
Menyadari jika itu ibunya ,Rima langsung memeluk ibunya
"Mama "
"Sayang kau kenapa Nak...
ada apa ? ayo kita masuk kedalam mobil "
Lalu mobil pun berlalu malam itu ada banyak hati yang tersakiti .
........
Keesokan harinya
Siska bangun dan melihat kearah tempat tidur nya , sudah tidak ada orang lagi
"Jam berapa ini "
Menyadari apa yang telah terjadi tadi malam
Siska langsung merasakan perih di bagian organ intim nya
"Awwww"
Mencoba berdiri untuk mengambil handuk ,
"Wangi sekali ,siapa yang masak pagi-pagi begini"
Hidung nya mencium aroma makanan yang sungguh lezat
"Bau roti Onbijtkoek"
Kue srapan pagi khas Belanda atau sering juga di sebut roti rempah khas Belanda yang terbuat dari gandum hitam
Makanan yang selalu di buat kan oleh istri bule ayahnya di Belanda saat ia masih berada di sana
Siska berdiri dan berjalan keluar kamar ,dengan kaki yang mengangkang
"Selamat pagi ,aku memasakkan makanan ini untuk mu "
Senyuman Arjuna terlihat merekah sekali ,ia pun telah kembali seperti sikapnya semula
namun tetap saja Siska belum tau jika Silvi adalah adik nya
Wajah Siska memerah ia berusaha untuk berpura-pura tak mengingat kejadian tadi malam meski perasaannya sekarang campur aduk saat bertemu Arjuna
" Ya aku mau mandi dulu "
Siska langsung berusaha berjalan dengan menyeret kakinya
Arjuna langsung mendekati nya
"Ayo sini aku bantu "
memegang tangan Siska
"Tidak usah aku bisa sendiri , apa kau baik-baik saja ? "
"Ya jangan khawatir "
Siska langsung berjalan menuju kamar mandi
"Aku baik-baik saja ,jangan terlalu berlebihan "
Tersenyum lalu menutup pintu
", Baiklah kalau begitu ,hari ini aku sengaja mengambil cuti untuk mengajak Siska mampir kerumah mami ,kangen juga dengan mami dan kak Dimas"
Arjuna nampak Benar-benar bahagia sekali hari ini
Tapi tiba-tiba dari dalam kamar mandi Terdengar suara teriakan Siska
"Awwwwwwwwwww"
Siska kaget saat melihat kaca dan seluruh tubuh nya mendapatkan bekas yang begitu banyak hingga lehernya ,benar-benar menunjukkan bukti sisa keganasan Arjuna malam tadi
"Siska ..Siska "
Arjuna mengetuk pintu tapi tak menemukan jawaban nya
membuat ia semakin panik
__ADS_1
"Ada apa Siska "
"Tidak ada apa-apa , aku akan segera keluar ,hanya ada kecoa Lewat barusan jangan khawatir "
"Apa kau yakin? "
Arjuna masih berdiri di depan pintu
"Iya tentu saja "
"Baiklah ,aku menunggu mu di meja makan "
Siska pun nampak kebingungan
"Hah merepotkan saja ,apa lagi yang harus aku lakukan ,tak mungkin aku mengenakan Syal Seperti Ana waktu itu kekampus "
Siska langsung keluar dari kamar mandi ,ia nampak malu-malu pada Arjuna
"Cepat ganti pakaian mu ,sudah makan kita akan kerumah mami ,aku ingin menjenguk mami "
Apa kerumah mami ? dengan keadaan seperti ini ?
"Cepatlah, jangan lama-lama "
"Iya baik lah "
Siska langsung memilih pakaian di lemari nya
"Ah ini saja "
Ia memilih baju tanpa lengan yang lehernya tertutup jadi ia tak perlu mengenakan syal seperti Ana
"Ini lebih baik "
Memakai mini dress tanpa lengan membuat ia terlihat begitu sempurna
Setelah selesai ia langsung keluar dan mendapatkan undangan di atas meja
"Undangan ?"
"Makan lah dulu "
"Oke baiklah "
satu gigitan pertama membuat nya langsung mengingat Belanda
Ini enak sekali , ya ampun sumpah , aku saja tak bisa membuat roti selezat ini
Arjuna tak menanyakan bagaimana rasa roti nya karena dari wajah Siska saja sudah terwakili lagi pula Arjuna Memang jago dalam memasak masakan dari negara manapun
"Sudah .. ayo "
Siska langsung buru-buru menghabiskan makanannya
"Undangan itu dari siapa? "
"Oke baiklah aku akan membukanya di mobil saja "
Pada saat hendak masuk kedalam mobil
Silvi telah muncul di depan rumah
"Mas Arjuna"
Seperti biasa mencium tangan Arjuna dan memeluk nya
Siska langsung masuk kedalam mobil karena tak suka melihat kemesraan Arjuna dan Silvi ,belum lagi Silvi dan Arjuna tertawa bahagia seperti dunia milik mereka berdua saja ,
"Lama sekali apa yang mereka bicarakan!"
"Mas wah sebentar lagi aku akan menjadi seorang bibi dong mas "
"Semoga saja ,kau beritahu mama ya mas minta doa sama mama"
"Iya siap tapi nanti mas menyusul pulang ke Jogja tidak ?"
Memegang tangan Arjuna dan berbaring di pundak Arjuna
Silvi alias Kirana Memang begitu selalu di manjakan oleh Arjuna dari kecil , sampai-sampai Kirana selalu membawa baju Arjuna kemanapun karena tak bisa terpisahkan dari kakak kandungnya itu ,meski mereka beda ibu
Siska yang kesal pun langsung membunyikan klakson mobil
__ADS_1
Tut..
Tut..
"Mas Seperti nya mbak Siska marah ,ayo cepat lah kau kesana"
Arjuna tersenyum
"Biarkanlah dia marah, mas mau melihat seperti apa perasaannya pada Mas"
"Lihat lah sekarang dia mengeluarkan kepalanya "
"Hei ayo cepat ini sudah jam berapa !"
Siska mengembuskan napasnya
"Sama sekali tidak tau malu ,apa dia tidak tau jika mereka itu bisa menimbulkan fitnah ,aku sangat muak sekali !"
Silvi pun langsung menghampiri Siska
"Mbak Siska ,aku pulang dulu ya "
Siska hanya menaikkan pinggiran bibir nya saja
menunjuk kan jika ia benar-benar muak melihat Silvi
"Ayo cepat kita sudah kesiangan ini"
"Tapi ini masih jam delapan "
"Jam delapan itu siang ! kalau matahari sudah muncul seperti ini "
Menunjuk kan wajah juteknya
Undangan masih di tangan Siska
"Coba lihat itu undangan dari siapa?"
"Sebentar "
Siska langsung membacanya
Undangan syukuran pernikahan ,hari Minggu
harap datang ke gedung congor
Hormat kami , Aditya dan Anastasya
"Oh undangan dari Ana hari Minggu ini"
Siska tak melihat di halaman sebelumnya yang tertulis perayaan pernikahan Arya dan Alena
acara tersebut sengaja di buat untuk Arya sebagai hadiah dari Ana dan Aditya
mereka berharap Arya bisa bahagia dengan hidup nya yang baru
Diperjalanan ,Arjuna sengaja tak mengajak Siska berbicara .tapi ternyata Siska membuka suara duluan
"Kau dengan Silvi bisa tidak tak usah bersikap terlalu dekat seperti itu ,kalian malah terlihat seperti sepasang kekasih
"Memang nya kenapa? perasaan aku dan Silvi hanya bersikap seperti biasa,apa ada yang salah ?"
Arjuna berbicara enteng tanpa beban
"Bukan begitu aku tak mau saja tetangga membicarakan kalian"
"Tetangga ? aku rasa itu tidak mungkin karena tetangga kita di komplek tak pernah ikut campur urusan orang lain ,lagi pula ini kota bukan kampung"
" Kau ini sudah sekali di nasehati, pikiran orang itu tak sama ,aku hanya tak mau saja mereka membicarakan hal buruk tentang mu ?"
Arjuna langsung menoleh kearah Siska
"Maksudnya ?"
Heran
"A..e..i.. maksud nya ia kasihan nanti mama mu Dan mamiku jika sampai mendapatkan berita ini dari orang lain "
Arjuna langsung menggelengkan kepalanya
"Apa hubungan nya ,kau ini lucu "
__ADS_1
Tertawa