Antara Cinta Dan Takdir

Antara Cinta Dan Takdir
Putri ibu


__ADS_3

Tak fokus terhadap Rima ,Dimas malah naik keatas panggung untuk mengajak Arya dan Alena untuk bernyanyi


"Rima ...aduh kenapa ia tak kemari "


Rima tak menyadari perubahan sikap yang di terjadi pada sahabat nya itu


Arya langsung menunjukkan wajah tak senang nya


"Kau saja lah "


Saat melihat Arya dan Alena bernyanyi


Siska langsung menarik tangan Arjuna


"Ayo kita berdansa "


Arjuna langsung tersenyum dan menyambut tangan Siska


"Tentu saja "


Melihat Siska yang mengajak Arjuna ,tentu saja membuat Aditya menjadi panas ia langsung mengajak Ana untuk ikut berdansa , sedangkan Dimas hanya tertawa saja


"Nak giliran mu ,sekarang ayo kau ajak Dimas untuk berdansa , tunjukkan pada mama jika kau pantas menjadi putri mama"


Rima yang lugu pun langsung mengangguk setuju


Dengan berjalan bak model ia menarik lengan Dimas


"Kak Dimas ayo kita bergabung dengan mereka "


"Rima apa kau yakin kau bisa ?"


Dimas meragukan kemampuan Rima


"Bagaimana kau tau aku bisa jika kau tak mencoba nya"


Dan sekarang di depan tamu undangan ada empat pasangan yang sedang berada di depan


Alene mencoba menggandeng tangan Arya


namun lantunan suara nyanyian hati Arya mewakili segalanya


Lirik lagu yang di nyanyikan oleh Arya


"Cinta dalam hati by Ungu "


Mungkin ini memang jalan takdirku


Mengagumi tanpa di cintai


Tak mengapa bagiku asal kau pun bahagia


Dalam hidupmu, dalam hidupmu


telah lama kupendam perasaan itu


Menunggu hatimu menyambut diriku


Tak mengapa bagiku cintaimu pun adalah


Bahagia untukku, bahagia untukku


reff:


Ku ingin kau tahu diriku di sini menanti dirimu


Meski ku tunggu hingga ujung waktuku


Dan berharap rasa ini

__ADS_1


Lirik lagu yang amat sangat dalam di rasakan , Siska mencoba tertawa namun Ana dan Aditya langsung tak bersemangat berdansa ,


Mereka berdua paham jika ada kisah yang belum tuntas , tapi Dimas sama sekali tak perduli dengan keadaan itu yang terpenting baginya semua nya saat ini sedang aman terkendali ia tak tau jika Rima yang akan menghancurkan segala nya


"Lagu yang di nyanyikan kak Arya sedih sekali ya kak , padahal ini adalah perayaan pesta pernikahan mereka ,tapi kelihatannya kak Arya sangat sedih sekali "


"Itu hal yang biasa,nanti juga setelah menjalani pernikahan mereka akan bahagia ,dan akan semakin saling mencintai "


Rima mendekatkan wajahnya kearah Dimas ia bertindak sedikit berani dari biasanya


Dimas merasa cemas karena Rima menaruh bibirnya sangat dekat seperti ia ingin menyentuh bibir Dimas


"Semudah itukah mencintai seseorang setelah menikah menurut mu ? sedangkan kita tak tau apa yang ada di hati manusia sebenarnya , didalam jiwa nya "


menunjuk dada Dimas


Ia sedang menyindir Dimas atas semua yang ia lakukan


Ibu Rima nampak tersenyum sinis melihat putrinya yang bersikap seperti yang ia inginkan


Kuda besi memang terlihat gagah dan berani


tapi ia lupa jika cahaya mentari yang tinggi di siang hari mampu meleleh kan besi


Begitu juga hati sekeras apapun jika sering di tetesi dengan ketulusan hati


maka akan meleleh hingga kedalaman relung sanubari


tapi sayang Rima sudah capek hati pengorbanan nya seakan tak berarti Dimas sama sekali tak memberikannya hati


Selesai Arya bernyanyi Arjuna langsung mengajak Siska untuk pulang lebih awal


"Kita pulang ,aku rasa ini sudah terlalu lama"


Awal nya Siska menolak namun apa yang di katakan Arjuna itu memang benar untuk apa terlalu lama tenggelam dalam perasaan yang sudah tamat .


Siska pun sangat yakin pastinya nanti Alena akan merasakan hal yang sama selayaknya pasangan suami istri pada umumnya ia berpamitan dengan Ana dan Aditya


"Selamat ya "


Siska mencoba tegar sekali


Saat hendak melangkah pergi . Alena menarik tangan Siska


"Nanti dulu kita lupa berpoto ayo "


Siska awalnya menolak , namun Arjuna bersikap dengan bijak


ia menyetujui nya


Arjuna langsung berdiri di samping Arya dan Siska di samping Alena


namun urusan bagaimana perasaan mereka saat ini hanya tuhan lah yang tau bagaimana kedalaman hati masing-masing orang tersebut


"Oke baiklah ,Alena "


Tapi Alena kembali menahan mereka "Satu kali lagi "


Kali ini Alena menarik tangan Siska dan mengajaknya berpose di tengah mereka


Arjuna, Arya ,Siska dan Alena


Siska awal nya tak mau namun Alena langsung menyuruh kameramen untuk memotret mereka


dalam keadaan belum siap Arya dan Siska saling berpandangan dan ... jepret...


terjadi lah poto dadakan tersebut


lalu Siska buru-buru turun ,dengan cepat Arjuna langsung menggenggam tangan nya

__ADS_1


"Ayo sayang "


Saat hendak pulang Siska menahan pandangan nya untuk melirik kearah Arya


begitu juga Arya ia berusaha menahan nya namun ia kembali bertindak iseng


"Jika masih melihat kearah ku ,maka cinta nya masih sangat besar padaku ,dalam hitungan ketiga ,satu,dua tiga...."


Siska langsung menoleh ,Arya pun tersenyum


"Tak apa kau tak kumiliki tapi cukup hati kita yang paham jika cinta Memang tak harus memiliki , semoga bahagia separuh jiwaku "


Ternyata dari tadi semua gerak-gerik Arya di perhatikan ibunya termasuk menantunya Alena ,


Alena tau jika ia berada di posisi tak di anggap sama sekali oleh Arya , pernikahan ini bisa kapan saja berakhir


Namun setelah kepergian Siska dan Arjuna ,Arya langsung menunjukkan reaksi tak terduga ia menggenggam tangan Alena


"Kau sekarang milikku ya "


Menatap sinis kearah Alena


Jantung alena berdetak begitu kencang sekali


Dag Dig Dug


"Kau tau bukan apa tugas istri "


Kebrengsekan Arya terlihat ia seolah ingin melampiaskan amarahnya kepada dunia


Ibu Arya langsung mendekati mereka berdua dan duduk di tengah mereka


"Ibu ingin duduk di sini "


Ia tau jika Alena sedang tak baik-baik saja


Mengenggam tangan Alena


"Ibu apa yang ibu lakukan "


Ucap Arya keheranan


"Tidak ibu hanya ingin merasakan duduk menjadi pengantin seperti dulu "


"Oh jadi ibu ingin menikah lagi , tak apa Arya akan bahagia jika ibu bahagia "


Plok..


Satu tamparan keras mendarat di wajahnya


"Ibu "


Arya memegang wajah nya


"Anak kurang ajar sembarangan saja ucapan mu , ibu sama sekali tak ada pikiran untuk menikah lagi apa ibu sudah gila "


Arya langsung tertawa geli melihat tingkah ibunya


Tapi tidak bagi Alena ia nampak ketakutan dengan apa yang akan di lakukan Arya padanya


ia memang mencintai Arya tapi ia belum siap untuk melakukan hal yang harus terjadi padanya ,


Tangan ibu mertua nya mengenggam erat tangan nya ,seperti sedang memberikan kekuatan


jika ia akan selalu ada saat Alena membutuhkan nya


"Ibu..."


Menaruh kepalanya di bahu perempuan paruh baya itu

__ADS_1


"Bersandar lah nak..ibu akan memberikan bahu ini untuk mu ,sampai kapanpun ,kau putri ibu ".


__ADS_2