
Arya langsung Tersenyum tapi didalam hatinya ia berkata
Bagaimana Siska apa sekarang kau semakin terpesona dengan semua yang aku katakan ha ? ayo mengaku lah "
Bukannya terpesona Siska malah terdiam pikirannya kembali teringat kejadian yang telah ia alami beberapa tahun silam
Setelah selesai ijab qobul , Arjuna dan Silvi pun langsung pergi untuk berbulan madu , dengan membawa Arika bersama mereka ,
Pada saat itu Siska baru pulang dari rumah sakit dan ia tak menemukan Arika berada disana
"Mana Arika ?"
"Maaf Nyonya tapi Nona Arika pergi bersama Mbak Silvi dan Mas Arjuna "
Kenapa mereka tak mencariku dan memberitahukan aku
"Baiklah Bi terimakasih "
Siska langsung masuk kedalam kamarnya dan menangis sejadi-jadinya "Ya Tuhan jika ini adalah awal dari ujian mu untuk menaikkan derajatku aku mohon semoga aku bisa bertahan sekuat hati untuk bisa melewati semua ini ya Tuhan "
Siska mengambil handphonenya ingin menghubungi Arjuna ,namun tiba-tiba niatnya ia urungkan tak jadi
"Siska apa yang kau lakukan mereka sedang pergi berbulan madu ,dan kau sama sekali tak berhak untuk menganggu mereka , kau tau mereka sedang merayakan pernikahan mereka "
Tangis Siska kembali pecah "Aku tak pernah merasa sakit separah ini , ini sangat menyakitkan saat aku harus meninggalkan Arya dan menikah dengannya "
Siska ingin menelpon maminya untuk memberi tau apa yang ia alami ,namun lagi-lagi ia tak kuasa melakukan itu apa lagi jika sampai Masalah rumah tangganya sampai tau dengan Dimas , sedangkan ia masih ingin mempertahankannya sampai Arika tamat sekolah
"Aku tak bisa melakukan ini ya Tuhan , tak bisa ini aib rumah tangga ku mami dan kak Dimas tak boleh tau jika aku dan Arjuna "
menangis sesenggukan
Selama tiga hari Arjuna tak menelpon Siska sama sekali , dan selama tiga hari itu juga Siska berdoa kepada sang pencipta dan memohon untuk menguatkan hatinya
hingga saat yang ditunggu-tunggu tiba
Arjuna dan Silvi pulang dari bulan madu lengkap dengan Arika dan juga ibunda Silvi disampingnya ,
Arjuna pun langsung datang memeluknya saat masuk kedalam kamar
"Sayang "
"Kau sudah pulang ?"
Bayangkan sakitnya hati Siska yang remuk dan hancur berkeping-keping saat bertanya apda Arjuna
"Ya aku sudah pulang "
Arjuna meletakkan kopernya nampak pakaian yang berserakan
"Aku mau mandi dulu aku sungguh sangat lelah sekali "
Siska langsung menahan air matanya yang hendak jatuh
Kenapa aku jadi secengeng ini ,aku tak bisa melakukan ini tapi aku harus kuat aku ini Siska yang tak mudah dikalahkan oleh siapapun
"Mama..mama...maama buka pintunya"
Terdengar suara Arika dari luar pintu kamarnya
"Arika"
Siska langsung membuka pintu dan memeluknya , rupanya ia sengaja diantar oleh ibunya Silvi
"Siska maaf aku tak memberi tahu mu jika kami mengajaknya pergi "
"Oh iya Bibi tidak apa-apa lagi pula ada Silvi disana jadi ia tak akan merasakan kesedihan saat berjauhan dengan ku"
"Baiklah kalau begitu aku permisi dulu "
Saat hendak menutup pintu kamarnya
Silvi berlari kembali kekamar Siska
"Mbak tunggu sebentar "
"Iya Silvi"
perempuan yang sedang berdiri dihadapannya saat ini adalah madunya yang telah resmi menjadi istri kedua Arjuna laki-laki yang telah mempersuntingnya lima tahun yang lalu
"Maaf mbak tapi aku ingin mengembalikan pakaian mas Arjuna yang juga berada didalam koper milikku "
Sakit ? pasti tapi tak berdarah
"Oh iya.."
pada saat Siska ingin menerimanya Arjuna keluar dari dalam kamar mandi
dan langsung melihat Silvi yang sedang berdiri didepan pintu kamar mereka
"Mas Arjuna .."
"Apa itu ditanganmu ?"
"Baju milikmu mas ini masuk dalam koper ku ?"
"Ya. taruh saja di lemari mu nanti jika aku ingin memakai nya dan usah repot-repot lagi Siska mencarinya "
"Baik Mas "
Silvi langsung pergi meninggalkan kamar mereka dan Siska yang tampak kuat didepan tapi rapuh didalamnya
Aku rasa aku tak perlu bertanya apapun pada Arika karena ini akan membuat aku semakin sakit sekali
Siska langsung keluar dari kamar dan mengajak Arika untuk bermain
....
"Siska ..."
"Ya kak "
"Apa.yang sedang kau pikirkan lagi , apa kau masih memikirkan mantan suamimu itu ya "
Arya mulai cemburu
"Tidak ada alasan untuk aku memikirkannya karena dia hanya masa lalu bagiku "
"Dan aku masa depanmu "
ucap Arya dengan tegas , lagi-lagi the power of kepepet membuat Arya menjadi sangat keren sekali hari ini
Wajah Siska langsung memerah
"Sudah sore aku harus kembali ketoko furniture milikku kasihan para pegawai disana nanti "
"Baiklah "
Arya langsung mengeluarkan uangnya
"Biar aku saja yang bayar jangan membuat aku kehilangan harga diri dihadapan mu ,aku mohon "
Siska tertawa
...
__ADS_1
Di dalam mobil Alea dan Alena bernyanyi dengan sangat riang sekali karena mereka akan menjadi saudara dan juga Mereka telah berhasil menyatukan cinta kedua orang tua mereka
"Siska dan Arya "
"Arya dan Siska"
"Bian dan Arika"
Alea langsung tertawa cekikikan
"Alea tidak lucu hentikan "
Masih saja tertawa "Ya..ya..ya...jika ia mengadukan kelakuannya pada orang tuanya aku pastikan ia akan segera menikah dengan mu ,Arika tadi kalian seperti di film-film korea itu loh "
Alea tertawa geli
"Alea bisakah kau berhenti menertawakan aku , karena aku ingin sekali menghajarnya "
"Hei Arika aku ada ide bagaimana kalau kau tantang saja dia untuk duel dia kan tak bisa bela diri ,agar keinginanmu tercapai "
"Ide bagus juga tuh "
Arika langsung memiliki rencana besar
"Ya kalau aku yang menang akan aku pastikan ia menyesal telah terlahir didunia ini "
Arika tertawa
Saat yang bersamaan Raja juga ada didepan rumah Arika
"Nah itu mas Raja "
"Wah ..dia beli motor baru lagi ya ?"
"Sepertinya begitu kau lihat saja dia memang sama persis seperti om Dimas suka sekali dengan motor besar .lihatlah padahal Om Dimas bukan ayah kandungnya "
"Oh ya jadi papa kandungnya Raja dimana Arika?"
"Sudah meninggal saat ia baru saja dilahirkan kedunia ini, jadi om Dimas itu ?"
"Kisah cinta mereka juga seru bukan hanya tentang orang tua kita saja , om Dimas tidak pernah menikah saat ia tau Tante Rima janda ya ia langsung mendekati nya dan memperjuangkan cintanya "
Alea langsung takjub "Like father like soon ya , padahal bukan ayah dan anak kandung "
"Tapi Om Dimas sangat menyayangi mas Raja apa lagi ia juga divonis dokter tidak bisa memiliki anak "
Alea mengangguk mengerti ia rasa ia tak perlu bertanya lebih jauh lagi tentang apa yang terjadi pada kehidupan Dimas dan keluarganya raja karena dalam keluarga nya papanya tidak pernah menuntut Alea untuk melihat seseorang dari latar belakang keluarganya yang terpenting ia laki-laki yang sopan ,beradab dan bertanggung jawab hanya itu saja
"Ayo kita turun "
Membuka pintu mobil dan menghampiri Raja
"Wah Mas Raja motor baru lagi ?"
"Iya nih motor kemarin habis di Tumbur dari belakang sama-sama bapak -bapak gila , padahal aku sudah parkir dipinggir jalan tetap saja ia tabrak "
"Astaga , tapi bapak itu nggak apa-apa kan Mas ?"
"Ngapain nanya bapaknya tidak penting bagaimana dia mau kenapa-kenapa orang masih muda dan tampan kok hanya saja otaknya kurang waras"
Raja mengejek nya
"Terus mas Raja langsung ganti motor baru ini?"
"Hahaaha laki-laki itu seperti nya marah padaku ia langsung memberikan aku cek satu milyar , untuk membeli motor baru , ya sudah aku beli saja yang baru jadikan aku memiliki dua motor yang sangat aku sukai ini "
"Apa satu milyar?"
Alea syok mendengar nya
"Ntah lah aku juga tidak tau dan tak berminat untuk mencari tau siapa dia ,bukan hal yang sangat penting bagiku "
Alea langsung menggelengkan kepalanya
Ya ampun jika papa tau laki-laki yang aku taksir ini membeli motor lebih mahal dari pada mobil papa dan mobil ku pasti ia akan setuju karena membeli motor saja ia mampu apa lagi bertanggungjawab dalam kehidupan ku nanti pasti papa akan sangat bahagia sekali
Alea Tersenyum-senyum sendiri membayangkan bagaimana bahagia nya ia telah menemukan laki-laki yang sama seperti yang papanya inginkan
"Baiklah kalau begitu ayo kita makan mie ayam ini "
Alea tapi baru menyadari jika mereka hanya membeli dua saja
"Arika didalam rumah mu ada siapa?"
"Ada nenekku , memangnya kenapa Alea ?"
"Kita hanya membeli dua saja mie ayamnya tidak enak kan dengan nenek mu "
"Ya sudah tinggal kita bagi-bagikan saja biar adil ".
"Kau benar juga biar sedikit tapi sama rata ya kan "
Arika dan raja langsung tertawa bahagia
"Hei kira-kira mama dan papa kita masih disana atau sudah pulang ya Lea "
Melihat arloji ditangannya
"Aku rasa dia sudah pulang , Lihatlah papa kan harus kembali kekantornya jam segini "
Saat sedang membagi-bagikan mie ayam masuk kedalam piringnya
ponsel Arika kembali berbunyi
"Arika ponsel mu berbunyi "
"Coba kau lihat siapa yang menelepon ku "
"Tak ada namanya Arika"
"Coba angkat ya mana tau ini penting "
" ya angkat saja Terserah padamu "
Alea langsung mengangkatnya
"Iya halo ?"
"Kak Arika ?"
"Bukan aku temannya "
Alea langsung memberikan ponselnya pada Arika "Arika ini ambil cepat lah "
"Siapa?"
"Suara laki-laki "
Wajah Arika tampak sangat heran "Laki-laki?"
"Iya Cepat lah ambil"
Arika langsung menerima telponnya
"Iya halo"
__ADS_1
"Kak Arika ini Panji "
"Panji ,ada apa lagi dek kamu hubungi kakak ,nanti saja "
"Kakak sudah dirumah kan , tolonglah jangan kakak matikan teleponnya ini mama Silvi Amy berbicara dengan kakak "
"Mama Silvi , ada apa dek "
Belum sempat ia mendapatkan jawaban dari Panji . Silvi sudah langsung menjawab telponnya
"Halo Nak ..."
Terdengar suara Silvi yang seperti orang menangis
"Tante ?"
"Arika Tante sangat rindu sekali dengan Arika kenapa Arika tak pernah pulang kemari lagi Nak ,arika tak rindu dengan Tante ,papa dan Panji ?"
Wajah Arika yang tadinya ceria mendadak langsung murung, membuat Alea heran
"Arika kau kenapa?"
Arika langsung memberi tau Alea dengan mengoleskan tangannya
Tunggu sebentar jangan khawatir
"Oke" ucap Alea mengacungkan jempolnya
Melihat mie ayam yang sudah dimasukkan kedalam piring membuat cacing diperut Alea memberontak
"Ah aku sudah sangat lapar , sebaiknya aku makan saja lah"
Dengan cepat Alea menghabiskannya , dan membawa satu piring untuk Raja yang sedang duduk memperhatikan motor barunya
karena sepertinya Arika menerima telpon dengan cukup lama sekali
"Sebaiknya aku segera keluar dulu , Arika masih lama menelpon "
Saat hendak melangkah keluar rumah ia berpapasan dengan mami Siska
Alea pun langsung mencium tangannya sambil memperkenalkan dirinya
"Apa kabar nenek , perkenalkan aku adalah Alea teman baiknya Arika cucu Nenek dan aku juga adalah anaknya Arya "
Mendengar nama Arya tentu saja mami Siska langsung mengenalnya
"Arya ? maksudnya Arya temennya Aditya itu ya "
Alea mengangguk Bahagia Karena nenek Arika masih mengingat papanya
"Iya nenek aku adalah anaknya , nenek kenal dengan papaku ya ?"
Alea sengaja memberikan pertanyaan menjebak untuk maminya Siska
Tentu saja nenek sangat mengenal papaku kan , lagi pula nenek pasti tau jika Tante Siska dan papaku saling mencintai, baiklah aku ingin tau. bagaimana jawabannya nenek ini
Wajah maminya langsung berubah karena pertanyaan dari Alea ," Oh iya jelas Nenek mengenal papamu karena ia teman baik anak nenek itu ayahnya Raja ,kalian satu kampus ya ?"
Hmmm untunglah jawaban nenek ini tepat sekali jika tidak maka aku akan menggodanya lagi
Alea tertawa didalam hatinya
"Iya Nek kita satu kampus , rupanya orang tua kita juga saling mengenal "
Wajah nenek Arika kembali kaget
"Jadi kedua orang tua kalian saling bertemu ?"
"Iya Nek bahkan sudah sering mengobrol "
Nenek Arika mengelus dadanya
"Astaga "
Seperti sedang ketakutan ia bahkan sampai mengelap keringat yang keluar dari dahinya
"Ada apa memang nya Nek ?"
Alea memilih untuk berpura-pura tidak tau saja
tapi ia berusaha untuk tidak tertawa
Kenapa nenek sampai kaget begitu ha ? apa Nenek Takut ya jika papaku dan anak nenek jatuh cinta lagi , terus maslaahnya dimana nenek bukannya cinta itu adalah hak setiap manusia yang tak boleh di ganggu gugat
cinta itu adalah rahasia hati antara manusia dan Tuhan nya
Alea tersenyum manis
Lalu dengan terbata-bata Mami Siska langsung bertanya pertanyaan Yang mengejutkan menurut Alea, ia menanyakan kabar ibunya Alena
"Tidak ada apa-apa nenek hanya kaget saja ternyata dunia ini begitu sempit sekali , lihatlah kan , Wah sungguh kebetulan sekali ya,."menghela nafasnya dalam-dalam
"Baiklah anak cantik kalau begitu bagaimana kabar ibumu Alena ,apa dia juga sering mengantarkanmu kekampus"
Seketika wajah Alea langsung berubah menjadi sedih ia menundukkan kepalanya
melihat reaksi dari Alea mami Siska langsung tidak enak
"Sayang ada apa? apa pertanyaan nenek ada yang salah menurut mu ?"
ia memegang pundak Alea
Alea pun langsung mengangkat kepalanya lagi
"Tidak ada yang salah dengan pertanyaan nenek hanya saja ibu ku sudah meninggal sejak aku lahir didunia ini akupun tak pernah tau bagaimana bentuk wajah dan rupanya "
Nenek Arika langsung kaget sekaligus bahagia
"Apa! jadi ibumu sudah meninggal ?"
"Iya Nek "
Ia langsung tersenyum lebar
"Ah syukur Alhamdulillah kalau begitu "
Alea pun langsung kaget "Nenek apa maksudnya , kenapa nenek bersyukur karena ibuku telah meninggal ?"
Alea sebenarnya tau maksudnya ,tapi ia yang memang sangat iseng sekali dengan nenek-nenek ya begitulah ia tak akan mungkin melepaskan mami Siska begitu saja
Maafkan aku nenek tapi aku sebenarnya Sama sekali tak merasakan kesedihan saat di tinggalkan oleh ibuku karena aku masih kecil sekali , dan aku juga tau nenek bahagia karena tau ibuku sudah tidak ada kan , hmmm aku juga tahu nenek tadi cemas saat mengetahui papaku dan mama Arika yang bertemu kan , ya ..ya.. aku paham nenek kau pasti sedang memikirkan perasaan ibu ku jika ia masih hidup kan ?"
Alea tertawa terbahak-bahak didalam hatinya
"Maafkan nenek ya ,nenek tak bermaksud Seperti itu ya anak baik , maksudnya nenek Alhamdulillah karena silaturahmi ini akan terus-menerus terjaga sampai tua "
"Yap nenek betul sekali dan aku juga berdoa asal nenek tau aku ingin anak nenek dan papaku bisa menikah ,apa nenek setuju"
Mami Siska seakan tak percaya dengan apa yang ia dengar ia bahkan sampai bertanya berulang kali pada alea
"Maksudnya apa ?"
"Nenek kemari lah akan aku bisikkan "
Mami Siska pun mendekatinya "Aku tau mama Arika dan papaku sama-sama single dan mereka dulu saling Suka kan Nek, jadi bagaimana kalau kita menjodohkan mereka saja ,apa nenek setuju ?"
__ADS_1