Antara Cinta Dan Takdir

Antara Cinta Dan Takdir
Part 185


__ADS_3

Bian langsung melihat Alea dan Arika yang sedang tertawa dengan sangat bahagia sekali


"Rupanya ia sedang bahagia sekali ya , mereka pasti sedang menertawakan keberhasilan temannya yang menyebalkan itu "


Bian yang sudah tak tahan langsung berjalan mendekat Arika dan Alea sementara itu para gadis yang berada dibelakang Bian langsung melihat Arika dengan tatapan iri


*Kalian lihatlah bagaimana Bian yang mendekatinya


Kalian itu jangan khawatir bisa saja Bian sedang emosi padanya ,kita lihat saja dia akan merasakan kemarahan Bian


Iya betul juga karena tadi dikantin ia telah mempermalukan kak Bian


Iya kau lihatlah dia juga tak terlalu menarik juga


Hei tapi kalian jangan salah juga ,kalian tau tidak jika perempuan itu katanya keturunan bangsawan juga


Masa iya yang mana ?


itu yang namanya Arika yang jadi musuhnya kak Bian *


Para gadis berbisik-bisik membicarakan Arika


Sedangkan Arika dan Alea tak sadar jika ada Bian yang dari tadi sudah memperhatikannya dari kejauhan


"Kau tunggu pembalasanku Arika !"


Bian berjalan dengan bertelanjang dada dan langsung mendekati Arika


"Hei kau "


Alea menyenggol Arika


"Arika lihatalah siapa yang datang itu "


Arika berhenti tertawa dan melihat Bian yang sudah berdiri dengan mengepalkan kedua tangannya


"Kak Bian?"


"Ciyeee kakak"goda Alea


"Sudah lah Alea berhentilah untuk menggodaku ini tidak lucu sama sekali"


Arika tak berani mendekati Bian karena ia dalam keadaan bertelanjang dada


"Mau apa lagi kau kemari ,kau sengaja mencariku.ya ?"


Arika sengaja mengalihkan pandangannya


."Hei nona jika berbicara itu menatap langsung dengan orangnya bukan dengan membuang wajahmu ,apa kau tak berani melihat pesona ketampananku , mengaku sajalah kau sedang ketakutan ,kau takut terpesona dengan tubuh indahku ini kan "


Bian sengaja memancing Arika agar mendekatinya lagi


"Sembarangan kau pikir ini lucu ! aku sama sekali tak pernah takut dengan sesama manusia , Seperti apapun jenisnya aku tak akan pernah gentar dengan manusia kau dengar "


"Ha kalau begitu mendekatlah aku akan menunjukkan sesuatu ?"


Arika tampak ragu apa lagi Alea menahan tangan Arika "Arika sebaiknya kau pikirkan baik-baik jangan sampai ia mencekik mu ,kau jangan mendekatinya Arika perasaan ku jadi tak karuan begini ,aku mohon sebaiknya jangan !"


"Sudah kau tenang saja ,kau pikir ini hutan , Bian memakai hukum rimba? jangan khawatir Alea kau santai saja aku ini bukan perempuan yang lemah"


"Iya aku tau apa lagi kau kan anaknya Tante Siska tapi untungnya kau tak seperti Tante Siska waktu muda Arika jika kau seperti itu sungguh mengerikan sekali"


"Diam lah "


Arika langsung mendekati Bian


Bian mendekatkan wajahnya seperti tadi


Arika tak gentar ia bersikap biasa saja


sedangkan Alea sudah berteriak dari belakang


"Arika ?"


"Tenang ..."


Tak perlu panjang lebar , Bian langsung mencium bibir Arika


dan jrengg..... semua Mata tertuju pada anda


Alea menutup wajahnya karena ia tak percaya Bian melakukan itu depan wajahnya


sedangkan Arika langsung kaget dan jatuh terkulai dilantai


"Arikaaaa..."


teriak Alea


Ia langsung membuka sepatunya dan memukuli Bian


"Bajinga* kurang ajar berani sekali kau membuat temanku begini kau kurang ajar "


bug...


bug..


Sepatu Alea menghantam tubuh Bian berkali-kali ia melakukannya dengan sekuatt tenaga


"Kau beraninya sama perempuan kau telah melecehkan Arika ,kalian semuanya lihatkan apa yang dilakukan laki-laki tak tau malu ini kan "


Beberapa gadis tidak tidak ada yang membela


Alea bahkan ada yang pingsan karena Bian mencium Arika


"Bisa-bisanya kak Bian mencium perempuan itu seharusnya aku yang berada diposisinya"


"Beruntung sekali dia "


Alea berteriak "Kalian semua lihatkan bagaimana temanku diperlukan Begitu hina barusan "


Tak ada satupun yang membela Alea bahkan ia sampai di cap kuno dan kampungan


"Hei Nona ,kau jangan kampungan ya ,kau tau tidak itu hal yang wajar "


"Norak biasa saja tau , makanya jangan kelamaan tinggal di hutan "


Alea sampai menangis ia menunjuk wajah Bian


"Kau mungkin telah terbiasa mencium bibir para gadis ,tapi tidak dengan kami berdua bagi kami setiap sentuhan yang bersifat pribadi itu adalah hak suami kami aku tak menyangka jika kau bisa melakukan hal serendah itu pada Arika , lihat saja aku akan melaporkan ini pada Tante Ana dan om Aditya agar kau kena hukuman "


Alea berusaha untuk membangunkan Arika


tapi ia tak bisa mengangkat tubuh Arika seorang diri untunglah ada beberapa mahasiswa yang memakai jilbab panjang dan juga dari beberapa mahasiswa kerohanian seluruh perwakilan agama dikampus yang menolong Mengangkat Arika


"Astagfirullah kenapa dia ?"

__ADS_1


"Tolong angkat kak "


"Puji Tuhan dia baik-baik saja "


"Namo buddhaya cepat bawa gadis ini"


"Om swastiastu"


"Tolong kak bawa keruangan UKS"


Mereka semua langsung menggotong tubuh Arika keruangan UKS , sementara itu Bian memegang bibirnya ia pun hampir terjatuh hanya saja ia bertahan sekuat tenaga untuk tidak terjatuh "Ini juga yang pertama aku lakukan , aku sudah sangat kesal sekali jika memang Alea mau melaporkanku pada mama itu lebih baik berarti ia akan menjadi istriku dan aku akan dengan mudah membalasnya!"


Bian langsung pergi meninggalkan tempat itu


Alea menangis tersedu-sedu melihat Arika yang dibawa keruangan UKS para mahasiswi yang menolong tersebut sangat baik sekali , karena setiap agama pasti mengajarkan kebaikan


"Terimakasih teman-teman semua "


Arika langsung diberikan minyak kayu putih


oleh petugas PMR


"Arika ...Arika bangun "


Tak lama Arika terbangun dan Alea langsung histeris "Akhirnya kau bangun juga Arika "


Wajah Alea sudah sangat merah


"Arika kau jangan khawatir aku akan mengatakan pada Papaku nanti biar ia menyampaikan kelakuan Bian pada kedua orang tuanya "


Bian yang berdiri di pintu UKS langsung menjawab "Ya silahkan saja katakan pada kedua orang tua ku ,paling kita dinikahkan ya kan , selesai urusan kau menjadi istriku dan aku menjadi suamimu "


Bian tertawa


Alea langsung membuka sepatunya dan melempar kearah Bian tapi malah terkena wajah Raja yang sedang lewat karena Bian menggeserkan tubuhnya


"Awwwww"


ucap Raja


Alea langsung menutup wajahnya "Astagaaaaa kena siapa Itu"


Raja langsung mengambil sepatu yang mengenainya itu


"Sepatu ini seperti yang dikenakan oleh Alea ,tapi kenapa keluar dari ruangan itu ya ?"


Raja pun langsung masuk kedalam ruangan dan Melihat Bian sedang berdiri tanpa memakai baju , melihat ada Bian Raja langsung keluar,namun Alea nampak ada Raja dengan cepat ia memanggil Raja untuk masuk kedalam


"Raja ?"


Raja langsung menoleh kedalam saat mendengar suara Alea memanggilnya


",Alea "


ia kaget saat melihat Arika yang sedang terbaring lemah "Arika kau kenapa ?"


Alea hendak mengatakan apa yang terjadi pada Arika tapi Arika mengenggam tangan Alea yang berarti ' Jangan '


Bian langsung tertawa geli dan pergi meninggalkan tempat itu


sambil berteriak-teriak "Katakan saja dan kita akan S A H"


"Kenapa apa dia menyakitimu ?"


Alea sudah sangat geram sekali tapi apa yang dikatakan Bian itu memang benar adanya jika ia mengatakan apa yang terjadi pada Arika itu pada Raja sudah dipastikan Arika dan Bian akan segera menikah


untunglah Arika sedang datang bulan kebetulan tembus sampai celananya ,Alea mendapatkan alasan "Arika lagi sakit datang bulan"


"Oh astaga "


Raja langsung berdiri karena ia tidak enak


"Baiklah kalau begitu aku keluar dulu ,ini sepatu milikmu Alea "


"Terimakasih ,dan maafkan aku karena tak sengaja mengenaimu tadi "


"Tak apa "


Raja nampak gugup saat mendengar suara Alea , sampai-sampai ia menabrak pintu saat hendak keluar dari kamar tersebut


"Mas Raja awassss !"


teriak Arika namun terlambat satu benjolan terbentuk alami dari tiang pintu yang ia tabrak


"Awwwww "


Alea menutup mulutnya ia tau jika sampai terjadi benjolan itu ,tandanya sangat sakit sekali benjolan di kepala Raja


"tidak apa-apa tidak sakit santai saja"


Alea yang melihat saja sudah cukup membuat ia merinding merasakan kesakitan akibat tabrakan tersebut


Arika menarik tangan Alea "Lea"


"Arika " ia menghapus air matanya yang masih nampak dipelupuk matanya untunglah raja tak menyadarinya tadi


"Alea aku mohon kau jangan mengatakan apapun pada siapapun apa yang aku alami barusan aku tak mau menikah dengannya itu akan menjadi mimpi buruk untukku aku harap kau mengerti Alea aku mohon !"


"Tapi aku sangat membencinya Arika ia benar-benar seperti bumi dan langit saat berada dirumah dan diluar Rumah aku sangat heran sekali ada manusia seperti bunglon seperti itu"


Arika menahan air mata yang hendak jatuh dari pipinya "ia memang jahat sekali aku akan membalasnya dengan caraku ,lihat saja nanti aku akan membalasnya dan membuat ia malu "


Alea diam saja ia tak mau bertanya banyak apa yang akan dilakukan Arika pada Bian tapi ia percaya jika arika yang cerdas bisa membalas dengan cara terbaik


"Tapi kau ingat harus hati-hati ia itu licik , tapi aku heran kenapa ia bisa semarah itu padamu tadi , memangnya masalahnya apa Arika ?"


"Aku hanya mengatakan ia bau dan tidak mandi lalu ada cabe dibaginya "


"Astagaaaaa hanya itu saja dia jadi marah, dia sungguh memalukan sekali "


"Itu kelemahannya Alea ,asal kau tau saja namaku yang menceritakannya jika Bian itu sangat pembersih sekali untuk mandi saja ia bisa menghabiskan waktu berjam-jam , untuk memastikan jika dikukunya tak ada kuman yang menempel "


"Astaga kau serius? ya ampun bagaimana dia Melihat aku yang mandi hanya lima menit saja dan itupun baru masuk toilet langsung keluar lagi"


"iya itu makanya dia marah besar padaku karena itu adalah kelemahannya ia itu sangat pembersih "


Alea langsung berdiri "Aku punya ide Arika bagaimana kalau kau manfaatkan saja dia lagi"


"Maksudnya ?"


"Kau minta antar jemput dia dan perlakuan ia seperti supir pribadimu bagaimana?"


"Wah aku takut itu tak mungkin bagaimana jika ia melakukan hal-hal yang aneh padaku !"


"Tenang saja aku akan ikut denganmu "

__ADS_1


"Aku punya rencana nanti akan aku lakukan lihat lah "


Arika langsung duduk dan masuk kedalam toilet


"Arika kau mau kemana ?"


Alea nampak cemas ,ia membayangkan seperti di film-film Horor seorang perempuan yang akan mengakhiri hidupnya karena merasa tidak memiliki harga diri lagi


"Aku ingin mengganti pembalut lihat ini sudah tembus "


"Kau yakin ?"


"Iya Alea "


"Arikaaaa?"


Alea melihat wajah Arika untuk memastikan jika temannya itu tidak dalam keadaan yang galau


"Sudah kau tunggu disini aku hanya sebentar saja"


Arika menutup pintunya


Ia langsung memukuli tembok dengan tenaga dalamnya sama halnya dengan ibunya Arika juga sangat jago beladiri


Bug .


bug..


"Ingin sekali aku menghajar wajahnya,jika ia bukan anak teman mama aku pastikan ia sudah jadi makanan hiu dilautan"


Alea ternyata sengaja menempelkan telinganya di pintu toilet ia cemas jika Arika akan melakukan hal yang tidak -tidak


"Dia berani sekali mencuri ciuman pertamaku yang seharusnya menjadi hak suamiku , aku sangat membencinya sekali"


Bug..


bug


"Awww "


Alea memegang wajahnya


"Suara apa itu ? apa Arika baik-baik saja "


Alea kembali menempelkan telinganya pada pintu toilet tersebut untuk mendengarkan suara Alea ,tapi tidak terdengar lagi suara Arika


"Hah mana Arika , kenapa tak ada lagi suaranya"


Alea menggedor berkali-kali memanggil Arika tapi tetap tak mendapatkan jawaban


"Arika...Arika..."


Alea mulai panik ia langsung tak tinggal diam


apa lagi toilet diruangan UKS tersebut sudah rusak pintunya ,bak super Hero ia berlari sekuat tenaga dan mendobraknya ,


"Aaaaaaaaaaaaaa"


"Awwwwwwwww"


mereka berdua saling berteriak satu sama lainnya


"Alea apa yang sedang kau lakukan ha !"


Alea langsung buru-buru menutup pintu toilet tersebut


"Maafkan aku Arika aku tidak tau jika kau sedang buang a*r besar , lagipula kau aku panggil dari tadi tak ada jawaban , wajar saja aku khawatir jika terjadi sesuatu padamu didalam "


"Ya ampun Alea pikiran mu benar-benar ya ,


kau pikir aku mau mati secepat itu sebelum membalas Bian aku ini menggunakan headset bagaimana mungkin aku mendengar suaramu hah !"


"Iya Arika maafkan aku ,haduh...."


Alea terpaksa memegang pintu toilet itu dari luar karena sudah tak bisa dikunci dari dalam


"Pegang terus Sampai aku selesai "


"Arika apa kau masih lama ?"


Alea mulai tak tahan dengan aroma yang menyeruak


"Paling lama aku itu setengah jam baru keluar dari toilet!"


"Ya Tuhan kenapa kau memiliki kebiasaan yang sama. dengan musuhmu ,apa itu tanda-tanda kau dan dia berjodoh "


"Alea jaga bicaramu tak ada hubungannya aku dan dia dalam hal perjodohan !"


Alea menarik nafas dalam-dalam ia tau jika Perempuan lagi datang bulan emosinya sedang tidak stabil


"Ya ..ya...aku pikir kau sedang menggunakan headset lagi!"


Alea nampak pasrah berada didepan dengan wajah yang masam


"Aku takut jika aku tak menyahutmu kau akan kembali menerobos masuk kedalam "


"Sudah cepatlah jangan kebanyakan mengobrol ,aku sudah lelah ini"


Terdengar bunyi air


"Ya aku sudah selesai "


Arika keluar "Syukurlah akhirnya selesai juga ,tanganku sudah merah ini "


"Ayo cepat kita pulang"


"Ya kau pulang dengan ku ?"


"Bagaimana aku Bawa mobil juga ?"


"Suruh Raja saja yang bawa "


"Kalau tidak bagaimana kita pergi bertiga aku antarkan mobil ku dulu "


"Boleh juga aku kerumahmu ya ?"


"Iya aku sedang galau ini "


"Galau ingin menghantam wajah Bian kan "


Alea tertawa


"Lea hentikan ini tidak lucu sama sekali"


"Iya..iya . maafkan aku ".

__ADS_1


__ADS_2