Antara Cinta Dan Takdir

Antara Cinta Dan Takdir
Part 272


__ADS_3

Malam ini mereka berdua tidur didalam satu kamar. Bian dengan perasaannya yang deg-degan sekali


"Barang halal, bagus ..."


ucapnya keceplosan,tak sengaja didengar oleh Arika


"Hei Bian, apa yang baru saja kau katakan itu ha? apa maksudnya kau mengatakan barang bagus dan mantap apa maksudnya ha?"


Bian langsung menoleh "Aku melihat lampu itu sangat bagus sekali"


Tiba-tiba handponenya Arika berdering ditengah malam buta


"Hadeh siapa lagi yang menelpon malam-malam begini"


Arika langsung mengambil handphonenya yang berada diatas kepala Bian, lalu duduk disampingnya. suasana sudah berubah mencair dan Arika tak tampak canggung lagi didekat Bian, meski ia tetap menjaga jarak


"Siapa yang meneleponmu malam-malam begini apa kekasihmu?"


Ariika langsung mengambil bantal yang berada didekatnya dan memukuli Bian


"Kau pikir aku ini sama sepertimu ha? seekor Buaya darat!"


"Awww .. kenapa sih marah-marah terus, lagi datang bulan ya?"


"Enak aja,,wajar saja aku seperti itu kau tidak tahu apa yang terjadi ha?"


"Ada apa memangnya, aku salah apa coba Arika istriku"

__ADS_1


goda Bian


"Diamlahg berhentilah menggodaku, ini telpon dari Alea kenapa lagi dengannya"


Arika langsung mengangkat telponnya


"Mana buktinya kalau itu Alea, bisa saja itu laki-laki yang menelpon kau ganti namanya menjadi Alea, ya kan?"


"Argghhhhhhhh kau pikir aku ini sama sepertimu apa, jangan kau samakan aku dengan dirimu, karena aku hanya denganmu saja melakukan hal-hal bodoh tadi"


Kring...


kring...


Handponenya Arika terus menerus berdering dari tadi membuat Bian menjadi pusing


Tapi Arika langsung membesarkan volume handponenya agar Bian bisa mendengar siapa yang meneleponnya, Karena ia juga takut di cap sebagai istri yang durhaka, apa lagi statusnya sekarang adalah istri dari seorang laki-laki, mesmi ia sama sekali tak mencintainya,namun Arika tau kewajibannya sebagai seorang istri.


"Kau dengar baik-baik"


Arika langsung memencet tombol oke


dan langsung terdengar jeritan suara Alea yang besar sekali


"Hoqaaaaaa.... hiks...hiks.. Arika, kenapa kau begitu keterlaluan sekali tak ada menghubungiku sama sekali,apa kau tak tau hatiku sungguh sangat hancur sekali"


Bian langsung berguling dan sampai di pahanya Arika untuk mendengarkan lebih seksama

__ADS_1


"Kau kenapa lagi memangnya,aku baru saja pegang handpone ini,ada apa Alea"


"Kenapa kau baru pegang handpone, apa kau dengan kak Bian sedang bersenang-senang dari tadi?"


Bian langsung menjawab "Tentu saja namanya juga pengantin baru!"


Arika langsung melotot kearah Bian


"Baik aku diam, lanjutkan obrolan kalian aku tiba-tiba sangat ngantuk ... hoammm"


berpura-pura tidur


"Sembarangan kau pikir semudah itu bagiku untuk melakukan hal gila, tak mungkin Alea. aku ini masih sangat waras sekali!"


"Tapi aku tak percaya, kapan kau pulang. sebentar lagi mama dan Papa mengajakku untuk pindah rumah baru, karena aku tak diperbolehkan untuk dekat-dekat dengan Mas Raja lagi"


Bian kembali penasaran ia menggeser posisi tubuhnya mendekati punggung Alicia


"Aku harus bagaimana, Papa tak mungkin pernah menyetujui pernikahan kami"


"Emangnya apa yang membuat Papa Arya begitu tak merestui hubungan kalian, pasti ada alasan yang kuat kan coba kau ceritakan"


"Tunggu kau pulang saja, tapi yang jelas aku tak akan mungkin bisa bersatu dengan Raja"


Bian langsung menyeletuk


"Ya sudahlah gampang, suruh Raja menghamilinu Alea!

__ADS_1


__ADS_2