Antara Cinta Dan Takdir

Antara Cinta Dan Takdir
Part 137


__ADS_3

Ibu Arya yang baru saja keluar dari kamar mandi pun merasa sangat bahagia mendengar perhatian dari putranya itu


"Sudahlah Nak ikuti saja apa yang menjadi keinginan suamimu itu ,tak ada salahnya juga kan Nak, mengikuti keinginan suamimu jadi kau hanya fokus dengan kehamilanmu saja , mendapatkan ridho suami dan juga ridho Tuhan"


"Nah kau dengar kan apa yang dikatakan oleh ibu ?"


Alena mengangguk setuju


"Baiklah apapun yang diinginkan kak Arya aku pasti akan melakukannya "


"Heh yakin mau melakukan semuanya untukku "


menaikkan kedua alisnya


"Tentu saja aku sangat yakin sekali "


Alena menganggukkan kepalanya


"Ya sudahlah kalau begitu dorong gerobak sana cari uang"Canda Arya


Rupanya tanggapan Alena serius ia terdiam lalu keluar dari dalam rumah , sedangkan ibu mertuanya langsung masuk kedalam kamar untuk mengganti pakaiannya karena ia baru saja habis mandi ,rumah yang sederhana itu hanya memiliki satu kamar mandi saja yang berada diluar lengkap dengan tiga kamar tidur yang cukup besar sebenarnya hanya dua kamar tidur saja , karena yang satunya adalah gudang tapi ditangan Aditya gudang yang kotor itu berubah menjadi kamar yang rapi , cantik dan bersih kembali


Arya langsung membereskan semua pekerjaan dapur ia mencuci piring dan merapikan semua alat-alat tempur didapur sungguh tak disangka Arya bisa melakukan itu semua


Tapi ia tak menyadari jika Alena akan melakukan hal yang di luar akal sehat itu


"Beres "


Arya langsung mengganti pakaiannya karena jam sudah menunjukkan pukul tujuh pagi , namun mereka juga memperhatikan kemana Alena pergi , karena biasanya hal yang dilakukan Alena pagi-pagi adalah menyirami tanaman bunga yang berada diperkarangan rumahnya


Wangi parfum Arya sudah memenuhi seluruh ruangan rumah tersebut tentu saja wangi itu sangat lah harum sekali karena Arya memakai parfum asli bukan kW


"Bu Arya pergi dulu ya .."


"Iya Nak hati-hati dijalan "Sahut ibunya dari dalam kamar


Arya tak melihat keberadaan Alena "Kemana Alena apa dia sedang berada didalam kamar mandi "


Arya langsung masuk kedalam mobil ,namun pada saat ia hendak memundurkan mobilnya ia melihat ada gerobak sampah dibelakang mobilnya


"Sial siapa yang menaruh gerobak sampah dibelakang mobil ha ?"


Ia terus membunyikan klakson mobilnya tapi tak kunjung juga disingkirkan gerobak tersebut


"Apa yang mereka lakukan dengan gerobak itu ha ?!"


Arya merasa kesal sekali hingga ia turun dari mobil ,namun diluar dugaan ia melihat seseorang tengah mengambil sampah dari setiap rumah


"Alena ! apa yang sedang ia lakukan ha ,haduh ada-ada saja tingkahnya "


"Kak Arya lihatlah aku sedang mendorong gerobak Seperti permintaan mu kau lihat ini aku begitu hebat bukan "


Alena Tersenyum manis dengan wig panjang yang ia gunakan


"Astaga dia benar-benar melakukannya apa dia tidak bisa membedakan mana obrolan serius dan bercanda ya ,aduh Arya kau harus lebih menjaga ucapan mu , untung saja tadi aku tidak mengatakannya untuk terjun ke laut bisa -bisa karena tak ada laut ia malah terjun keempang , Untung saja dia sedang mengandung anakku ,jika tidak aku akan memasukkannya kedalam gerobak sampah itu lalu mendorongnya sampai ke pembuangan sampah terakhir "


Arya langsung menarik tangan Alena dan mendorong gerobak itu kepinggir


"Kak Arya lihatlah bagaimana menurutmu apa aku terlihat hebat sesuai keinginanmu ?"


Arya mengelus kepala Alena


"Aku tau kau bukanlah perempuan yang bodoh aku tau kau cerdas ,tapi kelakuan mu akhir-akhir ini sering membuat akal sehatmu tak berfungsi , aku mohon berhentilah melakukan hal-hal yang aneh ini bisa mencelakai tubuhmu kah lihatlah tanganmu bisa kotor , gerobak sampah ini banyak kumannya nanti kuman-kuman yang terdapat didalam gerobak sampah ini bisa masuk dan merayap kedalam kulitmu bisa kacau jika begitu kan kasihan anak kita "


Batin Alena langsung merasakan kebahagiaan ia melihat Arya yang berubah menjadi lembut sekali padanya , sampai ia tak bisa berkata-kata lagi


"Sekarang ayo kau masuk dan beristirahat lah aku mau kerjamu cuma satu yaitu makan tidur saja "


Menarik tangan Alena dan membawanya masuk kedalam


"Nah duduk disini ambil henpon dan pesan apa saja yang kau mau , apapun itu "


Mengeluarkan Atm didalam dompetnya

__ADS_1


"Ini ATM ku ambillah PINnya tanggal lahirku kau pasti tau tanggal lahir ku bukan ?"


Alena masih tak percaya dengan apa yang terjadi


"Aku akan berangkat kekantor dulu tak enak Dengan Aditya ia sudah terlalu baik pada keluarga kita ,aku harus berangkat kerja dulu "


Arya langsung pergi meninggalkan Alena


Ia memegang kartu ATM ditanganny


"Ya Tuhan andai saja merubah takdir semudah membalikkan telapak tangan aku pasti belum rela meninggalkan kak Arya didunia ini apa lagi sikapnya yang begitu baik sekali padaku aku sungguh tak mau diposisi ini ya Tuhan , aku pasti ingin sembuh dan dicintai seperti suami yang mencintai istrinya dengan tulus , tapi aku tau seorang laki-laki hatinya tak sama dengan perempuan , aku tau bagaimana rasanya kak Arya menikah bukan karena keinginannya dan manjalani Semuanya karena kesalahanku yang memaksanya"


Air matanya kembali menetes , melihat sikap manis Arya ia kembali bersemangat untuk hidup namun balik lagi jika bukan karena kehamilannya maka Arya tak akan menjadi bersikap manis padanya , bahkan sampai hari ini hanya satu kali saja ia menyentuh Alena


"Khayalanku terlalu tinggi berharap ia bisa mencintaiku secara tulus ,aku bukan Siska yang selalu ia sebutkan namanya didalam hati ,aku juga bukan Siska yang memiliki tempat khusus dihatinya aku hanya Alena seorang pengemis cinta yang berharap bisa mendapatkan perhatian walau sedikit saja"


Ia menghapus air matanya saat mendengar pintu kamar ibu mertuanya terbuka ,


"Alena kau dimana Nak ?"


"Iya Bu Alena disini , sedang duduk diluar melihat bunga-bunga yang bermekaran diluar ibu , ayolah kemari Bu dan lihat bagaimana cantiknya bunga -bunga yang tumbuh tunasnya Bu "


Perempuan tua itu pun keluar sambil tersenyum


"Ya ampun iya Nak , kau tau Alena ini adalah salah satu bunga yang paling mahal dan ibu tak menyangka ia bisa tumbuh berkembang seperti ini , ya Tuhan padahal ibu dari dulu sudah berkali-kali mencoba mengembangkan biakkannya namun tetap saja tak mau tumbuh "


Ia melirik kearah Alena


"Benarkah ibu ?"


Alena duduk dan memperhatikan bunga tersebut


Sambil tersenyum ia pun memegang tangan Alena


"Memang aura perempuan hamil ini sangat berbeda sekali Nak, tangan dingin mu inilah yang membuat ia tumbuh dan berkembang dengan sangat banyak sekali "


"Ah ibu bisa saja ini hanya kebetulan saja kok Bu , tangan dingin ibu lah yang sudah mendoakannya hingga membuatnya tumbuh berkembang , ibu tau kan kalau doa ibu bisa melanjutkan keinginan setiap anaknya "


Memeluk ibunya


Mereka pun mengobrol berdua namun Alena baru sadar jika ia akan berangkat kerumah sakit untuk mengetahui berapa lama lagi ia mampu bertahan hidup


Astaga sudah jam berapa ini aku lupa harus pergi kerumah sakit , asik mengobrol dengan ibu aku sampai melupakan hal penting ini


Alena langsung berdiri dan masuk kedalam rumah seperti biasa ia langsung memakai kerudung saat hendak pergi karena jika memakai wig saat pergi keluar nanti jika tertiup Angin maka wignya bisa lepas,apa lagi ia baru mengenakan wig itu hanya baru-baru ini saja ,tidak mungkin juga ia harus memakai wig masuk kedalam rumah sakit , pikiran Alena sudah kemana-mana


Bagaimana jika ada orang gila


atau anak kecil yang menangis lalu menabrak kepalanya dan wignya terlepas dan seorang yutubers tak sengaja merekam dirinya


agh...tidak... tidak aku tak mau mengambil resiko terlalu jauh jika sampai hal-hal yang tidak aku inginkan terjadi


Alena sudah sangat cantik dengan hijab berwarna merah hati itu


"Nak kau mau kemana cantik sekali "


"Alena ada urusan sebentar Bu "


"Urusan ? bagaimana kalau ibu ikut saja Nak "


Astaga alasan apa yang akan aku jawab ,aku tak terbiasa membohongi orang tua apa lagi ia adalah ibu mertuaku , semoga saja Tuhan memaafkan aku untuk kali ini saja , Bu maafkan Alena ,Alena terpaksa membohongi ibu tapi ini semua sengaja Alena lakukan hanya untuk kebaikan dan kebahagiaan ibu dan kak Arya saja


"Ibu Alena ada urusan penting dikampus ada beberapa transkrip nilai yang salah dan harus segera diperbaiki ,jika ibu ikut maka Alena tak menjamin jika ibu akan baik-baik saja di sana apa lagi asal ibu tau saja Dosen alena ini sungguh killer sekali Bu , ia seperti macan dan tak suka melihat ibu-ibu yang ada keriput di wajahnya "


Perempuan tua itu pun memegang wajahnya "Aduh serem juga Nak dosen kamu ibu bukan keriput lagi tapi semua kulit ibu sudah kendor sekali ,lihatlah ini lebih tepatnya Seperti pakaian yang belum disetrika ,kacau ini Alena "


Ide Alena berhasil untunglah ibu mertuanya itu mempercayai idenya jika tidak maka akan gagal lagi rencananya,soalnya obat pereda sakit itu sudah tidak terasa lagi mungkin karena dosisnya yang tidak terlalu tinggi


"Hmm syukurlah ide anehku ini berhasil mengelabui ibuku , maafkan aku Dosenku tersayang aku menjual nama kalian namun ini semua terpaksa aku lakukan , semoga Tuhan tau maksud hatiku aaamiinn


"Baiklah Nak ibu sebaiknya dirumah saja , Alena pergi sendiri saja tidak apa-apa kan Nak ?"


"Tentu saja tidak apa -apa Bu, lagipula Alena kan baik-baik saja ibu jangan khawatir Alena ini kuat seperti seekor singa "

__ADS_1


"Ya Nak ibu percaya tapi jangan lama-lama setelah urusanmu selesai segeralah kembali Nak ,ibu sangat khawatir sekali padamu karena kehamilan diusia muda itu sangatlah rawan Nak "


"Iya Bu tenang saja jangan khawatir Alena baik-baik saja kok , Alena pergi dulu ya Bu "


Mencium tangan ibu mertuanya itu


"Hati-hati dijalan anakku "


Melambaikan tangan pada Alena


"Bu Alena belum berangkat ini masih menunggu taksi "


"Astaga Nak ibu lupa hadeh..akhir -akhir ini ibu merasa sedang tidak baik-baik saja, sebaiknya ibu tidur saja dulu , beristirahat saja dirumah "


Alena langsung Tersenyum melihat kelakuan perempuan yang menjadi ibu mertuanya itu


"Ibu hanya butuh istirahat sebentar saja Bu jangan khawatir Bu itu hanya faktor usia jangan berpikiran yang aneh-aneh ibu ku sudah sehat "


Alena Tersenyum menyemangati ibu mertuanya ia tau apa yang ada dipikiran ibu mertuanya itu


"Astaga aku bahkan sama sekali tak tenang bagaimana mungkin aku bisa melakukan hal-hal tidak wajar apa aku butuh psikiater lagi untuk memeriksa jiwa ku , aku takut jika sampai terjadi lagi hal yang tak diinginkan padaku ,apa lagi aku sudah pernah menginap lama ditempat itu ,aku akan menjadi seorang nenek dan aku harus memastikan jika aku baik-baik saja ,baiklah aku akan menelpon Arya dulu agar ia bisa mengajakku untuk bertemu dengan psikiater "


Ibunya langsung memencet tombol nomor telpon milik Arya


Rupanya Arya sedang berada dikampus mereka untuk mengurusi beberapa file yang tertinggal disana


"Oke baiklah , sedikit lagi selesai "


Kring...kring...


ponsel nya berbunyi ia melihat panggilan masuk dari telpon rumahnya


"Telpon rumah apa ini Alena atau ibu ,mmmmm ... baiklah mungkin saja ada info yang penting" Arya langsung mengangkat telponnya


"Iya halo "


Terdengar suara menangis diujung telponnya


"Halo ..halo...ibu ada apa Bu ?"


Arya terdengar panik sekali mendengar tangisan ibunya


"Ibu cepat katakan ada apa ? mana Alena ?"


"Alena tidak ada dirumah ia lagi pergi kekampus karena ada urusan sebentar "


"Lalu ibu kenapa? Arya akan segera pulang ibu jangan khawatir "


Arya begitu takut jika sesuatu terjadi pada ibunya itu karena hanya ibunya lah satu-satu perempuan didunia ini yang ia punya setelah Alena dan juga calon anaknya


"Tak usah pulang Nak ibu baik-baik saja jangan khawatir "


"Bagaimana mungkin aku tidak khawatir buktinya ibu menangis ada apa Bu , cepatlah katakan ?"


Arya langsung terdiam sejenak ia sadar jika ia sudah membentak ibunya terlalu kasar tapi itu tak sengaja ia lakukan semata-mata ia melakukan itu karena sangat sayang pada ibunya


"Maafkan Arya Bu ,Arya tak bermaksud untuk membentak ibu ,ibu jangan marah ya "


"Iya Nak ibu tidak marah hanya saja ibu merasa sedang tidak baik-baik saja Nak ibu merasa jika ibu butuh psikiater lagi karena ibu takut kembali sakit "


"Psikiater ? maksudnya Bu ?"


"Iya ibu takut jika jiwa ibu terkena penyakit lagi nantinya ibu tak bisa melihat cucu ibu lahir kedunia ini Nak "


"Ya ampun ibu Arya pikir ada apa ,ya sudahlah nanti Arya akan mengirim hipnoterapi Bu untuk membantu menenangkan jiwa ibu , jangan khawatir "


"Kau ingin menghipnotis ibu Nak ? apa kau ingin ibu seperti mayat hidup yang melakukan segalanya hanya dengan satu perintah "


"Haduh..ibu bukan seperti itu hipnoterapi ini sangat tren sekarang dan dapat membantu masalah banyak orang Bu pasiennya juga banyak mulai dari kalangan artis pejabat dan orang-orang yang phobia juga ,ibu jangan khawatir percayakan Semua nya pada Arya "


"Baiklah Nak kalau begitu ibu akan menunggu dengan manis dirumah , ibu mau istirahat dulu "


"Baiklah Bu kalau begitu istirahatlah jangan banyak pikiran karena semuanya akan baik-baik saja , selamat siang ibu ku yang paling cantik dan sempurna Dimataku "

__ADS_1


"Hah..anak ini bisa saja..."


__ADS_2