Antara Cinta Dan Takdir

Antara Cinta Dan Takdir
Part 157


__ADS_3

Arya kaget saat yang keluar dari dalam mobil adalah seorang wanita lagi-lagi ia menundukkan wajahnya


"Astaga aku benar-benar sudah tidak waras sekali , aku melihat perempuan yang turun itu seperti Siska ,dan ini benar-benar sudah tidak wajar sekali "


Siska langsung mengetuk kaca mobil tersebut


tok..


tok..


"Permisi ...."


Arya masih menundukkan wajahnya ,


Berkali-kali Siska mengetuk kaca mobil tersebut tapi tak kunjung berhasil juga hingga ia penasaran dan menempelkan wajahnya dikaca mobil tersebut


ia yang tak lagi mengetuk kaca mobil tersebut ingin melihat siapa yang mengendarai mobil tersebut karena tak kunjung membuka pintunya


Siska menempelkan wajahnya untuk melihat kedalam mobil , sedangkan Arya yang tak lagi mendengar suara ketukan mobil itu pun langsung mengangkat kepalanya lagi


"Sepertinya sudah aman , tak ada lagi suaranya "


Arya perlahan-lahan mengangkat kepalanya dan ia langsung kaget saat melihat wajah Siska yang menempel dikaca dengan hidung yang naik keatas


"Fat.kai.... (Siluman Bab*). di film sung go Khong


Arya berteriak kaget dan langsung menghidupkan mobilnya


melaju dengan kecepatan tinggi tak memperdulikan lagi Keberadaan Siska disana


"Astaga gila ... makhluk apa tadi ? hah .. bisa-bisanya makhluk itu yang berkeliaran semalaman bersamaku !"


Arya mengelus dadanya , sedangkan Siska langsung tersenyum bahagia


"Apa dia ketiduran ya ,atau bagaimana ? sampai kaget begitu "


Siska tertawa puas


Namun saat ia melihat mobil itu dari belakang ia baru menyadari jika itu adalah mobil yang sama saat ia ingin melihat Arika


"astaga mobil itu kan ?"


Siska langsung cemas dan ia buru-buru masuk kedalam mobilnya untuk segera pulang kerumahnya


Siska dan Arya hari ini full tidur saja dirumahnya kebetulan hari ini adalah hari Minggu ,rasa kantuk dan capek karena semalaman tidak tidur ditambah lagi mereka yang menggunakan tenaga ekstra untuk mengendarai mobilnya semalaman membuat badan terasa rontok


Arya sampai dirumahnya langsung tidur karena benar-benar kelelahan , Begitu juga dengan Siska langsung masuk kamar dan tidur


sedangkan hari itu Bian meminta izin pamit pada orang tuanya untuk kembali pamit pergi , karena ada tanggung jawab yang harus ia emban sebagai ketua panitia ,apa lagi besok pagi anak-anak mahasiswa baru akan kembali pulang kerumah mereka masing-masing


"Papa,mama Bian pergi dulu ya ,"


"Hati-hati Nak , kau harus terus bertanggung jawab atas tugasmu , karena yang pergi tak akan bisa kembali ,Oma sudah tenang "


"Baik Ma "


Bian langsung tancap gas pagi itu juga untuk kembali ke perkemahan ia membawa sopir untuk memuluskan jalannya , sambil membaca buku-buku yang berada di mobil , Bian Memang sangat hobi sekali membaca , segala jenis buku sudah ia baca ,dia memang cerdas dan berwawasan tinggi


"Tuan apa perjalanannya masih jauh ?"


"Sekitar tiga jam -an lagi kita sampai "


"Baik Tuan "


Perjalanan yang ditempuh dengan mobil tersebut pun akhirnya mengantarkan ia kembali ketempat itu ,


Bian datang seluruh panitia kaget ,


Para maru sudah bersiap-siap untuk melakukan hiking kedalam hutan , berdasarkan kelompok dari tadi sudah ada sepuluh kelompok yang sudah kembali ,tapi Bian tak melihat wajah Arika


"Tunggu dulu saya tidak melihat sapi ompong kemana dia ?"


"Oh maru cantik itu ya ? dia didalam pendopo menemani temannya yang tadi malam kesurupan "


"Yang kesurupan temannya,terus dianya nggak gabung ?"


"Iya begitulah "


Bian langsung emosi dan ia langsung menyuruh orang memanggil Arika


"Panggil dia sekarang ! karena setelah hiking nanti kita semua akan segera pulang , karena kalian sudah melakukan kegiatan dari subuh hari dan ia hanya duduk manis didalam sana "


Jam menunjukkan pukul sepuluh , perjalanan Bian dari kota sampai kesana hanya menempuh perjalanan tiga jam saja dari tujuh jam perjalanan karena ia menemukan jalan pintas yang hanya bisa dilalui satu kendaraan saja


Sembari para maru yang lain berkumpul untuk bersiap-siap pulang ,Arika dan Alea pun keluar dari pendopo


Wajah Alea tampak cemas karena melihat Bian yang masih berdiri melihat kearahnya


"Kau lihat itu kak Bian , ia kembali lagi ,Arika ia melihat kearahmu dengan wajah yang tidak suka !"


"Aku sungguh kesal kenapa ia harus kembali bukankah kita akan pulang hari ini "


"Arika tatapannya mengerikan sekali "


"Sudah santai saja ,karena ini sudah berakhir jadi kau tak perlu khawatir "


Arika datang mendekati Bian , karena memang hanya ia saja yang dipanggil oleh Bian


"Ada apa kak memanggil saya "


ucap Arika perlahan dengan menundukkan kepalanya


" Jika berbicara dengan orang lain maka tataplah wajahnya ,jangan menunduk karena itu tidak sopan ,apa kau tidak diajarkan tata Krama berbicara dengan orang lain "


Bentak Bian


Arika terkejut dan ia langsung meneteskan air mata saat mengangkat kepalanya , karena menurutnya Bian benar-benar sungguh keterlaluan sekali memaki dirinya , tak seharusnya ia berbicara seperti itu dengan nada yang keras terkesan membentak


"Nangis, nangis , terus itu saja bisanya"


Bian dan Arika saling menatap satu sama lainnya


"Hebat sekali kau tidak bergabung dengan mereka ya , kau pikir kau bisa lulus ospek begitu saja, heh ...."


Bian Tersenyum sinis


"Dari awal aku sudah tidak suka denganmu ,kau pikir kau ini cantik ? , dan satu hal yang harus kau tau jika kau tidak bisa mendapatkan tanda tangan dariku di atas sertifikat ospek ,maka kedatangan mu kebumi perkemahan ini hanya sia-sia saja alias Zonk ... "


Kenapa bisa-bisanya Tuhan menciptakan manusia sesombong ini , apa dia tak bisa berbicara dengan lembut dan sopan kepada Seorang perempuan ha ? aku sungguh sangat membenci laki-laki dihadapanku ini ,aku sangat membencinya


"Lalu apa yang harus aku lakukan untuk mendapatkan tanda tangan disertifikat milikku "

__ADS_1


"Nanti saja kau temui aku di kampus , Karena sudah jam setengah sebelas ,kita akan segera berangkat , kira-kira kita akan sampai jam setengah enam di kampus , ponsel kalian akan segera di bagikan silahkan beri tau orang tua masing-masing untuk menjemput "


"Terimakasih kak "


ucap Arika sopan


Heh... benci ..benci...sebenci-bencinya


bisa-bisanya aku harus berterimakasih padanya


Alea langsung menarik tangan Arika ",Apa yang terjadi Arika ?"


Ia langsung memeluk Alea "Aku sungguh membencinya , kau tau dia mengatakan dia tidak akan menandatangani sertifikat ospek ku "


."Alasannya apa ?"


"Karena aku menemanimu "


"Kurang ajar! kalau begitu biar aku saja menghajar wajahnya !"


"Jangan , kita lihat saja dulu apa maunya "


Alea langsung mengelus dadanya


panitia dan yang lainnya mengumpulkan Merry semua dilapangan , setelah menutup acara dan membersihkan tempat tersebut , mereka langsung pulang menggunakan bus tersebut


sialnya karena tempat duduk didepan penuh dengan barang-barang yang kotor jadi mereka berdua terpaksa duduk dibelakang ,


"Kita sudah seperti rongsokan saja "


Arika dan Alea tertawa geli


sekitar hampir tujuh jam mereka duduk dibelakang akhirnya sampai juga mereka dikampus tercinta


Dan ide kembali muncul dari pikiran mereka berdua "Aku telpon papa..."


"Dan aku telpon mama "


Mereka berdua tersenyum bahagia


"Semoga berhasil "


kembali tos dengan bersemangat , sejenak Arika melupakan kekesalannya pada Bian dan bersemangat kembali untuk memberikan kebahagiaan untuk mamanya


Tulilit... tulilit.....


Alea menelpon papanya .


Arya yang sedang tertidur langsung meraba-raba untuk mengambil ponselnya


dengan mata yang tertutup ia langsung mengangkat telpon itu


."Halo "


Suaranya terdengar begitu berat sekali


"Halo papaaa... lama sekali angkatnya , ini Alea sudah hampir sampai di kampus papa jangan lupa jemput ya .. Alea tunggu Sekarang !"


Aray yang mendapatkan telpon dari Alea langsung bangun dari tidurnya dan melihat jam


"Astagaaaa jam setengah enam , baiklah aku akan menjemput Alea dan ibu "


"Baik , tunggu sebentar ya "


Dengan bersemangat Arika langsung menelpon mamanya , kebetulan Siska baru selesai mandi "Halo Nak ..."


Suara Siska terdengar begitu lembut sekali "


"Halo Mama ku sayang , Arika sudah dikampus Ma , tolong jemput Arika ya Ma "


", Baiklah Nak tunggu ya ,mama sebentar lagi jalan "


"Terimakasih mamaku sayang "


Arika mematikan ponselnya "Sekarang kita tinggal menunggu saja "


Dan mereka berdua pun duduk bersama neneknya bertiga ,dengan posisi nenek yang duduk ditengah-tengah mereka


Alea yang iseng pun bertanya pada neneknya


"Nenek tidak mau mencari calon kakek untuk Alea gitu "


Neneknya langsung menoleh dan menjewer telinga Alea "Pertanyaan cucu kurang ajar , bisa-bisanya ia bertanya begitu padaku heh "


Arika tertawa terbahak-bahak melihat kelakuan Alea dan neneknya


"Aduh nenek sakit tau , kan Alea cuma bertanya saja ,lalu salahnya dimana ? heran deh ..baperan amat jadi nenek-nenek nanti cepat tua loh ..."


"Cepat tua .. cepat tua... cepat masuk tanah maksudnya gitu kan "


neneknya marah


"Ya baju kusut ngambek ,nenek..nenekku yang cantik ,kau adalah ibu dari papaku , nenekku kau adalah nenekku bukan nenekmu "


Alea malah berpuisi dihadapan neneknya , membuat suasana kembali riuh ,


Tak lama secara bersamaan mobil Arya dan Siska datang dan mereka memarkirkan mobilnya diarah yang berlawanan , setelah itu mereka segera mencari Alea dan Arika


Arya tak menemukan Alea tapi waktu ia mau menelpon ia melihat Alea sedang duduk bersama ibunya "Nah itu mereka , hah dari tadi bukannya memanggil ini hanya duduk diam saja "


Arya langsung berjalan dengan cepat dan memarahi Alea "Dari tadi papa cari-cari ,tapi nggak manggil papa sama sekali ,dasar anak..."


ucapannya terputus saat mendengar suara Siska yang baru tiba menyapa Arika dengan lembut sekali disampingnya


"Sayang...maafkan Mama baru menjemputmu ya ,Arika sudah lama menunggu Nak "


Perbedaan yang sangat kontras sekali antara perlakuan Arya dan Siska


Arya menoleh kearah Siska ,Alea langsung berbisik "Ini saatnya "


"Siska ...."


ucap Arya sambil mengucek matanya ia takut jika itu hanya bayangannya saja


Mendengar suara Arya memanggil namanya ia langsung menoleh ,",Kak Arya ?"


lalu ikutan mengucek matanya berkali-kali


Arika dan Alea langsung tersenyum-senyum kecil dan memilih pura-pura tidak tau dengan apa yang terjadi pada mereka berdua


namun neneknya terlihat syok saat melihat Siska berada dihadapannya ,karena ia tau bagaimana perasaan putranya pada perempuan itu yang tak berhasil ditaklukkan Alena ibunya Alea

__ADS_1


Arika dan Alea langsung berdiri disisi keduanya


"Ehem.....


papa kenalkan ini Tante Siska mamanya Arika yang kemarin Alea ceritakan "


"Mama ini papanya Alea om Arya yang kemarin Arika ceritakan "


Mereka berdua sadar setelah mendengar ucapan dari Arika dan Alea , mereka berdua langsung saling berpandangan setelah sekian lama tidak berjumpa


Rasa kagum dan perasaan yang sama itu ternyata masih sangat besar


Keduanya terlihat sangat kaku sekali


Alea dan Arika pun kompak menarik tangan orang tua mereka masing-masing untuk salin berjabat tangan


"Nah mama ini kenalkan om Arya ..."


"Iya papa ini tidak sopan sekali , ini kenalkan ".


Wajah mereka memerah terlihat salah tingkah sekali ,tak bisa berkata apapun lagi , akhirnya Arya dan Siska tersenyum bahagia saat melihat mereka berdua yang bertemu kembali


"Halo apa kabar "


"Kakak sendiri bagaimana kabarnya ?"


Arika dan Alea melipat kedua tangannya seolah-olah tak mengetahui apapun padahal mereka tau jika keduanya salah tingkah


"Ini putriku "


Menarik tangan Alea


"Ya dan ini putriku Arika "


Siska memperkenalkan Arika


Ibu Arya yang berada ditengah-tengah keduanya nampak heran melihat tingkah keduanya


ia langsung berdehem..


"Ehemmmm"


Mendengar ibunya berdehem Arya langsung kaget dan ia buru-buru mengajak Alea untuk pulang


"Baiklah ayo kita pulang "


Tapi Arya tak menyadari jika dia salah menggandeng tangan , yang ditarik malah tangan Siska . mungkin Karena ia terlalu gugup


Alea dan Arika senyum-senyum Melihat tingkah keduanya


Alea langsung memanggil papanya


"Hai papa aku di sini "


melambaikan tangannya


Arya langsung menoleh kearah Siska yang juga tampak tak bisa berkata apapun lagi


"Wah ... maaf " ia kaget , dan wajahnya langsung memerah dan buru-buru melepaskan tangan Siska ,lalu Alea dengan isengnya mengulurkan tangannya


"Papa ini tangan Alea , dan ini tangan nenek "


Arika menutup mulutnya karena tak tahan melihat tingkah keduanya


Arya yang salah tingkah langsung menarik tangan Alea dan ibunya


"Ayo kita pulang "


Tapi rupanya Arya salah jalan ,ia pun kembali lagi memutar arah tanpa melihat wajah Siska


"Mobilnya salah disana "


Arika dan Arya saling menahan tawa tapi mereka bersikap seakan tak mengetahui apa-apa


Siska yang masih terdiam dan tak percaya langsung ditarik Arika "Ayo Ma ,kita pulang sebentar lagi malam"


"Ayo Nak..."


Pada saat diparkiran mobil Arya dan Siska yang saling berlawanan arah bertemu kembali , Siska langsung keluar dan melihat mobil tersebut


"Tunggu dulu Arika ,"


Siska keluar dari dalam mobilnya


"Mama mau kemana ?"


"Sebentar "


Siska turun dan menghampiri mobil Arya ,lalu Alea melihat Siska berada dibelakang mobil mereka


"Papa ada Tante Siska dibelakang mobil kita "


"Mana ?"


Arya melihat dari kaca spion


"Ya udah papa turun sana tanyakan ,ada apa ?"


Arya menarik nafas dalam-dalam ,Alea tau jika papanya itu sedang gugup


"Baiklah "


Arya turun dan menghampiri Siska


"Ada apa Siska ?"


Siska kaget dan langsung menunjuk wajah Arya


"Ini mobil kak Arya ?!"


Arya langsung bersandar dengan satu tangannya di mobil ,dan merapikan rambutnya


dengan gaya sombongnya ia langsung berpikir jika Siska sedang mengagumi mobil miliknya


Kau kaget Siska ,karena melihat mobil ku yang keren dan mahal ini bukan ,heh


"Iya ini mobil ku , kenapa ? terlalu keren kan ?"


.


Mata Siska langsung terbelalak

__ADS_1


__ADS_2