
Apa dia terlalu merendah ya sampai mengatakan mamanya cerewet ,padahal aku sama sekali tak menemukan sedikit pun celah untuk mengatakan mama itu cerewet
perempuan sebaik Mamanya tak ada tanda-tanda ia seorang perempuan yang cerewet
"Sembarangan bagiku ibu mu sama saja dengan mami ku "
Siska tersenyum manis dengan sangat ramah sekali
"Syukurlah kalau begitu ,aku sangat bersyukur karena hanya mbak Siska saja satu - satunya manusia yang menyukai nya ,dan satu-satunya manusia di muka bumi ini yang mengatakan mama tidak cerewet ya baru mbak Siska ini "
Sambil tertawa geli
Tak lama seorang perempuan yang sangat tidak di sukai oleh Siska muncul , ya ia adalah bibi Arjuna perempuan yang sejak awal Siska menginjakkan kaki di rumah itu sudah menatap nya dengan pandangan tidak suka ,ia ternyata yang merupakan ibu kandung dari Silvi itu pun langsung mendekat dan memeluk perempuan yang sedang berbicara dengan Siska
"Ya ampun putriku, kau sudah pulang rupanya "
ia nampak begitu ramah sekali dengan sikap nya yang benar-benar sangat akrab sekali
Silvi langsung memeluk ibunya "Iya Ma "
"Mama sungguh merindukanmu sayang "
mengelus kepala anak nya
"Tapi aku tidak "
Ucap Silvi sambil tertawa tapi serius
"Dasar anak kurang ajar tidak pernah berubah "
Puk...
memukul lengan anaknya
Lalu ibunya Silvi melihat kearah Siska
"Kalian..."
Seperti tidak senang sekali
Siska masih berpikir positif maklum lah namanya juga saudara jadi panggilan mama kepada bibi itu adalah hal yang biasa saja ,bahkan lumrah di zaman sekarang
Silvi langsung memuji Siska
"Ma , ya ini kan Mbak Siska istri mas Arjuna , ia baru saja bercerita pada ku , tentang mama "
Silvi kaget dengan apa yang ia dengar maksudnya apa
"Tunggu dulu maksudnya ?"
Siska langsung memotong pembicaraan Silvi
"Iya Ma, mbak Siska memuji mama dan juga ia sungguh menganggap mama itu seperti ibu kandung nya sendiri ,Aku rasa Mbak Siska perlu obat penenang Ma"
Siska kembali Syok ,dan sekarang ia mulai merasakan ada yang tidak beres
"maksudnya dia ini ibumu "
__ADS_1
Bibi Arjuna langsung menaikkan dagunya
"Ya dia adalah anakku semata wayang dan aku adalah ibunya, dia merupakan lulusan dokter muda terbaik di kota ini ,cerdas dan juga sangat cantik , bagaimana menurut mu ?"
"Bukan kah ia adalah Kirana ?"
Kirana langsung hendak berlari "Mas sepertinya aku harus segera pergi , ini sedang tidak baik-baik saja !"
Belum sempat mereka pergi ,Silvi memanggil Arjuna dan juga Kirana
"Nah itu Kirana dan mas Arjuna ,ayo kemarilah"
Arjuna dan Kirana langsung tersenyum tidak enak di hadapan Siska
"Hai "
"Jadi mereka adalah saudara ?"
"Ya iyalah Mbak ,mbak nggak lihat itu mata mereka sama "
Silvi tertawa cekikikan , sepertinya ia mengetahui sesuatu
Siska langsung berlari meninggalkan mereka semua "Permisi !"
Melihat Siska langsung masuk kedalam kamar
Arjuna pun berlari untuk menyusul nya
"Siska ..Siska... tolong dengar kan aku dulu "
Siska langsung mengambil ponselnya
"Please dengarkan aku dulu, aku tak bermaksud membohongi mu "
Memegang tangan Siska
"Lalu apa ?! jika tak berbohong lalu kau sedang apa? sedang bercanda kah ! ini tidak lucu sama sekali "
Air mata Siska berlinang membasahi pipinya
"Aku akan pulang saja , untuk apa aku berlama-lama di sini ,lagian tidak ada yang bisa aku percaya, aku yakin semua yang kau lakukan untuk ku sama sekali tidak benar "
"Tapi aku benar-benar mencintaimu ,aku sungguh ..."
"Omong kosong , kau pikir aku ini bodoh "
Siska terdiam
"Memang benar aku ini hanya orang bodoh,kuliah saja aku tidak selesai "
Siska langsung berdiri dan membuka pintu kamarnya .namun dari luar Terdengar Kirana memanggil nya
"Mas mama memanggil mas sekarang keadaan mama sedang menurun "
Arjuna yang tadi nya berdiri langsung berlari menghampiri ibunya , spontan Siska semakin kesal ,tapi siapa saja di posisi Arjuna pasti akan mementingkan ibu nya meski ia bukanlah wanita yang melahirkan nya
Siska langsung saja menerobos keluar rumah , dengan bermodalkan ponselnya ia menelpon Ana untuk meminjam uang , setelah itu ia mampir ke ATM dan menarik uang tunai tanpa ATM
__ADS_1
Sepanjang perjalanan ia terus-menerus menangis
"Bisa -bjsanya ia dan Silvi palsu itu membohongi ku , ternyata mereka berdua adalah kakak adik lalu selama ini mereka bersandiwara di hadapan ku ,untuk apa ha ? oh aku tau pasti ini siasat mereka agar aku tak tau siapa Kirana yang asli jadi Arjuna bisa dengan bebas berduaan dengan nya , Benar-benar tidak lucu sama sekali "
Sopir taksi merasa iba melihat Siska
ia takut jika Siska pingsan di taksi milik nya
karena Siska seperti nya benar-benar tertekan sekali
"Neng ini tissue nya "
"Makasih Pak "
mengelap kedua matanya
,Ia pun mencoba bertanya pada Siska ,konon katanya secara psikologis membagikan cerita pada orang lain adalah solusi untuk meringankan beban masalah yang ada
"Maag Neng , apa bapak bisa membantu Neng untuk bercerita "
Siska yang mendapatkan respon dari sopir taksi tersebut langsung menangis histeri
"Huhuhu asal bapak tau saja ,saya ini korban pak...korban "
menepuk dadanya
Sopir taksi tampak ketakutan ia sampai cemas sendiri melihat Siska
"Apa dia korban penculikan ? atau kekerasan ?
tapi tidak mungkin bentuk nya saja galak begitu , siapa yang aku menculik dan menyiksanya , atau dia ini perempuan gila ?"
"Bapak tau saya menikah di jebak,dan sekarang suami saya itu membohongi saya terus -menerus apa ini menurut bapak baik, apa bapak melihat saya ini seperti orang yang tak berguna, boneka saja masih ada harga nya sedangkan saya sama sekali tidak berharga "
"Iya Neng Sabar neng..sabar..., neng minum dulu ya "
Bapak sopir taksi tersebut menyodorkan sebotol air mineral ,tapi karena Siska terlanjur emosi ia malah membentak balik sopir taksi tersebut
"Apa ini pak ? apa ini ha ! bapak mencoba memberikan obat pada minuman saya ya, lalu setelah itu bapak bebas mengambil barang berharga dari saya ,iya pak !"
Membentak sopir taksi tersebut
Spontan sopir taksi itu semakin ketakutan ia bahkan sampai pipis di celana Karena ketakutan ,"pantas saja ia di bohongi suaminya , perempuan kok kelakuan nya kasar sekali, apa dia ini sakit jiwa "
"Bapak jangan macam-macam sama saya, bapak tau saya biasa mematahkan kaki dan tangan orang ,kalau bapak macam-macam saya juga akan mematahkan leher bapak !"
"Ampun neng ,ampun ,saya nggak bermaksud begitu saya ini cuma supir taksi ,mau cari makan untuk anak isteri nggak bermaksud apa-apa"
Supir taksi itu sampai menangis tersedu-sedu sepanjang perjalanan , Siska sensitif sekali di tambah lagi memang ia orang nya tidak suka di senggol ,satu titik saja bisa menjadi lubang besar jika ia tidak suka
"Sudahlah pak , sekarang cepat antarkan saya ke bandara ,masih jauh tidak !
"Ma..masihh Neng ..."
"Ya sudah cepat , kalau bapak lama biar saya saja yang bawa mobilnya "
"Ampun neng,ampun ,anak saya tiga masih kecil-kecil semua jangan begal saya ,ini mobil milik bos saya , kalau neng ambil saya mau ganti pakai apa "
__ADS_1
Sialan sopir taksi ini apa aku ini punya tampang Seperti begal , seenak nya saja berbicara ,ingin sekali aku meremas wajahnya
percuma saja di tangannya banyak tato huh..Cemen sekali..