
Kembali kepada cerita Ana dan Siska
Ana menepuk pundak Siska lalu ia berencana untuk mengenalkan Bian dan Arika apa lagi Ana langsung tertarik pada Arika
"Apa lagi yang kita tunggu kan Siska ,kita juga sudah tua lagi pula Bian juga tinggal dua semester lagi selesai "
"Mmm sepertinya kau mau mengulang kisahmu dan Aditya ya ..."
Siska tersenyum manis
"Baiklah nanti kita atur pertemuan ,jika mereka cocok jalankan asal jangan seperti kisah ku dan Arjuna saja "
Ana tersenyum "jangan seperti kita dulu dong ,kita pakai konsep Witing tresno jalaran ,Suko kulino , cinta tumbuh karena sering bertemu "
Ana dan Siska pun langsung setuju ,namun saat mereka tertawa geli Arika dan Kirana pun muncul dengan membawa es krim ditangannya
"Sudah Siska diam itu ada Arika dan Karin"
"Iya ..iya "
Karin dan Arika langsung memberikan es krimnya , lagi-lagi Arika menunjukkan sikap santunnya
"Maaf Tante menunggu lama,soalnya antriannya lama sekali "
"Oh Tante sudah tau Nak ,makanya Tante sengaja menyuruh kalian agar kami bisa mengobrol lebih lama "
"Ah mama "
Rutuk Karin
Sedang asik mengobrol ponsel Ana berbunyi rupanya dari Aditya "Iya Pa ,mama sebentar lagi pulang ini sudah siap belanjanya ,oke iya..iya baiklah "
Telpon pun langsung ditutup ,Ana langsung berpamitan pada Siska ,tapi Siska mengerti sekali karena sahabatnya Ana memang memiliki suami yang harus ia patuhi
"Ya sudahlah pulang sana , mm ternyata Aditya tak pernah berubah ya Ana "
Ana tersipu malu " ya seperti itulah dia selalu saja sama saat pertama kali menikah ,padahal urat-urat tua sudah mulai bermunculan "
"Itulah yang namanya cinta murni tak hanya mencintai Fisik saja namun juga hati "
Arika memegang tangan mamanya ia tau bagaimana perasaannya ,sama halnya Ana ia pun langsung memegang dagu Arika
"Kau memiliki berlian secantik ini Siska ini lebih berharga dari apapun didunia ini , aku pulang dulu ya "
"Baiklah hati-hati Ana,salam sama Bian ya "
Mereka pun berpisah ,
melihat Ana dan Karin sudah pergi , Arika dan Siska pun juga langsung pulang setelah membeli sebuah baju gamis cantik untuk maminya
Tapi didalam mobil Arika kembali bertanya
"Tante ana adalah sahabat baik mama yang selalu mama ceritakan dulu ya "
Siska mengangguk "iya Nak ,Ana adalah perempuan yang baik dia adalah sahabat terbaik mama didunia ini dan satu lagi istirnya Om Dimas Tante Rima "
"Hmm Ma sudah lama om Dimas dan Tante Rima nggak pulang ?"
"Tenang saja mereka bulan depan pulang katanya om Dimas dan Tante Rima mau pindah kembali keindonesia , soalnya kasihan Raja dia mau fokus kuliah disini satu kampus sama kamu "
"Raja pintar ya Ma , walaupun usianya dibawah Arika satu tahun tapi bisa menjadi satu angkatan sama Arika ".
"Halah..beda beberapa bulan juga kamu sama dia , dulu waktu usia kandungan mama, sembilan bulan , Tante Rima itu hamil Raja ,jadi wajar sajalah, lagipula badannya Raja besar tinggi kalau kalian berjalan malahan ia kelihatan yang lebih tua dari kamu nak "
Arika tertawa "Mama bisa saja "
Mereka pun langsung pulang kerumah ,dan Siska memberikan kejutan dengan membelikan pakaian untuk maminya ,
maminya langsung terlihat begitu bahagia sekali ,meski ia sendiri memiliki uang yang banyak namun tetap saja apa yang dibelikan anak untuk oreng tua itu berbeda , membuat orang tua menjadi senang dan bahagia
Arika melihat betapa bahagia neneknya menerima hadiah itu dari mamanya
"Siska kau bisa saja Nak"
"Hadiah untuk mami terhebat ku "
Mereka pun berpelukan, Arika yang tak mau menganggu keduanya pun memilih untuk meninggalkan mereka berdua saja
....
Keesokan harinya
Arika dan Alea pun berkumpul di sebuah lapangan ,hari itu karena tadi para maru diwajibkan untuk berkumpul ditengah lapangan
Untuk mengumumkan kalau mereka akan berangkat kemah di hutan untuk mendapatkan sertifikat ospek yang akan digunakan untuk syarat wisuda besok
"Jadi kegiatan ini adalah wajib ,tidak ada yang tidak pergi ,jika tidak bisa mengikuti kegiatan ospek tahun ini ,maka akan digantikan tahun depan , pokoknya sebelum kalian wisuda sertifikat ospek sudah ada ditangan kalian masing-masing , dan juga satu lagi tambahan kalian harus mencari Poto ibu kalian waktu seusia kalian , untuk ditempelkan di karton ,nanti siapa yang Potonya sesuai dengan ibu kalian akan mendapatkan banyak keuntungan ,salah satunya kalian akan mendapatkan dua buah tiket menonton artis korea yang akan datang ke Indonesia "
Semuanya langsung bersorak
"Karena kegiatan akan diadakan dua hari lagi kalian boleh mempersiapkan semuanya dari sekarang !"
Arika merasa senang tapi tidak dengan Alea ia terlihat begitu bingung sekali
__ADS_1
"Kamu kenapa Alea ?"
"Aku bingung bagaimana caranya meminta izin dengan papa , uhh aku sama sekali tidak pernah berkemah diuar rumah dan jauh dari papa,karena papaku sangat protektif sekali ,aku pusing Arika "
Arika langsung terdiam lalu muncul ide di kepalanya
"Alea kau tenang saja aku akan meminta bantuan mamaku nanti untuk berbicara pada papamu ,kau jangan khawatir "
Alea langsung Tersenyum "Yes aku setuju semoga saja papaku setuju"
"Semangat ,ayo kita segera pulang ,biar bisa mempersiapkan semuanya "
"ayooo"
"Hari ini aku bawa mobil Arika ,jadi kau tak perlu repot-repot mengantarkan aku hari ini "
Alea tersenyum
"Baiklah ayo kita pulang "
"Hmm tapi asal kau tau walaupun aku membawa mobil tapi Cctv dan GPS terhubung langsung ke handphone papaku "
Arika langsung tertawa "Ah papa mu sweet sekali sih "
"Kau mau aku ceritakan sesuatu ?"
"Apa ?"
"Waktu itu papaku ada rapat bersama kliennya di kantor ia lupa mematikan kamera Cctv di ponselnya , jadi waktu itu didalam mobil aku sudah tidak tahan lagi ingin buang angin , kebetulan suara kentutku besar sekali , hingga membuat satu ruangan kaget karena suara kentutku itu , dan kau tau mereka semua mengira itu adalah suara kentut papaku , kebetulan handphone papaku ia taruh di saku celananya , sepulang dari kantor kau tau aku langsung kena marah "
Arika langsung tertawa terbahak-bahak
"Ya ampun papamu lucu sekali Alea ,ahahahah "
"Dan semenjak hari itu aku tau jika didalam mobilku ada Cctv ,GPS dan alat rekaman suara "
Sepanjang perjalanan Arika pulang sambil menyetir ia tertawa terbahak-bahak
"Ya Tuhan sumpah ya , papanya Alea itu lucu sekali ,aku tak bisa membayangkan bagaimana serunya memiliki papa Seperti papa nya Alea ,andai saja mama memiliki suami seperti papanya Alea aku yakin mama akan bahagia sepanjang masa termasuk aku juga "
Arika Tersenyum manis ,ia melihat hari ini abru menunjukkan pukul sebelas siang , karena tidak ada kegiatan belajar mengajar maka para maru pun bisa pulang lebih cepat hari ini
Arika langsung masuk kedalam rumah dan ia menemukan Dimas ,Rima dan neneknya sedang berkunjung dan ada juga sepupunya raja , meski raja bukan anak kandung Dimas tapi ia sudah dianggap seperti cucu kandung nenek, apa lagi ia adalah seorang anak yatim , tentu saja Dimas memperlakukan Raja dengan baik seperti anak kandungnya sendiri
"Assalammualaikum ,eh om Dimas ,Tante Rima"
Arika langsung mencium tangannya
Dan juga ada Raja disana karena sesuai keturunan mereka Raja adalah anak Dimas sedangkan Dimas adalah kakak Siska maka ia memanggil Raja dengan panggilan "Mas"
"Kapan datangnya Om, Tante"
"Om dan Tante mu ini nak ,sudah membeli rumah itu didepan sana ,rumah pak Broto dijual karena ia mau pindah ke Surabaya , om dan Tante mu yang membelinya "
"Syukurlah jadi nenek bisa semakin bahagia karena dekat dengan anak-anaknya "
"Benar Nak , lagi pula mas mu ini katanya sudah capek pindah-pindah sekolah terus jadi kita semua memutuskan untuk kembali lagi keindonesia "
"Mas Raja mau kuliah dimana Tante ?"
"Katanya dia mau kuliah di kampus mu"
"Mm bagus itu jadi kita bisa pergi kekampus bersama-sama "
Raja tersenyum "Ada cewek cantik nggak temanmu Arika "
Dimas dan Rima langsung menggelengkan kepalanya
"Astaga anak ini selalu saja , Arika lihat mas mu jika kelakuannya belum berubah ,maka ia akan Tante nikahkan paksa "
"Ah ,mama , papa tidak gaul ,malas ... makanya waktu muda banyakin kisah biar seru bisa cerita-cerita "
Raja tertawa
"Mi kalau begitu kita pulang dulu ya , karena mau beres-beres dulu "
"Ya sudah kalau gitu mami ikut saja ,mau melihat kalian "
"Tapi Arika sendirian nggak apa-apa Nak,atau mau ikut saja ?"
"Nggak usah Tante Arika dirumah saja soalnya ada tugas dari kampus yang mau Arika kerjakan "
"Oh baiklah kalau begitu "
Mereka semuanya langsung pergi dan meninggalkan Arika seorang diri , tanpa buang-buang waktu Arika pun langsung masuk kedalam kamar Siska untuk mencari poto-Poto mamanya waktu masih muda dulu
"Nah sepertinya didalam lemari mama yang berisi pakaiannya waktu gadis dulu ya "
Arika langsung membukanya , lemari tersebut terlihat berdebu
ia mencari-cari dan mendapatkan sebuah buku ,
"Buku apa ini ?"
__ADS_1
Arika membersihkan debu dari buku tersebut dan saat ia membuka ia menemukan nama pemilik buku ",Siska yang tangguh dan tak terkalahkan "
Terlihat poto-Poto mamanya yang memegang medali ,saat menjamu atlit dulu ,lalu ia kembali membuka buku yang dibelakang lalu ia kaget saat menemukan poto -poto mamanya dengan seorang laki-laki
"Ini mama sama siapa? atau ini mantan kekasih mama ya ?"
Siska memasati wajahnya dan ia langsung kaget saat menyadari Poto itu
"Ini papanya Alea ! astaga "
Arika langsung menutup mulutnya seakan tak percaya
ia langsung membalikkan Poto tersebut dan ada tulisan dibelakangnya
"Arya dan Siska waktu liburan didesa ,jika cinta tak menemukan jalannya maka takdir tak akan pernah salah alamat , tertanda Arya "
Mata Siska terbelalak ,ia tak menyangka jika papa Alea itu bernama Arya ,
masih tak percaya dengan apa yang ia temukan , tiba-tiba ponselnya berdering
"Awwwww"
Arika berteriak kaget karena ia terlalu syok dan fokus pada Poto tersebut
"Mana ponsel ku "
ia berdiri dan mengambil ponselnya dan melihat nama Alea "Alea ada apa ?"
Menekan tombol oke "Iya Alea ada apa ?"
"Arika pokoknya kita harus bertemu saat ini juga , karena ada yang ingin aku tunjukkan padamu , sekarang juga !"
nafas Alea terdengar terengah-engah ia seperti habis berlari
"Aku juga ingin bertemu dengan mu dan ada juga yang ingin aku tunjukkan padamu "
"Baik aku akan jalan sekarang kiita janjian ketemu di perpustakaan saja ."
"Alea apa tidak ada tempat lain ?"
"Tenang saja nanti kita akan pergi ketempat yang lain ,aku hanya menaruh mobil ku saja disana, kau kan tau bagaimana papaku "
"Oh iya..iya aku lupa "
"Aku otewe nih..."
"Oke siap "
Beberapa menit sebelum Alea menelpon Arika
"Aslammmualaikum ,spada...spada...."
Tak ada jawaban sama sekali dari dalam rumahnya
"Aduh kemana lagi nenek ?"
Arika mencari-cari kesetiap sudut rumah minimalis tersebut tapi tetap tak menemukan neneknya ,hanya ada beberapa semut-semut merah yang sederhana berbaris didinding ,menatapnya curiga ,seakan penuh tanya sedang apa ia mencari nenek nya
#Nyanyidong wkwkwkwk
Akhirnya kedua bola mata indahnya terhenti dengan sebuah tulisan yang terpampang di dinding
"Nenek lagi di dalam kamar mandi jangan di ganggu ya ..."
Arika langsung tertawa , geli kelakuan nenekya ada-ada saja , setiap hari selalu saja membuatnya tertawa , walaupun sudah tua neneknya hobi sekali bercanda
tapi ntah kenapa hari ini Alea tak berniat untuk menyerang balik neneknya , ia langsung fokus kekamar papanya , dan langsung membuka lemari milik mamanya Alena
"Lemari mama sama sekali tak pernah dibuka , hmm baiklah mungkin disini ada Poto mama muda "
Alea langsung membukanya dan ia kaget saat melihat pakaian mamanya yang sedikit dan juga pakaiannya terkesan biasa saja ,tapi ia kembali berpikir , mungkin mamanya perempuan yang sederhana yang tak terlalu memikirkan fashion pada masanya
"Baiklah mungkin disini ya "
Saat membongkar lemari Mamanya ,Alea sengaja menutup pintu kamar papanya agar neneknya gantian mencari dirinya , rupanya hasrat untuk mengerjai neneknya muncul kembali
Tapi saat itu sebuah buku agenda berukuran sedang terjatuh , Alea langsung mengambilnya dan ia menemukan sebuah tulisan
"Catatan hati Alena "
"Wah ini punya mama, pasti seru sekali ".Alea Tersenyum tak sabar ingin membacanya
Namun pada saat membaca lembaran pertama ia langsung meneteskan air mata lalu Alea melanjutkan lembar berikutnya dan ia menemukan poto papanya dengan seorang perempuan . namanya juga menuliskan didalam buku tersebut jika cinta papanya pada Siska tak bisa tergantikan oleh siapapun , semua perjalanan Alena mendapatkan Arya juga di tulis dengan lengkap , begitu juga dengan rasa cintanya yang besar pada Arya , lalu di tulis juga bagaimana Arya bahagia sekali saat mendengarkan ia sedang mengandung ,tak ada yang terlewati oleh Alea sampai-sampai ia menangis' tersedu-sedu
Alea memperhatikan wajah di poto tersebut dan ia langsung menyadari jika perempuan didalam Poto itu adalah mamanya Arika
"Astaga jadi mamanya Arika adalah cinta sejati Papa ,ya Tuhan ,aku harus memberi tahu Arika saat ini juga "
Alea dan Arika langsung pergi dan ketemuan ditempat yang ditentukan
didalam perjalanan Alea tak berhenti menangis ia tak menyangka jika mamanya adalah penghalang cinta mereka
begitu juga sebaliknya Arika ia juga tak menyangka jika kakak dari mamanya adalah penghalang cinta mereka , termasuk juga papanya Arjuna .
__ADS_1
....
mau up lagi ...vote yang kencang ....