Antara Cinta Dan Takdir

Antara Cinta Dan Takdir
Part 319


__ADS_3

Siska sengaja memarahi Arya, karena dia berpikir ini adalah momen yang pas untuknya menasehati suaminya tersebut, meskipun sebenarnya dia juga tidak tega membuat Arya termenung.


"Bagaimana sekarang, apa masih mau egois juga memikirkan segalanya?, jangan egois, anak-anak itu hanyalah titipan dari Tuhan, jika memang sudah waktunya ya kita harus ikhlas melepaskannya"


Arya hanya terlihat pasrah dengan keadaan saat Siska terus menerus membuat nya terdiam


"Baiklah, terserah kau saja aku tak mungkin bertengkar dengan wanita" ucap Arya pelan


Siska yang masih mencoba untuk membuka pikiran Arya, malah membuat ibunya tertawa, karena anak laki-lakinya tersebut terlihat tak bisa berkutik dihadapan perempuan yang dia cintai


"Sekarang katakan padaku, apa yang seharusnya aku lakukan?"


"Seharusnya seorang ayah berbuat bagaimana untuk anaknya, apakah batas kasih sayang hanya dalam bentuk tidak memperbolehkan dalam segala hal, kasih sayang yang sebenarnya adalah dengan tidak memaksakan kehendak kita sendiri, seharusnya kita memang harus merelakan sesuatu hal yang kita tahu bukan milik kita, bahkan raga kita ini suatu saat akan kembali pada pemilik nya"


walaupun begitu, Siska tak tahu bagaimana egoisnya Arya tentang masa depan anaknya tersebut


saat mereka sedang berdebat terdengar suara mobil berhenti di depan


"Sepertinya ada yang datang" ucap Arya, dia sengaja ingin mengehentikan ocehan Siska yang sudah membuat kepalanya kembali menjadi pusing

__ADS_1


"Sudah, biar aku saja yang melihatnya, lebih baik kak Arya duduk saja dulu dengan manis, karena itu akan lebih baik, dari pada terus marah-marah seperti ini"


Siska langsung keluar dan dia sangat kaget saat melihat Raja dan kakaknya Dimas datang, terlebih saat melihat Raja yang berpenampilan yang sangat rapi dan aneh


"Aduh, kenapa jadi menegangkan seperti ini, jangan-jangan"


Siska tau sepertinya apa yang akan dilakukan oleh Raja


"Selamat sore Mama Siska"Raja langsung mencium tangannya,tapi sambutan tangan Raja kali ini benar-benar sangat berbeda, sepertinya Siska yakin jika ada momen yang ingin dibicarakan oleh mereka semua


"Katakan padaku apa yang kalian akan lakukan?" bisik Siska pada Dimas dan Rima


Dimas nampak sangat cemas, tapi tidak dengan Rima, dia yang terlihat begitu tegar dengan apa yang akan terjadi


"Kalian serius?"


saat mereka sedang berbicara di luar, ternyata Raja sudah masuk kedalam untuk menemui Arya


"Mana Raja?" tanya Dimas panik

__ADS_1


mereka saling berpandangan satu sama lainnya


"Astaga, dia sudah masuk!" mereka langsung buru-buru masuk kedalam, dan benar saja ternyata Raja sudah duduk dihadapan Arya


"Ya Tuhan, aku sebaiknya pulang saja, aku tak tega melihat apa yang akan terjadi nanti"


Dimas menutup wajahnya


"Kak Dimas, kau jangan kemana-mana, kita pergi bersama, dan pulang juga harus bersama" bisik Rima


"Kau lihat tatapan wajah Arya, aku rasa aku sudah tahu apa yang akan di lakukannya,dan apa yang akan terjadi pada Raja"


Siska langsung menatapnya


"Kak Dimas, kau harus menemani Raja, jangan diam saja, setidaknya dia lebih baik darimu, berani untuk menemui Arya, kalau soal mental, dia sungguh-sungguh luar biasa"


"Aku rasa bukan soal mental atau tidak, tapi lebih baik aku berada di sini saja"


mata Rima dan Siska langsung melotot padanya

__ADS_1


__ADS_2