
Arya langsung menyuruh ibunya keluar dari kamar nya
"Ibu keluar saja dulu "mendorong ibunya hingga berdiri
"Arya jangan macam-macam, kasihan istrimu lihat lah rambut nya sampai seperti itu "
"Sudah ibu tenang saja , ibu tak pernah kan Mendengar ada orang yang mati karena malam pertama "
Bug...
pintu tertutup
"Arya...Arya..."
"Ya tenang saja jangan khawatir Bu"
Arya langsung menarik nafas dalam-dalam
dan menatap kearah Alena yang sedang pingsan
"Aku harap kau jangan mati dulu , karena ini baru awal saja , aku tak ingin kau menjalani hidup dengan mudah , agar Dimas menyesal karena telah mengorbankan mu padaku !"
....
Sedangkan di sebelah dinding kamar Arya itu nampak Siska sangat cemberut sekali
"Kau sudah siap ?"
Tanya Arjuna
"Ia sebentar lagi "
Siska keluar dari kamar ia menggunakan gaun berwarna hitam dengan atasan yang terbuka dan rambut yang di biarkan tergerai
ia sungguh tampil cantik sekali apa lagi dengan memakai heels untuk melengkapi penampilan nya sungguh feminim sekali
"Aku sudah siap ,ayo kita pergi "
Arjuna tak berkedip saat melihat Siska dengan penampilan nya yang sungguh berbeda malam ini
Siska yang berjalan mendahului nya kedepan sadar jika Arjuna masih tertinggal di belakang nya
"Ayo kita jadi pergi tidak "
Siska nampak marah
"Iya..iya.."
Sepanjang perjalanan menuju restoran tersebut Siska sama sekali tak berbicara
ia menatap kosong kearah depan ,tapi Arjuna tau apa yang ada di pikiran nya ia pasti memikirkan Arya dan Alena , Tapi Arjuna tak akan menyerah begitu saja ia memegang peranan penting yaitu suami Siska
"Kenapa kau diam saja "
"Tidak ada ,aku hanya tak ingin berdebat dengan mu malam ini itu saja "
"Atau kau tidak suka jika kita hanya makan malam berdua saja "
"Maksudnya jadi kita makan malam bertiga ? "
Nada suara Siska mendadak emosi
__ADS_1
"Jika kau mau aku akan menelpon Silvi agar ia bisa menemani mu "
Bisa-bisanya ia mengajak perempuan itu lagi
bukan nya menghibur ku tapi malah sibuk memikirkan perempuan lain ,dia sama saja
"Siska bagaimana apa aku telpon Silvi saja ?"
"Terserah kau saja "
Siska sengaja menyerahkan pilihan pada Arjuna
"Kau yakin tidak apa-apa"
Ya sangat yakin malahan , jika kau itu memang tak punya otak
"Baik lah aku akan menelpon Silvi "
"Turun kan aku sekarang !"
Siska langsung membuka pintu mobil saat Arjuna sedang menelpon
"Hei Siska apa yang kau lakukan ha ,ini berbahaya kau bisa celaka ,apa lagi kau sedang mengenakan pakaian seperti itu , apa kau sudah gila ,ingin turun di tempat seperti ini"
Arjuna dengan cepat menarik tangan Siska
"Itu kan salahmu ,kalau kau ingin makan malam dengan Silvi lalu kenapa kau mengajakku untuk pergi ,apa ini lucu !"
"Lalu apa masalahmu jika aku mengajak Silvi , apa masalahmu .bukankah kau tidak mencintai ku "
"Ya aku memang tidak mencintai mu tapi kau harus tau aku ini istri mu , setidaknya jagalah sedikit perasaan ku , Jika di belakang ku terserah saja apa yang ingin kau lakukan bebas "
"Baiklah turun ! kita sudah sampai "
"Oke baiklah jika kau tak mau turun aku akan memaksamu dan menggendong mu "
"Coba saja jika kau bisa "
Arjuna menarik nafas dalam-dalam
"Jangan salah kan aku ini karena permintaan mu "
Arjuna turun dari mobil nya , restoran mewah itu nampak sedang ramai pengunjung nya
Dan tentu saja mereka yang makan di sana adalah orang-orang yang banyak uangnya saja alias horang kaya
"Makan saja dia sendiri ,enak saja memperlakukan aku seenaknya , memang nya dia siapa "
Padahal di dalam hati kecil Siska berharap Arjuna memohon dan merayunya untuk turun makan malam bersama nya , selain ia lagi kesal dan sakit hati perutnya juga lapar sekali
satu-satunya jalan saat sakit hati adalah dengan perbaikan gizi itu adalah moto hidup nya
maka nya ia mengambil jurusan Chef di luar negeri agar ia tau bagaimana cara mengobati perasaan nya sendiri
tempat parkir mobil mereka berada
tepat di depan kaca restoran , sepertinya Arjuna Memang sengaja " Mana Arjuna tadi , kenapa ia tak memaksa ku ?"
Siska mencari Arjuna keseluruh arah tapi tak menemukan nya juga ,hingga akhirnya ia langsung kembali merebahkan tubuhnya di kursi
"Menyebalkan padahal aku sudah dandan secantik ini "
__ADS_1
Saat ia mengangkat kepalanya ia langsung melihat Arjuna sedang duduk di restoran tersebut sendirian tepat di hadapannya
cahaya lampu yang benar-benar jelas membuat wajah tampan Arjuna yang sedang memesan makanan Benar'-benar jelas sekali dari luar
"Nah itu dia sudah di dalam , Benar'-benar keterlaluan , apa dia sedang menunggu Silvi ! tak bisa aku biarkan ,aku harus segera turun untuk mengacaukan mereka ,enak saja mereka
bersenang-senang berdua tapi tak memikirkan perasaan ku di dalam sini , lihat saja kau Arjuna aku akan mengerjaimu !"
Siska langsung turun dan menyusul Arjuna masuk kedalam
"Kau turun dari mobil ?"
Arjuna kaget sekali tapi sebenarnya ia sungguh senang melihat Siska berada dihadapannya itu tandanya rencananya berhasil
"Kenapa kau bertanya tidak suka ? aku lapar mana pelayannya "
Siska menaruh tasnya diatas meja
"Makanan sudah aku pesan "
Siska langsung menepuk tangan nya
"Oh sayang sekali kursi ini cuma dua ,dan nanti jika Silvi datang aku tak tau ia akan duduk di mana , kau pesan kan di tempat lain saja ya "
Siska Tersenyum puas
Rasakan bagaimana? enak .
"Oh ya aku lupa jika Silvi tak bisa datang kemari jadi tempat ini memang untuk kita berdua,dan kau sungguh cantik sekali malam ini "
Arjuna menatap kearah Siska dan tak berkedip sama sekali
Siska langsung salah tingkah ia memperhatikan bajunya dan yang lainnya
"Hei kenapa kau memandang ku seperti itu ha "
"Bukankah halal bagi ku memandangmu dari sudut mana pun yang aku mau "
Arjuna tersenyum lalu tangannya mendekati wajah Siska ,Siska langsung memejamkan matanya karena ia merasa deg-degan sekali
Tangan Arjuna berhenti di hidung Siska
dan mengambil tissue
"Jorok sekali kau ini , lihat lah upilmu keluar hiiii"
Siska langsung membuka matanya dan benar saja sesuatu yang besar menempel di tissue tersebut
wajah nya langsung memerah untuk menutupi rasa malunya ia pun langsung mengatakan hal yang tidak biasa
"Ah ini masih berukuran kecil biasanya lebih besar dari ini ,bahkan aku bisa membentuk berbagai macam bentu alfabet , hebat bukan "
Arjuna langsung mengelap tangannya
"Untung saja cantik ,hii tapi sayang jorok "
tertawa sambil menggelengkan kepalanya
"Lalu siapa yang cantik-cantik bersih ?"
"Silvi ? "
__ADS_1
ucap mereka serentak