Antara Cinta Dan Takdir

Antara Cinta Dan Takdir
Mencintai Takdir


__ADS_3

Mendengar ucapan Ana ,Siska pun langsung buru-buru pergi "Baiklah Ana kalau begitu aku harus segera pulang kerumah Mami"


"Siska aku tau kau sangat kuat , jangan sampai membuatmu stress pikirkan bayi mu "


"Baiklah Ana "


"Biar sopir ku saja yang mengantarkan mu , kau tak perlu bersusah payah memesan taksi "


"Baiklah "


Siska pun langsung berpamitan untuk pulang


Di dalam mobil nya ia memaki kakaknya


"Kak Dimas kau selalu saja tak memiliki perasaan ,aku tau sejak awal kau memang tak menyukai Rima tapi aku pikir lambat laun kalian bisa saling menerima , rupanya kau masih saja sama sepertinya "


"Pak bisa cepat sedikit tidak "


menepuk pundak sopir yang membawa nya itu


"Baik Non Siska jangan khawatir sebentar lagi akan sampai "


Di sudut jalan rumahnya ia melihat maminya turun diantar pak Kumis . Siska tau maminya tak mau jika sampai Dimas tau


"Mami aku akan memperjuangkan cinta mami, kak Dimas tak jadi menikah maka tak ada yang bakal menemani mami di rumah itu , sedangkan aku punya suami yang juga harus aku urus, apa lagi mertua ku juga sakit-sakitan tak mungkin aku meninggalkannya sendirian"


Sesampainya di rumah ia langsung menuju ruangan yang menunjukkan rekaman CCTV di rumah nya


Rima mengecek kejadian beberapa hari yang lalu dan memperlihatkan malam-malam saat Rima datang dan Dimas terlihat mabuk ,lalu terlihat Rima melemparkan cincin dari jarinya


Siska langsung menutup mulutnya menahan tangis , melihat Rima yang pergi di tengah malam buta , berarti ia benar-benar merasakan sakit yang teramat dalam saat bertemu dengan Dimas malam itu


Pada saat bersamaan maminya masuk dan melihat juga rekaman tersebut


"Siska ada apa nak ?"


"Mami..."


memeluk maminya sambil menangis


"Rima akan segera menikah Mi ?"


Menenangkan Siska "Tentu saja sayang dia akan segera menikah , lalu apa masalahnya "


Siska berdiri lalu berteriak dengan menangis terisak-isak "Masalah nya dia akan menikah bukan dengan Kak Dimas mami "


Maminya langsung menutup mulutnya


"Kau sedang bercanda dengan mami ya Nak, maksudnya apa ?"


Siska langsung mengeluarkan kertas undangan dari dalam tasnya


"Ini mami lihat ini !"

__ADS_1


Siska menarik tangan maminya dan membuka surat undangan tersebut benar saja nama Rima tertulis namun bukan Dimas yang menjadi mempelai laki-laki nya tertera nama orang lain


maminya hampir saja terjatuh karena tak percaya dengan apa yang ada di tangan nya


Dimas masuk kedalam ruangan tersebut karena mendengar ribut-ribut


"Seperti suara Siska dan mami ,kenapa mereka ribut sekali "


ia mempercepat langkahnya karena baru pulang dari diaelar penjualan motor antik nya


"Mami ,Siska ada apa ?"


Siska langsung berkacak pinggang dan menunjuk wajah Dimas


"Ini semua karena ulahmu ,ambil ini "


Dimas membuka undangan tersebut yang tertera nama Rima dan laki-laki lain


"Oh ini ,ya itu tandanya kita tidak berjodoh, mau di apakanlah "


Siska menangis sejadi-jadinya ,lalu ia memberikan ultimatum pada Dimas


"Dengar baik-baik kak Dimas , tujuan kau menikah agar ada yang menemani Mami di rumah kan , lalu sekarang aku mau bertanya kapan kau akan menikah ?"


Dimas tersenyum "Aku ini manusia ,tak bisa memprediksikan kapan jodoh ku datang ya kan , mencari jodoh itu tak gampang "


"Baik ..jika begitu aku tak akan membiarkan mami sendirian di hari tuanya , aku ingin mami Segera menikah dengan pak kumis, bukankah tak ada alasan lagi kan ,mami harus menikah secepatnya dengan Pak kumis dalam Minggu ini titik "


"Siska tunggu dulu..."


Siska yang keluar dari dalam kamar tersebut langsung berlari keluar mencari taksi


"Siska ...?"


"Tak.ada penawaran lagi ,ini keputusan terbaik Mami berhak bahagia kita jangan egois , kau bilang sayang dengan mami , pikir baik-baik pakai otak mu itu kak ,pakai ... mami sudah cukup tersiksa dengan perceraian yang terjadi dalam hidupnya , biarkan mami bahagia bersama cinta sejatinya "


Siska langsung naik kedalam mobil


Berkali-kali ia menghapus air matanya yang terus tumpah, impian nya untuk menjadikan Rima sebagai kakak ipar musnah lah sudah


"Kau benar kita bukan Tuhan yang bisa menciptakan jodoh manusia , kau sangat benar kak , namun kau sudah bertindak melebihi Tuhan mengatur hidup ku "


Tangis Siska tak tertahankan lagi


Rupanya Arjuna menelpon nya via video


ia langsung cemas saat menemukan Siska yang sedang menangis "Sayang kau di mana kenapa kau menangis "


Siska mencoba menenangkan dirinya agar Arjuna tak cemas


"Aku di jalan mau pulang kerumah ,nanti saja aku akan menceritakan nya di rumah,jangan khawatirkan aku "


"Baiklah aku akan pulang sekarang "

__ADS_1


Arjuna langsung buru-buru pulang kerumah


Saat ia hendak keluar dari gedung tak sengaja ia berpapasan dengan Rima dan calon suami nya


"Bukankah itu Rima ? lalu ..."


Arjuna mencoba menerka-nerka namun ia beranggapan jika Siska menangis bada hubungannya dengan Rima dan juga lelaki tadi


Kurang lebih tiga puluh menit akhirnya mereka sampai bersamaan di rumah


Siska langsung keluar dari dalam mobil dan memeluk Arjuna


"Sayang kau kenapa ?, sudah jangan menangis lagi " Siska tak menyadari jika Arjuna telah memanggil nya dengan sebutan sayang


"Ayo kita masuk dulu dan tenangkan diri mu "


Arjuna mencoba menenangkan istrinya tersebut


"Tarik nafas dalam-dalam dan ayo mulai ceritakan"


"Kak Dimas ..."


Siska menceritakan semuanya , Arjuna langsung menarik nafas nya dalam-dalam


ia tak mengerti jalan pikiran Dimas , namun ia hanya bisa memberikan nasehat jika jodoh itu di tangan Tuhan bukan di tangan manusia


"Sehebat apapun manusia memisahkan jika takdir mereka berjodoh pasti akan bertemu juga , namun secinta apapun kita terhadap sang pemilik ruh tak akan bisa juga bersatu jika jasad tersebut bukan ditakdirkan untuk kita "


Arjuna memeluk Siska dengan erat


"Tapi aku selalu berdoa agar kau adalah jodohku yang pertama sampai akhir menutup mata "


mengecup Siska


"Aku akan berusaha untuk menemanimu sampai kau menutup mata "


"Kenapa tak mau berjanji ?"


Tatap Arjuna


"Aku tak berani mendahului kuasa Tuhan, sebagai manusia kita hanya bisa berharap bukan ,namun penentuan terakhir adalah takdir "


"Aku mau kau lah takdir ku ?"


"Kalau disuruh memilih kau memilih aku sebagai takdir mu atau sebagai cinta mu "


"Apakah harus memilih antara dua itu ?"


Siska mengangguk "Aku memilih takdir meski tak memiliki cintamu , karena aku mencintaimu sebagai takdir "


Siska memeluk Arjuna ,ia tau seberapa besar cinta Arjuna padanya , namun benar kata Arjuna ia memang hanya bisa memiliki takdir sebagai suami nya tidak dengan cintanya ,


tak ada yang salah kan soal cinta ,Karena perasaan itu murni adanya ,hanya saja waktu dan tempat nya kurang tepat

__ADS_1


__ADS_2