
"Astagaaaaa apa lagi dia ini "
Arya menahan nafasnya dalam-dalam
"Ini pak bensinnya itu mau habis "
Arya langsung mengerti ia mengeluarkan langsung uang seratus ribu rupiah "nah ini ambil untuk isi bensin "
"Alhamdulillah ,nah ini enak boss semoga Pak Arya cepat diberikan jodoh lagi aaaminnn"
Arya menggelengkan kepalanya , ia tak pernah pelit untuk membagi-bagikan uangnya pada orang-orang disekelilingnya ,apa lagi jika orang yang jelas-jelas memberi kode seperti Security tersebut , bayangkan saja dizaman yang era susah ini ,kita tidak tau bagaimana orang-orang diluaran sana untuk bertahan hidup dengan segala kesulitan ekonomi yang ada
Untung saja Arya memiliki hati yang luas tidak pernah berpikiran sempit terlebih ia tau jika seseorang yang telah berkeluarga memiliki kebutuhan yang banyak , apa lagi untuk mereka yang hanya memiliki gaji yang tak seberapa ,
Arya pun langsung melajukan motor tersebut untuk kembali kekampus putrinya "Semoga saja belum terlambat "
Sekitar 10 menit Arya sampai juga melewati jalan tikus yang lebih dekat ,apa lagi ia mengendarai kendaraan roda dua jadi tak perlu repot-repot mengantri dan terkena macet, namun ternyata jalan itu sangat licin apa lagi setelah di guyur hujan semalaman
namun akhirnya ia berhasil melewatinya meski motor yang dibawanya juga sudah tidak sebagus motor pada umumnya ,ban motornya sudah gundul
Arya langsung memarkirkan motornya ,dan bertanya pada satpam
"Anak-anak yang berangkat untuk berkemah sudah berangkat ya Pak "
"Oh iya benar Tuan baru saja berangkat "
Mendengar ucapan Security tersebut wajah Arya langsung tambah sedih sekali , karena baru kali ini ia melepaskan putrinya pergi dari rumah dan ia tak mengantarkannya
Arya berdiri diatas konblok dan menundukkan kepalanya , tak lama tatapan matanya tertuju pada sebuah benda diatas konblok tersebut
Sebuah Poto yang tergeletak yang sangat tak asing lagi Dimata Arya
ia mendekatinya dan mengambilnya
"Poto Siska ? "
Poto Siska sedang tersenyum dengan sangat manis sekali , Arya langsung tersenyum melihat Poto tersebut
"Halo Siska apa kabar ? hmm hanya melihat potomu saja aku sudah bahagia ,aku yakin sekarang kau sangat bahagia dengan keluarga mu "
Arya mengambil pulpen disakunya dan menuliskan
"Cinta ..."
Lalu ia menaruh Poto tersebut ditepi pagar
"Melihat Potonya jatuh saja aku tak rela ucap Arya "
ia tersenyum , seketika kesedihannya karena Alea agak sedikit hilang
Ia pun langsung meninggalkan kampus Alea
sedangkan dari arah berlawanan Siska langsung masuk kedalam kampus Arika
"Ya Tuhan , kenapa aku bisa melupakan bantal Arika ini ,aduh dia tidak akan bisa tidur jika tidak ada bantal ini "
Siska terlihat panik sekali , karena pernah waktu itu mereka sedang berlibur dan Arika tidak membawa bantal ini , sepanjang malam Arika tak bisa tidur
"Ya Tuhan , bagaimana jika ia tak bisa tidur apa lagi itu di tengah hutan , bagaimana nasib putriku "
Padahal itu semua adalah rencana Arika agar Siska menyusulnya ketempat itu
sesampainya di kampus ia langsung menemui satpam ,belum sempat ia bertanya satpam langsung berbicara
"Bis nya sudah berangkat Bu "
"Lah kok bapak bisa tau saya kan belum mengatakan apapun "
"Soalnya tadi ada laki-laki juga bertanya hal yang sama pada ibu "
Siska nampak lesu "Astagaaaaa bagaimana ini , ya sudah pak kalau begitu terimakasih banyak pak "
"Iya Bu,sama -sama "
kebetulan Siska memarkirkan mobilnya tak jauh dari pagar ,waktu ia ingin membuka pintu mobil ia mendapatkan Poto dirinya "Itu Seperti Poto ku "
Siska mendekatinya dan mengambil Poto tersebut
"Ini milikku ,tapi kenapa ada disini ? seingatku poto ini tersimpan didalam lemari dan didalam buku catatan milikku ,apa mungkin ini ulah Arika "
Siska mulai mencurigai putrinya
"Tapi tidak mungkin ini milik Arika ,anakku tidak suka membuka lemari siapapun juga "
Ia membalikkan poto tersebut dan melihat tulisan dibelakangnya "Cinta ..."
dengan gambar Love ,
"Poto ku tak ada tulisan ini , ini bukan milikku berarti ,lalu milik siapa ? dan kenapa ada disini !
Siska langsung membawa Poto tersebut kepada satpam "Pak apa bapak tau siapa yang menaruh Poto ini dipagar "
__ADS_1
"Saya tidak tau jika ada yang menaruh Poto disana ,hanya saja lelaki yang sebelumnya memang menaruhnya di sana "
Batin Siska berdegup kencang ,"Bagaimana ciri-cirinya pak "
Secara serentak mereka menyebutkan ciri-ciri yang sama pada Arya
"Pria berkulit putih ,dengan wajah yang tampan hidung yang mancung ,jam tangan di lengan kirinya "
Satpam tersebut juga kaget "Nah itu kok bisa tau semua bu..."
Mata Siska langsung berkaca-kaca
"Baiklah kalau begitu saya permisi "
Dengan membawa Potonya masuk kedalam mobil "Hmm aku tau itu pasti kak Arya , a
Poto ini sengaja ia taruh disana, mungkin ia tak mau menyimpan apapun tentang ku , ya tentu saja pasti ia sudah sangat bahagia sekali bersama anak istrinya Alena, memiliki anak yang lucu dan keluarga yang bahagia "
Siska menahan air mata keluar dari kelopak matanya , karena sekarang ia berstatus janda maka ia tak perlu takut jika diam-diam masih memikirkan Arya
Mobilnya melaju dengan kecepatan sedang , sementara itu untuk menghindari kemacetan ia melewati jalan tikus jalan yang di lalui Arya saat pulang ,
Arya yang pulang dengan tersenyum karena melihat Poto Siska terlanjur terhanyut dengan wajah cantik Siska dulu ,ia seakan kembali lagi kemasa muda dulu
tapi ia lupa jika jalanan yang ia tempuh sangat licin dan berlubang , Arya tak sadar tubuhnya masuk kedalam lumpur al hasil wajahnya dan motor yang ia bawa penuh dengan lumpur juga
"Toloongggggggggggg"
Semua orang langsung menolongnya
karena kondisi jalanan yang sepi setiap orang yang menolong masuk kedalam lumpur ,hingga membuat kumpulan orang-orang yang tak dikenali lagi ,ada sekitar sepuluhan orang yang masuk kedalam lumpur yang berlubang cukup dalam tersebut .
Siska yang sedang melintas langsung kaget saat melihat sekumpulan orang yang penuh lumpur tersebut
"Ada perayaan apa didepan sana , kenapa orang-orang itu main lumpur "
Siska melihat jalanannya juga penuh sekali dengan lumpur ia pun langsung berinisiatif untuk memutar arah mobilnya
"Sebaiknya aku memutar arah saja " Siska sempat mengeluarkan kepalanya dari dalam mobil ,namun ia tak bisa mengenali satu orangpun diantara mereka termasuk Arya yang hanya biji matanya dan giginya saja yang kelihatan , karena dari ujung kaki. sampai kepala ia sudah seperti pisang yang dilumuri tepung
.....
Arya pun kembali kekantor dengan keadaan basah kuyup , karena tadi sempat meminta warga menyemprotkan air pada dirinya
"Pak Arya kenapa ?"
"Kehujanan di jalan "
"Hujan?"
"Iya ini kunci motornya dan ini uang tambahan untuk mencuci motornya , saya mau meminjam pakaian kamu sekalian ini uangnya !"
Karena Arya sedang buru-buru mau rapat soalnya klien sudah di jalan
Al hasil Arya sudah memakai pakaian Security tersebut dan Security tersebut memakai boxer dan baju dalaman saja
untunglah Arya memakai jaket milik satpam tersebut, alhasil penampilan kembali sempurna meski rambutnya masih berwarna coklat akibat tanah liat
Aditya pun tiba , sang Security yang menggunakan pakaian seperti itu langsung membuat Aditya kaget
"Pak Santoso ? "
"Selamat pagi Tuan Aditya Brawijaya "
"Pakaianmu ? Menunjuk kearah tubuhnya
"Ada pak saya hanya sedang gerah saja , soalnya matahari terik sekali ,hanya kali ini saja pak besok saya akan kembali berpakaian normal "
Security tersebut pun sengaja melindungi Arya agar Arya tetap berwibawa , begitulah jika antara karyawan dan bawahan saling menghargai satu sama lainnya
Aditya pun langsung tersenyum "Baiklah asal jangan sering-sering nanti masuk angin ,kasihan anak istri dirumah "
"Siap Tuan Aditya terimakasih "
Sementara itu Arya yang tampan dan berwibawa tak kelihatan sedang memakai pakaian Security dan tidak memakai dalaman karena basah , ia masuk dalam ruangan para klien langsung bertepuk tangan melihat penampilan barunya
"Wah luar biasa sekali penampilan anda hari ini Tuan Arya "
Arya tersenyum dan berjabat tangan tapi hanya sekedarnya saja agar mereka tak terlalu fokus dengan rambutnya
untungnya di maafkan dengan good looking Arya
Seperti biasa presentasi Arya selalu memuaskan dan tak pernah mengecewakan mereka semuanya
Para hadirin masuk dan bertepuk tangan
Selesai rapat Aditya pun masuk kedalam ruangan
"Bagaimana semuanya apa kalian semakin yakin untuk bekerja sama menanamkan modal yang lebih besar lagi pada perusahaan kami "
"Tentu saja Tuan , Brawijaya grup tidak pernah mengecewakan dalam hal apapun "
__ADS_1
"Tentu saja kita selalu memberikan yang terbaik dari yang paling baik "
Selesai menandatangani kesepakatan kerjasama
Arya langsung keluar ruangan ,namun Aditya melihat ada yang janggal dengan sahabatnya itu , ia pun langsung memanggil Arya
"Arya .... "
"Apa Dit,aku mau keluar sebentar "
Mendekati Arya , tentu saja Aditya hapal betul apa saja yang dikenakan oleh Arya dari ujung kaki sampai ujung rambut karena mereka bukan hanya sekedar teman biasa
Aditya langsung memegang pakaian Arya
",Ini seperti ..."
Arya langsung menyerah ia membuang nafas dalam-dalam "Oke baiklah...aku menyerah "
Arya langsung membuka jaketnya dan menunjukkan kepalanya "Tadi pagi waktu aku pulang dari kampus Alea aku meminjam motor Securiti didepan ,agar terhindar dari macet , dan melewati jalan tikus ,waktu pergi mulus-mulus saja ,tapi pada saat pulang aku langsung terjerumus dan terhunus masuk kedalam kubangan lumpur "
Aditya langsung tertawa terbahak-bahak
"Haduh...Arya ..Arya kenapa kau hobi sekali berenang didalam lumpur "
"Tidak lucu !"
"Ya .ya..ya... makanya menikah lah agar kau tak sedih jika nanti Alea menikah ,ini baru saja Alea pergi berkemah kau sudah gelisah , bagaimana nanti jika ia sudah menikah "
Arya menaikkan alisnya
HHmm. kalau saja kau tau yang menyebabkan aku masuk kedalam lumpur itu adalah poto Siska kau pasti akan mengejekku,kau akan mengatakan 'Hai Arya sudah belasan tahun lamanya dan kau belum move on '
"Kerjaan sudah selesai aku akan pulang sebentar untuk mengganti pakaian dulu , aku rasa aku malam nanti mau menyusul Alea dulu"
"Terserah kau saja ,yang jelas proyek ini telah kita menangkan bonusmu nanti aku transfer"
"Terimakasih Tuan Aditya "
"Halah.... "
ucap Aditya marah ,ia paling tidak suka mendengarkan Arya memanggilnya seperti itu karena ia sudah menganggap Arya dan dirinya adalah saudara
....
Saat pulang kerumah Arya langsung termenung , biasanya ada suara Alea yang berteriak-teriak memanggilnya dan langsung memeluknya
namun rumah benar-benar terasa sangat sepi sekali
ia langsung membayangkan bagaimana jika nanti Alea menikah dan meninggalkan rumah ini
"Alea kenapa rasanya papa tidak sanggup , jika hari itu tiba Nak "Matanya mulai basah ia teringat bagaimana ia setiap hari bersama Alea merawatnya memberikan ia susu ,berjaga ditengah malam ,Arya tak mau merepotkan ibunya yang sudah tua , Alea sama sekali tak pernah memanggil ibu , tak pernah bisa mendengar suara ibunya yang ia tau hanya neneknya saja
"Putri ku papa akan menyusulmu malam ini juga "
Sama halnya dengan Siska ia juga tau bagaimana Arika ,ia memutuskan untuk pergi malam itu juga , dengan berbekal ilmu bela diri yang ia punya dan membawa seluruh perlengkapan untuk jaga-jaga jika ia kenapa-kenapa di jalan , ia memakai pakaian seperti laki-laki dan memakai topi
Tidak lupa ia memakai mobil Rubicon miliknya untuk dibawa melewati jalanan panjang malam ini ,ia melihat jam menunjukkan pukul tiga sore hari , berarti kira-kira ia sampai di vila itu pukul sembilan malam
"Baiklah mudah-mudahan Arika tak menyadari jika bantalnya tidak ada sampai jam sembilan nanti ,aku harus berangkat sekarang "
Tak lama kemudian ia pun berangkat setelah berpamitan dengan maminya dan juga Dimas
awalnya Dimas khawatir ,tapi ia tau bagaimana tangguhnya adik perempuannya itu
"Kak Dimas kau yakin membiarkan Siska ,jauh kak Dimas tujuh jam "
"Tenang saja ,Tuhan selalu bersama orang-orang yang tangguh dan percaya "
Didalam mobil Siska pun selalu berzikir memohon keselamatan untuk sampai ketempat putrinya itu , demi Arika agar bisa tidur nyenyak malam ini benar-benar perjuangan yang luar biasa dari seorang ibu ,sama halnya dengan Arya , Alea sudah tau jika papanya tak akan bisa jauh-jauh darinya ,maka mereka sepakat untuk mempertemukan mereka di tempat indah ini
Arya mengisi minyak mobil di pom sampai Full,
Siska membelikan makanan yang banyak untuknya dan Alea ,apa lagi Arika mengatakan jika Alea mengajak neneknya ,
"Baiklah semuanya sudah siap
Mereka berdua sudah siap bertempur untuk masuk kedalam hutan
Mobil Siska melaju didepan mobil Arya
Dengan menggunakan mobil yang sama sekali tak pernah mereka ketahui sebelumnya
Mobil mereka beriringan , awalnya Siska tak terlalu memperdulikan mobil Arya ,tapi semakin lama mobil mereka semakin beriringan , Siska pun melambatkan laju kendaraannya
Arya langsung menyalipnya "Hah baru bisa bawa mobil mungkin dari tadi lambat sekali "
Melihat ia melaju dengan kencang ,Siska langsung bernafas dengan lega sekali
ternyata ia tak terlalu setangguh dulu lagi , mungkin karena faktor tinggal di lingkungan bangsawan apa-apa selalu ada yang melakukannya bak seorang ratu di dalam kerajaannya
"Kenapa aku jadi merasakan ketakutan ya ,hmm lagi pula apa yang orang jahat inginkan dari ku ya "
__ADS_1
Siska berpikir dengan keras lalu ia mendapatkan ide untuk memasang kumis palsu saja
"Baiklah ini lebih baik , dengan berpura-pura menyamar menjadi orang yang. mengerikan itu lebih baik "