Antara Cinta Dan Takdir

Antara Cinta Dan Takdir
Part 163


__ADS_3

"Adawwww ini sungguh sakit sekali ,ya Tuhan kenapa aku harus mendapatkan hal yang memalukan ini saat bertemu dengan Siska "


Memandang wajahnya di cermin


"Untuk saja aku masih sangat tampan sekali ,tapi aku penasaran apa yang menyebabkan ia berpisah dengan Arjuna , padahal setauku Arjuna sangat mencintainya "


Terdiam


"Tapi aku tak mungkin bertanya pada Siska atau Alea ,ah aku masih tak habis pikir , sudahlah Arya jangan pikirkan apapun dulu , aku tak bisa membayangkan jika aku terlalu berharap dan aku kembali tersakiti untuk kedua kalinya , aku tak mau "


Arya mengusap wajahnya


Dengan wajah yang memar ia masuk kekantor hari ini "Pagi Pak "


ucap Security menyapanya


"Pagi juga Pak Securiti"


ucapnya langsung berjalan melewati pos dan mengangkat tangannya


Namun Security tersebut kembali lagi menyapanya dengan iseng


"Pagi ini penampilan pak Arya sangat tampan sekali ,dan kelihatan juga wajah pak Arya lebih berisi ya ..."


Arya langsung balik mundur mendekatinya


dan menunjukkan wajahnya


"Ini bukan berisi kau lihat , tapi habis di tabok dengan bola basket "

__ADS_1


Security tersebut langsung kaget


"Wah yang benar saja , kenapa aku merasa anda sedang bertengkar dengan kekasih anda Pak Arya "


Arya tersenyum "Tidak lucu sama sekali uh..."


Dengan wajah cemberut ia langsung naik keatas menuju lift , sama halnya seperti Security tadi para karyawan yang lain juga melihatnya dengan tatapan yang aneh


belum sempat mereka bertanya ,Arya langsung


berbicara "Wajahku ini habis mencium bola basket "


Dengan menunjukkan wajahnya kepada siapapun yang melihatnya sampai ia masuk kedalam lift


"Kalian semua lihat wajahku kan ,ya memar akibat kena lempar bola basket "


Tentu saja tak ada satupun yang berani bertanya apapun padanya, justru mereka semua menundukkan wajahnya ,apa lagi mereka tau posisi Arya di kantor sebagai tangan kanan Aditya


Arya keluar lebih dulu dari dalam lift lalu menyusul yang lainnya , sambil berkacak pinggang ia berjalan melewati meja para karyawan tersebut


"Kerja yang bagus ya ,jika tidak mau wajah kalian dihantam bola basket seperti ini "


Baik Pak ...


Jawab mereka serentak


Baru saja ia mau masuk kedalam ruangannya ia melihat Aditya yang baru keluar dari lift


buru-buru ia menghampirinya dan menarik tangan Aditya

__ADS_1


"Dit aku ingin berbicara penting padamu ayo..."


Aditya langsung kaget "Kau kenapa ? berbicara apa memangnya ? sebegitu pentingkah ?"


"Ini masalah hati lebih penting dari semua saham perusahaan kita "


"Uwawwww ,kau kenapa Arya apa kau sedang jatuh cinta ?"


"Bukan masalah jatuh atau terbangun tapi ini Masalah hati yang harus segera di tuntaskan jika tidak hari ini aku tak akan bisa tidur nyenyak malam ini "


Para karyawan tak berani berkomentar apapun karena mereka tau Arya adalah atasan yang galak ,ia bahkan sama sekali tak suka jika ada karyawan dikantornya memakai rok mini atau pakaian yang menggoda


Ini kantor bukan tempat hiburan malam


Itu yang selalu dikatakannya , image playboy nya hilang ditelan bumi semenjak kehadiran Alea disisinya , ia sangat takut jika apa yang ia lakukan di masa muda di balas melalui putrinya Alea ..


Oke fix balik lagi pada Arya dan Aditya


didalam ruangan Aditya langsung dipaksa duduk oleh Arya Seperti seorang tersangka


"Arya ada apa ini ?"


"Dit sekarang jawab jujur dimana Dimas ?"


"Dimas ? aku tidak tau Memangnya kenapa ?"


Aditya semakin panik


"Cepat kau katakan sejujurnya apa yang kau ketahui tentang Siska ?"

__ADS_1


__ADS_2