Antara Cinta Dan Takdir

Antara Cinta Dan Takdir
Part 203


__ADS_3

"Tapi Nek ,Arika masih ingin didekat Papa"


ucap Arika dengan perlahan


"Papamu tidak akan kemana-mana Nak,


ia masih berada disini Arika ,ayolah ikut nenek sebentar saja , karena nenek tidak tau umur nenek apa kah sampai hingga besok pagi "


"Nenek kenapa tiba-tiba berbicara seperti itu "


Ibunda Silvi memang jarang sekali berinteraksi dengannya namun sekali ia berbicara membuat banyak pertanyaan berada dikepala Arika


Perempuan dengan sanggul itu langsung berjalan mendahuluinya didepan


"Nek kita mau kemana ?"


"Ikuti saja nenek"


Arika pun langsung berjalan mengikutinya


dengan langkah yang sangat gontai sekali , pikirannya bercabang-cabang , memikirkan Siska dan juga keadaan papanya


Jika papa tak mencintai mama dengan sangat hebat kenapa ia sampai seperti itu saat mama meninggalkannya , lalu kenapa Papa masih memikirkan aku dan mama padahal kan papa bisa bahagia dengan Tante Silvi dan Panji


Langkah kakinya terhenti saat ia berdiri didepan sebuah dinding


"Nek kita akan ..."


Perempuan itu langsung menggeser lukisan dibelakangnya , dan betapa kagetnya ia saat Melihat bagian dari dinding itu terbuka dan menyerupai sebuah pintu


Arika baru tahu jika bangunan didalam rumah ini banyak sekali menyimpan ruangan rahasia ,pantas saja dulu papanya pernah bercerita jika rumah ini adalah rumah turun-temurun yang tidak boleh dijual ataupun dirubah bentuknya


Ada rahasia apa sebenarnya dibalik bangunan ini ya ...


neneknya membawa ia masuk kedalam sebuah ruangan yang sama sekali tak pernah ia masuki


"Nek ruangan apa ini "


Arika melihat sekeliling , benar ia sama sekali tak pernah tau ada ruangan lain didalam rumah ini namun tak mendapatkan jawaban sama sekali dari neneknya tersebut


"Nenek tunggu dulu , Arika belum pernah masuk kedalam ruangan ini Nek,ini ruangan apa Nek"


Ibunda Silvi tapi sama sekali tak menjawabnya ,ia terus masuk dan membuka ruangan yang rupanya semakin banyak pintunya membentuk sebuah lorong-lorong


didalamnya , arika benar-benar sangat takjub sekali melihatnya , sungguh arsitek yang mendesain rumah ini menjadi seperti ini sangat lah luar biasa , apa lagi rumah tersebut masih terlihat mewah dan megah meskipun sudah berusia ratusan tahun


Akhirnya mereka memasuki ruangan terakhir didalam lorong tersebut


Cekrek...


Pintunya langsung terbuka , Arika pun ikut masuk dan ia kaget saat melihat potret yang menempel didinding tersebut


"Poto USG bayi ?"


Arika memegangnya , terlihat saat ia masih menjadi benih ,lalu umur satu bulan dan seterusnya


Saat Arika sedang melihat gambar yang menempel didinding tersebut ,


dengan kedua matanya , rupanya mata perempuan tua itu sudah basah .


di dinding kamar tersebut nampak Poto-poto USG bayi dari usia satu bulan hingga sembilan bulan ia pun melakukan hal yang sama seperti yang Arika lakukan dengan memegang semua Poto yang menempel didinding


"Nenek apa ini ,dan ini janin siapa "


Tangisnya akhirnya pecah juga


"Nenek kenapa nenek menangis ?"


Arika langsung menghampirinya


"Tak apa-apa cucu nenek , tenanglah semuanya akan baik-baik saja ,hanya nenek sedang butuh waktu saja untuk terlihat baik-baik saja "


Berusaha tersenyum dan memenangkan hati Arika


"Nek apa maksudnya semua ini "


Neneknya pun langsung berjalan kembali


"Poto USG ini adalah Poto adikmu Panji "


Arika langsung tertunduk dengan lesu ,ia tau sekali jika ini adalah poto Panji itu artinya , neneknya sangat mencintai Panji sampai -sampai semua poto USG nya panji ada disana


"Oh iya Nek ,Arika tau nenek memang sangat menyayangi Panji jadi ini sudah merupakan hal yang biasa terjadi saat seseorang sangat menyayangi cucunya "


Namun apa yang dipikirkan Arika lagi-lagi salah


"Bukan hanya soal sayang atau tidaknya nenek dengan Panji , Arika, tapi yang lebih penting adalah ada sesuatu yang selama ini tak engkau ketahui "


Arika pun semakin bingung "Panji ? memangnya kenapa Nek ,Arika semakin tak mengerti apa yang sedang nenek bicarakan sebenarnya ?"


Tangis ibunda Silvi itu langsung pecah


"Kamu harus mengetahui sesuatu Arika ,


ini adalah rahasia yang sudah lama sekali nenek pendam selama ini agar kamu jangan membenci papamu , karena ia adalah laki-laki yang sangat baik dan setia sekali "


"Maksudnya nenek apa ?"


Semakin tak mengerti saja


Ia mencoba menenangkan dirinya sendiri


"Nenek jangan terlalu terbawa perasaan ,sabar Nek ,sabar ,ada apa Nenek tenangkan saja diri nenek "


Ia menghapus air matanya lalu tersenyum pada Arika


" Iya Arika kau tenang saja nenek baik-baik saja dan ,sudah saatnya kamu mengetahui sesuatu , rahasia yang selama ini nenek simpan ,nenek rasa kamu sudah cukup dewasa mengartikan semua ini ,agar tak ada lagi rasa sesal di hatimu kelak "


Arika kembali terheran-heran atas pernyataan neneknya tersebut


"Sebenarnya apa yang terjadi ? Nek ayo katakanlah "


Suasana pun langsung menjadi hening


dan ibunda Silvi mulai berbicara dengan suaramya yang terbata-bata "Cucu Nenek yang sangat di cintai oleh Arjuna ,itu adalah kau , kau lahir dari cinta yang besar dari papamu kedunia ini , kau adalah satu-satunya anak yang sangat ia tunggu kehadirannya "


Apa yang sedang nenek ini bicarakan Arika semakin tak mengerti saja , Nenek ada apa sebenarnya Nek, jangan membuat arika semakin bingung saja


Arika terdiam dan mendengarkan cerita neneknya, perempuan tua itu tampak sedang menarik nafasnya dalam-dalam ,dan kembali membuka obrolan


"Arika pernah mendengar tentang bayi tabung tidak ?"


Arika langsung mengangguk " Iya Nek "

__ADS_1


karena ia sangat cerdas dan pengetahuannya tentang dunia medis ia dapatkan dari banyak hal


"Apa pengertian bayi tabung ?"


Arika yang cerdas pun langsung menjawab


"Bayi tabung adalah suatu proses pembuahan sel telur oleh sel ****** di luar tubuh perempuan, tepatnya di dalam sebuah tabung pembuahan. Setelah sel telur sudah berhasil dibuahi dan menghasilkan embrio, maka akan dipindahkan ke dalam rahim. Secara medis proses bayi tabung disebut dengan in vitro fertilization (IVF ) ,Nek , kenapa Nek?"


Arika menjadi semakin heran


Tangis neneknya kembali pecah


"Jawaban yang sangat cerdas ,nenek sagat bangga padamu dan melalui proses bayi tabunglah terjadinya adikmu Panji , ia adalah bayi tabung itu "


Arika langsung berdiri dan semakin tak mengerti


"Nenek apa maksudnya ,Arika tak mengerti ,Panji bayi tabung lalu apa hubungannya kasih sayang papa untuk Arika dan Mama Siska "


Mata Nenek nya masih basah ingatannya tentang beberapa belas tahun silam kembali terkenang dan ia mulai bercerita


"Kau dengar lah baik-baik Nduk , cerita nenek ini , aku tau bagaimana perasaan Arjuna malam itu , aku tau ia sangat hancur sekali sama halnya Siska , hari itu aku berjalan menuju kamar putriku didalam kamar itu aku melihat ia pun menangis dengan keputusan keluarga besarku yang mengharuskan ia untuk menikah dan menjadi istri kedua Arjuna , meski hal itu tidak bertentangan dengan agama namun ia juga tak pernah ingin dilahirkan untuk menjadi yang kedua apa lagi ia tahu bagaimana besarnya rasa cinta Arjuna pada Siska ,mamamu "


Ingatannya kembali lagi kepada masa beberapa belas tahun silam


"Nduk boleh ibu masuk "


"Iya Bu ? masuklah "


Silvi menyeka air matanya


Tampak gadis cantik nan cerdas Itu sedang duduk namun ia senyum tak pernah lepas dari bibir manisnya


"Nduk ,ibu minta maaf karena telah membuat dirimu merasa bersalah ,tapi ini suatu keharusan Nduk , ibu yakin kamu adalah perempuan yang tepat untuk Mas Arjuna"


"Bu, tapi Mas Arjuna sama sekali tak pernah mencintaiku , apa lagi dia sangat mencintai mbak Siska, apa mungkin ia mau menerima ku sebagai istrinya ?"


"Nduk tapi kau mencintai mas Arjuna kan dan mencintai ibu kan "


memegang wajah Silvi,ia tau seberapa besar rasa cinta putrinya itu pada Arjuna dari sorotan matanya saja sudah kelihatan


"Iya Bu "


mengangguk perlahan namun air matanya terus berlinang


"Berkorbanlah Nak , karena seseorang yang rela berkorban untuk melestarikan keturunan keluarganya adalah sebuah pengorbanan yang sangat besar , jika kau tak melahirkan anak laki-laki maka keturunan keluarga kita akan hilang sedangkan istri mas mu tak bisa melahirkan lagi "


Tangisnya kembali pecah silvi langsung memeluk ibunya "Ibu ....."


Ari mata ibunda Silvi juga ikutan terus mengalir dengan deras sekali


Matanya masih berkaca-kaca menceritakan semuanya pada Arika


"Lalu Di hari pernikahan terjadi Mamamu


Siska tak karena hadir ia sakit ,dan kami semua tau itu , pernikahan memang digelar sangat mewah namun jelas terlihat dari wajah Arjuna jika ia sedang tak baik-baik saja , Semua tamu undangan banyak bertanya tentang Siska tapi pihak keluarga menutupi keberadaannya karena tidak enak , hingga setelah acara selesai ,nenek dan juga papamu dan Tante Silvi langsung berangkat pergi , kau ingat kan "


Arika menganggguk "Iya Nek"


Ibunda Silvi melanjutkan ceritanya


"Lalu di hari itu kami semua berangkat semua orang mengetahui kami pergi untuk menemani Arjuna dan Silvi untuk bulan madu , namun ada satu hal yang belum nenek ceritakan tadi , sebelum menikah pada saat sehari ibumu masuk kerumah sakit, mama Panji , yang juga ibu kedua mu itu , mengatakan hal yang sangat bijak kepada papamu ,meski nenek sangat tidak menyangka jika ia akan melakukan hal itu , ia mengatakan jika ia bersedia menikah dengan memberikan rahimnya untuk dititipkan anak dari papamu,meski ia sama sekali tak pernah disentuh oleh. papamu, ia mengatakan itu sebagai bentuk pengabdian seorang adik Kepada kakaknya ,dan juga bentuk bakti ia untuk keluarga besarnya , tapi dengan catatan tidak ada satupun orang yang tau rencana itu kecuali nenek , papamu ,dan juga Tantemu itu ,


Papamu langsung menyetujui pernikahan itu ,dan ia pun berjanji akan memperlakukan Silvi dengan sangat baik , bahkan sampai mamamu dan kamu mengira jika papamu sangat mencintai Tante Silvi,


Arika ikut menangis histeris "Jadi papa dan Tante Silvi Nek?"


"Iya Nduk , paapaaamu sangat menyayangi Panji karena ia tau Panji lahir kedunia tidak melalui proses hubungan layaknya suami istri pada umumnya , ia lahir karena tuntutan tradisi ,ia lahir karena harus meneruskan keturunan keluarga ini , maka saat ia lahir paapaa mu sangat sayang karena ia tak tega melihat Panji , tapi cinta nya hanya untuk kau dan mamamu Nduk "


Arika langsung jatuh lemah terkulai semua dugaannya selama ini benar-benar tidak benar semua "Astagfirullah ya Allah , kenapa jadi seperti ini Nek, papa dan mama harus berpisah dengan cara yang paling menyakitkan sekali "


menangis histeris


"Sebuah keistimewaan bagi Silvi untuk menerima benih dari penerus keluarga besar ini , Panji dilahirkan melalui proses operasi sesar , Nduk .... maafkan nenek harus menceritakan ini semua padamu sekarang ,Nenek tidak tau berapa lama lagi paapaamu bisa bertahan hidup , tapi jika kau dan Mamamu ada disini , mungkin papamu bisa sehat kembali , Semua nya tergantung mukjizat Tuhan lagi , nenek sangat berharap semuanya padamu , meski nenek tau kau juga tak suka dengan nenek ya kan .."


Ibunda Silvi menangis


"Nenek kenapa baru cerita sekarang , setelah semuanya begini "


Arika sangat sedih sekali ia bahkan sampai mengantuk-ngantukkan kepalanya didinding


Kesedihan Arika benar-benar sangat beralasan sekali ,ia pun langsung teringat Panji , betapa sedihnya menjadi Panji dan juga Tante Silvi , namun ia tak mungkin juga memberitahu ibunya soal ini apa lagi dalam posisi sekarang


Tapi tiba-tiba seperti itu , ponselnya berdering


Kring ..


kring...


"Sebentar Nek ,ponsel Arika berdering "


"Iya Nduk, angkatlah "


Rupanya telpon tersebut dari Alea ,tapi karena Arika terlalu lama mengangkat telponnya Alea langsung mengirimkan pesan saja


"Arika kau kemana saja ,aku ingin menyampaikan kabar baik ,hari ini aku dan papa berada dirumahmu , dan kau tau jika mereka akan segera menikah dalam beberapa hari ini , mereka menunggumu pulang Arika ,aku akan mempersiapkan pernikahan kedua orang tua kita , kau baik-baik disana ya , oh ya jangan lupa jaga baik-baik Raja ku itu , jangan sampai dia tergoda gadis manis Jogja ya , cepat pulang saudaraku "


Melihat pesan dari Alea ,Arika langsung menangis histeris ia sangat bingung sekali dengan posisi begini


Ya Tuhan sekarang bagaimana lagi aku terjebak diposisi yang benar-benar sangat sulit sekali dalam hidup ku ini sekarang


Arika menangis histeris


membuat ibunda Silvi heran


"Nduk ada apa kau menangis "


Arika langsung menahan ucapannya ,


apa yang terjadi saat ini tak boleh diketahui neneknya ia tak mau pernikahan mamanya. akan menjadi beban neneknya


sekarang sebagai seorang putri keturunan keluarga terhormat ia juga harus menahan diri agar semuanya terlihat baik-baik saja ,di satu sisi ia sangat sedih sekali baru tau ternyata yang selama ini terjadi tak sama seperti yang ia bayangkan , namun disisi lain ia juga tak mungkin merusak kebahagiaan mamanya dan juga Arya dan yang lainnya


Aku tak mungkin mengatakan hal yang sebenarnya pada mama untuk saat ini ,jika sampai mama tau maka ia tak akan jadi menikah dengan om Arya , lagi-lagi om Arya akan patah hati , dan itu artinya aku juga telah merusak kebahagiaan Alea yang sangat berharap sekali untuk kebahagiaan papanya


Hanya Tuhan saja yang mampu menolongku saat ini


Arika terdiam membisu ia langsung izin Permisi untuk keluar dari dalam ruangan tersebut


"Nenek , Arika sebaiknya menemui papa dulu ya Nek "


ia berdiri berusaha untuk mengalihkan perhatian neneknya agar tak terlalu fokus padanya


Arika pun langsung membuka pintu kamarnya

__ADS_1


"Arika nenek minta satu hal darimu, jangan kau beritahu Panji soal ini ya Nduk , Nenek takut ia akan semakin sedih"


Arika mengangguk , satu lagi beban yang harus ia pikul lagi dan ibunda Silvi memberikan buku dokumentasi padanya yaitu semua proses bayi tabung Panji pada Arika


"Ini ambillah kau boleh membacanya , Nduk , pastikan juga kau lihat bagaimana adikmu terjadi ada semua video lengkapnya "


Arika langsung mengambilnya dan pergi keluar dari ruangan tersebut


namun mereka berdua tak menyadari jika Panji berada didalam tempat itu juga ia diam-diam masuk kedalam ruangan tersebut dan mendengar semuanya


Ibunda Silvi masih menangis didalam dengan tersedu-sedu


"Maafkan bibi Arjuna , harus melakukan ini semua , maafkan ibu Silvi tak bisa amanah untuk menjaga rahasia ini , maafkan ibu ,aku sangat berdosa karena telah membuat Arjuna dan Siska berpisah "


Panji langsung menerobos masuk kedalam ruangan tersebut dan langsung memeluk neneknya


"Panji ?"


"Nenek ". memeluk ibunda Silvi


"Bagaimana kau bisa tau ruangan ini Panji ?"


ia kelihatan sangat cemas sekali


"Tak perlu cemas Nek, Panji tidak marah terhadap siapapun karena ini sudah menjadi garis nasib Panji ,dan takdir Panji lahir kedunia ini dengan cara seperti ini , nenek . Panji tak pernah marah ataupun bersedih dengan segala yang sudah ditetapkan oleh Tuhan ,jika bukan karena kehendaknya maka Panji tak akan bisa berada disini ,nenek jangan khawatir tak ada satupun yang terjadi didunia ini jika bukan kehendak Tuhan Nek"


Neneknya mengangkat wajahnya Panji dan memegangi nya


"Cah Bagus Nenek sangat bangga padamu ,kau benar-benar menguasai ilmu ikhlas dengan baik ,nenek tau kau akan berhasil menjadi pemimpin yang baik untuk. perusahaan keluarga kita nanti, kau adalah anak laki-laki yang akan menjadi kebanggaan keluarga kita , nenek percaya jika kau akan menjadi seorang pemimpin yang amanah nanti "


"Panji hanya ingin bisa merangkul kembali mama Siska dan kak Arika agar bisa kembali berkumpul dirumah ini Nek, agar bisa bersama-sama kembali , setidaknya jika umur papa tidak panjang ia bisa berkumpul kembali bersama mama Siska , Panji tau pasti papa sangat sedih sekali , Panji juga tau menjadi mama Silvi sangat lah tidak mudah, Panji bangga lahir dari rahim ibu yang sangat hebat seperti mama Silvi mama adalah bentuk malaikat yang nyata didalam hidup ini "


Panji menahan air matanya agar tidak tumpah


Panji langsung berdiri dan menghapus air matanya


Tak lama ibunda Silvi tersebut jatuh terkulai dilantai


Brakkkk...


"Nenek....!"


Panji langsung berteriak dan membangunkan neneknya , tapi karena ia tau jika ruangan itu adalah ruangan rahasia , tak mungkin orang-orang masuk kedalam ruangan itu , dengan susah payah ia menggendong tubuh Nenek nya yang bertubuh gempal tersebut


"Tolong... cepat tolong "


Mamanya langsung keluar dari dalam kamarnya , Silvi yang juga seorang dokter tersebut pun langsung memeriksa ibunya ia kelihatan kaget sekali apa lagi ibunya sama sekali tak memiliki riwayat penyakit sama sekali


"Panji nenek kenapa ?"


Panji hanya diam saja ia tak mungkin menjelaskan secara detail bagaimana dan apa yang terjadi sebenarnya pada neneknya


"Nenek tadi terjatuh Ma,"


"Cepat letakkan nenek disini mama akan memeriksanya "


Siska langsung memeriksanya ,namun setelah itu ia langsung menangis


"Inalillahi wainnailayhi rojiun ,ibuuuu"


Silvi menangis tersedu-sedu


"Nenek kenapa Ma ?"


"Nenek sudah meninggal dunia Panji "


Arika yang sedang berada di ruangan Papanya langsung berlari keluar saat mendengar suara ribut-ribut dari ruang tengah


"Mbak Arika ,neneknya mbak meninggal"


"Hah kalian sembarangan , mana mungkin "


ia tak percaya karena baru saja mengobrol dengan perempuan tersebut


"Mbak ini benar "


Arika langsung keluar dari kamarnya


karena malaikat maut tak pernah permisi untuk mencabut nyawa manusia yang sudah sampai janjinya


Dan benar saja tubuh gempal tersebut sudah terbaring lemah tak berdaya


"Astaga Nenek !"


Arika langsung memeluk tubuh nya juga


"Nenek...ya Tuhan "


.Panji dan Arika saling berpelukan


Nenek apa Nenek hanya menunggu kak Arika pulang saja , untuk mengatakan hal ini Nek , Panji tak menyangka jika nenek akan pergi secepat ini , Panji tau Nenek sekarang sudah lega karena sudah menyampaikan semuanya ,yang selama ini sudah menjadi beban bagi Nenek, maafkan Panji Nek,belum bisa membahagiakan nenek ,tapi Panji yakin Nenek pergi dengan tenang saat ini


Silvi yang kuat akhirnya jatuh terkulai tak sadarkan diri


"Mamaaaa...."


Panji langsung menggendong mamanya , tepat jam sepuluh malam ini ibunda Silvi yang juga bibi Arjuna meninggal dunia , para kerabat ,handai taulan pun langsung datang melayat , karena Neneknya Panji akan segera dikebumikan besok pagi


Arika tak henti-hentinya membaca surat Yasin disamping Neneknya


meski pikirannya juga sedang kalut Saat ini


"Nenek terimakasih setelah nenek menceritakan semuanya pada Arika , akhirnya nenek bisa pergi dengan tenang, Terimakasih karena telah melahirkan putri sebaik Tante Silvi , karena ia aku memiliki seorang adik laki-laki yang sangat tampan sekali , aku berjanji Nek mulai hari ini aku tak akan memanggil Tante Silvi dengan sebutan Tante lagi, ia adalah putri keturunan sejati yang mengorbankan dirinya untuk keluarga ini , ia adalah perempuan tak bersayap yang mengabadikan rasa cinta nya kepada kang mas sekaligus saudara sepupunya "


Silvi terduduk lemas air mata terus mengalir di pipinya


Arika pun langsung mendekatinya dan memeluknya "Mama Silvi yang kuat ya Ma"


Silvi yang mendengar Arika memanggilnya dengan sebutan Mama langsung duduk dengan tegak ia memandang wajah Arika dengan air mata yang bercucuran


"Nak kau memanggilku Mama?"


Panji juga mendengar nya ia langsung kaget karena selama ini kakaknya tak pernah mau berbicara dengan mamanya itu


"Iya karena mama adalah istri papaku,mama adalah mamaku juga yang sudah memberikan aku adik laki-laki yang menjadi saudaraku ,jika mama tidak memberikan aku seorang adik maka aku hanya seorang diri didunia ini , apalah artinya kekayaan dan kekuasaan yang berlimpah Ma , jika tidak memiliki saudara didunia ini , maafkan Arika selama ini sudah membuat mama sedih karena sikap Arika "


Silvi langsung memeluk Arika dan menangis tersedu-sedu "Putriku terimakasih akhirnya kau menerima aku menjadi mamamu , aku sungguh tak bisa mengungkapkan perasaanku saat ini ,aku memang kehilangan ibuku tapi Tuhan menggantikan aku dengan putri cantik ku ini, terimakasih Nak ,aku sejak lama sekali Sanga ingin mendengarkan panggilan itu darimu"


.....


yuhuuuui reader....


Bagaimana? Galau kan hahahaahahahahahah

__ADS_1


mau lagi vote dong...aish biat semangat


__ADS_2