
"Jadi kalian sudah saling kenal ya?"
tanya ibu tersebut
Haruka langsung tersenyum manis,dan mengangguk malu-malu
"Tentu saja Mi, Raja ini kan ..."
Raja langsung melihat wajah Alea, ia takut jika Alea akan berpikiran macam-macam dengannya, namun dengan cepat Raja langsung menjawab semuanya dengan sangat bijak sekali
"Iya Bu, tentu saja. kita pernah satu sekolahan waktu saya tinggal di Jepang dulu selama beberapa bulan, karena saya dan orang tua saya selalu saja berpindah-pindah tempat"
Alea yang masih berdiri terlihat mulai tak nyaman berada didalam obrolan mereka berdua,
Hmm ternyata anak ibu ini cantik juga, tak kusangka, bentuk ibunya terlihat biasa saja rupanya, anaknya sangat cantik jelita sekali
Tapi Raja sangat peka sekali dengan perasaan wanita, ia tau jika saat ini Alea sedang sangat marah sekali padanya
Apa Alea marah ya? atau tidak? tapi jika ia marah itu tandanya ia cemburu padaku, tapi jika ia tak marah itu tandanya ia tak suka denganku, tapi aku melihat wajahnya seperti seseorang yang lagi kesal, sekali sepertinya.
Raja mengetahuinya, bagaimana perasaan perempuan yang sedang cemburu tersebut.
meski antara Alea dan Raja belum mengungkapkan perasaan satu sama lainnya, namun tetap rasa cinta diantara mereka sudah menunjukkan tanda-tandanya , karena hati tak mungkin pernah bohong
Pertahanan Alea pun akhirnya kalah juga.
ia langsung pamit izin untuk masuk kedalam rumahnya
"Oh ya, semuanya. aku tinggal masuk sebentar ya, mau mengambil buku dulu, kalian mengobrollah dahulu ya "
tersenyum ramah, karena soal ini perempuan sangatlah jago sekali untuk menutupi perasaannya yang sesungguhnya.
Alea langsung masuk kedalam rumah dengan wajah yang sangat masam sekali dan muka yang benar-benar tak bersahabat.
Sementara itu Raja dan Haruka mengobrol didepan, ibunya langsung pulang saat mengetahui ternyata Raja dan Haruka saling mengenal satu sama lainnya.
"Wah kebetulan sekali ya kalian saling mengenal, yang satu tampan dan satunya cantik, mmm kalau begitu sebaiknya ibu berpamitan untuk pulang saja dulu, karena tak baik jika harus menganggu kenyamanan kalian berdua ini, lihatlah ia begitu cantik ya ..."
puji ibu tersebut pada putrinya
"Baiklah , Mama dari tadi kek"
bisik putrinya
"Iya anakku aku mengerti"
mengedipkan matanya
Alea langsung berjalan dengan menghentakkan kakinya "Sebal sekali, ntah kenapa aku Sangat tak suka melihat kemesraan mereka itu"
,Raja tau sekali jika perempuan sudah menghentakkan kakinya begitu,itu tandanya ia sudah sangat emosi sekali
Haruka bertanya "Kenapa dia?"
"Mungkin di kakinya menginjak sesuatu, biasalah namanya juga wanita"
Ucap Raja untuk mencairkan suasana
tapi mereka tak tau jika salah satu keahlian Alea adalah ia mampu untuk menembus suara-suara kecil yang berada disekitarnya.
"Ya seorang ibu yang memuji anaknya sendiri itu adalah hal yang sangat wajar sekali, walaupun bagiku aku juga jauh lebih cantik, kalau tidak percaya tanya saja sama Papa dan mamaku, pasti mereka mengatakan jika aku juga yang paling cantik!"
Haruka mulai memegang lengan Raja dengan manja "Aku sudah lama sekali ingin mencarimu, aku kangen sekali dengan mu Raja, aku rindu semuanya"tangan Haruka mulai turun kebawah dan mulai merayap hendak menyentuh sesuatu yang sensitif darinya
Aduh, bagaimana ini. aku tak mungkin menceritakan pada Alea jika Haruka ini adalah gadis yang selalu mengejar-ngejar aku,bahkan ia sampai menelponku sepanjang waktu hanya ingin memaksaku untuk menjadi kekasihku
Apa lagi jika Alea tau jika ia adalah gadis yang rela aku apakan saja dengan gaya yang aku suka ,
"Raja aku kangen sekali dengan ini"
Mencengkram sesuatu dengan sangat erat
hingga membuat Raja mengerang dengan keras
"Argghhhhhhhh..."
Raja terkejut ia tak menyangka jika Haruka akan melakukan hal yang senekat itu di depan umum apa lagi dinegeri yang sangat menjunjung tinggi adab dan nilai-nilai yang ada
"Jauhkanlah tanganmu, ini tempat umum , nanti ada yang lihat kita gimana? bisa gawat nanti kita berdua"
memukul tangan Haruka dengan sangat keras
tapi gadis itu tak terlalu memikirkannya ia malah langsung tertawa dan membuka kancing bajunya yang paling atas untuk menggoda pertahanan iman Raja
"Ya sudahlah kalau begitu, ayo kita cari tempat sepi saja ayo ..."
menarik tangan Raja
Lagi-lagi Raja langsung marah, dengan cepat ia melepaskannya
Sebelum membuka pintu rumahnya Alea melihat kearah Raja dan Haruka,ia semakin kesal karena Haruka dan Raja sepertinya sangat menikmati obrolan tersebut
itu yang tampak dari Alea, Karena melihat Haruka yang tertawa, padahal kenyataannya Raja sedang marah-marah padanya
"Hah namanya saja Uka-Uka, kalau disini dia itu kelasnya sama seperti hantu dan para dedemit lainnya"
ucap Alea kesal
Cletak,
bunyi kunci terbuka dan terlihat Alea masuk kedalam rumahnya dengan tergesa-gesa sekali
"Iya cantik sih, tapi tetap aja dia seperti Uka-uka"
Alea benar-benar sangat marah sekali pada Raja dah Haruka yang tak memikirkan perasaannya
Sementara itu Raja sedang berusaha untuk mengusir Haruka, setelah melihat Ale masuk ia langsung mengungkapkan isi hatinya
"Oh ya, Haruka. sebaiknya mulai saat ini kau bisa menjauhi aku, dan sebaiknya kau pulang saja ya, karena Alea itu adalah calon istri ku, aku dan dia akan segera menikah sebentar lagi. kami di jodohkan karena kedua orang tua ku dan orang tuanya Alea adalah teman baik, jadi aku tak mungkin menghianati perjanjian antara orang tuaku dan orang tuanya" ucap Raja
Wajah Haruka nampak sangat kesal sekali, ia langsung meneteskan air mata dan sebelum berlari masuk kedalam rumahnya ia langsung mengungkapkan perasaannya pada Raja dengan sangat kecewa sekali
"Jujur, aku sangat kecewa sekali padamu Raja. padahal kau tau aku sangat menyukaimu dan telah lama menunggumu,aku kembali kesini karena aku tau kau telah kembali kenegara asalmu, tapi ternyata kau diam-diam akan segera menikah, aku sungguh sangat terluka dan kecewa aku tak mau melihatmu lagi didunia ini"
ucap Haruka sambil berlari masuk kedalam rumahnya
"Haruka... Haruka ...."
teriak Raja, berpura-pura perduli, padahal ia sama sekali tak memperdulikan dirinya
"Hmm, begini lebih baik, dari pada akan menjadi masalah esok hari, lebih baik dari sekarang aku membuatnya menjauh dariku, apa lagi ia benar-benar terlihat begitu liar sekali hii tidak ada tantangannya sama sekali, sungguh sangat menjijikkan"
Raja tersenyum puas, ia tidak tau jika ibu Haruka itu sangat tak bisa melihat anaknya menangis dan bersedih seperti itu
Sementara itu Alea yang sudah masuk kedalam rumah, nampak sengaja berlama-lama didalam rumah ia tak mau melihat kemesraan Raja dan Haruka yang akan membuatnya menjadi tambah gila saja.
"Pasti Raja, dan Uka-uka itu sekarang sedang mengobrol dengan sangat mesra sekali diluar sana, aku sangat tak suka sekali, jika harus melihatnya. aku pikir Papa saja dulu yang jadi playboy, ternyata Raja banyak sekali kenal dengan perempuan, argghhhhhhhh sebel!"
Pikiran negatif Alea membuat ia terjebak dalam perasaanya sendiri
Raja melihat jam tangannya
"Dia menyuruhku untuk tidak masuk kedalam rumahnya? dan menunggu di luar. tapi ia lama sekali keluarnya, apa yang sedang ia lakukan"
Perut Raja mulai menunjukkan tanda-tanda tidak aman ia merasakan ada sesuatu yang bergerak dari dalam perut menuju ususnya zat itu sering disebut ampas-ampas sisa -sisa kehidupan wkaakkaa
Raja mondar-mandir didepan rumah tersebut dengan menepuk-nepuk perutnya berkali-kali
"Mana sih Alea lama sekali,apa yang sedang ia lakukan didalam rumah, ya Tuhan kenapa lagi perut ibu rasanya agak aneh ini, seperti ingin ...."
Proot...
Broott ...Butt...but ..
Raja mengeluarkan gas dari dalam perutnya berkali-kali
"Ya ampun perutku sakit, bagaimana ini ya Tuhan bagaimana ini, Alea tak mengizinkan aku masuk kedalam rumahnya"
Raja duduk dengan berjongkok didepan rumah tersebut
"Apa sebaiknya aku menumpang saja sebentar dirumahnya Haruka ya?"
Karena sangat menghargai Alea, Raja memilih untuk berlari kerumahnya Haruka, tapi baru saja
__ADS_1
ia berdiri didepan pintu rumahnya, Ibunya Haruka langsung memarahinya
"Kenapa kau kemari ha? mau menyakiti anak perempuan ku yang baik ini! kau mau apa lagi ha?!"
"Astaga mau numpang buang ampas saja ribet banget ya"ucap Raja sambil memegang bokongnya
Broott...
mengangkat sedikit kearah ibu Haruka
"Kurang ajar sekali! tidak ada sopan santunnya jadi laki-laki, bertamu ke rumah orang hanya mengantarkan kentut saja, cepat pergi sana"
memukul Raja dengan sapu
"Iya ... iya Tante aku pergi ini"
Raja berlari pergi menuju rumah Alea, ia adalah laki-laki yang memegang komitmen, karena dari awal Alea sama sekali tak mengizinkan ia untuk
"Astaga aku sudah tidak tahan lagi"
ia yang sangat takut membuat Alea marah karena masuk kedalam rumah,tak ada pilihan lain, tak mungkin juga ia harus menggali pasir untuk membuang ampas inikan, karena ia bukan seekor kucing tapi masuk dalam kategori kucing garong
Raja langsung masuk kedalam rumah Alea,
"Maafkan aku Alea tapi aku tak ada pilihan lain"
Raja langsung berlari masuk kedalam rumah mungil tersebut, tak perlu berkelok-kelok seperti rumahnya, Arya pun langsung menemukan WC di dalam rumah itu
Bug... buk...
Suara langkah kaki terdengar begitu keras sekali masuk kedalam rumahnya
"Hah bunyi apa itu?"
Alea yang masih berada didalam kamar langsung berdiri, ia yang masih menyusun buku-bukunya tanpak benar-benar kaget sekali,namun ia lanjutkan kembali membereskan buku-bukunya, karena . ia berpikir mungkin itu hanya suara angin saja
(Ya kalee suara angin topan hahaha)
"Astaga, kamar mandi ini tak sama dengan kamar mandi rumah mama, aku khawatir apa tidak kedap suara ya?"
sambil memegang perutnya yang sakit melilit
"Aduh, tapi apa boleh buat dari pada tidak bisa dibuang sama sekali"
Broott...boot...boot...
Matanya mejam dan melek, mau setampan atau secantik apapun seorang manusia maka pada saat mereka berada pada posisi ini akan hilang semua ketampanan dan cantiknya
Raja masih memegang perutnya yang sakit,
"Padahal nggak makan cabe, Tapi kenapa tak bisa dikontrol begini ya, hadeh... ada saja yang akan merepotkan hidupku"
Sepuluh menit kemudian ia keluar dari dalam kamar mandi tersebut
"Oh ... akhirnya lega"
merapikan celananya, terlihat jejak tangannya yang basah masih menempel di celana, menunjukkan bagaimana kerasnya perjuangan didalam sana barusan
Mereka tak sengaja berpapasan saat keluar dari ruangan yang sama namun dengan fungsi kamar yang berbeda wkwkwkw
"Kau?"
Alea kaget karena mendapatkan Raja yang sedang berdiri tepat dihadapannya
"Kenapa masuk? bukannya tadi aku sudah mengatakan jangan masuk, kau tau ini tidak baik dilakukan"
wajah Alea tampak sangat cemas sekali, bahkan bibirnya terlihat langsung pucat
namun justru malah membuat
Raja semakin mendekat dan terus mendekat
Hmm aku ingin melihat bagaimana reaksimu saat aku mendekati mu saat ini, kau masih mau bersikap munafik kah? atau kau malah akan menerimaku, ayo lah alea yang cantik jujurlah padaku aku ingin melihat bagaimana kau dengan segala kemunafikanmu itu
"Hei kau Raja, stop jangan mendekat apa yang akan kau lakukan ha!"
teriak Alea dengan keras sekali, sementara itu tubuh Alea sudah mengeluarkan keringat dingin, dengan tangan yang tak kalah dingin sekali
Raja ingin mengetes Alea saja, ia juga tak segila itu akan melakukan hal yang rendah pada perempuan yang akan menjadi kehidupan terakhirnya itu, ia juga tak terlalu perduli dengan apapun yang terjadi pada Alea yang ia tau adalah jika ia saat ini sedang jatuh cinta sekali dengan gadis ini.
Tangan Alea tak sengaja menyentuh tangan Raja, dan Raja langsung kaget karena ia seperti sedang menyentuh batu es saja
Ya ampun kenapa tangannya dingin sekali ya, apa ini benar kali pertamanya ia berdua-duaan dengan laki-laki didalam ruangan.
Tapi Alea benar-benar sangat pucat sekali ia sungguh-sungguh sangat ketakutan mungkin jika ia bisa pingsan saat ini sudah ia lakukan pingsan dan terjatuh terkulai dilantai
"Ya Tuhan aku mohon jangan lakukan apapun padaku, kau sangat jahat sekali Raja, Jika sampai membuat aku ...."
belum sempat Alea melanjutkan ucapannya Raja langsung menepuk wajahnya
Puk....
Raja langsung memukuli wajah Alea dengan agak keras
"Awwwww"
"Tertangkap juga kau nyamuk nakal ya,awas saja kalau kau berani menghisap darah gadis ini" untungnya ada nyamuk yang memang hinggap diwajahnya Alea.
Alea langsung syok saat melihat Raja yang memperlihatkan padanya nyamuk yang sudah mati tersebut
"Ini kau lihatlah kan, ia berani sekali menggigit dirimu, aku sampai bingung bagaimana untuk menyingkirkan ia "
"Haduh hampir saja "
mengurut dadanya dan bernafas sangat lega sekali
"Sudah ayo Alea, kita cepat keluar,tak enak di lihat tetangga"
Raja langsung buru-buru keluar dari dalam rumah tersebut
"Ya ampun aku kira ia mau ngapa-ngapain tadi, aku bisa mat* berdiri kalau terus begini"
ucap Alea dari dalam hatinya
"Ayo cepat kita pulang, nanti kelamaan sampai rumah aku di tanyain Mama lagi,kau taulah aku ini anak mama yang kalau kemana-mana harus laporan dulu, apa lagi sedang pergi denganmu"
Raja menggaruk kepalanya dari belakang
padahal Rima memberikan kebebasan untuk ia melakukan apapun saja, tak seperti yang ia katakan.
Raja masih menyimpan rasa penasarannya,
ia ingin bertanya pada Alea,namun ia menganggap itu tidak etis, sebaiknya nanti saja setelah Arika pulang
"Baiklah, tapi kita bisa mampir di toko buku sebentar tidak, aku ingin membeli buku untuk tugas ini,jangan khawatir hanya lima menit saja
karena buku nya masih ada yang kurang"
Raja langsung tertawa menyeringai didalam hatinya,bukan apa-apa karena ia akhirnya bisa jalan berdua dengan Alea masuk kedalam toko buku
Kesempatan emas yang tak akan aku lewati
Meski ia langsung mengangguk saja "Jangan khawatir, aku akan mengantarkanmu kemana saja yang kau mau"
Yah walaupun aku tau lima menit yang kau maksud itu sama saja dengan setengah jam
aku menunggu
"Yakin kemanapun yang aku mau?"
"Tentu saja, kau mau kemana?"
"Aku ingin kesyurga dan merasakan bagaimana rasanya apa kau bisa mengantarkannya?"
Raja terdiam
Ke syurga? tentu saja. aku bisa mengantarkanmu langsung merasakan bagaimana indahnya surga dunia, tapi nanti ya, setelah kita menikah,dan bahagia.
Jawab raja dari dalam hatinya
"Hei kau belum menjawab pertanyaanku, apa bisa ha?"
bentak Alea
__ADS_1
"Ah, kau ini cerewet sekali.sebaiknya nanti saja bahas-bahas Surga itu belum saatnya kau mengetahui jika di dunia ini juga banyak surga yang bertebaran dimana-mana"
"Maksudnya?"
"Sudah ... nanti saja, sekarang dimana toko bukunya?"
"Terus saja, nanti juga ketemu dimana tokonya"
Perjalanan pun kembali dimulai, tapi kali ini Raja membawa motor dengan lebih santai . meskipun dihatinya masih sangat terasa sekali ada sebuah keganjalan mengenai laki-laki yang mengangkat telponnya tersebut.
Mereka menikmati suasana perjalanan tersebut,hingga akhirnya mereka turun disebuah toko buku
"Stop, Raja ini tokonya. ayo cepat turun"
Alea begitu bersemangat sekali hingga membuat ia hampir jatuh tersungkur karena bajunya tersangkut di besi samping motor
"Alea, awas ..."
sudah terlambat Alea jatuh tersungkur tepat diatas rumput
"Sudah terlambat"
Alea langsung berdiri membersihkan wajahnya
dengan wajah cemberut
"Kamu kurang sigap dalam menolongku"
"Iya Maaf, kan aku bawa motor tak mungkin aku menolongmu"
"Oh jadi kau lebih mementingkan motormu itu dari pada keselamatan aku"
"Aduh, bukan begitu Alea, kalau motor ini jatuh ia akan menimpamu itu akan membuat retak tulangmu apa kau mau ha? "
Alea terdiam, karena apa yang dikatakan oleh Raja itu benar, masih untung ia hanya jatuh dirumput, dari pada' jatuh bangun aku mengejarmu... namun dirimu tak mau mengerti'
nyanyi
"Ya sudah ayo cepat masuk, atau kau ingin menunggu disini saja?"
"Tidak, aku ingin ikut masuk juga"
Buru-buru turun dari motornya
.....
Aditya dan Dimas pun sama-sama langsung on the way kehotel tersebut
Sebelum pergi
"Halo Dit,kau dimana?"
"Aku sedang bersiap-siap, ingat jangan sampai para istri tau rencana kita ini, mereka bisa marah nanti"
"Iya aman, tapi apa kau benar-benar yakin mereka menginap disana?"
Tanya Dimas penasaran
"Iya aku yakin, tadi rekan bisnisku berpapasan dengan mereka di bandara,dan juga salah satu kerabat ku menjumpai mereka dihotel itu"
Dimas langsung tertawa"Haha aku rasa Arya sengaja menghindari kita,kan Dit"
"Kau benar, Dim. tapi sayang sekali ia lupa kiak Aditya tak akan mungkin membuat ia tenang, hahaha dia akan kita kerjain habis-habisan"
Dimas tertawa geli
membuat Rima menjadi heran
"Kak Dimas, ada apa ?"
"Oh, ini Aditya bertanya kita sudah dimana, apa kau sudah siap sayang?"
"Ya sayang aku sudah siap, ayo kita pergi"
"Oke baiklah Sayang"
Berteriak
"Dit, aku mau jalan dulu, Rima sudah siap, kita nanti langsung masuk kedalam kamar kita masing-masing kan Dit?"
"Iya benar, ayo laksanakan program kita, gagalkan bulan madu Arya haahahha"
Aditya dan Dimas tertawa keras
"papa, kenapa?"
Gantian Ana yang kaget
"Tidak ada apa-apa, ayo kita jalan"
"Tidak ada apa-apa kok ketawanya seperti orang gila begitu"
Ana menggelengkan kepalanya
"Mama, Papa mau kemana?"
Tanya Karin adik Bian
"Mama dan papa tidak pulang dulu ya sayang karena ada urusan penting"
"Ya menginap di hotel hanya malam ini saja"
Jawab Aditya
dengan lantang
"Baiklah Mama dan Papa selamat bersenang-senang"
Mereka langsung pergi meninggalkan rumah.
Sementara itu Arya dan Siska sudah melakukan pemanasan sebelum masuk kedalam pertandingan sesungguhnya.
"Pelan-pelan.."
Siska terlihat begitu lemah sekali karena suara ******* itu sudah berada di puncaknya
Ucap Siska dengan sangat perlahan, saat Arya ingin menyerangnya
"Jangan khawatir aku akan membuat semuanya baik-baik saja, sayang aku tau jalan ini akan terasa sangat sulit karena sudah tak diterobos"
Ah...
ih....
oh ...
uh....
padahal belum apa-apa baru pemanasan saja, bagaimana jadinya jika sudah pada cetakan gol pertama ya? wkaakakkka tapi maklumi saja karena Arya dan Siska memang sama-sama sudah lama tak berkelana wkaakk
Siska langsung tersenyum bahagia mendengar ucapan Arya
"Syukurlah tak ada yang tau kita menginap.disini ya"
masih sempat-sempatnya juga membahas hal itu, padahal Siska sudah terlihat tak berdaya
"Maksudnya siapa suamiku"
dengan mata yang sudah sayu
"Itu si Aditya dan yang lainnya, kalau tidak bisa kacau siang pertama kita ini, huh... mereka itu sudah seperti hantu saja bergentayangan di mana-mana, tak bisa melihat temannya bahagia aku sungguh tak menyangka sekali"
Siska langsung tertawa mendengar ucapan suaminya tersebut, mendadak matanya yang sayu kembali menyala karena lucu
"Ya ampun kak Arya bisa saja mengatakan kak Aditya bergentayang dimana-mana, haduh...."
Tapi apa yang ditakutkan Arya itu memang benar, karena Aditya cs sedang menuju hotel tersebut untuk menganggu mereka berdua, dan yang lebih berbahaya lagi mereka tak tau jika Aditya dan Dimas sudah memesan kamar yang berada di kiri kanan kamar hotel yang mereka pesan juga .
"Tenang saja mereka tak mungkin tau kita berada disini, lagi pula Aditya dan Dimas pasti ada urusan masing-masing,apa lagi ini hari kerja bukan hari libur"
Arya mengangguk "istri hebat dan sangat bersemangat, kau benar sebaiknya kita lanjutkan pemanasan dulu, aku sudah tak sabar ingin dipanas-panaskan oleh mu, aku mulai kedinginan kembali seperti anak kucing yang baru lahir"
berjoget-joget dihadapan Siska, Arya tak sadar jika bukan hanya ia saja yang ikut bergoyang tapi tiang listrik tersebut juga ikut menangguk kekiri dan kekanan juga hahahah.
__ADS_1