah kolam.
"Tentu saja tidak bodoh. Kolam itu hanya fasilitas hias. Kamu lihat saja ada kursi di sebelah kolam untuk orang duduk." Jawab Lein sambil memukul kepala Octiorb dengan ringan.
"Eh.. Baiklah..." Octiorb mengelus-elus kepala nya yang sakit.
"Um, dimana kita akan beristirahat?" Bianca melihat-lihat ke sekitar.
Lein tidak ambil pusing, ia segera menghampiri petugas yang sedang berdiri di yang sepertinya dia adalah petugas pemandu.
"Permisi, kami baru pernah kesini. Bisakah aku tahu dimana area untuk kami istirahat?" Lein bertanya dengan sopan.
"Halo tuan. Untuk empat orang ya, tuan bisa ke arah sana. Disana ada area keluarga, dan disebelah area keluarga ada sebuah tempat istirahat untuk keluarga."
"Disana disediakan televisi dan minuman kaleng. Dan ada sekat antar tempat peristirahatan, jadi tuan tidak perlu khawatir tentang privasi."
Petugas itu menunjuk ke suatu arah memberitahu dimana tempat istirahat untuk beberapa orang dan menjelaskan beberapa hal.
"Oh~ Baiklah. Terimakasih atas informasinya." Lein berterimakasih.
"Sama-sama, ini adalah tugas saya tuan." Petugas itu menundukkan kepala nya sedikit.
"Ayo kesana. Disana ada tempat istirahat untuk kita." Lein berjalan ke arah yang ditunjuk oleh petugas tadi diikuti oleh yang lain.
Setelah sampai, mereka melihat ada ruangan kecil dimana ada sofa panjang untuk sekitar 6 orang duduk dan meja kecil.
Lalu ada televisi berukuran sedang yang terpasang di sekat tembok. Kemudian ada sebuah kulkas mini yang didalamnya ada beberapa minuman kaleng.
Mereka berempat segera duduk disana dan menyalakan televisi. Kemudian mereka berbincang-bincang sambil menonton berita di televisi.
__ADS_1
"Aku akan pergi ke area makan dan makan disana. Apakah kalian ingin ikut?" Liza berdiri dan bertanya kepada yang lain.
"Tentu saja aku ikut." Jawab Octiorb.
Lein dan Bianca menggeleng-gelengkan kepala mereka tanda bahwa mereka tidak akan ikut ke area makan dan tetap di sana.
"Apakah disini tidak ada bantal?" Ucap Bianca sambil melepas sepatu nya.
"Um, tidak. Haruskah aku minta ke petugas?" Lein menawarkan.
"Tidak usah." Jawab Bianca.
Bianca menggeser posisi nya dan berada tepat di sebelah Lein. Ia menaikkan kakinya ke atas sofa dan mulai berbaring.
Bianca menjadikan paha kaki Lein sebagai bantal lalu ia berbaring miring sambil melihat televisi yang sedang menyiarkan berita.
"Uh..." Lein hanya mengedipkan mata dan tidak bisa berkata apa-apa.
"Katakan saja jika kakimu mulai sakit. Aku akan tidur sebentar." Bianca menutup mata lalu ia tertidur.
"Hm, yah..Tidak apa-apa kurasa?" Pikir Lein.
Lein mengambil konsol permainan dan melihat bahwa baterai nya sudah hampir habis, mungkin jika ia bermain beberapa menit akan langsung mati.
"Haha, jadi penuh seketika." Lein tertawa kecil melihat bahwa usaha nya berhasil.
Lein menggunakan elemen listrik bertenaga kecil dari tubuh nya kemudian ia salurkan ke konsol permainan lewat jari telunjuk nya.
Setelah beberapa saat mengalirkan listrik, baterai di konsol permainan menampilkan bahwa itu sudah penuh dan Lein segera memainkan permainan nya.
"Hm, aku haus." Batik Lein.
Lein menggunakan mana untuk membuka kulkas kecil dan mengambil beberapa minuman kaleng. Lalu ia mengambil minuman kaleng berwarna hijau dan memasukan yang lain ke dalam kulkas.
Karena Lein tidak ingin mengganggu waktu tidur Bianca. Lein bisa melihat bahwa Bianca tidur dengan sangat nyenyak.
Lein juga bermain konsol permainan menggunakan headphone agar lebih nyaman dan suara permainan nya tidak mengganggu.
Lein membuka minuman kaleng yang ia pilih dan meminum nya. Kemudian ia melanjutkan permainan yang belum selesai itu.
...----------------...
Di area makan.
__ADS_1
"Oct, haruskah kita pergi ke area roti?" Tanya Liza.
"Tentu. Aku juga sudah tidak sabar." Angguk Octiorb.
Saat ini mereka berada di area makanan berat dengan menu seperti nasi, daging, sayuran, dan yang lainnya. Mereka berdua juga sudah mencoba berbagi hidangan nya.
Lalu saat ini mereka ingin pergi ke area roti dimana disana ada berbagai macam jenis roti dan ada minuman pendamping roti seperti kopi, teh, atau susu.
Mereka mengambil masing-masing satu roti dari semua jenis roti yang disediakan. Kemudian mereka mencari tempat duduk untuk menikmati roti yang mereka ambil.
"Woah, roti ini sangat enak." Mata Liza berbinar-binar saat mencoba roti yang ia pegang.
Liza memakan roti yang sangat lembut dengan isi mentega dan susu. Ia bisa merasakan kelembutan dari roti itu dan mentega dan susu nya yang sangat terasa.
"Ini juga enak!" Octiorb menunjukkan roti yang ia makan.
Octiorb memakan roti gandum berwarna cokelat dan hitam. Roti gandum itu memiliki topping potongan coklat yang kecil-kecil.
Setelah mereka menghabiskan semua roti yang mereka ambil. Mereka segera peri menuju area selanjutnya yaitu area makanan penutup.
Liza mengambil es buah dengan sirup, beberapa jenis puding yang lembut, kue coklat yang lumer, dan beberapa biskuit.
Sedangkan Octiorb mengambil berbagai macam es krim, pai buah, pai coklat, waffle berbagai rasa, dan makanan penutup lainnya.
Seperti sebelumnya dimana mereka menikmati hidangan mereka sambil mereview berapa nilai yang cocok untuk hidangan yang mereka makan.
...----------------...
Sudah 2 jam mereka berempat berada di Bandara Kota Plaillac.
Lein saat ini juga sudah tertidur atau lebih tepatnya ketiduran. Ia ketiduran saat bermain permainan karena musik nya yang lembut membuat ia mengantuk.
Lein tidur sambil duduk dengan menyandarkan punggung nya dan Bianca masih tertidur di paha nya tanpa mengubah posisi tidur nya.
Lalu, setelah satu jam. Alarm ponsel Lein berdering tanda bahwa pesawat telah selesai diisi bahan bakar dan diperiksa.
Lein bangun dan mematikan alarm. Kemudian ia membangunkan Bianca yang masih tertidur dan hanya mengubah posisi nya sedikit.
Mereka berdua segera bersiap-siap untuk pergi. Kebetulan sekali bahwa Liza dan Octiorb datang tepat waktu saat mereka bersiap-siap.
Setelah semuanya beres, mereka segera kembali ke pesawat yang tadi dan duduk di tempat duduk mereka.
Setelah pilot memberitahu beberapa hal, pesawat mulai bergerak. Pesawat melaju kencang kemudian sedikit naik ke udara.
__ADS_1
Roda pesawat sudah dinaikkan dan saat ini pesawat sudah terbang bebas diudara dan menuju ke tujuan nya, yaitu Bandara Kota Osimir.