Antara Cinta Dan Takdir

Antara Cinta Dan Takdir
Part 301


__ADS_3

"Bagaimana sekarang,apa kau baik-baik saja"


ucap Bian


"Iya tentu saja" mereka melakukan perjalanan dari rumah Ana kerumahnya Siska


"Mama Siska sudah pindah Kerumah baru ya?"


"Iya sudah, langsung sama Papa Arya juga"


"Lalu Alea dan Nenek ikut siapa?"


"Ikut Mama dan Papa, hanya saja rumah papa Arya itu untuk Alea nanti kalau sudah menikah"


"Alea jadinya akan menikah dengan Raja ya?"


"Aku belum tau juga bagaimana, tapi Raja sepertinya akan sulit menembus pertahanan Papa Arya"


"Ya harus berjuang lah, seperti aku yang selalu berjuang untuk mendapatkan hatimu"


Lagi-lagi Arika langsung berubah wajahnya


"Dia pandai sekali merayuku, seolah-olah dia adalah manusia yang paling tau bagaimana cara menaklukkan hati manusia, sungguh aku sangat pusing sekali

__ADS_1


Sekarang yang aku tanyakan adalah, bagaimana mungkin orang yang tak pernah mengenal wanita ini katanya, bisa selihai itu mengucapkan kata-kata "


Arika belum menyadari jika ia sangat sensitif sekali.


padahal Bian adalah laki-laki yang sangat suka sekali membaca dan ia mempelajari banyak hal cara jitu untuk meluluhkan hati perempuan, meskipun sebenarnya ia tak perlu melakukan itu, karena memang wajahnya yang rupawan siapapun pasti akan luluh dengan sendirinya


"Katakan padaku,apa yang kau inginkan sebenarnya?" ucap Bian sambil memegang kepalanya Arika


"Aku mau ketemu dengan Alea" jawabnya dengan ketus


lagi-lagi Arika menjadi sangat marah pada Bian, padahal ia sama sekali tak salah apapun


Bian masih menganggapnya biasa saja,apa lagi ia memang tau bagaimana Arika sejak pertama kali bertemu.


"Katakan saja padaku,apa yang ada didalam hatimu itu tak sama denganku kan!"


Mobil mereka pun berhenti dihalaman rumah barunya Arya, memang Arya sangat bertanggungjawab sekali, ia tak pernah mau memberikan Alea dan Siska rumah yang sama, tujuannya satu jika nanti ia pergi lebih dulu, Alea dan Siska memiliki tempat yang sudah ia berikan, Alea adalah anaknya dan Siska adalah istrinya, sebenarnya Siska tak perlu dengan itu semuanya, hanya saja bentuk tanggung jawab seorang suami dan anak adalah hal yang harus dilakukan karena pertanggungjawaban nya tak hanya pada manusia saja tapi sampai ke akhirat


"Alea..." Arika langsung turun dari mobil dan memeluk Alea yang sepertinya habis mandi


"Siska,kau sudah pulang?"


sambil tersenyum bahagia memeluk teman sekaligus saudara tirinya itu

__ADS_1


"Iya aku sudah pulang"


"Tadi mama kan dari rumah kak Bian, katanya kamu lagi tidur"


wajah Alea tampak murung tak seperti biasanya


"Iya aku tak tau, capek sekali"


"Ehemm...." Alea langsung batuk-batuk


"Capek kenapa?" menyenggol bahu Arika


sambil menaikkan alis matanya menggoda Arika


"Apakah kau tau jika aku capek hati!" langsung duduk. Bian pun langsung turun dari mobil menyapa mereka


"Alea, apa kabar?"tentulah Alea langsung tersenyum manis


"Baik, kak Bian dan sangat baik sekali.


saat melihat kalian yang baru pulang sangat cerah sekali wajahnya, apa ada kabar baik untukku"


Alea memang suka menggoda sama seperti Arya

__ADS_1


"Kabar baik apaaan" Arika langsung menarik rambutnya dari belakang


"Kenapa jadi emosian begini sih Arika, aneh ih" Alea langsung menggaruk kepalanya heran . karena biasanya Arika sangat lembut dan sabar sekali.


__ADS_2