Antara Cinta Dan Takdir

Antara Cinta Dan Takdir
Wisuda


__ADS_3

Arjuna dan keluarganya juga telah bersiap-siap sejak pagi hari ,Arjuna tampak sudah rapi ia mengenakan jas hitam miliknya ,ia benar-benar kelihatan begitu tampan dengan senyuman manis yang selalu terukir di bibirnya


"Ayo makan "


Ucap Silvi yang sudah menghidangkan makanan di atas meja


Silvi memang sangat lah rajin ia bangun lebih awal ,lalu membersihkan rumah , sedangkan Siska masih mendengkur tidur


meskipun mereka terlahir dari keluarga ningrat yang kaya raya ,tapi didikan keluaga besar mereka patut di acungi jempol


Semuanya sudah bersiap-siap dengan memakai pakaian seragam ,tak lama Siska keluar dari dalam kamarnya dengan penampilan celana jeans dan kaos oblong yang biasa ia pakai untuk pergi sehari-hari


"Siska kau yakin berpakaian seperti itu Nak "


Tanya mama mertuanya dengan lembut


"Tentu saja Ma , memang nya kenapa dengan penampilan Siska ?"


Siska tau jika pakaian yang ia gunakan tak cocok untuk menemani Arjuna pergi keacara wisuda nya , sedang kan yang lainnya menggunakan kebaya


"Kau sudah cantik dengan penampilan seperti itu " puji Arjuna


Enyah kau , tak pantas sekali memuji ku ,paham !


Dimas menelpon maminya ia memberi tau jika Ia dan Rima sudah berada di kampus , di sana juga ada Ana dan Aditya yang juga wajib datang sebagai pemilik kampus tersebut


Meski dengan penampilan seperti itu dan berbeda dari mereka semua ,tak membuat Siska merasa minder justru ia sangat lah senang karena berpenampilan berbeda dari mereka semua


"Ayo cepat Siska ,Dimas sudah menunggu di kampus "


Sesampainya di kampus , orang tua Arjuna duduk di tempat VVIV kampus bersama keluarga wisudawan yang lainnya


kebetulan Siska duduk tepat di depan mimbar tempat Arya berpidato ,


Rima dan Ana duduk mengapitnya di kiri dan kanan


"Mana Bian ?"


Tanya Siska


"Di rumah sama mama dan papa ,repot kalau di bawa kasihan "


ucap Ana


Rima menyenggol tangan Siska


"Apaan sih ?"


"Tuh lihat ?"


Sambil berbisik dan menunjuk kedepan

__ADS_1


Arya langsung gugup saat melihat Siska berada tepat di hadapannya


Satu persatu para pejabat kampus memberikan kata sambutan termasuk Aditya sebagai pemilik dari BrataWijaya grup


tiba saatnya protokol menyebutkan giliran Arya untuk memberikan kata sambutan dan juga nasehat untuk para wisudawan yang akan segera pergi meninggalkan kampus tersebut


Lengkap dengan catatan kecil di tangannya ,


Arya mengucapkan salam lalu mulai membuka catatan kecil tersebut


"Assalammualaikum cinta "


Arya masih belum menyadari jika ia salah membawa catatan , tapi karena ia Begitu gugup ia tak menyadari apa yang sedang ia bacakan itu adalah ungkap hatinya


"Aku masih berharap jika suatu saat nanti keajaiban terjadi dan kau masih bisa menjadi milikku , aku masih berharap jika nanti kau merasakan sakit dan tak bahagia tanganku masih terbuka lebar untuk memeluk mu "


Aditya yang awalnya mengira jika Arya sedang berpuisi , mendadak curiga jika Arya sedang melakukan kesalahan besar karena dari setiap kata yang terucap menjurus kepada masalah hati bukan nasehat untuk para wisudawan


karena terlalu bersemangat para wisudawan pun bertepuk tangan karena merasa pidato yang di sampaikan oleh Arya tersebut sangat lah unik , tentu saja membuat Arya semakin menjadi-jadi membacakan isi dari kertas tersebut ,ia hanya membaca saja tapi tak menyadari apa isinya


Salah satu kata-kata yang membuat mereka sadar itu adalah ungkapan hati Arya adalah


"Aku jatuh hati meski kau suka mengupil.di sembarang tempat , aku jatuh hati meski suara dengkuran mu terdengar begitu lantang , janji yang ucapkan di bukit pesona kala aku dan Aditya sedang mengintip mu , masih aku harap kan jika bukit itu benar-benar bisa menjadi ajaib karena bisa mengabulkan permintaan ku "


jreng ...


"Bukit pesona ?"


Siska dan Ana saling berpandangan


Para mahasiswa yang mendengar nya pun langsung tertawa terbahak-bahak


"Woyy mas curhat !"


"Aduh mas ngelawak ya ..."


"Dia mas -mas Bucin Kale"


Arya pun langsung menutup pidato nya


ia tersenyum karena merasa orang-orang terpana dengan pidato nya ,


wajah Aditya ,Ana , Dimas ,Rima dan juga Siska yang duduk di depan menunduk , apa lagi Siska ia benar-benar malu karena ia tau untuk siapa tulisan itu di tuju


"Aku rasa dia sedang mencurahkan isi hatinya "


Rima tersenyum-senyum geli


Ana pun tak kalah geli "Aku baru tau jika kegiatan yang kita lakukan di bukit pesona ada yang mengikuti "


Aditya langsung membuang wajahnya ia takut jika Ana akan bertanya lebih banyak lagi , bisa-bisanya nanti Ana akan marah besar dengan apa yang telah terjadi

__ADS_1


Arya turun dengan bangga sekali , ia duduk di samping Aditya


"Kau lihat Dit , semua mata tertuju pada ku , hmm orang-orang bertepuk tangan mendengar kan pidato ku barusan , aku yakin kau sangat bangga karena telah menjadi sahabat seorang Arya bukan "


merapikan kerah bajunya


Lalu Aditya dengan mengusap wajahnya berbisik pada Arya "Tolong kau periksa kembali apa yang telah kau bacakan di depan tadi "


Arya langsung heran "Memang nya kenapa Dit ? apa kau penasaran dengan isinya ,mmm"


Arya tertawa menyeringai


"Oke-oke baiklah aku akan membaca kan ulang khusus untuk mu "


"Tidak usah, kau baca saja sendiri dulu "


Dengan wajah bangga Arya membuka kertas tersebut lalu mulai membacanya


raut wajah Arya yang awalnya merasa bangga tiba-tiba langsung berubah


"Astagaaaa !"


Arya melihat kesamping Aditya nampaklah Siska dan Dimas yang duduk berdekatan


"Dit, apa kau ada tissue , aku rasa aku tak perlu lagi menunjukkan wajah ku di kampus dalam beberapa hari ini , sungguh memalukan sekali"


Arya mengambil selembar tissue lalu menutup wajahnya ,dan ia pun segera keluar dari ruangan karena sangat malu


"Aku rasa aku harus segera ke toilet , permisi "


berjalan melewati kerumunan orang-orang padahal acara belum selesai


Saat melewati barisan ,beberapa wisuda berteriak menirukan gaya Arya di atas mimbar tadi


"Mas , Aku sangat mencintai mu ".dengan menggenggam tangan nya dan mengangkat keatas


"Pertahankan perasaan cinta tulus itu mas , semangat "


"Astagaaaaa kacau "


ucap Arya sambil menutup wajahnya dengan tissue ,


Namun hal membanggakan justru di dapat kan oleh Arjuna , ibarat berlian dan besi tua , perbandingan kontras antara Arjuna dan Arya


protokol menyebutkan nama mahasiswa teladan dan IPK tertinggi yang jatuh pada Arjuna suami Siska


Dimas nampak bertepuk tangan paling keras , terlihat ia begitu bangga dengan prestasi yang di torehkan oleh Arjuna , sedangkan Siska hany bersikap biasa saja ,bahkan terkesan muak


selesai memberikan penghargaan dan maju kedepan , Arjuna pun turun ,di ikuti oleh semua anggota keluarga nya termasuk Dimas ,dan juga Siska yang mau tidak mau harus ikut


Mereka pun segera mengambil Poto keluarga , kebetulan Siska memakai kaos berwarna biru ,

__ADS_1


"Tunggu sebentar ,pegang ini "


Arjuna membuka jas nya , ternyata ia pun juga memakai kemeja berwarna biru senada dengan warna baju yang dikenakan oleh Siska


__ADS_2