
"Suaminya ?"
Arjuna langsung merasa tidak enak mendengar nya , namun ia tau jika Arya tak seburuk yang ia pikirkan
"Baiklah , terimakasih "
Arjuna Segera berlari menuju kamar Siska di rawat , kebetulan Dokter ada di sana Arjuna pun langsung masuk kedalam kamar tersebut
"Siska ..."
"Sungguh beruntung sekali anda memiliki laki-laki yang siaga sekali seperti suami anda , dia sungguh sigap sekali "
Arya datang dan langsung masuk dengan membawa obat di tangan nya,nampak bajunya berlumuran bercak darah janin darah daging Arjuna
"Nah ini dia suami idaman sekali ya, hmm sungguh pasangan yang serasi "
Arjuna berdiri seperti obat nyamuk yang tidak di perduli kan
"Maaf Dokter tapi saya ini ..."
Arjuna menahan nya untuk berbicara
"Sudah biarkan saja ,lagi pula faktanya kan tidak "
"Terimakasih Dok"
Arya yang merasa tidak enak langsung menyerahkan obatnya kepada Arjuna
"Ini ambillah , berikan pada Siska "
"Tunggu , berapa uang mu yang harus aku ganti "
Siska terlihat masih memejamkan kedua matanya ,
"Tidak perlu . aku ikhlas memberikan semua nya , tak masalah kita kan tetangga , bukankah di anjurkan dalam agama untuk berbuat baik pada tetangga "
Arya tersenyum kecil
"Maaf jika dalil agamaku salah, pengetahuan agamaku tidak sebaik dirimu , hanya saja aku meminta satu hal padamu tolong jaga istrimu dengan baik, jangan biarkan ia banyak pikiran "
"Tentu saja tetangga terimakasih banyak atas bantuan mu "
"Maaf jika tadi aku sempat menggantikan posisi mu , sebagai suami Siska ,aku tak bermaksud apa-apa "
Bohong aku memang berharap jika aku adalah suaminya dan dia sekarang sedang mengandung anakku , terlalu jahatkah aku Tuhan , semoga saja tidak karena rasa cinta adalah rasa yang sangat murni yang kau ciptakan di setiap hati manusia
__ADS_1
"Oh aku sangat paham , tenang saja aku tidak mempermasalahkan nya "
Arjuna bersikap dewasa sekali , meski kita tidak pernah tau bagaimana di dasar hatinya
karena di zaman sekarang ini kebanyakan manusia berbicara hati dan mulut itu berbeda
Ternyata Siska sudah sadar Hanya saja ia tak mau terjebak dalam situasi sulit tersebut
ia melihat ada dua orang lelaki yang memiliki kedudukan yang sama dalam hidup nya
Cinta dan suami
Air mata Siska mengalir deras , ia mengutuk apa yang terjadi dalam.hidupnya tapi ia tak boleh egois karena di dalam tubuhnya sekarang ada dua nyawa yang harus ia jaga
janin ini tak berdosa atas izin Tuhan lah ia bisa hidup di dalam tubuh Siska
Arya langsung pamit pulang tapi ia tak bisa pulang jika belum melihat wajah Siska
"Oh ya istri mu tidur dengan sangat nyenyak sekali tetangga ,aku permisi"
Bersalaman lalu meninggalkan kamar tersebut
"Hati-hati tetangga "
Siska menahan suara nya agar tak terdengar oleh Arjuna
Untuk menghilangkan rasa sedih nya , Arya langsung pulang kerumah untunglah tadi Aditya langsung kerumah nya ,jadi ibu Arya memberi tau apa yang terjadi
sampai di rumah Arya sudah di sambut dengan Alena ,ia selalu tersenyum dan menyambut nya setelah status nya menjadi seorang istri
"Selamat datang Kak Arya aku sudah lama menunggu mu , bagaimana keadaan tetangga kita ?"
Ia tak menyebutkan nama Siska
"Baik-baik saja "
Karena ada ibunya di dalam yang melihat nya
"Nak masuklah lihat lah istri mu belum makan dari tadi ia menunggu mu pulang, besok adalah hari wisuda nya ,kita akan datang beramai-ramai kesana "
"Besok aku sibuk ibu ,tak bisa. hari ini aku sudah tidak masuk kantor ,tidak enak dengan Aditya meski pun ia adalah temanku sendiri
jadi ibu saja yang pergi "
Ibu Arya melihat wajah Alena namun perempuan itu memang sangat lah hebat sama sekali ia tak pernah menunjukkan muka tidak suka
__ADS_1
"Oh tidak apa-apa kalau begitu , lagi pula ini kan cuma acara wisuda ibu , bukan acara pra jabatan, sarjana juga sudah banyak "
Alena langsung duduk di samping Arya tanpa di minta ia pun langsung makan ,
baru saja Alena duduk Arya langsung mengatakan jika ia sudah kenyang padahal terlihat jelas ia baru saja menyuapkan nasi beberapa sendok saja
Melihat itu ibunya langsung duduk dan menghabiskan makanan di piring Arya
"Ah sayang ini masakan mu lezat sekali, lihatlah ibu makan dengan lahapnya "
Ibunya padahal sudah kenyang, namun ia tak mau melukai perasaan menantu nya itu apa lagi ia tau siapa yang di cintai oleh Arya , sebagai seorang ibu ia sangat lah paham jika Arya sudah memilih perempuan yang ia cintai maka akan sangat sulit untuk mengeluarkannya dari dalam hati nya
"Arya itu persis almarhum papanya , dulu sewaktu masih bujangan Papa nya Arya itu seorang playboy , bahkan setelah menikah pun masih suka main perempuan , namun ya itu namanya play boy kalau sudah jatuh cinta sangat sulit sekali mengeluarkan seseorang dari dalam hatinya "
Arya mendengar ucapan ibunya , ia langsung terkesima dengan ibunya jadi ia lahir dari ayah dan ibu yang tak saling mencintai kah ?
"Lama sekali aku menanti agar Papanya Arya bisa mencintai ku, namun akhirnya keajaiban itu terjadi kesabaran itu pasti membuahkan hasil , Tuhan menitipkan Arya di rahim ku , dan Papanya berangsur-angsur mulai berubah , Arya putraku persis seperti papanya"
Alena tersenyum
"Aku tak perlu kak Arya melakukan apapun untkku Bu, menjadi istrinya saja aku sudah sangat bahagia sekali, tidak ada yang perlu aku harapkan "
Ibunya mengelus rambut Alena
"Kau anak yang sangat baik, ibu yakin kedua orang tua mu sangat lah baik sama seperti mu "
...
Sementara itu Rima menyusun rencana untuk membalas Dimas , besok adalah tepat hari wisuda nya ,dan setelah itu acara pernikahan nya semakin dekat
Mamanya terus mendoktrin isi otaknya untuk
membalas Dimas dan ibunya
"Keluarga mereka harus membayar kesakitan mu anakku, kau harus bisa membalasnya,jangan lemah "
Rima terdiam , penampilan nya sekarang sudah berubah . pakaian yang ia pakai sudah mulai terlihat berani dan sedikit terbuka, rambut nya pun di buat sedikit bergelombang ,hingga membuat ia terlihat lebih cantik dari sebelumnya
"Telepon mu berdering"
Rima berharap itu Dimas namun salah yang menelpon justru maminya Siska
"Angkat nak !"
Rima mengangguk
__ADS_1
"Iya Mi adaa apa?"
"Sayang kau dimana ,mami jemput ya ,kita menjenguk Siska sekarang, nanti Dimas akan menjemput mu,mami masih di salon dulu"