Antara Cinta Dan Takdir

Antara Cinta Dan Takdir
Part 131


__ADS_3

Arya menatap Dimas yang pergi menjauh darinya ,lalu ia kembali berjalan sembari menggerakkan tangan dan kakinya


"Benar ternyata aku sudah kembali normal , Memang benar hidup ini tak butuh uang tapi segalanya butuh uang "


Arya memamerkan otot-ototnya didepan kaca


"Calon ayah muda "


ia tampak begitu bahagia sekali karena akan menjadi seorang ayah


Menatap jam dinding "Kemana lagi ibu dan Alena pergi , bisa-bisanya mereka pergi berdua tanpa menunggu aku membaik "


Arya merebahkan tubuhnya di kursi dan kembali tertidur mungkin efek obat biusnya masih ada tertinggal ditubuhnya


Rupanya diam-diam Ibu Arya sengaja meminta Alena untuk menemaninya kerumah sakit


tujuannya hanya satu yaitu agar Alena mau memeriksakan kandungannya pada Dokter , soalnya Alena tidak mau diajak kedokter


"Ibu kenapa kita kerumah sakit?"


Sambil memegang tangan ibu mertuanya yang sangat bersemangat itu


"Jangan banyak tanya dulu Nak, kau harus menemani ibu dulu , setelah itu kau akan tau kita akan kemana "


Diam-diam ibunya sudah menelpon dokter kandungan ia sama seperti Arya sangat mengharapkan kehadiran seorang cucu


"Nah itu dia "


Alena kaget saat mereka sudah berdiri didepan ruangan dokter kandungan


"Ibu ?"


Alena sekarang paham mengapa ibunya mengajak kerumah sakit dan berbohong padanya ,


"Maafkan ibu ya Nak , ibu sengaja berbohong padamu bukan apa-apa ,ibu tau kau tak akan mungkin membiarkan ibu pergi sendirian , makanya ibu sengaja mengajakmu kemari ibu cemas bagaimana kandunganmu ,kau terlihat begitu sibuk sekali mengurus Arya tanpa memperdulikan bagaimana keadaan bayi dikandunganmu Nak"


Alena langsung memeluk ibu mertuanya itu


"Ibu kau terlalu baik ,tak perlu repot-repot melakukan hal ini pada Alena Bu , ibu tenang saja cucu ibu ini baik-baik saja ia sama seperti ibunya sangat tangguh dan kuat ,jangan khawatir Bu"


"Baiklah ayo masuk ibu sudah janjian sama dokternya , Ayo nak"


Ibunya membukakan pintu untuk Alena


"Selamat siang Ibu "


Ia sudah menunggu dari tadi , namun rupanya ibu Arya mengalami sakit perut hingga ia permisi untuk ketoilet


"Aduh Sepertinya perut ibu sakit , ibu permisi sebentar ya untuk ketoilet , ini akibat kebanyakan makan cabai tadi, permisi Dokter"


Ibunya pun langsung bergegas keluar untuk ketoilet , Dokter pun langsung menyapa Alena dengan sangat ramah sekali

__ADS_1


"Selamat pagi Nyonya Alena , bagaimana keadaan anda hari ini ?"


Sapa Dokter dengan sangat ramah sekali padanya


"Baik -baik saja Dokter , hanya saja rambut saya kemarin rontok dan juga sempat mengeluarkan darah pada saat batuk"


Wajah Dokter kandungan itu langsung berubah


ia terkejut namun tak mungkin ia tunjukkan didepan pasiennya


"Baiklah ayo kita periksa dulu mungkin saja itu hanya pengaruh hormon ,Mari Suster cepat bantu saya "


Alena berdiri mengikuti Dokter tersebut


"Baik Nyonya Alena berbaringlah dulu "


Alena langsung berbaring


"Maaf ya buka dulu bajunya sedikit dulu "


Dengan sangat hati-hati Dokter pun membuka pakaiannya ,


Dokter pun mulai mengoleskan gel diperut Clara ,dan ia memperlihatkan layar monitor didepan Alena


"Itu lihatlah disana "


Dokter memeriksa Alena ,dan wajahnya nampak tegang


Namun saya melihat ada banyak cairan di paru-paru Anda Nyonya Alena , apa tak sebaiknya saya memanggil Dokter penyakit dalam kemari ?"


Alena langsung berdiri dan ia keluar ruangan


"Baiklah tapi tunggu sebentar saya akan ketoilet dulu "


Alena sepertinya memiliki firasat jika ia sedang tak baik-baik saja .


dengan cepat ia melangkahkan kakinya ketoilet dan mencari di toilet manakah ibu mertuanya berada


Untungnya toilet tersebut tidak tertutup sampai bawah apa lagi kebiasaan ibu mertuanya saat masuk toilet adalah melepaskan sendalnya didepan pintu


"Nah ini dia ibu Sepertinya masih berada didalam "


Dengan cepat Alena mengunci ibunya dari luar dan buru-buru keluar


maafkan aku ibu ,aku terpaksa melakukan ini pada ibu , aku takut jika penyakit didalam tubuhku berbahaya ,ibu malah akan sedih


aku tak mau ini malah membuat ibu sediih


Alena menarik nafasnya dalam-dalam dan kembali kedalam ruangan dokter tersebut , Dokter tersebut sengaja di pesan ibunya melalui Aditya tentu saja fasilitas yang diberikan sesuai Aditya


"Maaf Dokter saya terlambat "

__ADS_1


"Tidak apa-apa Nyonya ,ini dokter penyakit dalamnya sudah datang , sebaiknya anda di ronsen saja dulu disebelah"


Didalam ruangan tersebut sangatlah lengkap satu ruangan satu ruang Ronsen ternyata ,


Alena tak perlu jauh-jauh berjalan karena ruangannya berada disebelah


"Baik Nyonya , silahkan "


Dalam beberapa menit Dokter pun langsung keluar bersama Alena , lengkap dengan hasil ronsen ditangannya


Dokter kandungan tersebut pun langsung duduk berdua dengan Dokter penyakit dalam tersebut, wajah mereka nampak tegang


kedua dokter perempuan tersebut nampak iba memandang Alena


sambil memegang tangan Alena ia mengatakan


"Maafkan kami Nyonya tapi anda terkena kanker paru-paru stadium tiga , jika anda mempertahankan kehamilan anda maka kita tidak akan mungkin melakukan kemoterapi "


Alena langsung meneteskan air mata ,namun ia kembali menghapusnya


"Jika saya tidak mempertahankan kandungan saya lalu berapa persen tongkat keselamatan saya ?"


Kedua Dokter tersebut saling berpandangan


"65 persen 35 persen Nyonya?"


"Mana yang lebih besar ?"


"Tingkat hidup anda "


Alena langsung memejamkan matanya


"Dokter bisakah saya meminta satu hal pada kalian "


"Apa itu Nyonya "


"Jika saya mempertahankan kehamilan saya maka apakah anak saya ini bisa lahir secara normal kedunia?"


"Kami tidak dapat memastikannya Nyonya , karena kami bukan Tuhan tapi tergantung seberapa kuat fisik anda melawan penyakit ini "


"Baiklah kalau begitu saya mohon anda untuk merahasiakan penyakit saya ini dari siapapun juga sampai saya berhasil melahirkan anak saya , saya tidak akan mengambil resiko untuk menggugurkannya , tapi saya akan tetap mempertahankannya "


"Nyonya sebagai seorang Dokter dan juga seorang perempuan yang tau agama , bukankah didalam Agama kita dianjurkan untuk menyelamatkan ibunya ,karena jika ibunya selamat maka kemungkinan untuk bereproduksi kembali sangatlah besar"


Alena tersenyum


"Maafkan saya Dokter , hidup saya terlalu sulit untuk dimengerti , kehamilan ini adalah anugerah yang dititipkan Tuhan pada saya, jika saya menggugurkannya ada dua kemungkinan yang akan saya dapatkan , saya tidak akan mungkin bisa hamil.lagi ,yang kedua jika saya tetap tak bisa bertahan hidup maka saya akan kehilangan hidup saya juga , jadi saya memutuskan untuk mempertahankan anak ini Dokter "


Alena menahan kesedihannya di hati


karena anak itu hadir melalui proses yang membuat hatinya terluka, jika anak itu tak ada dirahimnya maka tak akan . mungkin ia bisa mendapatkan perhatian dari Arya, setidaknya di sisa umurnya ia bisa mendapatkan perhatian yang tulus dari laki-laki yang bergelar suaminya itu

__ADS_1


Dokter saling berpandangan "Baiklah jika itu yang anda inginkan Nyonya kami tak bisa menahan keinginan anda "


__ADS_2