Antara Cinta Dan Takdir

Antara Cinta Dan Takdir
Perjalanan menuju sebuah Tempat


__ADS_3

Alena langsung menutup kembali layar pembatas tersebut karena tak mau menganggu Privasi keluarga tersebut , walaupun sebenarnya ia sangat lah tidak suka dengan apa yang dilakukan Alena


tapi dia siapa ? dia bukan siapa-siapa Arya


cinta ? yakin masih ada Siska di hatinya ,


itu lah yang ada di benak Siska saat ini


"Kalian semua sudah aman kan ,kalau begitu aku akan segera pulang "


"Kau mau kemana ?"


Siska yang hendak melangkah keluar Melihat Arya lalu kembali menutup pintu


namun tak berapa lama terdengar suara Arya berteriak "Awwww sakit sekali"


Matanya terbuka ,yang membuat ia lebih sakit kembali adalah saat ia membuka mata nampak Alena tersenyum di depan wajahnya


"Astaga, kau ! apa yang sedang kau lakukan di sini ha"


Arya terlihat begitu emosi sekali


Dimas yang sedang berada di samping nya pun merasa tak asing dengan suara tersebut


"Suara itu "


Rima menarik tangannya dan meletakkan di pipinya "Kita akan tetap menikah kan kak "


Maminya langsung mengeluarkan selembar cek "Lihat ini semuanya akan baik-baik saja sayang , jangan khawatir ya "


Rima langsung tersenyum bahagia "Syukurlah akhirnya "


"Pergi kau dari sini , menjijikkan ! apa kau tidak punya malu ha , mendekati ku terus -menerus


aku tidak menyukai mu dan tidak akan pernah "


Arya membentak Alena dengan keras sekali


namun Alena malah menjawab nya dengan biasa saja


"Iya aku tau kau tak menyukai ku ,dan aku tau aku bukanlah tipe kak Arya ,tapi kita tak boleh mendahului Tuhan , kita tidak tau kan kedepannya bagaimana , bisa saja nanti aku adalah takdir kak Arya "


Arya semakin pusing Mendengar jawaban dari Alena "Makhluk apa dia tak mengerti jika aku sedang marah besar , apa dia ini manusia yang tak memiliki perasaan ,aku rasa semut saja yang mendengar ucapan ku barusan langsung pergi ,tapi kenapa tidak dengan dia "

__ADS_1


ucap Arya berbisik , sambil memegang kepalanya yang terlilit perban


Dimas yang sangat yakin mengenali suara itu pun , dengan cepat langsung membuka layar pembatas


"Arya ! "


"Dimas , kau kenapa di sini "


"Seharusnya aku yang bertanya pada mu ,apa yang kau lakukan di sini "


Belum sempat Arya menjawab Alena langsung menjelaskan tanpa di pinta


"Jadi begini ceritanya ,tadi waktu aku mau berangkat kekampus ,aku melihat sekumpulan orang mengerumuni mobil yang menabrak penjual ayam potong , lalu aku mendekati nya , aku melihat kak Arya sudah tak sadarkan diri ,di antara banyak ayam-ayam yang terlepas , maka aku sengaja ikut kemari , jika tidak percaya ini bukti nya "


Mengambil baju Arya yang sedang ia pakai itu


"Jangan sentuh tubuh ku "


Namun Alena tetap memaksa"ini bukti nya kotoran ayam yang menempel dilengan baju nya , dan ini "


mengangkat kaki Arya


"Hei.. makhluk jadi-jadian hentikan "


Arya langsung memegang kepalanya dan mencium tangan nya


"Uwekkkssss ,bau sekali "


Dimas tak kuasa menahan tawa saat melihat Alena dan Arya ,


namun Arya tak jadi berbicara kasar kembali Karena melihat ada mami Dimas di tempat itu


Astaga itu mami Siska , ya Tuhan apa ia mendengar aku memaki makhluk ini barusan, Tuhan maafkan aku jika aku hanya sekedar ingin di lihat baik di depan maminya , cinta ini tak salah hanya saja jatuh kepada orang yang tidak tepat


Arjuna berdehem "Ehem...tak apa menempel nya kotoran ini tanda nya ayam-ayam itu masih sayang dengan ku "


Arya mencoba menenangkan dirinya


Maminya menahan senyum nya


Oh jadi ini lelaki yang membuat Siska jatuh cinta, Seperti nya ia memiliki perasaan yang tulus , sayang nya ia Suka main perempuan ya , biasanya kalau Suka main perempuan sampai menikah tak akan berubah


"Aku akan pulang , pasti ibu cemas saat ini "

__ADS_1


Alena langsung memegang Arya


"Mari aku bantu kak "


Sebenarnya Arya ingin sekali memaki Alena tapi tak mungkin ia lakukan di hadapan semua nya


"Tak usah aku bisa sendiri "


"Arya apa kau sudah bisa berjalan "


Dimas memegang nya


"Jangan Dimas , tak apa ini hanya luka luar saja dan sebentar juga pasti akan sembuh , bukan luka di dalam yang tak tau kapan bisa sembuhnya "


ungkapan hati Arya yang tak sadar secara langsung menusuk hati Dimas , Rima pun tau sekali bagaimana perasaan Arya saat ini


tapi Dimas juga tak bisa di salahkan sepenuhnya tak ada seorang kakak yang ingin menjerumuskan adik-adiknya , Dimas berpikir biar Siska menangis sekarang tapi esok ia bisa tertawa , meski ia tau Arya sudah berubah tapi Arjuna lebih menjamin hidupnya kedepan ,


Arya memutuskan berjalan dengan cepat untuk menghindari Alena "Huh untunglah aku berhasil mengelabui nya "


Arya buru-buru membayar biaya pengobatan nya lalu dengan cepat masuk kedalam mobil ,


tapi ia tak menyadari jika saat mobil melaju ,Alena sedang meringkuk di dalam mobil tersebut


Bersamaan dengan itu Siska memutuskan untuk pergi ketempat ia dan ana sering menenangkan diri dulu , ya Bukit pesona , sebuah bukit yang indah yang mereka temukan berdua , Hanya mereka saja yang tau tempatnya ,namun mereka lupa jika tempat itu juga sudah di kontaminasi jejak dua orang laki-laki yaitu Arya dan Aditya , jika Ana daj Aditya berjodoh maka Tinggal Arya dan Siska yang memecahkan misteri cinta bukit pesona itu


Siska mampir di sebuah mini market untuk segera membeli berbagai macam cemilan


seperti biasanya , hal serupa di lakukan Arya ia pun mampir di sebuah warung untuk membeli banyak makanan , ia bermaksud untuk pergi menenangkan diri keatas bukit tersebut


Namun dalam perjalanan Siska berpapasan dengan Arjuna yang sedang mengendarai mobil juga


"Siska ,kemana dia , bukankah itu arah pinggiran kota "


Arjuna langsung mengikuti nya , penasaran kemana Siska akan pergi ,


Siska menghidupkan musik sekencangnya di dalam mobil , memang semua orang punya cara sendiri untuk menghibur hatinya ,


Siska membuka kaca mobil dan bernyanyi sekeras-keras nya , beberapa orang yang berpapasan dengan nya tertawa ,ada juga yang mengatakan ia sudah gila


"Terserah kalian saja mau mengatakan apa , aku hanya sedang berusaha menambal luka di dada ini karena Cinta yang tersimpan di jiwa "


Arjuna mengikuti secara perlahan karena ia tak perlu khawatir GPS terpasang di mobil tersebut ia tinggal mengikuti saja kemana GPS membawa mobil tersebut

__ADS_1


jalanan yang di lalui semakin sempit saja , Siska dan Arya memiliki tempat rahasia untuk memarkir kan mobil jadi tak ada yang tau di mana mereka menyembunyikan mobil mereka masing-masing lagi pula , bukit pesona itu sangat luas tempat nya


__ADS_2