
Siska manaruh tas nya meski ia sangat capek sekali ,tapi ia ingat jika ia dan Arjuna sudah melakukan perjanjian
"Hah aku lelah sekali tapi bagaimana mungkin aku harus bersantai saja , nanti dia pulang mau makan ,huh ! aku harus sudah menyiapkan semua hidangan dari atas meja ,oke baiklah "
Siska mulai bergerak menarik tubuh nya untuk menyiapkan makanan kembali
Jam menunjukkan pukul setengah enam ,terdengar suara mobil berhenti di depan rumah
"Ah dia sudah pulang , bagaimana ini "
Siska mendadak gugup atas kejadian siang tadi di kantor , karena Arjuna begitu nekad sekali mendekati nya
Siska langsung membuka pintu seolah tak terjadi Apapun di kantor tadi
"Sudah pulang "
Tanya Siska dengan ramah
Namun Arjuna hanya menjawab dengan suara saja
"Heh gayanya songong sekali , mentang-mentang aku sedang membutuhkan nya "
Siska berusaha mengatur kesabaran nya ,meski ia harus menggigit giginya agar tak mengeluarkan kata-kata yang kasar pada Arjuna
Arjuna langsung masuk kedalam kamar ,lalu langsung mengambil handuk untuk mandi,karena posisi kamar mandi hanya ada satu mau tidak mau Arjuna dan Siska harus menggunakan kamar mandi yang secara bergantian ,tapi santai untuk Siska mandi bukanlah prioritas utama nya ,ia bisa mandi jam berapa pun yang ia mau tanpa ada target tidak seperti Arjuna ia harus mandi karena akan melakukan ibadahnya
Seperti biasa jika Arjuna sedang mandi maka Siska akan masuk kedalam kamar nya karena j dak mau melihat tubuh Arjuna yang bertelanjang dada tersebut
"Oke sudah sepuluh menit sekarang giliran ku untuk mandi lagi"
Siska keluar dengan menggunakan handuk saja karena ia tau jadwal Arjuna , berapa lama masuk kedalam kamar mandi dan keluar
"Oke sudah aman "
Dengan berjalan mengendap-endap
ia pun langsung membuka pintu kamar mandi dan ternyata di luar dugaan saat ia membuka pintu , Arjuna juga membuka pintu
"Astaga"
Siska langsung membalikkan tubuhnya
Arjuna memakai handuk dengan menampakkan dada bidangnya ,yang putih
wajahnya benar-benar tampan dan fresh saat sudah mandi
Arjuna sebenarnya lebih gugup lagi karena ini pertama kalinya ia melihat tubuh mulus siska yang terlihat seksi saat menggunakan handuk tersebut . namun ia kembali teringat jika ia harus berakting untuk terlihat baik-baik saja dan agak sedikit nakal
__ADS_1
"Heh tak usah begitu ,tak perlu kau mengalihkan wajahmu pada ku,bukankah kau tadi akan memberikan jaminan dirimu yang original ini pada ku "
Sambil mencolek pinggang Siska
Siska menahan amarahnya tapi untuk saat ini ia tak mungkin menghajar wajah Arjuna, bisa -bisa handuk yang ia kenakan nanti lepas dan jatuh kelantai
"Ah sudahlah minggir aku mau mandi !"
Siska langsung menerobos masuk kekamar mandi
Bug..
Siska langsung menutup pintu kamar mandi
"Hah apa yang akan ia lakukan padaku ha ,awas saja !"
Siska berusaha menyembunyikan ketakutan nya ,meski ia jago bela diri tapi Arjuna itu adalah laki-laki normal dan juga suaminya ,tau sendiri sekuat apapun tenaga perempuan tak akan sebanding dengan tenaga lelaki terlebih Arjuna memiliki tinggi 180 cm belum lagi ia memiliki bentuk tubuh yang sangat ideal, sedangkan Siska hanya setinggi bahunya
Tok..
tok
Arjuna kembali mengetuk pintu ,Siska langsung ketakutan ia berteriak dengan keras dari dalam kamar mandi
"Hah apa lagi yang kau inginkan dari ku ?!"
"Buka saja dulu "
"Ya Tuhan apa yang akan ia lakukan padaku ,aku mohon jangan biarkan ia melakukan apapun padaku tolonglah aku
" Siska melipat kedua tangannya
"Aku sungguh sangat ketakutan sekali ,mana handuk ini pendek sekali ,jika ia macam-macam padaku aku takut justru akan terlepas nantinya "
"Siska cepat buka atau aku akan mendobrak nya "
Suara Arjuna terdengar begitu keras sekali
"Iya sebentar, "
"Aduh bagaimana ini "
Siska langsung mengambil gayung dan siap untuk memukul Arjuna jika ia akan macam-macam terhadap nya
Cletak...
Kunci pintu terbuka , Arjuna langsung masuk kedalam kamar mandi
__ADS_1
"Hei ! apa yang akan kau lakukan ha ! "
Sebenarnya Arjuna juga gugup tapi ia berusaha bersikap santai saat berduaan di dalam tempat yang sempit itu
"Aku hanya ingin mengambil ponsel ku yang ketinggalan "
Setelah itu Arjuna langsung keluar dari kamar mandi
"Oh untunglah "
Siska mengelus dadanya lalu dengan cepat ia langsung menutup pintu kamar mandi
dalam waktu hanya lima menit saja ia sudah selesai mandi ,hahahahahaah
Setiap magrib di rumah itu akan selalu terdengar suara Arjuna yang mengaji ,namun memang dasar Siska jika rasa benci itu benar-benar sudah menguasai hati maka apapun itu tak akan pernah bisa meluluhkan hati nya
ponselnya berdering , "Rima menelpon lagi , Astagaaaaa apa lagi ini "
Awalnya Siska tak mau mengangkat telpon dari Rima tersebut tapi Rima terus-menerus menelpon nya
dengan berat hati ia mengangkat nya
"Halo Rima iya "
Terdengar suara tangisan di ujung telpon milik nya "Nak Siska , cepatlah kemari Rima tak sadarkan diri dan sekarang sedang dirawat di rumah sakit "
Deg..
jantung Siska rasanya berhenti berdetak ,karena Rima adalah sahabat baik nya,air mata nya kami menetes karena ia sama sekali tak tau harus bagaimana , uang saja ia sudah tidak punya
"Ibu.. bagaimana keadaan Rima apa kak Dimas ada di situ ?"
Suara tangisan ibunya semakin menjadi-jadi
"Iya nak Dimas baru saja dari sini tadi sore setelah itu Rima masuk kedalam kamar ,saat ibu menyuruh nya untuk makan ,ia sudah di temukan tak sadarkan diri ,ibu juga tak mengerti nak Siska apa yang terjadi, ponsel nak Dimas dari tadi tak bisa di hubungi "
Siska terdiam dan mematung , satu-satunya cara ia harus memohon pada Arjuna ,
ia tak mau Rima sampai depresi Seperti kakaknya Amanda , biar bagaimanapun biasanya sifat keturunan itu pasti ada
"Ibu jangan khawatir aku akan segera kesana dan menyelesaikan semua nya , ibu baik-baik saja dulu ya "
Siska terduduk lalu dengan cepat ia membuka lemari pakaiannya , mengganti kan pakaian nya dengan pakaian tidur yang menantang
"Mungkin aku benar-benar terlihat hina dan menjijikkan tapi dia tetap lah suamiku ,ini sudah menjadi jalannya setidaknya ada dua hati yang bisa aku selamatkan Mami dan juga Rima ,aku tau kau Dimas pasti juga tak tau harus bagaimana ,di zaman yang serba susah ini tak akan mungkin orang percaya meminjamkan uang sebanyak itu dengan modal percaya saja "
Siska melepaskan ikatan rambutnya ,air matanya menetes ,baju yang ia kenakan benar-benar menantang , terlihat jelas belahan dadanya , dan juga paha mulusnya
__ADS_1
ia menyemprotkan parfum keseleruh tubuhnya
"Siska selamat berjuang , semoga setelah ini kau masih bisa tersenyum , seakan dunia baik-baik saja ".