Antara Cinta Dan Takdir

Antara Cinta Dan Takdir
Pulang...


__ADS_3

Mendengar ribut-ribut membuat ibu Arya terbangun dari tidurnya


"Nak ada apa ?"


"Tidak ada ibu aku hanya heran saja ada apa "


Lalu ibu nya langsung mengerti melihat rambut Alena yang basah dan juga Arya yang masuk kedalam kamar mandi


"Oke baiklah ibu , tiba-tiba mengantuk ,selamat malam nak "


Alena langsung tersenyum "Tidur yang nyenyak ya ibu "


Ibunya berharap lebih karena melihat pemandangan tersebut apa lagi ia tau malam ini mereka habis makan malam di luar.


Sayang nya apa yang di pikirkan ibu Arya tak sesuai ekspektasi nya ,realitanya mereka malam ini hanya terjebak dalam permainan bodoh Arya


Alena menunggu Arya dengan sabar di depan pintu kamar mandi , wajah nya berbinar-binar sekali ia merasa bahagia sekali malam ini pertama di ajak makan malam berdua saja lalu di katakan mirip ondel-ondel hal termanis baginya setelah sekian lama ia merasa Arya tak merespon nya


Alena Memang cerdas dalam hal pelajaran namun ia terlalu polos untuk pelajaran hati , kekasih nya memang lumayan banyak di desa nya ,cuma tau sendiri cinta -cintaan anak di sekolah menengah atas hanya sebatas pacaran bilang suka saja tak terlalu berlebih-lebihan seperti saat ia melihat Arya


"Kenapa dia bisa pulang dalam keadaan selamat dan wajahnya terlihat sempurna, coba saja tadi tak ada orang yang syuting di sana , biarkan saja gerobak nya terpental dan ia langsung masuk kedalam lubang kubur ,itu pasti akan sangat menyenangkan sekali "


Keluar dari kamar mandi ,saat membuka pintu ia mendapat kan Alena tersenyum manis padanya


"Astagaaaaa senyuman nya sungguh sangat menakutkan sekali "


Arya langsung masuk kedalam kamar nya


"Kak ini aku seduhkan wedang jahe untuk mu "


"Aku tidak suka jahe , biasanya langsung mual jika meminumnya aku takut nanti aku justru muntah di wajahmu "


jawab Arya jutek


Alena malah langsung memeluk nya dengan sangat erat


"Ah kak Arya aku sungguh mau kau muntahkan aku sudah tak sabar ingin kau melakukan itu "


Arya langsung memberontak


"Cepat lepas kan aku ,enyah kau dari ku , Segera lah menjauh sana !"


Alena langsung melepaskan pelukannya


"Ya sudahlah kalau begitu aku akan tidur saja "


Alena langsung masuk kedalam kamar ,Arya memutuskan untuk menghidupkan televisi meski jam sudah menunjukkan pukul dua dini hari, lalu ia berpikir beberapa hari ini tak melihat Siska dan Arjuna di rumah nya , namun ia mencoba sekuat tenaga untuk menepis pertanyaan tersebut dari dalam pikiran nya


Tak lama terdengar bunyi suara mobil


"Seperti nya itu mereka baru tiba "


Arya langsung menutup wajahnya dengan bantal , seketika wajah Alena yang ia lihat di dalam bantal tersebut


"Sialan kenapa wajah nya ada di mana-mana !"


Arya langsung melemparkan bantal tersebut keatas meja ,padahal banyak tersebut memang ada wajah Alena di sarung nya ,ia sengaja memasang wajah nya disetiap sarung bantal di rumah itu ,

__ADS_1


Sekit satu jam ia membolak-balik tubuh nya di atas sofa di depan televisi tapi matanya tak juga bisa di pejamkan ,


ternyata jam hampir memasuki pukul tiga subuh , sayup-sayup terdengar suara seseorang membacakan ayat suci Alquran suaranya benar-benar merdu sekali , bahkan lantunan nya sungguh menenangkan jiwa


Mendengar suara tersebut Arya Seperti langsung terhipnotis jiwanya


ia berpikir itu suara televisi ,karena televisi masih menyala


setelah kegelisahan yang panjang di dalam hatinya ,ia akhirnya tertidur dengan nyenyak nya malam itu


.....


Siska yang baru sampai di rumah subuh hari ,habis di rawat di klinik dekat bandara karena kondisi nya yang lemah dan terus muntah-muntah


Karena dokter tak kunjung datang hanya ada satu orang perawat saja , yang menunggu klinik tersebut jadinya Siska di suruh untuk beristirahat saja dulu sesuai instruksi dokter melalui telpon


"Sebaiknya kita pulang saja?"


"Tapi ini sudah jam dua ,tanggung besok pagi saja ya "


pinta Arjuna


"Tak segampang itu aku ini tak bisa tidur di tempat seperti ini , pokoknya aku mau pulang saja titik ,tapi jika kau tak mau ya sudah kau tinggal saja di sini !"


Siska langsung berdiri dan melepaskan infus di tangannya


"Oke tunggu aku membayar biaya pengobatan nya dulu "


Siska sudah menunggu di luar dalam keadaan kedinginan


"Ayo masuk kedalam mobil "


"Apa yang kau lakukan cepat lepas kan aku !"


"aku berusaha menghangatkan mu "


Sebelum pergi dari Klinik suster memberi tau akan mengirimkan hasil labor milik Siska kealamat rumahnya


"Cepat buka pintu nya aku ngantuk !"


"Oke baiklah tunggu "


Dengan cepat Arjuna langsung membuka pintu ,dan Segera melajukan mobilnya , pikiran


Arjuna juga sudah mulai tenang malam ini karena mendapatkan kabar dari Kirana jika kondisi ibunya membaik apa lagi tadi Silvi sudah memberikan obat


Yang membuat Siska kesal adalah saat menerima telpon tersebut terdengar pujian dari ibu Silvi


"Memang Dokter Silvi ini adalah calon menantu idaman sekali, bisa melakukan segalanya mbak yu, lihatlah ya kan "


Siska merasa tercabik-cabik sekali hati nya mulai dari rasa kesal yang sangat amat dalam


karena ia tanpa sengaja memuji saingan terberat nya


"Apa kau lapar?"


"Aku hanya ingin tidur di kamar ku saat ini "

__ADS_1


"Baiklah "


Arjuna kembali mengemudikan mobil nya dengan kencang , lagi-lagi Siska menunjukkan rasa mual


Uwekkkssss


"Ah aku rasa aku benar-benar masuk angin ini "


"Apa kau mau kita kedokter lagi?"


"Tidak usah aku tidak butuh dokter dan aku sama sekali tak tertarik berobat ke dokter jika ada tabib aku akan ke tabib saja !"


Itu lah Siska jika ia sedang marah ia selalu saja menyama ratakan semua orang


"Tapi tabib itu tidak manjur nanti kau malah semakin sakit jadinya "


"Bodi amat !!"


Arjuna memilih diam karena ia tau ia yang salah


"Maafkan aku "


"Diamlah tak ada gunanya juga kau meminta maaf , sama sekali tak berguna !"


Sesampainya di rumah Siska langsung membuka pintu dan masuk kedalam kamar nya


Arjuna pun langsung berbaring di samping nya dan memeluk dirinya


"Tak ada yang lebih baik dari mu Siska "


Bisa-bisanya ia menipu ku , apa dia pikir aku buta , jelas-jelas Silvi itu sempurna


dia ini jago sekali berbohong ya.. apa lagi setelah ini yang akan ia lakukan untuk membohongi aku lagi , seperti orang bodoh saja aku, huhuhu ya meskipun aku ini tak pintar tapi ia benar-benar keterlaluan sekali


membayangkan wajah bibinya yang sombong itu ,ingin sekali aku meremas wajahnya tadi


ia pasti merasa bangga sekali karena aku memuji Putri nya yang sempurna itu , aku sungguh malu sekali !!.....


...


Haloha Reader ku semuanya


happy weekend ya...


Author mohon tahan emosi kalian ya.. hahaha


semua nya ...


jangan lupa berikan hadiah untuk author ya.. biar Semangat untuk crazy up nya 🤗


Thor aku Arya Siska


Thor aku Arjuna Siska


Thor aku Alena


Siapapun pilihan kalian nanti Tolong jangan baku hantam 🤣🤣🤣

__ADS_1


__ADS_2