Antara Cinta Dan Takdir

Antara Cinta Dan Takdir
Part 154


__ADS_3

Sementara Siska dan Arya sedang menuju tempat perkemahan anak-anak mereka.


Arika kembali mendapatkan hukuman karena identitasnya tidak lengkap karena Potonya yanh menghilang


Bian langsung tersenyum saat melihat Siska maju kedepan ,


Alea langsung memberikan semangat "Jangan khawatir jika mereka menyakitimu aku akan menyuruh papa menelpon rektor "


"Bagaimana caranya Alea , sementara ini ponsel kita ditahan oleh mereka "


"Hei apa lagi yang kalian tunggu ,ayo cepat maju kedepan "


Arika pun maju kedepan


Bian langsung menghampiri dan berbisik pada salah satu panitia ,tak lama Arika langsung dipanggil untuk menghadap Bian


"Ini adalah contoh mahasiswa yang tidak disiplin , bayangkan saja dia tidak bisa menjaga apa yang ada pada kertas karton ini , nah ini .. merupakan kelalaian yang berakibat fatal , bayangkan saja jika kejadian ini terjadi pada saat kita mau ujian semester ,lalu kita lupa bawa pulpen,lupa bawa laptop , lalu bagaimana ,ya kan ? heh bagaimana kalau lupa bawa kepala itu yang lebih repot lagi"


Beberapa orang langsung tertawa


namun pada saat bersamaan seorang lelaki yang juga maru mengangkat kedua tangannya


"Kak maaf "


"Ya kamu ,ada apa ?"


"Saya juga tak memakai identitas lengkap sama seperti dia "


Laki-laki yang tampan itu pun langsung maju kedepan , Alea langsung terkagum-kagum melihat laki-laki tersebut


"Ya ampun Arika ada seorang laki-laki yang begitu ,ahh dia sangat manis sekali padahal aku melihatnya tadi jika ia membuang Poto yang ada pada identitasnya "


Bian langsung berdiri "Wah ternyata ada sepasang yang tak memakai perlengkapan ,hmm apa kalian sepasang kekasih ?"


Tanya Bian


Arika menggelengkan kepalanya


"Kamu punya mulut kan , jawabnya pake mulut dong bukan pake kepala ?"


Arika terlihat begitu kesal apa lagi dilingkungan keluarganya ia sama sekali tak pernah dibentak atau diperlakukan dengan kasar , menurutnya apa yang dilakukan Bian padanya sangatlah kasar


Keterlaluan sekali dia , cara berbicaranya sangat kasar sekali ,bahkan terkesan tidak punya perasaan ,apa dia tidak tau jika aku ini seorang perempuan ,apa dia tidak punya ibu atau saudara perempuan !


"Jawab !"


Mata Arika berkaca-kaca dibentak oleh Bian


"Jangankan untuk memiliki kekasih ,saya sama sekali tidak pernah berpacaran kak !"


"Bohong !"


bentak Bian lagi


"Haha kalian dengar apa yang ia katakan dia tak pernah pacaran ,Halah... basi ! kalau mau berbohong itu pastikan dengan rapi !"


Bian menertawakan Arika ,hingga membuat Arika menangis


"Sudah sekarang bawa dia menjauh dari hadapanku , karena aku tak suka mendengarkan suara perempuan menangis ini hanya buang-buang waktu saja "


Arika dan laki-laki itu pun berdiri ditempat terpisah


ia menyapa Arika "Aku Aldo "


"Aku Arika "


menghapus air matanya


"Sudahlah jangan menangis , hapus air matamu ospek Memang begini tapi nanti juga setelah ini akan baik-baik saja "


"Terimakasih "


Arika memang tak suka terlalu berlama-lama mengobrol dengan lelaki ,


Seorang perempuan yang bergaya sangat menor mendekati Arika

__ADS_1


"Hei kau aku hanya ingin mengatakan jangan terlalu cari perhatian dengan Bian ,dia itu milikku ,kau dengar "


"Iya Kak tenang saja jangan khawatir Bian bukan selera ku juga "


ucap Arika dengan lembut dan sopan


Perempuan itu terlihat malu sendiri ,dan langsung berlari kecil mendekati Bian


",Bian..."


merangkul lengan Bian


Bian langsung membentaknya "Jangan sentuh ... jadi perempuan agresif sekali !"


Alea dan yang lainnya langsung tertawa geli


Bian mengambil spidol dan menulis di wajah Arika "Badut ompong "


"Jadi maskot kita selama disini adalah mereka ya Badut ompong dan gorila hitam , selama disini kalian panggil mereka dengan nama itu ,jika ada yang salah memanggil mereka dengan nama itu ,maka kalian akan mendapatkan hukuman "


Semuanya tertawa , Alea juga tertawa sambil berkata ",Maafkan aku Arika ,tapi kau benar-benar lucu sekali "


Arika yang tak pernah diperlakukan seperti itu dan dipermalukan didepan banyak orang benar-benar merasa terhina sekali , padahal itu hanya sekedar guarauan saja


"Sudah sana kembali ketenda masing-masing dulu ,kalian semua makan dulu ,yang mau ketoilet silahkan di sebelah sana setelah ini kita akan mengadakan acara renungan suci ,besok pagi kita akan masuk kedalam hutan untuk mencari beberapa hadiah yang sudah ditentukan dalam sebuah amplop untuk kalian masing-masing kelompok mencarinya ,dan untuk yang sedang mendapatkan hukuman jangan pernah dihapuskan apa yang sudah ditulis diwajahnya , mengerti !"


"Mengerti kak ..."


sahut mereka semuanya


"Alea aku sungguh merasa terhina olehnya "


Arika menangis tersedu-sedu


wajar saja ia dibesarkan dalam lingkungan yang lemah lembut tentu saja apa yang dilakukan oleh Bian tersebut sangat menyakitkan oleh Arika , berbeda dengan Alea ia malah tertawa geli melihat Arika


"Arika maafkan aku , aku sama sekali tak bisa berhenti tertawa karena melihat wajahmu "


Alea memegang perutnya


Arika menangis sambil tertawa


Raja yang satu kelompok dengan mereka pun mendekati Arika ",Sudah jangan cengeng dia kan tidak melukai mu , nikmati saja dulu ,jangan menangis "


Arika mengangguk ia sangat menghormati Raja


karena ia sangat di didik soal tata Krama dari kecil , sedangkan raja sendiri tingkahnya benar-benar berbeda sekali dengan Arika , mungkin karena pengaruh budaya ,ia lama tinggal diberbagai negara atau memang karakternya sangat sulit diatur


Setiap Raja berbicara,Alea merasa muak ia bahkan melirik sinis kearah Raja


Kenapa setiap mendengar suaranya aku merasa sangat jijik dan muak sekali, hmm aku merasakan apa yang dirasakan Arika ,namun aku sungguh sangat benar-benar muak sekali dengan sepupunya yang tidak tau malu ini


Arika mengeluarkan makanan masakan mamanya ,satu tenda mencicipi semua , Arika juga membagi-bagikan makanan yang ia bawa keteman,-teman yang lainnya ,karena memang Siska membungkusnya banyak sekali


Diam-diam Bian memperhatikan gerak-gerik Arika dari jauh ,ia melihat Arika membagi-bagikan makanan tersebut


Setelah itu ia duduk kembali bersama anggota kelompoknya


"Ayo makanlah , untuk besok pagi ,mamaku sudah menyiapkan yang ini "


Mengeluarkan beberapa bungkus makanan lagi


"Wah banyak sekali Arika "


"Huss pelankan suara mu jangan sampai orang-orang mendengar kau memanggil nama ku nanti kau akan terkena hukuman juga "


Alea mengangguk


"Baiklah "


Alea langsung melahapnya dan tiba-tiba Arika mengeluarkan satu bungkus makanan lagi


"Alea cepat berikan ini pada nenek , aku khawatir nenek belum makan "


Alea langsung berdiri "Ya ampun aku sampai melupakan nenek , baiklah aku akan mengantarkan ini "

__ADS_1


Alea langsung meminta izin pada panitia ia ingin menemui neneknya


dan ia mendapatkan izin


Naik keatas pendopo dan langsung membuat pintu ,Alea menemukan sebuah kamar yang sangat mewah sekali didalam pendopo tersebut


"Astagaaaaa nenek , kamarmu bagus sekali , argghhhhhhhh tidak adil , kenapa nenek mendapatkan kamar sebagus ini, tidak adil !"


"Nenekkan memang mau berlibur ,kamu yang kuliah ,hehehe "..


Alea merasakan tawa neneknya benar-benar mengejeknya


"Kenapa aku merasa nenek sangat menyebalkan saat ini , heh "


Alea melipat kedua tangannya


"Ya sudah nanti malam kau diam-diam naiklah keatas sini ,kau tidur dengan nenek saja jadi kau aman dan nyaman "


Alea langsung tersenyum "Nenek aku sayang padamu "


memeluk neneknya


"Nak ini aku bawakan makanan paling enak untuk nenek , ini lebih enak dari pada makanan ditempat ini , coba saja nenek makan ya "


"He..he..iya "


Alea langsung pergi kembali ketenda


ia pun langsung melahap makanan dihadapannya dan benar saja ia kaget saat mendapati makanan yang dibawa oleh Arika sangatlah enak sekali


"Arika ini semua mamamu yang masak ?"


"Iya ,enak kan ?"


Arika tersenyum


"Sumpah ini enak bangett ya ampun aku sudah tidak sabar lagi setiap hari akan makan masakan mama Siska ,ya ampun apa mamamu Chef ?"


Arika tersenyum " Mamaku dulu kuliah chef di Belanda ,dan memang ia pandai sekali memasak , biasanya kalau ada acara keluarga mamaku akan bertindak langsung menjadi juru masak "


Arika tersenyum manis


Mereka benar-benar menikmati makanan tersebut


namun tiba-tiba hujan turun dengan sangat deras sekali , diiringi angin kencang , hingga membuat beberapa tenda berterbangan


"Hujan..hujan..."


Bian langsung menyuruh semua mari untuk berkumpul di pendopo yang besar


"Semuanya masuk pendopo "


"Karena kita tidak bisa memprediksi cuaca yang akan terjadi , contohnya hujan dan angin


seperti ini maka untuk sementara kita semua berkumpul disini dulu sampai hujan reda "


Bian nampak sibuk berlari ditengah hujan mengambil beberapa perlengkapan


Alea memperhatikannya


"Tapi kak Bian ini benar-benar bertanggung jawab sekali dengan jabatannya sebagai ketua panitia , lihatlah ia turun langsung tanpa menyuruh panitia yang lain ..."


"Berhentilah memujinya Alea aku sama sekali tidak tertarik padanya , bayangkan saja apa yang sudah ia lakukan padaku adalah suatu yang sangat menyakitkan "


Waktu menunjukkan pukul empat , pakaian Bian basah kuyup


tapi ide gila untuk mengerjai Arika tak sampai disitu saja


Bian langsung berteriak "Jika ketua sudah basah kuyup , maka anak buah juga harus basah kuyup juga , sakit satu sakit semua , basah satu basah semua , senior selalu benar ,jika senior salah kembali kepasal satu ,kalian paham !"


Tidak ada jawaban "sekali lagi apa kalian paham !


....


malam ini kita crazy up...

__ADS_1


jangan lupa vote nya sayangkuhhh......


__ADS_2