
Sementara itu Rima pulang kerumah dengan wajah yang sudah memerah , di rumahnya sudah banyak berdatangan para kolega yang membantu mamanya untuk mempersiapkan pesta pernikahannya ,dengan Pramudya Sucipto , lelaki bangsawan , ia juga tampan dan perhatian sekali pada Rima , sama halnya seperti Arjuna , sayangnya Rima sama sekali tak mencintainya, ibunda Pram adalah sahabat karib Mama Rima , dulu kedua orang tua mereka sempat berjanji untuk menjodohkan kedua anak mereka , namun saat itu Marisa lah yang akan di jodohkan oleh mamanya , namun takdir berkata lain Marisa pulang kehadirat Tuhan lebih dahulu ,dalam kegundahan hatinya ia setuju untuk menyetujui keinginan mamanya , meski ia sempat tak di anggap karena bentuk fisiknya yang tak secantik Marisa , namun satu hal yang harus di ketahui tak mudah bagi seorang ibu untuk melahirkan seorang anak kedunia ini
Ia langsung setuju dan memutuskan untuk meninggalkan Dimas yang sama sekali tak perduli dengan nya , Siska menjadi pecutan untuknya ,bahwa lambat laun perhatian suami pada kita akan membuat kita menjadi luluh juga
"Nak tunggu "Mamanya mengikuti nya dari belakang
Rima langsung masuk kedalam kamar , melihat putri nya menangis dan mengeluarkan air mata ia menjadi sangat iba ,mamanya memegang kedua tangan Rima ,dan bertanya kembali jika apa yang menjadi keputusannya hari ini adalah keinginan nya bukan paksaan dari nya
"Nak apa kau benar-benar sudah yakin dengan keputusan mu itu Nak ?"
Mata mamanya berkaca-kaca ,apa lagi saat ibu angkat yang membesarkanmya dari kecil tersebut juga ikut masuk kedalam kamar tersebut
Meski ia tak melahirkan Rima namun ia tau apa yang di rasakan Rima , berbeda dengan mamanya ,ibunya justru semakin menguatkannya
"Keputusan mu sudah benar Nak, ibu yakin kau akan bahagia dengan pilihan Mamamu "
Mata nya pun berkaca-kaca
Ada dua perempuan yang berperan penting dalam hidupnya ,Mama dan ibunya ,tangis Rima pun pecah sambil memeluk kedua orang perempuan yang sangat ia sayangi itu
Sedangkan di tempat lain ,Dimas langsung di marahi Maminya
"Kenapa bisa begini Dimas , Rima adalah perempuan yang sangat baik Nak , apa yang kau cari lagi dari sosok perempuan ia benar-benar wanita yang sangat sabar dan baik, Mami sudah jatuh cinta sejak awal bertemu dengan nya "
Dimas berdehem , "Mami jatuh cinta padanya kan ? tapi sayang sekali Dimas tak bisa jatuh cinta padanya Mi, ia memang baik untuk mami tapi Dimas yang akan menjalani bahtera rumah tangga ,bukan mami tak semudah itu Mi "
Maminya menangis ia membayangkan Dimas itu adalah dirinya beberapa puluh tahun silam , lengkap dengan segala keegoisan yang ia miliki saat itu ,namun posisi nya terbalik ia lebih memilih Daddy Dimas dan meninggalkan Wijaya yang jelas -jelas sangat mencintai nya
__ADS_1
"Nak kau tidak tau jika nanti Rima telah menikah dan menjadi milik orang lain ,mami yakin kau akan menyesal dan tak akan menemukan perempuan seperti dia lagi "
Maminya bergegas pergi menuju rumah Rima
sebelum pergi ia mengambil salah satu perhiasan milik nya yang bertahtakan berlian
"Baiklah "
Maminya yang terlanjur jatuh hati dengan Rima memutuskan pergi seorang diri tanpa Siska dan Dimas di samping nya
akhirnya perempuan yang sudah tak muda lagi itu pun sampai di salah satu rumah mewah yang berada di Kawasan perumahan elit tersebut
Tenda-tenda sudah berdiri nampak orang keluar masuk dari dalam rumah tersebut , Ia datang meminta Rima baik-baik saat itu dan saat ini ia pun hadir dengan maksud tujuan yang baik pula untuk mendoakan Rima yang tak bisa menjadi menantu nya itu
"Permisi apa Rima ada ?"
Ibu Rima yang duluan turun langsung melihat Mami Dimas di depan pintu dan ia berbohong pada mami Rima tersebut
berpura-pura tidak tau
"Aku ingin bertemu dengan Rima , apa dia ada diatas "
Ibunya mencoba berbohong pada Mami Dimas tersebut , maksudnya baik ,ia takut jika Rima melihat ibunya Dimas datang maka ia akan berubah pikiran untuk membatalkan pernikahan nya yang tinggal menghitung hari tersebut
"Lalu ia dimana ? aku ingin sekali menemuinya ,bisa tidak tolonglah beri aku waktu sebentar saja untuk menemuinya , Sebelum ia menjadi istri orang lain "
Melipat kedua tangannya , matanya berkaca-kaca , terlihat sebesar apa rasa sayang nya pada Rima
__ADS_1
Mami Siska mencoba menerobos masuk kedalam rumah tersebut karena ia yakin Rima di dalam ,apa lagi Rima masih keturunan Jawa yang masih menggenggam erat tradisi leluhur jika hendak menikah maka harus di pingit lebih dahulu, bukan apa-apa ,tapi sebenarnya tujuan nya baik maksudnya orang yang akan menikah itu banyak sekali ujiannya , apa lagi setan sangat tidak suka dengan manusia yang akan menikah karena ibadah menikah itu adalah ibadah paling lama dan sangat banyak Sekali pahalanya , tentu saja setan akan berupaya melakukan berbagai cara untuk membatalkan ibadah paling lama tersebut
"Siska ..Siska .."
Siska yang mendengar suara Mami Dimas tersebut pun langsung keluar dari dalam kamar nya
"Mami!..."
Dengan cepat mami nya memeluk nya ,
"Nak maafkan Dimas ,mami minta maaf karena ia sudah melukai perasaan mu Nak "
"Mami tak perlu minta maaf ,tak ada yang perlu di salahkan ini keputusan Rima Mi .."
Rima sangatlah bijak ia sama sekali tak pernah bisa berbicara kasar , apa lagi ia anak yang lemah lembut ,tutur katanya pun sangat halus sekali
"Baiklah mami tak bisa memberikanmu apa-apa nak ,hanya ini saja , mami ingin kau memakai nya nanti , jangan kau buang ya...ini adalah kalung berlian kesayangan Mami , rencananya ini memang akan Mami berikan padamu saat pernikahan kau dan Dimas , tapi kalian tak berjodoh ,mami mohon terimalah nak ,mami berdoa agar kau selalu bahagia Nak, jangan lupakan mami meski mami tidak ditakdirkan menjadi mertua mu "
Siska menahan dirinya untuk tidak memeluk ibu Dimas tersebut, ia berusaha sekuat tenaga karena ia takut sekali menjadi luluh karena sikap perempuan tersebut
Mamanya mengenggam tangannya untuk memberikan kekuatan , sedangkan ibunya memegang tangan kanannya , mereka seperti nya sungguh sangat paham apa yang di rasakan oleh Rima
Dengan menghapus air matanya ,mami Dimas langsung pamit untuk pulang
"Terimakasih Mi, Rima setelah ini akan berangkat ke Prancis ikut suami di sana ,jika ada waktu pasti Rima akan singgah di rumah Mami , mami tetap lah mami Rima juga "
Air mata nya sekuat tenaga ia tahan agar tak tumpah
__ADS_1
"Baiklah Nak , mami pamit pulang dulu , Ibu nya Rima dan Jeng Syanaz saya permisi dulu , jangan khawatir saya kesini tidak ada maksud buruk "
Langkah kaki nampak gontai ,tak bisa di pungkiri Ia sungguh berharap Rima yang akan menemani ia di hari tua nya