Antara Cinta Dan Takdir

Antara Cinta Dan Takdir
Part 258


__ADS_3

Raja yang emosional sekali melihat Arya langsung berapi-api


"Apa yang kau lakukan dengan calon istriku ha?!, kau ini bukannya laki-laki yang tak tau malu itu ya!"


Arya menahan amarahnya


"Apa yang dilakukan anak muda tidak tau diri ini disini ha?"


Alea langsung syok hingga membuat ia berteriak-teriak saat melihat Papanya yang jatuh tersungkur diatas lantai


"Awwwww Papa!"


memeluk Papanya yang jatuh tersungkur


"Apa yang kau lakukan pada Papaku!"


Alea benar-benar syok dan tak menyangka jika akan berakhir seperti itu


Mendengar suara Alea yang menjerit


Dimas dan yang lainnya langsung berlari kebelakang


"Itu sepertinya suara teriakan Alea? ada apa rupanya, coba kita lihat dulu!"


"Benar ayo kita lihat dulu kak Dimas!"


Semuanya langsung berlari kearah sumber suara.


"Apa yang terjadi tanya Dimas dengan heran !"


Alea nampak sudah berdiri dengan raut wajahnya yang sangat tegang sekali,


"I-itu,a-anu...."


Arya masih duduk di lantai dengan memegang Wajahnya yang sudah memerah karena pukulan Raja yang sangat kuat sekali itu.


"Dia telah berani menyentuh Alea, Pa.


laki-laki ini sungguh tak tahu malu sekali, beraninya ia melakukan hal ini"


Raja bersiap-siap untuk memukuli Arya lagi


Pada saat Raja hendak memukul Arya lagi, Rima langsung kembali berteriak


"Raja apa yang sedang kau lakukan!"


"Aku ingin menghajar wajahnya, lihatkan Papa Kenapa bisa lelaki ini bisa masuk kedalam rumah nenek, apa kalian tau dia ini sungguh berbahaya sekali!"


Semua yang berada didalam rumah itu langsung kaget mendengar apa yang diucapkan oleh Raja


"R-raja apa kau tidak tau laki-laki ini siapa?"


ucap Maminya Siska perlahan sambil memegang dadanya


"Besan aku rasa ini akan menjadi sangat sulit sekali"


Ibunda Arya nampak wajahnya Arya sedang tidak baik-baik saja.


Siska yang langsung berlari memegang Arya langsung memeluk suaminya tersebut berharap rasa marah suaminya itu bisa mereda


"Sayang, tolong kendalikan emosimu ya?"


dia melihat wajah Arya benar-benar memar dan langsung cemas, apa lagi Raja yang emosional sekali


"Kak Arya apa kau tidak apa-apa?"


"Tenang saja aku baik-baik saja,jangan khawatir" tapi ia menatap Raja dengan sangat marah


"Kenapa kalian semuanya hanya diam saja? kalian tau laki-laki ini adalah laki-laki yang mengangkat telponnya Alea dan mengaku telah tidur bersama Alea, dan melihat semua yang belum pernah aku lihat pada tubuh Alea!"


marah, nafasnya tersengal tersengal-sengal sekali.


"Astaga Raja, apa yang sedang ia bicarakan"


Alea memegang dadanya


Apa yang dikatakannya tentang Papa, aku tak yakin setelah ini semuanya akan baik-baik saja, Raja kau benar-benar sudah sangat gila sekali, ya ampun ... kenapa kau melakukan hal bodoh ini pada papaku Raja!


Rima juga langsung ikut berteriak


"Raja apa kau tau dia siapa?"


Raja melihat Siska memeluknya dan ia mulai agak ragu


"Dia adalah laki -laki yang menabrak motorku Mama!"


"Tapi aku menggantinya dengan memberikan cek satu milyar,apa kau lupa?"


jawab Arya dengan santai


Alea langsung ternganga tak percaya dengan apa yang terjadi.


"Satu milyar? apa ini sudah benar-benar gila!"


Rima langsung memarahinya


"Sekarang kau tanya padanya kenapa Tante Siska memeluknya,apa kau tau dia siapa?"


Raja nampak gelagapan "Ya tentu saja aku tidak tau dia siapa, dan bukan menjadi urusanku pastinya!"


"Ya Tuhan Raja"


Alea menutup wajahnya tak percaya jika laki-laki yang ia sukai akan berbuat seperti itu pada laki-laki yang menjadi cinta pertamanya itu


Tamatlah riwayatmu Raja, ternyata kau sudah bertemu dengan Papaku sebelumnya, asal kau tau saja Papaku sangatlah fanatik sekali orangnya"


"Apa yang kau lakukan pada calon mertuamu itu Raja!" teriak Dimas yang sudah geram sekali dari tadi

__ADS_1


Raja langsung kaget, "Calon mertua? maksudnya Papa laki-laki tak tau diri ini siapa?"


Arya yang langsung berdiri dan melihat kearahnya dengan tatapan yang sangat puas sekali


"Kau ingin tau aku siapa ha? aku adalah Papanya Alea, apa kau puas!"


Alea tak berani berkata apapun lagi, Karena ia tau jika Raja setelah ini tak akan boleh lagi ada di kehidupannya


"M-maksudnya"


menunjuk kearah kiri dan kanan


"Ya aku adalah Papanya gadis ini,dan dia adalah putriku yang sangat aku cintai dari kecil ia selalu tidur bersamaku berduaan dan selalu kemana-mana bersama, oh ya aku lupa memberitahukanmu jika aku juga suami dari Tantemu ini" merangkul pundak Siska


Raja langsung terdiam dan wajahnya langsung pucat tak berkutik apapun lagi, ia tak percaya jika laki-laki yang selama ini ia rendahkan dan bahkan dengan sangat lantang sekali.


malah mengatakan bahwa ia adalah pembawa sial untuknya merupakan papa dari Alea gadis yang sedang ia Incar untuk menjadi calon istrinya.


Arya tersenyum puas


"Oh jadi ini laki-laki yang hendak melamar putriku Alea?"


Raja benar-benar mematung tak bergerak sama sekali


"Mana suara lantangmu anak muda, bahkan aku sangat rindu sekali dengan suara mu yang gagah berani itu, oh ya aku ingin bertanya padamu apa tak boleh ya jika seorang ayah mengangkat telpon putrinya?"


Rima langsung memegang tangan Dimas


"Aku takut kak Dimas"


"Jangan khawatir aku akan mencoba untuk membuat Arya melunak"


"Tapi aku benar-benar tak yakin jika semuanya akan baik-baik saja kak Dimas, kesalahan Raja sungguh sangat fatal sekali kak Dimas, lagian anak itu selalu saja bersikap ceroboh sekali!"


"Raja, ayo minta Maaf"


ucap Dimas


Tapi Arya tidak semudah itu untuk diambil hatinya, setelah semua perlakuan Raja terhadapnya. dengan tegas ia langsung menjawab


"Aku rasa hari ini sudah jelas, yang akan menikah adalah Bian dan Arika,cukup jelas kan. permisi"


Sambil menarik tangan Alea untuk segera pergi meninggalkan mereka semuanya


"Astaga kak Dimas?"


"Tenang pasti semuanya akan baik-baik saja tenanglah..."


Alea melirik kearah Raja begitu juga sebaliknya mereka sedang mengatakan sesuatu memakai bahasa hati


*Raja kita tak akan bisa bersatu lagi, maafkan aku untuk ini semua karena kisah kita akan menjadi kenangan saja


"Alea kenapa kau tidak mengatakan jika papamu adalah suaminya Tante Siska, dan yang lebih parahnya lagi, ia adalah laki-laki yang selalu bermasalah denganku ...oh Tuhan sungguh sangat kejam sekali dunia ini padaku"


Dimas dan Rima menoleh kearah Siska untuk memohon bantuan agar bisa membujuk Arya tapi Siska langsung mengangkat kedua tangannya


"Maafkan aku, tapi kali ini aku sama sekali tak bisa membantu lebih banyak lagi, aku mohon kalian semua mengerti keadaanku. karena jika aku di posisi Arya maka aku pasti akan melakukan hal yang sama, tak akan mengizinkan orang yang sudah tak sopan terhadapku untuk menjadi menantu, maafkan Tante Raja, tapi Tante memamg tak bisa berbuat apa-apa untukmu"


"Sebaiknya aku segera pulang saja"


ungkap Raja langsung pergi meninggalkan rumah neneknya tersebut


"Kak Dimas, Raja..."


"Tenangkan dirimu karena semuanya pasti akan baik-baik saja, jangan khawatirkan itu"


Dimas dan Rima nampak sangat sedih sekali karena faktanya tak sesuai dengan realita kehidupan


"Akan sangat sulit sekali bagi Raja untuk menembus dinding pertahanan Arya"


suara Rima nampak sedih, Karena Raja adalah putranya tapi ia juga tak menyalahkan Arya karena sikap Raja memang sudah sangat fatal sekali.


"Tak apa sayang, karena cinta itu perlu perjuangan, Raja akan berjuang untuk mendapatkan cinta Alea jika ia benar-benar mencintai Alea, Arya itu seorang laki-laki yang berpengalaman ia tak akan mungkin mau menyerahkan putrinya pada laki-laki sembarangan yang tidak mencintai putrinya"


Rima langsung memeluk Dimas, kedua ibu mereka nampak sangat prihatin. tapi tak ada yang menyalahkan sikap Arya pada Raja, karena memang sikap Raja sangat keterlaluan sekali.


"masuk kedalam kamar, tak ada cinta-cintaan dengan laki-laki seperti itu, dengar baik-baik Alea, kau boleh menikah dengan laki-laki manapun di dunia ini tapi Papa tidak pernah mengizinkan kau untuk menikah dengan laki-laki seperti dia, paham!"


Alea tak berbicara apapun karena ini adalah untuk pertama kalinya ia merasakan cinta dan langsung patah berkeping-keping jadinya


"Aku mencintainya tapi Papa tak mengizinkan aku untuk mendekatinya, ini yang namanya sakit tapi tak berdarah" Alea memegang dadanya


Alea langsung masuk kedalam kamar Arika.


"Masuk kedalam kama, dan ingat baik-baik di dalam hatimu.itu, tak ada lagi cinta-cintaan, lihat sendiri bukan bagaimana laki-laki tidak tau malu itu memperlakukan Papa dengan sangat buruk sekali,dan Papa tekankan padamu, kau boleh menikah dengan laki-laki manapun di dunia ini, tapi tidak dengan laki-laki yang menjijikkan itu lagi, jika Alea membantah itu tandanya Alea Tidak menyayangi Papa lagi"


Dua kali Arya mengatakan hal yang sama agar Alea memahami apa yang ia maksudkan itu.


"Iya Pa"


"Papa tak butuh penjelasanmu, ataupun pembelaanmu. tapi Papa yakin Alea tau mana yang buruk dan yang benar, karena papa ini laki-laki, tau bagaimana seharusnya bersikap dan sikap yang diberikan oleh Raja adalah minus" Alea tak tahan lagi ingin menangis tapi tetap tak bisa sama sekali.


Arya langsung pergi meninggalkan buah hatinya tersebut


air mata Alea pun langsung tumpah ruah saat Melihat Arika yang sedang duduk di make up tersebut.


"Arika ...."


Alea menangis tersedu-sedu


"Alea kau kenapa ha? ada apa?"


seharusnya ia yang menangis seperti itu tapi malah Alea yang menangis tersedu-sedu seperti itu.


"Aku sungguh-sungguh sedang hancur sekali, aku hancur berantakan sekali Arika"


"Kau kenapa memangnya, apa yang kau pikirkan ha?"

__ADS_1


Alea tak menjawabnya


Astaga Alea aku tak menyangka jika kau benar-benar sedih atas pernikahanku ini


pasti kau tak menyangka akan secepat ini kan,Alea asal kau tau saja apa yang terjadi tak seperti Yang kau bayangkan


Arika langsung mencoba untuk menenangkan


nya "Sabar Alea, aku tahu kau sangat sedih sekali, karena pernikahan ku ini kan,tapi percayalah aku juga tak mau melakukan hal ini, aku juga terpaksa alea.sudahla hentikan semua nya, jangan lagi membuat aku semakin sedih.jangan khawatir aku akan tetap bisa menemani kemanapun kau mau, karena kita sekarang bukan hanya sekedar teman saja tapi juga sudah menjadi saudara "


Tapi Alea semakin berteriak lagi, hingga membuat Mua acara tersebut langsung kaget


"Eh copot, gigi copot eh... copot..."


Arika langsung tertawa


Tapi Arika malah menyalahkan Arika yang tertawa


"Kau bisa tertawa karena kau akan menikah Arika, tapi aku dan Raja tak akan pernah bersatu di dunia ini itu yang membuat aku semakin sedih bukan karena kau ingin menikah, tak ada urusannya sama sekali dengan pernikahanmu itu, aku hanya sedang sedih karena Raja saja"


Arika langsung memiringkan mulutnya


"Hah, ternyata tak ada satupun yang bersedih karena pernikahanku.


Alea sudahlah jangan terlalu berlebih-lebihan.nanti setelah ini kau yang akan menikah dengan Raja lagi jangan masalah aku akan mengatakan itu semua dengan Mama papa, sudahlah ... "


jawab Arika dengan jutek


"Enak saja kau berbicara seperti itu, apa ku tau Arika jika telah terjadi sesuatu yang besar dibelakangku selama ini, kau tak tahu apa yang terjadi kan?"


"Ya mana aku tau, kau cerita saja tidak!"


"Mbak bisa diam tidak,nanti makeup nya. tidak bagus"


MUA memegang kepalanya Arika


"Aku sudah mengatakan hanya tuhan saja yang bisa menyatukan kami berdua, karena Raja baru saja menghajar wajahnya papa"


Arika langsung kaget


"Apa !"


Arika yang kaget langsung menoleh kearah Alea yang sedang uring-uringan itu, membuat Mua yang sedang memasang make up padanya itu langsung kaget hingga lipstik tercoreng di pipinya hingga kearah mata seperti tulisan samurai X


"Astaga Nona lihatlah make up ini jadi hancur berantakan karena anda yang tak bisa diatur"


Mua tersebut sampai ingin menangis histeris karena ia telah gagal membuat Arika menjadi cantik


"Oh maaf...maaf anda jangan khawatir ya. sudahlah tenanga saja jangan khawatir,aku akan mencuci Wajahku jadi kau tak perlu bekerja keras lagi, santai saja."


"Maksudnya Nona, aku harus mengulangi lagi make up ini!"ia tampak cemas


"Tidak usah khawatir mbak ya, kau akan baik-baik saja begitu juga aku, santai saja"


mengelus tangan sang Mua


Alea yang masih menangis tersedu-sedu itupun berhasil membuat Arika berhenti berhias


"Sudah tenangkan dirimu, cepat kau ceritakan Secara perlahan apa sebenarnya yang terjadi,aku ingin mendengarkan langsung dari mulutmu sendiri bukan dari mulutnya Mama ataupun Papa karena aku juga sudah banyak kecewa dengan orang-orang yang berada di luar sana"


Alea menceritakan semuanya,dan Arika benar-benar kaget setengah mati,ia pun langsung mengangkat kedua tangannya


"Kalau begitu kasusnya , jujur saja aku sama sekali tak bisa membantumu. jangankan Papa Arya.. jika aku mendapatkan calon menantu yang tidak sopan pada orang tua, sebaiknya cari laki-laki lain saja untuk menikah, meski mas Raja adalah sepupuku sendiri, gila Mas Raja sungguh keterlaluan sekali,ia tak bisa bersikap seenaknya seperti itu ya ampun"


Arika mengelus dadanya


"Sekarang bagaimana nasib cintaku ini Arika ayo tolonglah aku"rengek Alea


Arika langsung menghela nafas panjangnya


"Hah Alea, untuk saat ini jangankan untuk menolong orang lain, untuk menolong diri sendiri saja aku tidak mampu, kau tak lihat keadaanku sekarang ini, lihatlah aku akan menikah, dengan laki-laki yang sangat aku tak suka, kau masih mendingan bisa berpikir dan mencari laki-laki yang lain nah aku,harus menikah saat ini juga"


Alea duduk dengan posisi kaki yang menempel di dinding dan tubuhnya berbaring di lantai.


"Aku tak menyangka jika cinta itu tak hanya manisnya saja, rupanya ada juga rasa sakit. hah aku menyesal telah jatuh hati pada orang lain"


"Sudahlah, nikmati saja setidaknya kau tidak jatuh cinta pada orang yang salah, hanya takdir saja yang tak merestui,".


Sementara itu diluar kamar


Dimas dan Rima tak bisa melakukan apapun lagi, mereka mencoba untuk menenangkan perasaan masing-masing.


"Aku tau ini bukanlah salah Arya,ini kesalahan anak kita"


ucap Rima berkali-kali.


mungkin karena harapannya terlalu tinggi jadi rasa sakitnya benar-benar terasa sekali.


"Ya benar, akupun jika menjadi Arya tak akan pernah mengizinkan Putriku menikah dengan laki-laki yang telah dengan sengaja menghajar wajahku, apa lagi uang satu milyar yang diberikan pada raja itu bukan jumlah yang sedikit bagi seorang Arya "


Rima nampak sangat sedih sekali,namun mau bagaimanapun juga Raja tak akan bisa dengan mudah untuk meluluhkan hati Arya meski hati Alea ada pada genggamannya karena kunci dari segalanya adalah keputusan Arya


Rima dan Dimas nampak sangat lesu sekali


"Kak Dimas jangan kemana-mana, kalian berdua akan menyambut tamu didepan itu, sebentar lagi Aditya dan rombongan akan tiba, acara pernikahan Bian dan Arika akan segera di mulai sebentar lagi".ucap Siska menghampiri mereka berdua.


"Iya, kami akan menunggu didepan, santai saja"


Raja yang pulang kerumahnya langsung menangis histeris, ia berteriak-teriak dengan sangat kencang sekali didalam kamar memukuli dinding kamarnya hingga membuat tangannya berdarah


"Bodoh sekali kau Raja, sekali jatuh cinta dan ingin semuanya baik-baik saja,tapi ternyata rintangannya langsung dihadapkan dengan gunung yang harus aku robohkan"


Raja terduduk dengan menangis "Aku tak akan mungkin bisa semudah itu untuk mendapatkan restu dari orang tua Alea, karena ibu semua murni kesalahanku, ya Tuhan. ternyata tak semudah itu untuk berubah menjadi manusia yang lebih baik lagi"


Tatapan matanya nampak begitu sedih sekali, baru tadi ia sangat bahagia karena akan segera berharap untuk menikah. namun tiba-tiba Tuhan langsung membalikkan keadaan dengan sangat mudah sekali, rasa bahagia yang tak terkira langsung dibalas perasaan sedih yang tak terkira lagi


"Aku menyesal karena telah melakukan kesalahan fatal pada papanya Alea, bukan perpisahan yang aku sesali, tapi karena pertemuan ini yang membuat aku sangat menyesal. aku tak bisa mengendalikan perasaan sakit ini, sungguh sangat sakit sekali cinta yang tak terbalaskan"

__ADS_1


Pikiran Raja kembali melayang-layang membayangkan senyuman manis yang terukir diwajahnya Alea, harapan yang ia anggap akan segera terwujud akhirnya hanya sia-sia saja


Raja sedang berduka atas cintanya.


__ADS_2