Antara Cinta Dan Takdir

Antara Cinta Dan Takdir
Satu kamar


__ADS_3

Arya malam ini tak bisa tidur dengan nyenyak karena memikirkan bagaimana keadaan hidup nya kedepan setelah ibunya bangun pasca operasi


"Permisi Tuan Arya "


"Iya benar ada apa ?"


"Apa anda mengenal Keluarga Nona yang mendonorkan ginjal ibu anda itu ?"


"Ada apa memang nya Dok "


"Ibu nona ini meninggal dunia tapi kami tak tau harus menghubungi siapa Tuan "


Arya nampak kebingungan namun ia ingat jika Siska berteman dekat dengan Alena ia pun meminta Aditya untuk memberi tau Ana agar Ana bisa menghubungi Siska ,


ia tak mungkin menelpon Siska meski ia sangat hapal sekali berapa nomor telepon Siska


"Kemana Aditya telponnya tak di angkat apa sudah tidur"


Arya melihat jam


"Hah waktu yang tidak tepat aku sangat tau sekali apa yang sedang ia lakukan saat ini , pengantin bahagia dengan kisah cinta nya "


Namun Arya juga memiliki rasa kemanusiaan yang tinggi meski bagaimana pun ia tetap berbuat baik kepada sesama setelah apa yang di lakukan Alena padanya


"Aku harus menelpon Siska saja karena ia yang lebih tau "


Arya langsung memencet nomor telepon Siska


Kring..


Kring..


Siska yang tak bisa tidur karena merasa malu dan tak punya harga diri lagi pun langsung kaget mendengar suara ponsel miliknya berbunyi apa lagi jam menunjukkan pukul 23:00


jarak ponsel yang sengaja ia letakkan di atas meja membuat ia malas sekali untuk bergerak mengambil nya ,tapi rasa penasaran itu membuat ia berdiri


"Hadeh siapa lagi yang menelpon ku malam-malam begini"


Masih bermalas-malasan di atas kasur


kemudian ia teringat dengan Rima


"Atau jangan-jangan itu Rima ?"


Siska langsung berdiri dan mengambil ponsel Miliknya tersebut


"Nomor baru ? tapi sepertinya nomor nya tidak asing "


Siska memang tak pernah menyimpan nomor Arya karena menurut nya tidak penting sama sekali ,meski ia mencintai nya juga


Siska langsung menjawab nya


"Halo ?"


Serasa berdesir darah nya saat mendengar suara yang berucap di ujung telpon tersebut


Sama halnya dengan Arya ,jika tak mendesak maka ia sama sekali tak ingin mengorek luka lama lagi

__ADS_1


"Kak Arya..."


Suara Siska terdengar syok dan tak beraturan lagi


Siska khawatir jika Arjuna Mendengar Suara nya ia tak mau jika Arjuna berpikir ia sama saja dengan wanita murahan pada umumnya ,meski ia sadar jika ia tidak mencintai Arjuna namun ia tau posisi dan status nya sebagai istri seorang laki-laki saat ini


"Maaf menganggu mu malam-malam begini aku hanya ingin kau menyampaikan kepada kerabat Alena di kampung jika orang tua nya sudah meninggal di rumah sakit,aku tidak tau Harus menghubungi siapa ,yang aku ingat kau dan dia berteman sejak kecil "


Serasa di sambar petir ,Siska menahan air matanya ia tak menyangka akhir nya hubungan Arya dan Alena telah sejauh itu


mendengar ia begitu perhatian sekali dengan keluarga Alena ,meski sangat sakit sekali bagi nya namun ia tetap menjawab


"Baiklah aku akan menelpon mami untuk memberitahu malam ini "


"Terimakasih Siska maaf telah menganggu tidur nyenyak mu , sampai kan salam ku untuk suami mu yang sedang berada di samping mu saat ini "


Arya menutup telponnya ,lalu mereka berdua sama-sama menangis malam ini , rasa sakit yang masih sangat dalam dan akhirnya sekarang mereka berdua sama-sama harus hidup dengan pasangan masing-masing


Rupanya Arjuna telah memasang penyadap di ponsel Siska ,ia selalu tau gerak-gerik Siska dan apa saja yang di lakukan nya


"Baiklah aku akan kekamar Siska malam ini"


Arjuna berdiri ia tak mau membiarkan Siska bersedih walau bagaimanapun ia tak akan pernah membuat Siska menangis ,meski tak mudah bagi nya untuk masuk kedalam hati Perempuan keras kepala itu


Tok..


tok


"Iya.."


Ucap Siska dengan menghapus air matanya


"Aduh kenapa sih menganggu saja tengah malam begini , iya.. ada apa "


"Kau mau cara halus atau cara kasar ?"


Mendengar ucapan Arjuna membuat Siska langsung membuka pintu kamar nya


meski matanya masih tampak merah ,tapi ia sudah mengirimkan pesan pada Dimas untuk memberi tahu mami agar memberitahu keluarga Alena di kampung jika orang tua nya meninggal


"Ada apa "


Siska menundukkan wajahnya


Namun Arjuna malah langsung menerobos masuk kedalam kamar nya


"Hei..kau mau kemana !"


Mendadak kesedihan itu hilang karena kedatangan Arjuna


Arjuna duduk dan berbaring di kamar Siska


"Aku rasa kasur di kamar mu ini lebih empuk dari kasur di kamar sebelah , belum lagi setiap malam aku harus berkelahi dengan jin penunggu kamar di mimpiku karena ia tak suka tempatnya aku ganggu"


Arjuna nampak serius sekali, sedangkan Siska kalau soal.yang Begituan ia memang penakut sekali


"aku ingin kamar ini dan kau mulai sekarang pindah kekamar sebelah saja ya "

__ADS_1


Mendengar ucapan Arjuna ,Siska pun langsung terperanjat namun ia tak bisa menolak karena jika macam-macam Arjuna tak akan memberikan nya uang lagi , hidup nya sekarang bergantung sekali pada lelaki itu


"Maksudnya kau menyuruhku untuk tidur di sebelah ,lalu kau akan tidur di sini "


"Ya kau kan jago bela diri ,aku yakin kau akan sangat dengan mudah untuk menghabisi nya "


Wajah Siska yang awalnya tegap berdiri langsung menoleh kebelakang dan berlari duduk di samping Arjuna


"Enak saja aku biasanya berkelahi dengan manusia bukan makhluk tak kasat mata ,enak saja "


Siska duduk mendekati Arjuna


"Tapi aku mau kamar ini jadi milikku ,kau di sebelah saja ,atau tidur di sofa depan TV saja "


Siska langsung teringat cerita nenek nya di kampung saat itu tentang seseorang yang selalu di tindih jin saat tidur ,antara percaya atau tidak tapi itu memang benar adanya ,


Arjuna langsung melirik kearah Siska


Ayo makan semua cerita ku , gadis Belanda yang masih percaya cerita mistis hahahahah


"Aku tidak mau ,ini kamar ku aku mau tidur di tempat ini saja ,aku tak biasa tidur di luar "


Arjuna langsung menarik selimut "Tapi aku sudah ngantuk lagian besok aku harus bekerja , sebaiknya pintu kamar Segera kau tutup saja aku takut jika terbuka seperti itu , Seperti ada yang sedang memperhatikan kita "


"Ah kau saja ,aku juga mengantuk "


Siska melompat keatas kasur dan tidur di samping Arjuna


"Eh kau sengaja ya mau dekat-dekat aku "


Arjuna bergeser


Tapi Siska menarik tangan nya


"Jangan jauh-jauh aku takut "


"Cepat tutup pintu nya !"


"Kau saja ,aww kakiku tiba-tiba sakit "


Siska berbohong karena ia takut


"Ah makanya , banyak beribadah agar tak takut hadeh..."


"Lah kau sendiri kenapa pindah katanya berani "


"Mmm aku sudah bosan bermain-main dengan mereka "


.....


Haloha....


Reader bertanya author menjawab...


@Author kenapa jarang up ? aduh author kan selalu up dua bab sehari sayang ku


kalian jangan demo dong 🤣 🤣🤣🤣 wkwkwkkw

__ADS_1


author jadi nggak enak hati nih...


upss bagi hadiah dunk untuk author ni zheyenk ...


__ADS_2