
"Alhamdulillah "
Alea dan Arika langsung berteriak bahagia
begitu juga yang lainnya, mami Siska dan ibunya Arya langsung berpelukan
"Ya ampun besan akhirnya anak-anak kita "
Mami Siska sampai berlinangan air mata "Ya besan aku mohon kau jaga lah Putriku dengan baik , karena kita tidak tau maut ,bisa kapanpun mengincar kita ,jika aku tak ada lagi didunia ini aku mohon kau sayangi dan bimbinglah dia sama seperti anakmu"
Ibunda Arya tampak sangat bijak sekali mungkin karena ujian hidupnya lebih keras dari mami Siska ,baik fisik , maupun batin ia sama sekali tidak mengeluarkan air mata
"Besan jangan khawatir soal itu , yang aku takutkan bukan soal itu , Siska dan Arya bertemu kembali setelah banyak sekali cobaan dan rintangan hidup yang telah mereka lewati sejauh ini , Tuhan sengaja menemukan mereka kembali untuk saling mendewasakan sikap mereka masing-masing , soal kasih sayang aku pasti akan menyayangi Siska sampai nyawa ini tak ada lagi "
Mereka berpelukan ", Terimakasih besan, tolong juga kau mengerti jika Putriku memiliki kekurangan yang sangat tak mungkin bisa ..."
"Sudahlah jangan berbicara apapun , semuanya sudah takdir , kita sebagai ibu hanya bisa berdoa yang terbaik saja untuk semuanya , jangan pernah berpikiran aneh-aneh ya besan kita ini sama-sama sudah tua masalah nya , kalau kita banyak pikiran , sangat mudah sekali untuk penyakit menyerang kita "
Mereka pun tersenyum bahagia
Namun setelah permintaan mereka berdua langsung dikatakan sah , saat itu juga Arya langsung berdiri dan melepaskan peci dikepalanya , langsung meggulung celananya naik keatas dan dengan jurus tanpa bayangan ia langsung berlari pergi ketoilet ,
"Kak apa yang akan Kakak lakukan kak ?"
Siska langsung kaget
"Aku mau ketoilet dulu , sungguh aku sudah tak tahan lagi "
Arya sudah tak sanggup lagi menahan semuanya , sementara itu suara meriam terus menembak terus bersahutan dari bawah , ntah itu mengeluarkan ampas atau hanya suara tembakan saja
Dimas langsung berdiri melihat Arya yang buru-buru sekali sepertinya
"Arya kau mau kemana !"
Dimas menahan bajunya yang ia tarik
"Lepaskan cepat Dimas ,aku ingin ke..."
tak sempat melanjutkan pembicaraannya Karena Dimas terus saja menahannya
"Dimas aku mohon aku sudah...."
Wajah Arya sudah tak berbentuk manusia lagi
"Kau ini baru saja melangsungkan akad langsung pergi apa kau sengaja ingin lari dari acara ini seperti orang-orang yang membalas dendam itu , setelah akad langsung meninggalkan istrinya '
"Dimas aku serius !"
Arya sudah tak sanggup lagi menahannya
"Tidak bisa !"
Melihat keributan antara Dimas dan Arya membuat Aditya harus turun tangan dengan segera
"Dimas hentikan "
Wajahnya Arya sudah memerah karena menahan sakit perut ia langsung berbicara dengan terbata-bata
"a..aku sudah tidak tahan lagi , Di .m..as"
Broottthhhh..... Duarrrrrr....
Terdengar juga akhirnya letusan gunung tersebut dengan tingkat suara yang sangat menggelegar sekali
Semua yang berada disana dengan serentak langsung menutup hidungnya
"Astaga !"
"Gila sekali letusan gunung papa baru menggetarkan dadaku "
ucap Arika sambil tertawa
Namun berbeda dengan Panji ia terlihat pucat dan sampai syok , Karena tak pernah sama sekali mendengar kentut yang sebesar itu apa lagi dikeluarga Arjuna sangat bertata Krama jangankan mau kentut sebesar itu , bersendawa keras saja sudah tidak sopan
Arika ingin sekali menenangkan Panji tapi tak mungkin, untunglah Arika sudah lama tinggal kekota kelahirannya Siska tersebut jadi sedikit Banyak ia sudah mulai terbiasa dengan guyonan yang aneh-aneh tersebut
Panji maafkan kakak ,kakak tak bisa lagi berpikir yang jernih saat ini tapi kakak tau kau pasti kaget sekali kan dengan papa baruku , ya itulah seninya papa baru ini sikapnya memang apa adanya ,yang membuat mama jatuh cinta padanya , ia tulus ,dan tidak pernah berpura-pura , tapi bukan berarti kakak ikut mengatakan jika papa Arjuna penuh kepura-puraan ya , papa kita sangat istimewa ia juga memiliki keistimewaan , namun setiap manusia memiliki ciri khas masing-masing untuk menunjukkan rasa kasih sayang dan cintanya , karena sifat manusia itu tak sama
kakak tau pasti kau sangat kaget kan , laki-laki yang menjadi pilihan mama Sangat bertolak belakang sekali dengan papa kita , ya memang bagaikan bumi dan langit tapi pasti om Arya punya plus Dimata mama kita tak pernah tau sudut pandang seseorang dalam mencintai orang lain ,kita belum pernah merasakannya
"Rupanya kak Arya yang dari tadi itu "
"Sama aku pikir ada kotoran kucing "
"Setelah sekian lama , ternyata ia memang tak berubah sama sekali , kelakuannya yang konyol selalu saja"
"Itulah yang membuat rasa cinta Siska masih awet "
Ana dan Rima berjalan menyingkir dari Arya dan Siska
"Jadi ini sumber nya dari tadi "
ucap Ana keceplosan didepan Siska dan Arya
Alea yang malu karena tingkah papanya pun langsung marah apa lagi sampai Rima juga berkomentar gara-gara papanya yang buang angin itu
Ahhh paapaaa bikin malu saja, lihatkan Tante Rima sampai menutup hidungnya begitu, bagaimana jika ia berpikiran buruk tentangku gara-gara kentut papa dan Tante Rima tak merestui hubungan ku dan Mas Raja, ih papa bikin malu saja , apa nggak bisa ditahan apa !
__ADS_1
Ia benar-benar Malu dan marah pada Arya
"Papa bau sekali !"
Alea sampai muntah karena tak tahan dengan. baunya
Siska pun langsung membela "Jangan begitu Nak kan itu papamu "
"Iya sih Ma, tapi kan papa ya papa, kentut papa ya beda "
Dimas dan Aditya langsung tertawa
"Astaga Alea kau sungguh cerdas sekali "
"Kau benar masa iya papamu , disamakan sama angin ya kan Nak"
semuanya langsung tertawa geli karena kemarahan Alea tersebut karena biar bagaimanapun Alea adalah seorang gadis remaja yang bisa malu dan juga marah saat seperti itu
Yang kasihan itu mami Siska dan ibunda Arya yang saling berpandangan dan tidak enak satu sama lainnya
"Besan .."
menoleh dengan wajah yang tidak enak
"Maafkan kekurangan anakku besan , ia orang nya memang seperti itu tidak bisa menahannya sesuatu yang ingin ia keluarkan , tapi percayalah ia sangat tulus dan sangat setia "
"Tak apa-apa besan manusia tak ada yang sempurna , lagipula tak ada hubungannya kentut dengan karakter seseorang besan jangan khawatir "
Ibunda Arya langsung berucap dengan marah sekali , bergerutu kecil-kecil
"Dia benar-benar bikin malu saja , bisa-bisanya di Hari pernikahannya melakukan kecerobohan dengan buang angin sembarangan "
Dimas langsung melepaskan tangannya dan menutup hidungnya
karena memang sungguh bau sekali dan tak bisa ditahan dengan cara apapun juga
"Sudah aku katakan ,aku sudah tak tahan tapi kau malah menahannya"
Arya masih menghargai Dimas sebagai kakak iparnya
"Haduh sudah cepat pergi sana , bau sekali !"
Siska hanya tertawa saja karena ia memang tau bagaimana karakter Arya jadi tak mungkin sekali baginya untuk marah-marah dia tak hanya mengenal Arya satu hari dua hari namun sudah bertahun-tahun lamanya
Alea dan ibunya langsung menggelengkan kepalanya
"Sungguh anak itu bikin malu saja padahal ,ini hari sakralnya "
"Benar Nek ini sungguh memalukan sekali , untunglah papa dan mama Siska sudah sah ,jika tidak mungkin mereka tidak akan jadi menikah "
Siska langsung tersenyum melihat kearah Alea dan Panji "Itu tingkah papa kalian dari dulu ia tak pernah berubah selalu saja ada hal konyol yang ia lakukan , jangan kaget ya Nak , tapi mama yakin kalau Alea sangat paham betul bagaimana papanya "
Siska langsung memeluk Alea dan Panji dengan erat ,Bian nampak ikut bahagia dengan pernikahannya Siska , tapi tak tau apa yang ada didalam pikirannya
"Arika sekarang kita berdua resmi menjadi saudara " Alea langsunh memeluk Panji dengan erat
Arika yang sedang berdiri ingin sekali memaki Panji
Hmm Panji seharusnya kakak yang berada disana , ayo cepatlah bertukar posisi ,aku bisa bete berada disini teruss uh....
ditambah lagi ada dia yang dari tadi senyum-senyum terus -menerus membuat aku jadi sangat jijik , melihat ia bahagia dan tersenyum suatu siksaan untuk ku
Karena ia terlalu kesal ia memilih untuk meninggalkan tempat itu dan ia pun
langsung memilih pergi ke toilet untuk menghilangkan rasa kesalnya yang sudah memuncak
"Ayo sekarang semuanya kita berpoto keluarga dulu , biar seru ,ayo Ma "
Alea terlihat sangat akrab sekali dengan Siska , ditambah lagi memang Siska sudah siap menerima Arya beserta anaknya satu paket komplit juga dengan ibunya Arya
Ya Alea kalian berpoto lah ,aku sangat kesal sekali
Arika langsung memilih untuk pergi dari tempat itu ,
Terdengar suara Alea yang berteriak-teriak agar mereka semua segera berpoto bersama
"Ayo Arika kita akan berpoto dengan gaya yang sangat manis sekali agar semuanya terlihat cantik "
Alea langsung memerintahkan potografer untuk mengambil Potonya dari arah kiri
"Ayo cepat mas yang bagus ya "
potografer tersebut Tersenyum sambil mengacungkan jempolnya pasti didalam hatinya sebenarnya kesal tapi karena yang menyuruhnya adalah perempuan cantik ya mereka pun sah-sah saja dicerewetin oleh Alea
Panji pun akhirnya ikut berpoto meski ia tau jika kakaknya sedang kesal, meski mereka tak terlalu akrab saat dijogja dulu , tapi ia tau bagaimana karakter Arika ia sangat paham
Siska merasa ada yang aneh kenapa dari tadi ia tak mendengar Arika bersuara
ditambah lagi saat berpoto Arika terlihat lebih tinggi dari biasanya ,namun ia tak mau berpikir yang aneh-aneh karena memang tak ada waktu untuk memikirkan hal yang tidak penting itu
Cekrek...
jepretan pertama ,Alea langsung berlari mendekati potografer untuk melihat hasilnya
"Mas lihat dulu hasilnya "
Alea langsung Berteriak "Ya ampun cantik sekali akunya disini, mas Poto lagi ya "
__ADS_1
Panji yang tau jika arika sedang kesal langsung segera pergi dari kerumunan orang-orang tersebut ia bermaksud untuk segera pergi menyusul kakaknya Arika
Kak Arika pasti kesal sekali karena aku , baiklah
aku akan segera menemuinya
"Arika kau mau kemana ?"
panggil Alea
Panji langsung memegang perutnya memberi isyarat jika ia ingin kekamar kecil juga
Rupanya Bian yang melihat Panji juga berdiri langsung permisi juga ingin ketoilet karena pada saat Panji berjalan para pemuda seusianya melirik kearah Panji yang dikira Arika tersebut berjalan
"Tante permisi dulu Bian mau ketoilet "
berpamitan pada Siska
"Ehemm "
ucap Dimas
"Aku jadi curiga jangan-jangan tadi bukan hanya Arya saja yang mengeluarkan ledakan waktu , kalian lihat "
melirik kearah Arika yang berlari kekamar kecil
Semuanya pun langsung tertawa geli
"Benar juga kita hanya fokus dengan ledakan besar saja tanpa menghiraukan ledakan kecil yang menempel disekitarnya "
Mereka semua pun langsung tertawa Alea pun juga kembali berpikir
Benar juga yang dikatakan Om Aditya jangan-jangan tadi Arika juga menahan sakit perut makanya ia langsung buru-buru ke toilet
Alea langsung tertawa dengan geli seorang drii
padahal semua orang tak ada yang tertawa lagi
setelah ia menyadari menjadi pusat perhatian orang-orang ia langsung diam dan wajahnya langsung merah
"Uh ada yang terlambat tertawa sepertinya"
ucap Dimas , lagi-lagi membuat Alea langsung menyadari sesuatu
"Astaga baru saja tadi aku menertawakan papa sekarang , giliran aku yang ditertawakan hadeh.. rupanya kalau menertawakan dan marah dengan orang tua itu langsung dibalas tunai ya ,hadeh papa maafkan Alea.."
....
Bug...
terdengar suara pintu yang ditendang Arika menggunakan kakinya
kebetulan sekali ditoilet sebelahnya , Arya sedang duduk nongkrong dengan konsentrasi penuh ia langsung kaget
" Bunyi apa itu ?"
berdiri dan membuka pintu kamar mandi nya
sedikit lalu mengeluarkan kepalanya
"Tidak ada siapapun ?"
duduk kembali dan merasa aman kembali
"Oh mungkin di toilet sebelah "
ia melanjutkan konsentrasi nya kembali agar tak sampai bolak-balik kamar mandi lagi
Arika yang langsung masuk kedalam toilet dan melepaskan maskernya pun bergerutu dengan sangat kesal sekali
"Ah Panji ia mau berpoto nanti giliran ku kapan sih !"
Cekrek... terdengar bunyi pintu toilet tebuka Arika langsung buru-buru memakai maskernya
"Kak Arika ?"
Panji langsung mengunci toilet tersebut yang memang letaknya di luar rumah
"Panji !"
"Kak arika maafkan Panji pasti kakak marah kan karena Panji duduk didekatnya Mama, tapi kakak jangan khawatir setelah Panji berpoto dengan mama nanti Panji langsung pulang kembali ke Jogja , ya kak hanya sebentar saja "
Arika yang penasaran pun langsung bertanya padanya "Panji kenapa kamu ngotot sekali ingin hadir kepernikahan Mama !"
Panji langsung tersenyum "kak Arika nanti juga tau kenapa, coba kakak ingat-ingat ada sesuatu tidak yang dititipkan nenek pada kakak, Sudah ya Kak Panji mau keluar dulu "
Panji langsung keluar dari dalam kamar mandi tersebut
"Yang diberikan Nenek , maksudnya apa ya ?"
Arika berusaha untuk mengingatnya dan benar saja ia akhirnya ingat akan sesuatu
"Yang diberikan Nenek adalah dokumen pembuatan Panji saat berproses menjadi bayi tabung , videonya juga lengkap !"
Arika pun langsung buru-buru keluar dari kamar mandi dengan masker yang lupa ia pasang
saat ia membuka pintu ia tak sengaja bertabrakan dengan Bian yang baru saja keluar dari toilet yang sama
__ADS_1
"Awww, hati-hati dong kalau jalan "ungkap Bian kesal