
Arjuna pun langsung tersenyum ia setuju dengan apa yang dikatakan oleh adik nya itu
"Baiklah aku setuju ,aku akan mengatakan pada Siska malam ini juga "
"Nah gitu dong Mas, kejujuran itu lebih baik dari pada nanti mbak Siska tau dari orang lain dan itu pasti lebih menyakitkan lagi nanti nya "
"Baiklah Terimakasih adikku sayang"
Mengusap kepala Kirana , semenjak kepergian ayahnya Arjuna adalah laki-laki satu-satunya yang bertanggung jawab atas Keluarga nya
jadi ia tau apa yang di rasakan Dimas pada Siska ,sama halnya dengan ia yang sangat menyayangi Kirana adiknya yang berbeda ibu itu
Arjuna langsung keluar dan membuka pintu kamar , namun ia kembali lagi kedalam
"Hei kau matikan ponsel mu ,mas akan mengecek nya nanti , jika ponsel mu masih aktif awas saja "
"Oke aman "
Kirana langsung mematikan ponsel nya dan mendorong Arjuna untuk segera keluar dari kamarnya
"Dagh mas ku selamat malam "
Arjuna pun langsung menuju kedalam kamar nya . sesuai apa yang di katakan oleh.Kirana ia akan mengakui nya malam ini
"Baiklah ini lah saatnya , aku harus siap dengan segala kemarahan nya "
Arjuna berdiri di depan pintu dengan menarik nafas dalam-dalam
Memegang gagang pintu ,lalu melepaskan nya kembali ,"Kenapa aku jadi deg-degan begini ya .."
Tentu saja deg-degan Arjuna belum siap dengan segala yang akan terjadi pada nya
belum siap jika harus kehilangan Siska ,ia benar-benar mencintai perempuan itu apa lagi setelah banyak hal yang mereka lewati hingga akhirnya ia semakin melihat keistimewaan yang ada pada diri Siska
"Ini saat nya "
langsung masuk dan membalikkan tubuhnya menghadap ke arah pintu ia tak berani menampakkan wajahnya di hadapan Siska
sambil memegang gagang pintu Arjuna pun mulai berbicara
"Siska ,aku ingin menjelaskan pada mu ,...
aku harap kau bisa mendengar kan apa yang akan aku katakan, mengenai Silvi, sebenarnya Silvi itu adalah adikku nama aslinya adalah Kirana "
Arjuna terdiam ia semakin deg-degan ,saja
"Siska apa kau marah padaku ?"
Siska tak juga menjawab apa yang ia katakan , barusan
"Kenapa ia tak menjawab ya..apa dia tidak marah "
Karena penasaran ia pun langsung membalikkan tubuhnya dan ternyata Siska sudah tidur dengan posisi terlentang di atas tempat tidur tersebut
__ADS_1
Arjuna hampir saja pingsan Karena baru saja membongkar kebohongan nya ,
dengan posisi tidur yang terlentang otomatis malah membuat Siska semakin menantang
"Aduh kok jadi gerah gini ya, apa karena posisi tidur nya ini yang benar-benar menantang ku ,oh"
Arjuna langsung t
berbaring di samping Siska dengan menahan semburan larva yang hendak keluar tersebut
"Besok pagi saja aku akan menceritakan semuanya "
Malam itu mereka pun tertidur dengan nyenyak
Waktu malam yang panjang membuat mereka hanyut dalam mimpi yang indah
Keesokan pagi , matahari sudah meninggi , Arjuna tak menyadari jika jam sudah menunjukkan pukul sembilan ,baru kali ini ia bangun kesiangan , mungkin karena malam tadi ia bermimpi tentang Siska ,hingga membuat ia harus segera langsung mandi karena celana nya yang basah .
Siska yang masih kesal semalaman , berlanjut sampai hari ini ,
ia pun duduk di samping rumah sambil melihat ikan-ikan yang berenu di kolam
Tiba-tiba seorang gadis yang sangat cantik sekali ,datang menyapa nya
"Selamat pagi , mbak Siska ya ?"
Siska terdiam ia langsung menunjukkan wajah Jutek pada perempuan tersebut
namun semuanya berubah ia langsung teringat kemarin mama mertuanya mengatakan tentang adik kandung Arjuna
"Halo mbak "
ia melambaikan tangan nya kewajah Siska
Gadis yang berdiri di hadapan Siska saat ini adalah Silvi anak dari bibi Arjuna yang akan di jodohkan padanya ,namun sayangnya Siska tak tau itu
"Hai sayang apa kabar, senang bertemu dengan mu "
Sahut Siska dengan ramah sekali ,ia tak tau jika itu adalah Silvi yang sebenarnya
"Maafkan aku mbak tidak bisa menghadiri pernikahan kalian , soalnya aku bertugas cukup jauh di pedalaman , apa lagi di sana banyak pasien yang tabu berobat dengan tenaga medis seperti ku "
Astaga dia sempurna,sudah cantik pintar pula
apa dia seorang dokter ya ...
"Oh ya mana mas Arjuna ? mbak sudah lama di disini "
"Lumayanlah sekitar satu Mingguan "
Secara bersamaan Kirana keluar dari kamar ia bermaksud untuk berjalan keluar rumah namun langkah nya terhenti saat melihat Silvi yang asli sedang mengobrol berdua dengan Siska
"Astaga ,mbak Siska dan Silvi ,aduh kacau , bagaimana ini ,mas Arjuna mana aduh..."
__ADS_1
Kirana terlihat begitu panik sekali
Dari belakang Arjuna berjalan dengan bersiul-siul bahagia mungkin karena mimpinya tadi malam yang begitu indah tentang Siska
Dengan cepat Kirana menarik tangan Arjuna
"Mas mau kemana ?"
"Apa sih mas mau keluar lah "
Kirana langsung berbisik
"Mas lihat itu "
menunjuk Siska dan Silvi yang sedang mengobrol
Wajah Arjuna langsung pucat
"Astaga apa yang sedang mereka lakukan,itu Silvi kapan pulang nya ?"
"Kirana juga nggak tau mas ,tau -tau melihat mereka berdua sedang mengobrol , sepertinya mereka kelihatan begitu akrab sekali "
"Bagaimana ini Kirana apa yang harus mas lakukan ,kacau ini bisa marah besar nanti ini"
"Tunggu dulu , tapi bukannya mas sudah jujur malam tadi dengan mbak Siska ,, Kenapa mas harus takut ,santai saja "
"Masalah nya malam tadi mbak mu itu sudah Ngorok jadi mas belum sempat bercerita tentang ini ,aduh kacau "
Siska benar-benar akrab sekali Terdengar beberapa kali Siska melontarkan pujian pada Silvi
"Ya ampun kau ini ternyata seorang dokter ya..
sudah cantik, pintar sempurna sekali, pasti beruntung sekali laki-laki yang menjadi pendamping mu nanti ya ..."
Silvi langsung menunduk dan tersenyum kecil
"Tapi aku tak seberuntung dirimu mbak ,mbak lebih beruntung dari aku, aku saja di tolak ..."
"Di tolak ? astaga laki-laki bodoh mana yang mau menolak berlian seperti mu ini sayang , Astaga aku harus mengecek matanya , kira-kira masih berfungsi dengan baik atau tidak"
Kirana menahan tawanya mendengar ucapan Siska , sedangkan Arjuna langsung mengusap wajahnya
"Apa yang sedang ia katakan itu "
Kirana menutup mulutnya menahan tawa
Tak hanya itu saja Siska terus -menerus memuji perempuan yang berada di hadapannya tersebut
"Aku sungguh beruntung sekali berada di sini ,apa lagi perlakuan mama mu begitu baik padaku, aku sungguh menyayangi nya seperti ibu kandung ku sendiri "
Siska memegang tangan Silvi ,
andai saja ia tau jika ibu kandung Silvi yang ia puji adalah bibi yang sangat di benci oleh Siska
__ADS_1
"Oh ya... padahal ibuku itu sangat jutek dan cerewet tapi aku tak menyangka kau menyukai nya "