Antara Cinta Dan Takdir

Antara Cinta Dan Takdir
Part 130


__ADS_3

"Kacau "


Sambil menggelengkan kepalanya


Dimas pun langsung punya ide ia mengambil sesuatu yang berada didekatnya lalu melemparkan kearah suster tersebut , sialnya malah terkena wajah Arya


"Adawwww apa lagi ini , kenapa sakit sekali,siapa yang melemparkan benda ini kewajahku "


Arya benar-benar kesal ,Dimas langsung menutup wajahnya


"Astaga Arya maafkan aku tak sengaja "


Karena Suster terus asik sekali bergoyang dengan nyanyiannya yang cetar akhirnya Dimas mendekatinya dan menyentuh pundaknya


Suster tersebut langsung menoleh dan kaget saat melihat Dimas berdiri dibelakangnya ,sambil melepaskan headset di telinganya ia langsung berhenti menyanyi dan menaruh sapu dilantai


"Eh ada tamu maaf Tuan saya tidak mendengar sama sekali "


Dimas langsung menahan senyumnya


"Suara anda bagus juga Suster , sudah pantas menjadi artis ibu kota "


Arya yang masih tak bisa membuka matanya tersebut langsung bergerutu diam-diam didalam hatinya


"Bisa-bisanya Dimas tertawa dengan kuda Nil Tersebut , ya Tuhan tolonglah cepat bantu aku untuk membuka mataku, aku sudah tak sabar lagi ingin sekali memaki mereka semua argghhhhhhhh "


Dimas tertawa dan duduk disampingnya


"Brow masih berada dalam pengaruh obat bius ya ..."


"Sudah tau nanya ?! , banyak sekali pertanyaan mu ini Dimas "


jawab Arya didalam hatinya


",Brow jangan marah-marah nanti cepat Tua , sebentar lagi kau akan kembali sehat , sebaiknya kau berubah sikapmu terhadap Alena kasihan dia ,kau tau lah bukan jika seorang perempuan sedang hamil kondisi jiwanya sangat sensitif jangan sampai kau membuat ia bersedih kasihan anakmu juga nanti jika kau bersikap kasar pada ibunya , dunia ini terlalu sempit jika hanya memikirkan hal-hal yang tidak penting, kita tidak tau ajal manusia kapan akan dijemput dan kembali kepada Tuhan , aku mohon berhentilah menyakiti Alena , apa kau mau nanti anakmu lahir dan tau jika kau sangat tak menyukai ibunya "


Hah..Dimas kau terlalu cerewet sekali tak perlu kau memberitahuku aku juga sudah tau apa yang harus aku lakukan padanya ,aku tak butuh nasehat darimu sebaiknya kau nasehati dirimu sendiri saja


Suster kembali masuk dan membawa air panas


"Permisi Tuan ..."


"Oh ya "


Dimas menyingkirkan tubuhnya sembari berdiri disamping Arya


Suster mengelap tubuh Arya dengan air hangat

__ADS_1


"Maaf Suster apa tidak terlalu hangat air panas tersebut ?"


Air panas ? apa lagi yang akan dilakukan kuda Nil ini untukku ha ? apa dia kembali akan menyusahkanku, lagi pula ibu dan Alena lama sekali kembali , apa sebenarnya yang sedang mereka lakukan , pergi kemana mereka ? sehingga berani sekali mereka meninggalkan aku seorang diri bersama kuda Nil ini


"Jika tidak hangat itu namanya air dingin Tuan bukan air hangat "


Melotot kearah Dimas


"Iya..iya..aku hanya bertanya saja Suster ,lagi pula aku sangat takut jika sampai tubuh temanku ini melepuh bisa luntur semua ketampanannya nanti "


Goda Dimas ia tau pasti Arya akan sangat cemas sekali


dan benar saja kakinya bereaksi dan mulai bergerak


Dimas Tersenyum karena sebelum kerumah Arya dia sudah menelepon Aditya dan Aditya sudah menceritakan semuanya ,


Suster meneteskan air kewajahnya


Arya langsung membuka matanya dan langsung berbicara keras


"Hentikan apa yang sedang kalian lakukan ha ?!"


Dimas dan Suster tersebut langsung tersenyum dan bertepuk tangan


"Tuan Dimas terimakasih usaha anda sangat bagus sekali benar yang dikatakan Dokter anda akan menjadi patner saya yang sangat baik sekali "


Mereka langsung tertawa geli Arya langsung menggerakkan tubuhnya duduk dan langsung berdiri


Dimas bertepuk tangan


"Mantap sekali memang Aditya ia tak salah menyewa suster dengan keahlian yang sangat unik ini kau lihat Arya hanya butuh waktu beberapa hari saja untuk pulih pasca operasinya "


Arya baru menyadari jika ia memang sengaja dikerjai oleh suster tersebut


Suster langsung tersenyum


"Baiklah Tuan Arya tugas saya sepertinya sudah selesai anda sudah pulih kembali hmm aku rasa anda pasti akan sangat kangen sekali dengan suara emas ku seperti tadi malam kan "


Suster tersebut mengedipkan matanya pada Arya


"Astaga Aditya kau keterlaluan sekali !"


Arya buru-buru mengambil ponselnya untuk menghubungi Aditya


belum sempat ia berbicara Terdengar suara Aditya tertawa geli di ujung telpon


"Bagaimana keadaanmu apa kau sudah bisa berdiri dengan baik Tuan Arya "

__ADS_1


"Sialan , apa kau tau kau bisa membuatku terkena serangan jantung jika terus begini , keterlaluan sekali apa tidak ada cara lain selain mengerjaiku seperti ini , tidak lucu sama sekali !"


"Hahaha tapi aku sungguh bersyukur sekali Arya ,karena biaya yang aku keluarkan untuk membayar Suster tersebut sesuai dia sendiri yang menjamin kau akan kembali normal dalam beberapa hari dan ternyata itu benar "


Dimas tertawa geli "Hati-hati Arya potongan gaji mu sangat besar bulan ini ,hah itu sudah tak usah kau tanyakan sudah jelas "


Mereka pun tertawa geli


"Sudah...sudah aku sudah kembali normal ,aku akan segera kekantor besok pagi ,jika berada dirumah terus justru membuat tulang-tulangku tak berfungsi "


Suster tersebut langsung berpamitan ia membereskan perlengkapannya


"Baiklah Tuan Arya kau tampak lebih sehat dan segar seperti terlahir kembali dengan tulang yang baru , aku harap anda bisa menjaga tubuh anda dengan baik ,aku yakin anda tidak mau bertemu lagi denganku bukan ?"


Arya Tersenyum "Anda benar sekali Suster,anda adalah mimpi buruk untuk orang-orang seperti aku "


Mereka bersalaman dan suster tersebut langsung berpamitan pulang kerumah


Arya dan Dimas ikut mengantarkan sampai kedepan rumah betapa kagetnya mereka saat melihat Suster tersebut pulang dengan motor sport miliknya yang berwarna merah muda


"Permisi Tyan "


Aurmmmmm brummm..brummmm....


"Gila auman suara motornya tak kalah merdu dengan suara dengkurannya dan juga teriakannya "


"Bukan main Arya ternyata ia seorang pembalap sejati ,benar kata orang jika lemak tak akan menghalangi hobi seseorang "


"Kau tak melihat Dim, lemaknya terlihat melambai-lambai saat dia melajukan motornya "


"Iya aku juga melihatnya aku sungguh tak menyangka jika ia perempuan dengan segudang bakat alami , hmmm"


Arya langsung menoleh kearah Dimas


"Dim kau jangan-jangan "


Mata Arya bertanya menyelidik


"Jangan-jangan apa !"


"Aku curiga jika kau masih mengenang Rima saat ia masih banyak lemak dulu ,ayo mengajukan Dimas , aku rasa ia tak terlalu buruk jika lemaknya menghilang "


"Hadeh Arya apa kau tau jika suster tersebut sudah menikah dan dokter yang menanganimu kemarin adalah suaminya "


Arya kaget "Oh ya aku tak menyangka jika ia sudah sold out ,ckckckc memang cinta membutakan segalanya ternyata "


"Hmmm sudahlah aku mau pulang ,hanya ingin memastikan keadaanmu saja jika kau sudah

__ADS_1


baik-baik saja ,aku pamit dulu ya Arya ..."


"Hah .. baiklah jika kau mau pulang "


__ADS_2