
"Hadeh kau ini terlalu sombong sekali ya Kak Bian , asal kau tau saja aku sama sekali tak tertarik padamu , aku hanya ingin melihat siapa yang akan menjadi pemenang atas pertandingan ini nanti akhirnya "
ucap Arika sinis
Bian langsung menoleh kearahnya
"Baiklah pertarungan dimulai ,kita lihat siapa diantara kita yang bertahan aku atau kau ?"
Saling menatap satu sama lainnya dengan pandangan yang sangat bengis sekali
"Jika aku yang sanggup bertahan maka kau lihat saja kedokmu akan terbongkar , semua orang akan tau siapa kau yang sebenarnya ,kak Bian yang maha sempurna "
"Heh memangnya kau Tuhan yang bisa mengetahui takdir seseorang hambanya ?"
mereka berbicara berbisik takut ada yang mendengar ucapan mereka
"Aku adalah seorang hamba dari makhluk ciptaan Tuhan "
Arika dan. Bian terlihat sangat berapi-api sekali
saling bertatapan
Mereka mengobrol hngga sore hari , tak terasa waktu begitu cepat berlalu jika sudah bertemu satu sama lainnya
"Kita sebaiknya membuat arisan untuk kita setiap bulannya , bayangkan saja begitu banyak sekali cerita yang seru-seru lagi"
"Yap aku setuju padamu Arya , karena ada juga kisah cinta yang belum usai juga kan "
Aditya dan yang lainnya tersenyum-senyum sendiri
Bian langsung mencium tangan Siska
"Tante Siska hati-hati di jalan ya , dan Arika sampai bertemu di kampus ya ,nanti temuin kak Bian ya "
Bian benar-benar mahir sekali soal berakting ,tak mau kalah dari Bian Arika pun juga sama langsung mencium tangan Aditya dan Ana
" Om Tante ,Arika juga pulang ya , oh ya kak Bian kapan-kapan boleh kan Arika minta antar jemput kekampus "
Arika Tersenyum sinis pada Bian
Hahah rasakan ,apa sekarang yang akan kau katakan Bian , hooh kau akan menjadi supir pribadi ku yang akan mengantarkan aku kemanapun, sungguh aku sangat menyukai permainan ini
Ana dan Aditya langsung berpandangan
"Oh ya ampun Arika sayang ,tentu saja kak Bian akan mengantarkan Arika kemanapun Arika pergi ,ya kan Sayang , tanpa disuruh pun kak Bian akan melakukannya untuk Arika ,apa lagi kalian akan menjadi suami istri , tentu saja sudah menjadi kewajiban Bian untuk menjaga calon istrinya tersebut ya kan Pa ?"
melirik kearah Aditya
"Ya tentu saja Arika, kak Bian akan mengantarkanmu kemana saja "
Bian langsung mengigit giginya menahan amarah
"Brengse* bisa-bisanya ia menyuruhku untuk mengantarkan ia dan menjemput kembali , aku sangat muak Sekali dengan perempuan ini kapan semuanya akan berakhir jika ia membuat ku mendidih Seperti ini ,aku rasa aku yang ingin menyerah jika begini caranya "
Bian hampir saja menunjukkan sikap jeleknya karena emosi sekali
Arika Tersenyum sangat puas saat melihat wajah Bian yang sedang menahan amarahnya tersebut
Ha...ha..ha.. ayo kau pasti sekarang sedang menahan amarahmu kan ? ayo sekarang cepat katakan saja pada mereka semua jika kau tak mau ,aku sangat yakin kau dengan sangat mudah aku kalahkan nanti ,lihat saja,apa lagi ekspresi wajahmu itu sama sekali tak bisa dibohongi ,ayo sedikit lagi , sedikit lagi Arika dan kau akan menang ...
"Bian ... cepat jawab Arika itu yang meminta secara langsung Nak"
Ana berbicara dengan sangat lembut sekali
Arika melihat wajah Ana dan Aditya sangatlah senang sekali
Melihat kedua orangtuanya yang begitu lembut dan baik , benar-benar membuat aku merasa sangat nyaman sekali ,tapi ya itu tadi masalahnya , anaknya ini benar-benar memilik,i karakter yang sangat mengerikan sekali ia bisa berubah menjadi apapun yang ia mau, Tante dan om sungguh aku sangat kasihan pada kalian semuanya , memiliki putra yang hebat sekali menipu kalian
Bian yang emosi langsung berdehem "Ehemm maafkan aku papa ,mama . Bian sampai tak bisa fokus karena kaget mendengarkan permintaan Arika ,Bian terlalu bahagia karena ia meminta itu pada Bian , maklumlah selama ini kan Bian sama sekali tidak pernah mengenal perempuan ,papa dan mama pun tau itu
Arika langsung mengucapkan terimakasih
"Kak Bian manis sekali ,kalau begitu Arika tunggu ya besok pagi"
ucap Arika dengan bersemangat sekali
meski Siska merasa aneh dengan sikap putrinya yang sama sekali tak pernah biasanya memuji orang lain seperti itu , namun ia mengenyampingkan pikirannya Tersebut ,bisa jadi karena Arika baru pertama kali bertemu dengan Bian dan langsung tertarik satu sama lainnya ,maka ia menjadi lebih Vokal
"Aku merasa Arika dan Bian ini seperti sedang beradu argument saja ,tapi mungkin itu hanya perasaan ku saja Arika tak mungkin seperti itu , dan Bian juga tak mungkin seperti itu kan "
Siska langsung menepuk pundak Bian
"Sering-seringlah main kerumah Tante ,ya nanti Bian juga bisa berkenalan langsung dengan anaknya Om Dimas dan Tante Rima "
"Aman Tante " Bian mengacungkan jempolnya
Siska dan Arika pun langsung berpamitan pulang ,
"Hati-hati Siska "
Sapa Arya dengan lembut sekali pada perempuan yang Sekarang berstatus janda tersebut
__ADS_1
Siska Tersenyum "Iya kak "
Arika tak bisa berkonsentrasi lagi dengan rencana awalnya dan Alea saat ini karena ia sekarang sudah tak fokus lagi dengan mereka , pikirannya.sudah dipenuhi tentang bagaimana membalas Bian dan membuka kedoknya
"Dagh Arika "
Bian melambaikan tangannya
Arika pun membalas juga "Dagh kak Bian "
Tapi tak disangka didalam hati Arika dan Bian sama-sama saling muak satu sama lainnya
"lihat saja aku akan menjadi pemenang dalam pertandingan ini nanti Bian, dagh Arika ,dagh Bian, aku sungguh merasa menjadi sangat munafik sekali "
"Arika apa kau baik-baik saja Nak "
Siska mulai menciumi gelagat aneh pada putrinya itu
"Oh iya mama, tentu saja Arika baik-baik saja Mama, mama lihatkan arika tersenyum terus dari tadi"
"Mama tak menyangka Nak jika kau dan Bian langsung bisa akrab seperti itu ,Mama pikir kalian akan malu-malu rupanya kalian sudah memiliki chemistry satu sama lainnya , mama sangat bahagia sekali , semoga saja pertunangan kalian bisa disegerakan ya Nak "mengelus rambut panjang Arika
Arika langsung syok
Aduh bagaimana ini,aku tak mungkin mengatakan pada mama jika aku hanya berpura-pura saja ,bisa bahaya nanti jika mama tau aku dan Bian telah saling mengenal satu sama lainnya dan yang lebih parahnya lagi adalah jika kita sebenarnya sedang berbohong perihal keseriusan kita tadi
Arika yang tak berbicara sepatah katapun ,persis dengan tatapan kosong yang terlihat jelas dari sorotan matanya
Sambil menyetir Siska melihat wajah putrinya itu
"Arika kenapa ibu merasa melihat Arika seperti banyak pikiran sekali Nak ?"
Arika langsung tertawa dengan keras sekali ,nampak sekali jika tawanya itu seperti sedang dibuat-buat
"Hahaha mama seperti tidak tau Arika saja , Arika itu lagi memikirkan kuliah Arika nanti jika Arika menikah ,lalu hamil.dan memiliki anak-anak pasti kuliah Arika akan berantakan mama "ucap Arika dengan sedih sekali
"Nah tapi tadi Arika yang meminta jika bisa pernikahan itu dipercepat saja, Mama kan jadi bingung bagaimana menjawabnya sayang , bukannya tadi Arika sendiri yang menginginkan pernikahan ini dilakukan secepatnya ya kan?"
"Iya Ma tapi Arika juga harus memikirkan banyak hal ,itu karena tadi Arika terlalu bersemangat sekali , namanya juga jatuh cinta pada pandangan pertama "
menggaruk kepalanya
Siska sampai bingung tak bisa berkata apapun lagi , karena ia merasa ia dan Arika itu tak sama , putrinya lebih terlihat sangat terbuka soal perasaannya
Aku tak menyangka jika aku dan Arika ini benar-benar tak sama , bayangkan saja aku bahkan sama sekali tak pernah mengungkapkan perasaan ku didepan keluarga
pada saat tertarik dengan lawan jenis, bahkan aku berpikir jika seseorang yang benar-benar tulus mencintai orang lain tak akan mungkin bisa mengungkapkan perasaannya didepan khalayak ramai dengan sangat enteng sekali ,
"Baiklah nanti kita bicarakan lagi , semoga saja Tante Ana dan. om Aditya bisa diajak mencari solusi terbaik ya "
"Iya Mama "
Arika menyetir dengan perlahan-lahan
Untuk menghilangkan kejenuhannya Arika pun memancing Siska untuk membicarakan Arya lagi
"Ma ,kok mama terlihat begitu akrab sekali dengan papanya Alea "
Wajah Siska memerah ia tak mungkin menceritakan jika ia dan Arya sudah memiliki banyak kenangan soal hati padanya ,bisa -bisa nanti Arika menjadi sedih karena ia lahir kedunia ini tapi mamanya tak mencintai papanya
"Oh iya karena dulu kan mama kemana-mana selalu bersama Tante Ana ,dan papanya Alea itu sahabatnya om kamu Dimas dan papanya Bian , ya jadi mama sering bertemu "
Arika mengangguk seolah-olah tak mengetahui apapun yang terjadi pada mereka tersebut
"Mm seru juga ya Ma kalau jadi gank kalian lihatlah menikah dengan teman satu gank pasangan jadinya seru , nggak perlu sungkan dan repot , oh ya kenapa mama dulu tak menjalin hubungan dengan papanya Alea saja Ma ?"
tanya Arika dengan polos
Wajah Siska kembali memerah "Kalau mama menjalin hubungan dengan om Arya dan menikah maka mama tak akan pernah memiliki anak gadis secantik ini "
Arika langsung tertawa geli
Hmmm mama bisa saja pandai sekali menyembunyikan semuanya dari ku , mengakulah mama katakan saja jika kalian berdua saling mencintai karena ada penghalang maka kalian tak bisa ditakdirkan untuk menikah , ya kan mama ,
mamaku sayang , wajah mama saja memerah itu , mengaku saja sangat repot sekali , ternyata kau masih sama ya ma , seperti dulu ,mamaku keras kepala sekali
"Tapi Arika suka sama Papanya Alea ma ,dia sosok laki-laki yang setia juga , bahkan sangat bertanggung jawab pada keluarga ,ya kan Ma
Arika ingin jika mama menikah lagi mama mendapatkan pasangan yang baik seperti om Arya , karena jika nanti Arika menikah maka Arika harus pergi mengikuti suami Arika , dan meninggalkan mama dirumah hanya berdua nenek saja , apa lagi nenek sudah Tua,lalu mama bagaimana dengan siapa? "
Arika sengaja memberikan pertanyaan menjebak pada mamanya ,Arika itu sangat lah cerdas otaknya ia mendapatkan kecerdasan Arjuna pada diri nya
Siska terdiam "Bagaimana kau bisa berpikir Nak jika om Arya itu sangat baik , sedangkan kau baru beberapa kali bertemu dengan nya "
Arika menunjuk dadanya "Hati Ma, jika hati sudah cocok maka semuanya akan terlihat baik-baik saja , mama juga begitu kan ?"
Siska terdiam lalu ia kembali mengajukan pertanyaan lagi pada Arika
"berikanlah mama satu alasan yang membuat mama harus menikah lagi ?"
Waduh gawat apa yang harus aku katakan pada mama ,tak mungkin aku mengatakan pada mama jika aku tau mama dan om Arya saling mencintai kan? bisa ketahuan nanti semuanya , ayo cepat Arika berpikirlah ,karena ini momen yang pas untuk kau menyembuhkan luka hati mamamu selama ini
__ADS_1
"Arika ayo cepat katakan lah sayang,tak mungkin kau meminta tanpa ada alasan yang kuat kan sayang , Karena mama sangat mengenalmu "
Arika menarik nafasnya dalam-dalam
"Baiklah mama "
sambil mengemudikan mobilnya
"Mama cukup mendapatkan jawabannya dari hati mama, karena Arika ini hanya memberikan saran saja , menyuruh mama untuk melepaskan masa lalu ,rasa sedih yang mendalam karena hidup dengan papa"
Siska langsung menatap kearah sampingnya berlawanan arah dengan Arika
"Sayang ,jika kau menyuruh mama bertanya dengan hati ,maka mama belum bisa menjawabnya saat ini , sulit untuk kembali percaya dengan semuanya itu saja, biarlah takdir dan waktu yang akan menuntun mama tadi "
Telpon Arika berdering
"Mama tolong ambilkan telpon Arika ma "
Siska langsung mengambil ponsel yang berada di dalam tas putrinya
"Siapa Ma ?"
"Nomor baru sayang tidak ada namanya "
"Coba mama angkat "
Siska pun langsung menekan tombol yes
"Halo ..."
"Halo Arika sayang "
suara yang tak asing didengar oleh Siska
"Bian "
ucap Siska
Arika langsung mengerem mendadak
"Arika pelan-pelan mama sampai kaget ini "
Mendengar obrolan tersebut Bian langsung syok
"Astaga yang menjawab telepon nya Tante Siska ya ternyata ,hadeh..."
Arima langsung merebut ponsel tersebut dari tangan Siska
"Cepat Ma , berikan ponsel itu Ma "
"Arika pelan-pelan saja "
"Halo "
"Halo sayang ,kau sudah sampai kah ?"
Dengan berbisik Arika menanyakan dari mana Bian bisa mendapatkan nomor nya
"Bagaimana mungkin kau bisa mendapatkan nomor telepon ku ha ?"
"Hahah "
suara tawa Bian benar-benar menggelegar
"Tentu saja calon suamimu Ini akan mencari tau apaapun itu tentang mu , aku kan akan mengontrol dan mengawasimu kemanapun ya kan?"
Sialllll , aku terjebak lagi , apa sebenarnya yanh ia inginkan , menyerah saja ,dari pada harus membuat gerak-gerik ku diawasi seperti penjahat saja
"Bian nanti saja Nak menelponnya di rumah ya , Siska lagi menyetir "
Bian langsung menjawab dari dalam telponnya
"Iya Mama mertua "
Arika langsung mematikan ponselnya
wajahnya tampak begitu kesal sekali
"Ada apa Nak , kenapa Bian menelpon mu ?"
"Dia hanya bertanya apa sudah sampai itu saja Ma "
berbohong
"Dia benar-benar begitu perhatian sekali, persis dahulu seperti Tante ana dan Om Aditya,jika ingat masa itu mama tak menyangka jika mereka akan langgeng sampai tua "
tersenyum manis
Hah mama jangan samakan om Aditya dan Bian ,beda ma beda , anaknya ini sangat menyebalkan sekali asal mama tau !
,
__ADS_1