
"Benar bukankah itu kak Arya ,apa yang sedang ia lakukan pada perempuan itu "
"Ah kalian seperti tak mengenali dia saja , dia kan playboy ,paling juga itu cewek minta pertanggung jawaban "
Mereka pun tertawa ,Arya yang sudah sangat kesal dan malu,ia pun akhirnya memilih untuk meninggalkan Alena yang sedang menangis ,
"Bikin malu saja makhluk ini"
Sadar jika semua perbuatannya hanya sia-sia saja ,Alena pun langsung berhenti menangis dengan sendirinya
"Oke baiklah kak Arya jika cara ini tak juga membuat kau tak menoleh ku ,maka aku pun tak kehabisan akal untuk bisa menaklukkan mu , kau lihat saja nanti , uh menyebalkan "
Alena langsung duduk di depan ruangan Arya , sambil meluruskan kakinya
"Sebaiknya aku pura-pura pingsan saja di sini "
Alena yang awalnya pura -pura pingsan malah kebablasan tidur di depan ruangan Arya, karena ia berasal dari kampung jadi bukan hal yang memalukan bagi nya untuk duduk di mana saja
"Baiklah ini posisi yang tepat"
.....
Di tempat berbeda ,
Siska langsung naik angkot kebetulan Seperti rencana nya tadi malam ia bermaksud untuk menjual perhiasan nya ketoko emas
"Baik pak berhenti di halte depan ya "
Sopir angkot pun menepikan mobilnya ,Siska turun dan mulai berjalan , suasana pasar kebetulan sangat sepi mungkin Karena toko sudah banyak tutup dan juga sudah masuk waktu sore hari , kebetulan ini juga tanggal tua
biasanya pasar akan ramai jika tanggal muda
"Nak toko nya di depan , ah beruntung sekali aku pernah menemani Ana ketempat ini "
Siska tak tau jika perhiasan yang akan ia jual adalah perhiasan kuno yang turun temurun dari keluarga Arjuna yang jika di taksir bisa mencapai milyaran rupiah , tapi jika ia menjual ke toko emas biasa paling juga akan di hargai seharga emas pada umumnya
ia berdiri di depan toko emas , lalu bermaksud membuka tas nya , namun sayang karena faktor keteledoran nya , di tempat umum seperti itu pasti ada sindikat orang yang selalu menunggu kesempatan untuk mendapatkan sesuatu
dalam beberapa detik tas Siska sudah berpindah tangan
"Hei sialan jambret "
Siska pun berteriak histeris beberapa orang ikut membantu mengejar tapi tenaga Siska yang bukanlah seorang perempuan biasa membuat ia berlari paling depan meninggalkan semua nya
"Hei kau jambret sialan , cepat kembali kan "
Tiba - tiba ... brugg....
Jambret tersebut menabrak mobil yang sedang melaju
Seseorang langsung keluar dari dalam mobil ,
__ADS_1
jambret yang ketakutan pun langsung menitipkan tas tersebut pada nya
"Eh pak .. tunggu dulu "
Arjuna langsung membuka isi tasnya
dan ia menemukan tanda pengenal di dalam nya ,nama Siska dan juga ada perhiasan yang sangat ia kenal
"Ini tas Siska ,dan perhiasan ini kan ,milik ibu "
Arjuna langsung menarik nafas ia sepertinya terlihat marah sekali,lalu masuk kedalam mobil
dan pergi meninggalkan tempat itu
Siska yang berlari tak mendapatkan lagi penjambret tadi ia terlihat mengatur nafasnya yang kelihatan ngos-ngosan itu ,
"Bagaimana ini , aduh . ponsel dan semua nya ada di dalam tas "ia memegang kepalanya
Siska ingin sekali berteriak . tapi apa lah daya , rumah nya juga cukup jauh dari tempat itu , untunglah ada salah satu orang yang iba melihat nya hingga ia di antar pulang kerumah
"Ayo mbak biar saya antar saja pulang"
Awalnya Siska menolak , karena ia takut seseorang yang ingin mengantar nya itu terlihat berpenampilan urakan dan banyak tato nya
tapi ia tak ada pilihan lain ,ia tak memiliki uang sepeser pun , jadi mau tidak mau ia naik keatas motor tersebut ,lagi pula jika laki-laki yang mengantarkan nya tersebut ingin berbuat macam-macam ,ia akan langsung menghajar nya
"Ayo mbak nggak apa-apa jangan menilai orang dari penampilan luar nya ,mas ini baik kok "
Siska mengangguk
"Baiklah Mas "
Sebelum pergi ia pun langsung berterimakasih pada orang-orang yang telah membantu mengejar penjambret tadi, sepanjang perjalanan ia hanya diam saja karena pikiran nya sedang kacau sekali ,dan tak menentu
memikirkan kemana ia akan mendapatkan uang , jangan kan mau usaha , ponsel saja ia tidak punya
sesampainya di rumah Siska tak lupa berterima kasih karena sudah di antarkan pulang kerumah nya
"Mas terimakasih banyak ya ,saya tidak bisa mengajak mas masuk ,karena Seperti nya suami saya belum pulang "
"Oh tidak apa-apa ,jika bertemu saya di jalan panggil saja ya mbak "
"Siska , panggil saya Siska "
"Oke baiklah mbak Siska saya Revan,saya pamit dulu mbak, salam untuk suami nya , permisi "
Bertepatan Revan pergi , Arjuna pulang dan lampu mobil nya langsung menyoroti Revan
"Hah baru pulang dia "
Arjuna langsung turun dari mobil ,Siska sudah masuk kedalam rumah
__ADS_1
Arjuna berjalan mengikuti nya dari belakang lalu menutup pintu dengan sangat keras
Gubrak ...
Siska langsung kaget "Hei bisakah kau menutup pintu dengan pelan ,kasihan pintunya bisa rusak !"
"Kau lihat ini,apa ini milik mu "
Siska langsung menoleh dan kaget saat Arjuna memegang tas nya
"Tas itu tas milik ku , kenapa bisa ada dengan mu ha !"
Siska selalu saja tak bisa mengontrol emosi nya jika sudah berurusan dengan Arjuna
tapi Suara Arjuna langsung meninggi
"Diam !!! "
Siska terdiam sebentar lalu kembali berteriak
"Berani sekali kau membentakku , kenapa memangnya ha , cepat kembali kan tas ku ,atau kau yang sengaja menyuruh orang untuk menjambret ku tadi ya !"
Siska memang selalu tak mau kalah tapi ia lupa jika Arjuna itu seorang lelaki ,sekuat apapun tenaga perempuan jika sudah berlawanan dengan laki-laki pasti tak akan mampu juga ,
"Aku bilang diam ! "
"Cepat berikan tas ku !"
"Sebelum aku memberikan nya , kenapa ada perhiasan yang di berikan mama ku ini di dalam tas mu jawab !"
Mata Arjuna memerah , dan ia benar-benar menjadi monster yang mengerikan malam itu
"Apa kau tau jika perhiasan ini sangat lah berharga ,apa kau tau ini adalah perhiasan yang di berikan turun-temurun untuk menantu yang akan meneruskan keturunan keluarga ku ,apa kau tau ?!"
Siska langsung berjalan mundur saat Arjuna terus berjalan maju , nyalinya tiba-tiba ciut ,memang benar kata orang marahnya orang sabar itu sungguh mengerikan
"A..a...a..ku "
"Aku apa ha ?!"
Sayangnya Siska bukanlah seorang perempuan yang jika dimarahi bisa terima
"Aku ingin menjual nya kau tau aku akan menjual perhiasan itu karena itu sudah menjadi milik ku, apa urusan mu ha ,tidak suka ? atau....
apa yang sudah di berikan mama itu hanya simbol saja sebenarnya ,kau ingin menguasai nya !"
Siska benar-benar tak bisa di genggam
Arjuna pun langsung memegang wajah Siska
dengan keras dan menindih tubuh nya ke dinding ,kaki Siska ia kunci agar tak bisa melawan
__ADS_1
"Menjual nya , hebat sekali kau mau menjual warisan turun temurun keluarga ku ini,.jika kau butuh uang kau tinggal minta saja padaku, asal jangan pernah menjual apapun , aku bisa saja memaksa mu melakukan apapun yang aku mau , tapi maaf saja ,aku tak berselera dengan mu ,jangan kau pikir diam ku selama ini karena aku takut pada mu , tapi ternyata kau memang tak bisa untuk di lembutkan, !"