
Alena langsung membuka lemari yang kecil
"Kak ini pakaian dalam milikmu pakailah kak "
Memberikan pada Alena
Arya tak merasa canggung dengan Alena ia memakai pakaiannya tersebut sendiri sedangkan Alena berpura-pura mengalihkan pandangannya
"Hei Alena kenapa kau mengalihkan pandangan mu ,lihat kemari ?!"
Alena dengan malu-malu melihat kearah Arya
"Apa kau tak mau ini "
Arya menunjukkan kearah bawah ,tentu saja membuat Alena kaget bahkan ia sampai tak bisa berkata-kata lagi
Astaga apa yang sedang dilakukan kak Arya , kenapa ia menjadi agresif begitu ,aku tau itu adalah kewajibanku tapi aku tak menyangka jika ia menawarkan barangnya seperti menawarkan dagangan saja ,apa ia pikir aku seorang maniak
"Hei Alena apa yang sedang kau pikirkan ha? aku sedang menawarkanmu sendal jepit lucu ini apa kau mau "
Alena menoleh kebawah dan benar saja terlihat Arya mengenakan sendal jepit bergambar boneka berwarna merah muda
"Oh itu lucu sekali tentu saja aku mau apa lagi warnanya senada dengan rambutku "
Alena langsung menunjukkan senyuman b
termanis pada Arya
Ia pun langsung melepaskannya dan memberikan pada Alena
"Aku pikir tadi ini muat untuk anak kita , rupanya ini ukuran orang dewasa aku tak melihat ukuran lagi karena bentuknya yang terlalu lucu sekali "
"Tidak apa-apa kak ini sangat lucu sekali "
" Ya tidurlah ini sudah malam , besok aku akan bekerja"
Alena langsung berbaring disampingnya
namun perhatian Arya tak hanya pada Alena saja ia langsung mengatakan penampilannya yang memakai rambut palsu
"Alena kenapa kau tidur dengan memakai wig apa kau tidak panas ,buka saja itu tidak baik malah membuat rambutmu menjadi lepek dan tidak sehat "
Wajah Alena langsung pucat
Aduh apa yang harus aku katakan lagi bukankah berbohong pada suami adalah hal yang tidak baik ,lalu apa yang harus aku lakukan kalau begitu
"Sini aku bantu buka saja "
Arya memegang kepala Alena karena ia memang sangat anti sekali dengan perempuan-perempuan yang menggunakan rambut palsu itu
Alena langsung segera menghindar
"Jangan kak ,aku tidak tau kenapa suka sekali Memakai wig ,aku tak akan mau melepaskannya "
Rengek Alena
"Jika kakak tak suka dengan rambutku maka aku lebih baik tidur dikamar ibu saja "
Alena berdiri
Namun Arya langsung segera menarik tangan istri sahnya itu "Tunggu kau tidur saja disini tidak apa-apa jika kau suka ,jangankan rambut palsu,bulu mata palsu bahkan bokong palsu pun boleh kau kenakan, ayo lanjutkan tidur mu ,sudah malam "
mendudukkan Alena kembali
Hah untung saja kak Arya tidak marah aku sangat takut sekali jika ia tiba -tiba emosi dan menarik kepalaku lalu ia akan melihat rambutku yang rontok dan tinggal sedikit
Alena tidur dengan menghadapkan wajahnya kearah Arya Karena ia takut jika tiba-tiba Arya menarik rambut palsunya
"Kenapa kau menghadap kearah ku Aleena?"
Tanya Arya bingung
"Aku ingin saat aku menutup mata orang yang selalu aku lihat adalah kak Arya "
Ucap Alena dengan tulus tapi malah membuat Arya salah tingkah padahal bukan maksud hati Alena untuk menggombalinya dengan rayuan cinta, perasaan itu murni dan mengalir apa adanya dari bibirnya ,pernah dengar kan apa yang ada didalam hati itu akan tercermin dari ucapan begitulah yang dirasakan oleh Alena
Alena menatap wajah Arya dengan dalam sekali ,baru kali ini Arya merasa grogi dengan tatapan matanya
"Mm ya sudahlah pejamkan matamu aku juga sudah sangat mengantuk "
Arya memejamkan matanya dengan membalikkan tubuhnya berlawanan dengan Alena
"Selamat malam kak Arya ,suamiku "
Halah dia selalu saja begitu kadang normal kadang kumat lagi kadar gilanya ,terkadang aku sempat berpikir apa Alena dan ibu sama -sama alumni tempat itu , hadeh... aneh-aneh saja kelakuannya saat hamil.ini hobi memakai rambut palsu , berbeda sekali dengan Ana saat hamil dulu, perasaan aku tidak pernah melihat ana memakai rambut palsu , ntahlah aku juga bingung atau memang setiap perempuan hamil itu memang memiliki selera yang berbeda ya ...
"Good night "
ucap Arya pada Alena
Namun Arya sama sekali tak melihat Alena minum susu ibu hamil ia langsung bangun
"Astaga apa dia lupa minum susu ibu hamil "
Arya langsung berdiri dan membuatkan susu untuk perempuan hamil itu
dia melihat kotak susu masih berjejeran diatas lemari dan belum ada satu pun kotaknya yang terbuka
"Dia ceroboh sekali sampai lupa minum susu ,apa dia tidak ingat jika hidupnya sekarang bukan hanya untuk dirinya sendiri saja karena ada satu nyawa yang terus tumbuh berkembang dirahimnya "
__ADS_1
Arya yang tak berpengalaman untuk membuat susu ibu hamil pun membaca keterangan dibelakang kotak susu
"Masukkan susu dan aduk dengan air dingin agar lebih nikmat "
"Air dingin ? perasaan dimana-mana membuat susu pakai air hangat ini salah instruksinya , lagipula jenis gelas yang dipakai juga nampak begitu besar juga , tunggu dulu aku akan mencari gelas yang sama dengan yang tertera digambar ini "
Arya melihat gelas yang tersusun di rak sambil membawa kotak susu ditangannya ,ia tak mau jika sampai susu yang ia buatkan untuk anaknya didalam perut Alena tidak bisa sampai pada anaknya
"Nah ini dia hampir mirip "
Lalu Arya mulai mengaduk susu tersebut sesuai petunjuk harus enam sendok makan
selesai mengaduk ia mencicipinya rasanya
"Kenapa rasanya tawar ya , rasanya hambar Seperti sayur tanpa garam "
Mencoba mencicipi sekali lagi "Benar hambar atau lidahku yang tak bisa merasakan rasa ya "
Arya pun langsung mencari garam dapur
"Nah ini dia garam "
membuka botol garam dan mencicipinya
"Asin ....,asin coba aku mencicipi gula dulu "
ia membuka toples yang berisi gula
"Manis , mm kenapa susu ini hambar ya rasanya ,atau sudah expired ya "
Melihat tanggal kadaluarsa dibawah kotak susu tersebut
"Masih lama masih satu tahun lagi , mmm bagaimana ini aku takut jika calon anakku tidak suka dengan rasanya , sialan pramuniaga tadi ia sama sekali tak menjelaskan bahwa rasa susu ini tidak enak "
Tapi Arya tak kehabisan akal ia langsung mengambil beberapa sendok gula dan mencampurnya dengan susu tersebut ,lalu kembali mencicipinya
"Nah ini baru susu rasanya enak , mantap ,empuk dan enak di lidah "
Arya Tersenyum geli "Memang dimana-mana yang namanya susu itu paling enak ,nyam nyam.. sruttt..sruttt"
Arya masuk kedalam kamar dengan membawakan susu ditangannya ia sangat bersemangat lagi sudah ia katakan pada dirinya sendiri jika ia akan menjadi ayah siaga ,suami siaga untuk anak yang dikandung Alena
Ia melihat Alena yang tertidur secara ternganga
"Ah jelek sekali tidurnya ,nggak ada manis-manisnya "
menaikkan ujung mulutnya
"Alena...Alena ..."
Tak juga bangun , semenjak mengalami gejala sakit parah itu Alena sangat sulit dibangunkan jika ia sedang tertidur
Masih juga tak bangun "Dia seperti seekor kerbau saja jika sedang tertidur sama sekali sulit dibangunkan , yah mungkin jika gempa terjadi sekalipun masih tetap tak terjaga juga "
Menaruh gelas susu yang ia bawa diatas meja rias lalu membangunkan Alena
"Alena...Alena..bangun "
Saat jari jemari Arya menyentuh kulitnya Alena langsung terjaga seperti merasakan sebuah getaran yang membuat ia merasa tesentrum oleh getaran kulit Arya
"Iya kak Arya ada apa ?"
mengucek kedua matanya sambil duduk dengan kebingungan
Melihat jam didinding dan jam menunjukkan pukul setengah satu
"Ada yang ulang tahun!"
Alena langsung bingung "Ulang tahun siapa kak ?"
"Hah makanya tidur itu jangan terlalu nyenyak
bagaimana kalau malaikat maut khilaf tau-tau bangun sudah berada dialam lain ,mau ?!".
Pernyataan Arya pada Alena itu memang terkesan bercanda namun didalam hati kecil Alena merasa terluka
Andai saja kak Arya tau jika apa yang ia katakan itu memang benar ,saat ini daun yang berada di langit yang bertuliskan namaku telah jatuh berguguran dan sekarang benar yang Kakak katakan malaikat maut sedang mondar-mandir untuk melihat kapan waktunya mereka menjemputku
Alena menahan air matanya yang hendak jatuh disudut matanya
namun saat ia hendak menangis Arya Langsung menyodorkan segelas susu untuknya
"Ini minum "
"Apa ini kak ?"
"Susu ibu hamil agar bayi didalam perutmu sehat ,kau pasti lupa kan untuk minum susu ini,ayo minumlah "
wajah Alena langsung berubah sumringah ia nampak berbunga-bunga sekali karena perhatian Arya tersebut
"Bagaimana rasanya enak ?"
"Iya kak ini enak sekali terimakasih kak "
"Ya syukurlah jika kau menyukainya soalnya aku salah beli susu itu , rasanya hambar dan tak terasa manisnya , setelah aku masukkan beberapa sendok gula rasanya baru enak "
Mata Alena kembali berkaca-kaca
Arya tau jika Alena pasti merasa terharu atas apa yang ia lakukan untuk terhadap Alena
__ADS_1
"Sudah kau tak perlu merasa terharu karena susu ini . sudah menjadi kewajibanku untuk memperhatikan segala kebutuhan kalian "
Alena langsung berdiri hendak menaruh gelas tersebut diluar namun dengan cepat Arya mengambilnya kembali
"Kau mau kemana Alena ?"
"Menaruh gelas ini diluar"
ucap Alena perlahan karena setelah minum susu itu ia merasakan sakit kepala yang sangat hebat sekali ,cuma ia berusaha untuk menahannya
"Sudah kau lanjutkan saja tidurmu biar aku saja yang menaruhnya diluar jangan khawatir cepat tidur sana "
"Terimakasih kak Arya "
Alena memaksakan senyumannya
"Susah tak usah berterimakasih kau akan kelelahan jika terus berterima kasih sampai kau melahirkan ,karena ini adalah tugas ku untuk menjaga dan memenuhi segala kebutuhan mu "
"Iya kak sekali lagi Terimakasih "
Menarik nafas dalam-dalam
"Hmm sudah aku katakan berhentilah mengucapkan terimakasih karena kau akan kelelahan sendiri , tapi ya sudahlah terserah apa yang kau inginkan saja lah"
Arya keluar dari dalam kamar , bersamaan dengan itu darah keluar dari dalam hidungnya
"Darah..."
Alena mengambil tissue lalu mengelapnya dan seperti biasa ia menyembunyikan tissue tersebut didalam saku celananya
Arya tidak tau jika Alena terkena kanker stadium akhir yang jika mengkonsumsi gula dan susu akan memperparah sel kanker didalam tubuhnya
Alena mereka pusing dan ia langsung berbaring kemudian pingsan diaatas tempat tidur dengan menghadap Kedinding
Arya kembali masuk dan melihat Alena yang sudah terbaring menghadap kearah dinding
"Hah dasar kerbau baru beberapa menit saja ditinggal ia sudah tertidur dengan pulas sekali "
Menggelengkan kepalanya
"Kelakuan manusia memang ada-ada saja "
Arya langsung merebahkan tubuhnya dan berbaring dengan posisi tidur yang juga berlawanan arah dengan Alena
Waktu malam begitu singkat ,Arya tak menyadari jika perempuan yang menjadi istrinya itu bukan tertidur tapi pingsan dengan rasa sakit yang teramat dalam karena penyakitnya yang terus menerus menggerogoti tubuhnya
Malam kelam yang menusuk kulit tubuh mereka malam ini tak begitu terasa lagi oleh Alena , dinginnya AC juga tak bisa ia rasakan karena tak sadarkan diri
Arya terbangun karena kedinginan ia melihat sudah jam tiga subuh ,
"Dingin sekali AC nya baiklah akan aku matikan saja ,sambil menarik selimut "
namun ia kembali menggelengkan kepalanya saat melihat Alena yang masih berada dalam posisi yang sama sejak tadi tanpa memakai selimut
"Ya Tuhan dia benar-benar kerbau sejati , atau bisa jadi kulit badak juga , bisa-bisanya ia tak memakai selimut padahal ini sudah sangat dingin sekali seperti di kutub Utara "
Arya langsung menyelimuti seluruh tubuhnya
...
Keesokan paginya
Arya bangun lebih awal ,dari orang-orang dirumahnya
ia langsung menuju dapur untuk membuatkan sarapan pagi untuk ibunya dan khususnya Alena
Tong.. kletek..Ting. Ting..
Terdengar suara bunyi yang memekakkan telinga didapur ,
Alena terbangun dan ia kaget saat melihat jam yang sudah menunjukkan pukul enam pagi
"Astaga sudah jam enam"bangun sambil memegang kepalanya lalu ia buru-buru mengambil pil.yang diberikan dokter untuk mengurangi rasa sakit itu
"Sepertinya ibu sudah bangun ,apa ibu sedang memasak ?"
Alena tak menyadari jika Arya sudah bangun juga , rupanya Arya sengaja membuat tumpukan bantal dan selimut yang seolah-olah menyerupai ia yang sedang tertidur
Alena langsung mengambil air minum dan meminum obatnya
Perlahan sakitnya mulai berkurang
"Selamat pagi ..."
Alena dikagetkan oleh seorang laki-laki yang menggunakan celemek didadanya
"Kak Arya ?"
"Kau sudah bangun rupanya ,ayo duduk aku sudah memasak khusus untuk ibu hamil ini ,dengan masakan penuh cinta dari seorang suami dan juga calon ayah siaga ini, lengkap dengan telor mata cinta dengan kuningnya yang berjumlah dua buah dibawah ,manis sekali bukan "
Alena melihat telor mata sapi yang sudah disusun rapi diatas piring dengan sebatang sosis dan dua buah kuning telur dibawahnya , memang bentuknya agak aneh namun itu adalah hasil kreasi Arya ,Alena tak mungkin bertanya atau mencacinya
"Tapi kak kau tak perlu repot-repot melakukan ini aku bisa memasaknya sendiri"
"Mmmmm No..No... tidak bisa selama sembilan bulan mengandung kau sama sekali tak boleh memasak dan melakukan pekerjaan rumah, kau akan menjadi ratu yang hanya boleh makan , tidur , jalan-jalan dan melakukan segala hal.yang membuatmu bahagia itu saja "
Alena Merasa aneh sekali menurutnya itu sangat berlebihan sekali
walaupun sebenarnya Dokter memang menyarankan ia untuk banyak beristirahat jika memang ingin melahirkan anak yang ia kandung secara selamat ,seperti sebuah pertolongan dari Tuhan atas apa yang ia inginkan untuk dipermudah semuanya
__ADS_1
"Tapi kak ..."