Antara Cinta Dan Takdir

Antara Cinta Dan Takdir
Rumah pohon


__ADS_3

Mereka pun akhirnya Pulang kerumah tapi di tengah perjalanan ibu Arya mengingat kan Arya untuk mampir dulu kerumah Alena untuk membawa kan sekalian pakaiannya kerumah mereka


"Nak jangan lupa mampir kerumah istri mu , untuk menjemput pakaian nya "


"Apa ? menjemput pakaian nya !!"


Arya membentak ibunya karena ia dari tadi menahan sesak di dada karena emosi melihat Alena , jangankan untuk tau di mana rumah nya


bahkan ia sudah beberapa kali meninggalkan Alena di pinggir jalan tol dan juga di atas bukit pesona , mungkin karena Arya sudah terlalu muak melihat Alena


"Ehem maksudnya ,apa kita akan menjemput pakaian Alena dimana ibu, maklumlah Arya tak tau di mana ia tinggal ,oh ya Alena di dalam lubang mana kau tidur ?"


"Kau pikir dia tikus Arya. sembarangan sekali berbicara !


ibunya memarahi nya


Dia itu cecurut lebih kotor dari pada tikus , berhenti lah kau membelanya ibu,Meski ia memberikan ginjal nya pada ibu ,asal ibu tau saja dia itu sama sekali tidak tulus , ntah untuk apa uangnya ...


"Kak Arya benar Bu aku memang tinggal di sebuah lubang,aku tak menyangka dia bisa tau di mana tempat tinggal ku ,maju saja terus nanti sampai persimpangan belok kanan,lalu belok kiri ,lurus belok kanan dua kali dan lurus lagi "


"Lalu sampai ?"


Suara Arya Kembali mengeras


"Tidak kak tapi belok kekanan lagi "


"Apa menaiki lembah dan melewati lautan!"


ia benar-benar kesal sekali , alis nya bertekuk dan giginya ia tahan agar tak mengeluarkan kata-kata kasar , sengaja ia tahan agar ibu nya tidak cerewet saat ia menyiksa Alena nanti


Rumah nya saja tidak jelas , benar dia ini tinggal di gorong-gorong air ,aku harap pada saat ia tertidur banjir menghanyutkan nya dan ia pergi menghilang dari dunia ini


Sudah hampir satu jam mereka memutar-mutar tapi tak kunjung juga bertemu dengan rumah Alena hingga minyak mobil Arya tinggal satu kotak saja ,karena terlalu lama Arya pun langsung menoleh kepalanya kebelakang


"Sekarang cepat katakan apa sebenarnya kau memiliki tempat tinggal atau bagaimana ,sudah lebih dari satu jam kita memutar-mutar tempat ini tapi dari tadi kita tak menemukan alamat rumah mu "


"Sudah nak sabar , mungkin Alena lupa di mana tempat nya "


Mengelus kepala Alena "Nak ayo katakan di mana rumahmu "


"Maaf kan Alena ibu tapi Alena Memang tak memiliki tempat tinggal yang sama seperti orang-orang ,rumah orang tua Alena di kampung "


"Lalu jika kau tak memiliki tempat tinggal kenapa kau menyuruhku dan ibu ketempat ini , buang-buang waktu saja "Berbicara perlahan dan mencoba lembut tapi ekspresi wajahnya seperti orang yang ingin menelan orang hidup-hidup


untunglah Alena tak memperdulikan kemarahan Arya ,ia langsung turun dari mobil

__ADS_1


"Tunggu sebentar ya ibu dan Kak Arya aku akan mengambil pakaian ku "


Kebetulan mereka berhenti di bawah pohon besar dan di bawahnya terdapat semak-semak karena memasuki jalan setapak ,lebih jelasnya seperti tempat jin buang anak yang berada di tengah kota


Saat Alena turun Arya langsung berkomentar


"Dia pasti masuk kedalam semak-semak itu dan di terkam oleh Bab* lalu menghilang dan aku tak perlu membalasnya lagi dengan kedua tangannya "


Tertawa licik


Tapi rupanya dugaan mereka salah Alena malah memanjat pohon besar yang ada dihadapan mereka , tentu saja Arya dan ibunya kaget


"Ibu apa yang ia lakukan ia memanjat pohon "


Arya cemas jika ia akan melakukan bunuh diri apa lagi di tempat itu tidak ada orang bisa-bisa nanti ia yang akan di tuduh yang tidak-tidak


"Hei Alena apa yang kau lakukan "


Terlihat di atas pohon tersebut terdapat rumah papan kecil yang menempel dan terdengar banyak sekali suara anak kucing di dalamnya "


"Sebentar ,aku akan segera turun"


"Waw gila dia benar-benar makhluk jadi-jadian ,Dimas Memang keterlaluan bisa-bisanya ia menyuruh makhluk ini untuk mendekati ku , apa tidak ada perempuan lain yang lebih waras dari dia , Astagaaaaa lihatlah dia tinggal di atas pohon apa dia sepupu kuntilanak !"


Puk..


Alena melemparkan kantung kresek kebawah ,


dan terlihat pakaian nya ada juga kostum badut yang pernah ia kenakan saat acara syukuran di rumah Aditya kala itu ,andai saja Arya tau jika Alena ini termasuk gadis istimewa pasti ia tak akan pernah menyalahkan Dimas , ya Dimas salah tapi ia cerdas ia tau perempuan seperti apa yang cocok untuk mendampingi Arya soalnya kelakuan seseorang yang tidak setia itu biasanya kambuhan sering terulang


dia tak mau mengambil resiko jika Siska adiknya nanti sakit hati


"Maaf menunggu ,aku tinggal di sini karena aku rasa tempat ini sangat nyaman untuk ku tidak bayar dan juga hanya modal papan saja "


"Nak apa kau tidak takut tinggal sendirian di pohon itu "


"Aku tak sendiri ibu, setiap pulang dari manapun jika aku menemukan kucing jalanan aku mengajak nya pulang dan tinggal bersama ku , lagi pula di tempat ini bukan hanya aku saja Bu, itu lihatlah di setiap pohon ada penghuninya "


Alena menunjuk beberapa pohon dan terlihat beberapa kepala keluarga menyapa nya


"Kak Alena , mau kemana ?"


"Hai kakak akan sering mengunjungi kalian nanti ya ,"


"Kak Alena jangan lupa aku sangat suka makanan enak yang sering kakak belikan "

__ADS_1


Arya kaget mendengar nya namun ia tetap cuek tak ada yang bisa menyentuh hatinya


ia bahkan melihat Alena bukan manusia biasa


"Mungkin ia bukan anak kandung orang tua nya , bisa jadi ia di temukan di pohon bambu di tengah hutan di desanya , hiii "


"ayo cepat masuk kedalam mobil ,sudah hampir sore ini "


Sepanjang Perjalanan menuju rumah mereka


Alena dan Ibu Arya terus saja bercerita sampai tertawa


"Iya nak ,kau nanti jangan kaget ya jika melihat tanda lahir di bokong suamimu itu "


Wajah Arya tampak masam sekali


"Sama sekali tidak penting dan tidak lucu itu tak pantas di ceritakan ,aku sama sekali tidak berniat untuk menunjukkan bagian , tubuh ku padanya Ibu, berhentilah bercerita konyol seperti itu , ini benar-benar keterlaluan !"


ucap nya di dalam hati ,


Ia ibarat pak supir yang sedang membawa penumpang


Mobil nya memasuki gerbang komplek dan ia melihat Arjuna dan Siska yang tampak sangat kompak sekali membersihkan taman dan bunga di depan rumah mereka


Deg...


Hanya dengan Siska saja hatinya bisa bergetar hebat , perasaan tak biasa yang sama sekali tak pernah ia rasakan pada perempuan manapun , apa lagi Alena Jangan kan mau bergetar , bergoyang saja tidak


.....


Haloha ...


sesi tanya jawab lagi ..


selamat malam Minggu reader ku ..


yang jomblo apa kabar ?


yang baru pulang malam mingguan jangan lupa pake masker ..


dan yang masih di luar ingat jaga jarak jaga aman


Bagaimana kalian semua masih betah menanti kebucinan pasangan aneh ini,. hmm Seperti nya kebencian kalian terfokus pada Dimas ya ....huh...


Terimakasih ya untuk kalian semua nya ..jangan lupa,like,vote dan komen ya...salam hangat untuk kalian semua nya

__ADS_1


__ADS_2