Antara Cinta Dan Takdir

Antara Cinta Dan Takdir
Keraguan hati


__ADS_3

Untunglah Tuan Romeo paham akan posisi Alena ia langsung mendekati Siska


"Halo perkenalkan saya Tuan Romeo , apa kau mengenal karyawan saya Alena ini ?"


Sapa Tuan Romeo


"He iya dia teman saya "


Siska tak mampu berkata-kata lagi apa lagi di luar ia melihat Arjuna sudah menyebrang menuju mobilnya


"Maaf saya permisi dulu Tuan "


Ucap Siska pada Alena dan Tuan Romeo


Setelah Siska pergi ,Tuan Romeo langsung paham "Apa dia perempuan yang kau ceritakan itu ?"


Alena diam setelah itu ia mengangguk "Benar dia adalah Siska perempuan yang sangat di cintai suamiku "


Tuan Romeo memegang tangan nya


"Jadi bagaimana dengan tawaran ku apa sudah kau pikirkan ?"


Alena hanya menunduk saja


"Tak masalah ,masih ada waktu beberapa hari lagi , apapun yang menjadi keputusan mu nanti akan aku terima "


Tuan Romeo Sangat lah baik pada Alena ia memperlakukan Alena bak ratu , namun wajar saja tak mudah bagi Alena untuk memilih


namun hidup tetap harus memilih bertahan atau tinggalkan karena diri sendiri berhak bahagia , walaupun di awal -awal Alena bersikukuh untuk memperjuangkan cintanya untuk Arya , tapi semakin kesini ia semakin sakit saja , meruntuhkan dinding pertahanan c www tqinta QQ Arya tak semudah yang ia bayangkan


"Lebih baik kau istirahat dulu dirumah "


Tuan Romeo memang sudah tak lagi muda namun wajah tampannya masih sangat terlihat dengan jelas postur wajahnya yang tegas dan hidungnya yang mancung menunjukkan jika ia sangatlah tampan sekali pada waktu muda dulu


Di dalam mobil Arjuna tersenyum melihat sang istri yang duduk manis


padahal Siska sedang menyembunyikan sesuatu darinya


"Sayang ini gorengan yang kau mau , ambillah"


Sambil mengelus perut Siska


"Anak papa mau apa lagi ayo katakan saja ,papa akan membelikan apa saja untuk mu "


Siska tersenyum "Terimakasih "


Pikiran nya masih melayang-layang saat melihat Alena ia tak menyangka jika akhirnya Alena mendua , apa itu pertanda jika Alena akan meninggalkan Arya


Salah memang Siska masih memikirkan laki-laki lain yang bukan suaminya namun bagaimana bisa ia tak mengabaikan Arya ,ia juga ingin Arya bahagia meski tak bersamanya

__ADS_1


Arya pulang kerumahnya begitu juga dengan Alena ,namun Arya kembali meradang saat melihat Alena yang pulang di antar oleh Tuan Romeo


Arya duduk di depan " terimakasih Tuan "


Mobil pun berlalu , melangkahkan kaki kerumah itu membuat Hati Alena menjadi sangat sakit sekali , ia tau manusia tak akan pernah bisa membuat skenario hidup nya bahagia terus


"Baru pulang ?"


"Ya tentu saja baru pulang kau lihat sendiri kan ?"


jawab Alena datar


"Siapa yang mengantar mu itu ?"


Tanya Arya jutek


"Tuan Romeo"


Alena langsung berjalan masuk di ikuti oleh Arya dari belakang


"Wah bos mu sungguh perhatian sekali padamu , jangan-jangan ia menyukai mu "


"Tentu saja ia menyukai ku aku kan karyawannya ,jika bukan karyawannya mana mungkin ia akan baik padaku "


Masuk kedalam kamar dan menaruh tasnya


Namun Arya kembali bertanya terus -menerus


Alena langsung menatap wajah Arya


"Apa pentingnya dia tau aku sudah bersuami atau tidak, aku rasa itu tak terlalu penting apa lagi pernikahan kita hanya status saja namun di hatimu masih tersimpan orang lain, aku tau aku memang salah memaksamu untuk menikah dengan ku , tapi Kak Arya aku juga manusia punya batas kesabaran "


Bug...


Alena menutup lemarinya kuat-kuat


"Aku mau mandi "


Arya terdiam mendengarkan keluh kesah Alena


apa yang dikatakan Alena itu memang betul adanya ,namun ia pun tak salah membuat Alena seperti itu ,karena Alena lah yang menjebak nya tentu saja setiap perbuatan akan ada konsekwensi nya


Di dalam kamar mandi Alena langsung menangis batinnya tak bisa berbohong karena semakin sakit ia semakin tak bisa meninggalkan Arya


"Aku sungguh mencintai nya, tapi perempuan mana yang tidak terluka saat malam pertama ia malah menyebutkan nama wanita lain , apa kah aku harus bahagia ?!"


Mengguyur tubuhnya dengan air


Sedangkan Arya duduk di luar menunggu nya keluar dari kamar mandi

__ADS_1


Alena masih memakai handuk dan masuk kedalam kamar lalu di ikuti oleh Arya dan ia langsung mengunci pintu


"Apa yang sedang kau lakukan ? cepat keluar dari kamar ini aku akan mengganti pakaian ku "


Namun Arya malah justru mendekati nya


dan dengan cepat ******* bibir Alena


Alena kaget namun pasrah saja , bukankah ini yang sangat ia impikan di cumbui Arya dalam keadaan sadar , pertempuran tak terelakkan terjadi ,Arya membuat Alena sekali lagi bermain dengan nurani nya ,


"Sudah selesai cepat pakai bajumu "


Mengancingkan celana nya


Lalu keluar dari kamar , Terdengar suara deru mobil melaju meninggalkan rumah tersebut


Alena langsung tersenyum namun juga perasaan nya tak menentu , antara dua pilihan tinggalkan atau bertahan , waktu tinggal tiga hari lagi


"Aku tak tau setan apa yang merasukinya barusan , setelah malam itu ini adalah kali kedua ia menyentuhku dan dan aku tak mungkin bisa menentukan pilihan lagi , ia melakukan nya dengan sangat berbeda, dan inu dalam keadaan waras "


Ponsel Alena berdering ,ada pesan masuk kedalam ponselnya


"Alena ini Siska aku ingin kau menemui ku di kafe rajawali besok jam sembilan pagi , jangan tidak datang aku sangat ingin bertemu dengan mu "


Alena melihat Siska mengirimkan pesan pada nya dengan tersenyum


"Kalian berdua memang tak pernah bisa berbohong ya.. kekuatan cinta yang kalian miliki sangat kuat ,aku dan suamimu dan Kak Dimas memang egois memaksakan kehendak


memisahkan kalian "


Alena menangis seakan ada perang di batinnya


Melepaskan atau tinggalkan


"Aku berhak bahagia begitu juga dengan Kak Arya ,tapi aku juga tak bisa pergi semudah itu dari nya "


Alena menangis tersedu-sedu .


Selesai mengirimkan pesan pada Alena, Siska buru-buru mematikan ponselnya


karena Arjuna datang mendekati nya


"Sayang kau belum minum susu ,ini aku bawakan susu untuk ibu hamil ,agar bayi kita sehat selalu dan tak kekurangan gizi apapun "


"Terimakasih "


Siska sama sekali tak pernah memanggil Arjuna dengan panggilan sayang juga ,jauh di lubuk hati Arjuna ia sangat ingin di panggil Sayang sama seperti panggilan nya pada Siska


"Jangan banyak pikiran ya , tenang saja Kak Dimas punya pilihan sendiri tentang dirinya , yang terpenting saat ini Mami akan bahagia dengan pilihan nya , kau juga ingin melihat mami bahagia bukan , dan saat ini keinginan mu sebentar lagi akan terkabul "

__ADS_1


Arjuna memeluk Siska dengan erat dan mengecup kening nya


sungguh tak bisa di bohongi rasa sayang Arjuna pada Siska sangat lah besar


__ADS_2