
Siska terdiam tapi ia langsung mengukir senyum di wajahnya
"Aku selalu memikirkan perasaan orang lain .
Jika aku membiarkan mu celaka maka sama saja aku sedang menyakiti perasaan seorang ibu yang amat menyayangi putranya , tak selamanya kita harus membalas kecurangan seseorang dengan cara yang sama bukan "
Jawaban Siska tepat sekali menancap di hati Arjuna,hingga membuat nya bungkam tak berani berkata apapun lagi ,namun Siska langsung buru-buru membuka kembali ucapan nya , setelah ia melihat reaksi wajah Arjuna
"Tapi jangan khawatir aku juga berterimakasih padamu karena kau sudah berani sekali menghajar orang tadi , tapi saran ku, lain kali kau tak perlu repot-repot melakukan hal itu justru sama saja membuat aku repot "
tersenyum lebar
"Siska kau ini keras sekali , kenapa susah sekali menaklukkan mu ha, apa mungkin aku harus berguru pada Arya untuk menaklukkan mu "
Ucap Arjuna perlahan
"Bukankah kau tau jika kau yang telah menempuh jalan ini , lalu apa lagi yang kau inginkan dariku !"
Siska menjawab dengan pelan sekali
Terjadi percakapan antara dua hati saat ini antara Siska dan Arjuna
di tepi pantai yang indah dengan suasana angin yang sepoi-sepoi mengibaskan rambut Siska
"Aku tak meminta apapun tapi hanya ingin kau belajar menerima apa yang sudah terjadi saat ini , belajar lah membuka hatimu untukku"
Ucap Arjuna dalam hatinya
ombak pantai berderu dengan sangat kencang , hempasan ombak mengenai tubuh Siska
"Siska awas "
Arjuna memeluk Siska dengan erat sekali hingga kedua nya bertatapan lama kembali.
"Hai...aku"
Silvi langsung kaget dan tersenyum seketika Melihat apa yang terjadi di depannya
"Hmm Seperti nya ini momen yang tidak tepat "
Ia mengeluarkan ponsel miliknya dan memotret momen indah itu
"Setetes embun saja mampu membuat bongkahan batu menjadi terbelah ,apa lagi hati yang berasal dari daging yang lembut , semoga saja mbak Siska dan Mas Arjuna bisa segera bersatu ,apa lagi mama ingin sekali menimang cucu "
Silvi meninggalkan mereka
Arjuna dan Siska terkena cipratan ombak hingga membuat mereka berdua basah kuyup
Siska yang tak bisa berenang terlihat terengah-engah
"Kau tidak apa-apa "
Memegang wajah Siska dengan sangat khawatir
"Tidak .."
"Ayo kita duduk dulu "
__ADS_1
Mereka berdua pun duduk di tepi pantai
"Aku memang suka pantai tapi aku tak bisa berenang"
"Jangan khawatir aku akan selalu ada untuk mu "
Siska tertegun mendengar ucapan Arjuna ia menyadari jika lelaki yang menjadi suaminya itu memang sangat baik ,namun hati kecil nya masih menyimpan nama Arya , memang tak mudah untuk Arjuna meluluh kan hati Siska ,butuh waktu dan yakin lah seseorang yang setia Memang Seperti itu butuh waktu lama untuk menyembuhkan luka yang masih ternganga
Siska langsung menundukkan wajahnya karena ia sungguh merasa salah tingkah jika Arjuna selalu menatapnya seperti itu
"Pakaian mu basah , apa kau mau mengganti pakaian mu ,biar aku suruh orang untuk mengambil kannya "
Arjuna tak tega melihat Siska yang kedinginan
"Tak usah aku bisa sendiri"
Dengan sigap Arjuna pun langsung memeluk Siska
"Diamlah ini akan menghangatkan mu "
Arjuna memeluk Siska dan ia membiarkan Semua nya
ada rasa ketenangan saat Arjuna memeluk nya awalnya Siska mencoba untuk menolak namun rasa nyaman itu Benar-benar hadir hingga membuat ia menaruh kepalanya di dada Arjuna
Seakan waktu membiarkan segala nya berjalan mengalir begitu saja tak terasa pakaian mereka kering di badan
dan matahari akan segera terbenam
Gelak canda sudah mulai terukir di bibir Siska ,bukan berarti Siska sudah melupakan Arya , ia juga tak mau melawan arus , melawan agama dan melawan kodrat nya sebagai seorang istri
Cinta mungkin belum tumbuh di hati Siska tapi tak ada usaha yang menghianati hasil bukan ,
"Sudah sore ayo kita kembali , karena besok kita akan berangkat pagi-pagi sekali"
Sesampainya di hotel tersebut seorang pelayan memberikan sebuah kertas
"Tuan Arjuna ini untuk anda "
"Baiklah Terimakasih "
Arjuna membukakan pintu dan memberikan kertas tersebut pada Siska
"Tolong buka dari siapa?"
Siska membuka tulisan tersebut
"Mas aku pulang duluan karena ada sesuatu yang harus di urus ,mas bisa pulang besok aku akan menyuruh orang untuk menjemput mas besok ,Silvi "
Baguslah dia pergi aku juga jijik melihat nya
berada di sini ,
"Dari siapa ?"
"Ini dari Silvi dia pulang mendadak "
Arjuna langsung berpikir pasti Silvi sengaja melakukan nya
__ADS_1
namun ia berpura-pura marah dan kecewa
Arjuna langsung terduduk
"Astagaaaaa bagaimana mungkin dia meninggal kan ku berada di sini seorang diri,tanpa dia aku bakal kerepotan mengerjakan semuanya "
Arjuna memegang kepalanya seolah-olah ia sangat pusing dan bergantung dengan Silvi maksudnya ia memancing reaksi Siska padanya
Ayo masuk perangkap Siska
Siska ternyata sama sekali tak terpancing dengan Arjuna
Apa maksudnya ,dia benar-benar membutuhkan perempuan itu , padahal di pantai tadi ia membuat ku hampir saja terhanyut dengan semua kenyamanan yang ia berikan , ternyata laki-laki sama saja
Siska memasang wajah jutek
"Aku mau mandi "
ucap Siska
namun Arjuna sama sekali tak memperdulikan ucapan nya
ia masih berdiri dan mondar-mandir sambil memegang ponsel nya
"Tidak aktif ,kemana dia , apa sudah sampai ?"
Siska membanting pintu kamar mandi ,namun Arjuna juga sama sekali tak bereaksi
"Wah hebat sekali ia sama sekali tak memperdulikan kau ,gara -gara kepulangan perempuan itu , apa hebatnya dia ,body juga seksian body ku"
Siska tak menyadari jika benih-benih cinta itu sudah mulai tumbuh
Arjuna langsung tertawa saat melihat kelakuan Siska
"Ya ,kau masuk perangkap ,meski tak kau katakan , hmm "
Silvi mengangkat telpon nya "Bagaimana mas rencana kita apa kau sudah siap untuk memberikan cucu untuk mama dan keponakan untuk ku "
"Berdoa saja aku berharap rencana kita berhasil ,dengan menambah waktu satu hari aku akan membuat dia menjadi milik ku seutuhnya "
"Sekarang mbak Siska di mana ,mas ?"
"Lagi mandi , tumben dia mandi padahal biasanya ia hanya mandi satu kali sehari saja , mungkin karena bajunya basah "
"Silviakan mengirimkan Poto mas dan mbak Siska tadi di pantai , Silvi harap mas akan membayar upeti atas Poto candid tersebut "
"Oke baiklah cepat kirim "
Arjuna tertawa geli sekali melihat rencana mereka tersebut ,
Siska membuka pintu kamar dan melihat Arjuna yang tertawa sambil menelpon
"Bahagia sekali dia pasti itu Silvi "
Melirik kearah Siska kemudian...
"Baiklah tapi kenapa kau harus pergi mendadak begitu sekali ,mas kan tak bisa melakukan apapun jika tak ada kau sayang..."
__ADS_1